Meán Fómhair 07, 2004

"Mas sih naruhnya sembarangan...."



Saya mangaku! bahwasannya saya memang tidak teliti dan pelupa baik dalam pekerjaan maupun hal-hal lain yang mungkin sangat menggangu siapa saja di sekitar saya. Deretan kalimat yang seharusnya saya bacakan ketika dulu melamar isteri saya.

Belakangan ini ketidaktelitian menjadi momok yang menjadi target operasi untuk segera dieliminasi dari dalam diri saya. Tapi apa daya berkali kali kesalahan karena satu hal ini lagi-lagi terjadi. Contohnya dalam soal pekerjaan, saya kerap kali mengecek ulang hasil kerja saya bahkan sampai lebih dari tiga kali dan yakin ga ada lagi kesalahan. Tapi apa nyana baru saja si office manager membaca sekali.... dia bisa langsung melihat beberapa kesalahan yang saya buat, terutama kesalahan ketik :sigh:

Oke lupakan soal kerjaan, ketidaktelitian ini ternyata beberapa kali membuat isteri sedikit tidak sabar menghadapi saya, yah dari sisir yang sepertinya ngumpet tiap kali saya mau merapihkan rambut, sampai kunci motor yang hobinya maen petak umpet minimal seminggu dua-tiga kali. Padahal bila isteri udeh turun tangan ga usah make ba bi bu..dalam beberapa detik yang namanya sisir dan kunci motor udeh ada di tangannya... membuat saya sedikit curiga jangan-jangan ada konspirasi antara barang-barang di rumah dengan isteri saya...hmmm??

katanya ketidak telitian itu hampir melanda sebagian besar dari mahluk yang disebut sebagai pria. Hasil evolusi pola pikir dari berjuta tahun yang lalu. Dimana para pria bertugas untuk mencari buruan, sedangkan si isteri bertugas di rumah untuk mengolah bahan makanan hasil buruan suaminya. Jadi mata dan pola pikir para pria terbiasa untuk fokus pada satu titik dalam hal ini berarti saya fokus pada objek sisir atau kunci motor yang bentuknya saya sudah hafal di kepala. Makanya pandangan tidak menyebar, hingga objek yang ditangkap mata tidak terlalu banyak apalagi kalau tuh sisir atau kunci udeh nyelip di balik bantal dan hanya ujungnya saja yang nyembul...wallahu'alam bener apa nggak.

Tetapiiiii ternyata ketidak telitian itu sering kali menjadi 'senjata' isteri saya untuk barang-barang yang entah berada di mana. Kalimat "Mas sih naruhnya sembarangan" meluncur sambil melihat ke saya tentunya. Padahal seingat saya megang aja ga pernah tuh barang yang dia maksud...bagaimana bisa lah wong yang dia cari itu peniti untuk jilbabnya masak sih saya yang nyimpen...ealaaa istrikuu istrikuuu piye tho...

Pict kidnapped from corbis

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home