Meitheamh 01, 2004

Perjalanan melewati waktu

Bagaimana reaksi anda bila saya beritahu bahwa mesin waktu telah ditemukan. Bukan itu saja ternyata yang namanya mesin waktu sudah ada sejak berabad-abad lamanya. Tentunya sudah banyak yang tahu ttg mesin waktu itu, sampai dengan Julius Verne menggambarkan gambaran sebelum mesin waktu, manusia sebelumnya hanya mengandai-andai saja bahkan mereka menuangkannya dalam bentuk grammar bahasa..masih ingat bentuk "if only..."? pada pelajarn bahasa Inggris di SMP dulu, saya rasa itulah salah bentuk manifaste manusia atas keinginan kembali ke masa lalu.

Baik mesin waktu yang digambarkan oleh Julius Verne ataupun film back to the future" 1,2 dan 3 melibatkan sebuah teknologi yang sangat canggih di masanya. Hanya dua film saja yang saya ingat menceritakan pertemuan masa depan dengan masa lalu yang tidak melibatkan kecanggihan teknologi :frequency: dan satu lagi saya lupa judulnya hanya saja tokoh dalam film itu untuk bepergian ke masa lalu harus berkonsentrasi keras ttg masa lalu serta meninggalkan atribut yang ada hubungannya dengan masa kini. Karena kalau satu benda saja mengingatkan dia ttg masa kini maka serta merta tokohnya akan kembali ke masa kini. Untuk kasus film tersebut saya ingat dia kembali dari masa lalu karena sekeping uang logam buatan tahun 1980-an terbawa dalam jasnya.

Jadi apakah untuk mesin waktu diperlukan sebuah teknologi yang sangat canggih dan usaha yang sangat keras bahkan menguras ingatan anda seperti film yang saya beritahu di atas? Sebenarnya tidak segitu-gitu amat sih, mengingat mesin waktu yang saya bilang telah ditemukan berabad-abad lalu nggak mungkin lah menggunakan teknologi canggih.

Saya harap tidak penasaran, karena salah satu komponen mesin waktu yang saya maksud saat ini bahkan ada di hadapan anda, yaitu buku. Loh buku? kenapa buku? sebentar sebelum saya jawab semuanya itu sebaiknya anda baca dahulu kalimat saya sebelumnya,..sudah? ya buku memang hanya satu bagian instrumen dari mesin waktu yang saya sebut-sebut sudah ditemukan sejak berabad lamanya.

Nah kalau buku adalah instrumennya maka anda pasti sudah bisa menebaknya, betul memang perpustakaan adalah mesin itu. Kenapa buku satu bagian saja? karena seperti sebuah tekologi yang di pakai Julius Verne untuk menggambarkan mesinnya, perpustakaan walaupun tidak serumit mekanik mesin namun juga memiliki komponen-komponennya sendiri.

Bila ada input maka ada output bukan, untuk mengoperasikan sebuah mesin waktu maka yang anda bayangkan saja perpustakaan seperti layaknya sebuah mesin yang dilengkapi dengan instrumen input data (keyboard) dan outputnya (monitor).

Anggap saja anda sedang memasukkan data "ingin pergi ke zaman perang Dipenogoro", maka yang anda harus lakukan adalah mencari pustakawan yang bertanggungjawab dan bertanya pada dia dimana kira-kira bagian sejarah. Atau bila anda telah terbiasa dengan mesin waktu model gini maka langsung saja cari dengan menggunakan database perpustakaan. Apa yang anda cari maka akan terpampang luas di monitor atau di perpustakaan similar dengan buku dan koleksi lainnya.

Hanya saja ada perbedaan mendasar antara mesin waktunya Julius Verne dengan mesin waktunya saya. Baik Juius Verne dan "Back to the future" adalah mesin waktu diciptakan untuk merubah takdir sesuatu atau seseorang dengan pergi ke masa lalunya dan memperbaiki kesalahan mereka. Sedangkan perpustakan, nggak mungkin sama sekali anda kembali ke masa lalu kecuali hanya mereviewnya dan menjadikan pelajaran untuk di masa depan. Yang pasti baik mesin waktunya Julius verne ataupun mesin waktunya saya adalah sama sama menjadikan masa depan lebih baik.

"Waktu adalah kehidupan" Itulah kata-kata dari seorang ulama Hasan Al-Banna yang bermakna sangat dalam. Manusia yang tidak memperhatikan waktu sama saja dengan orang yang tidak memperhatikan kehidupan, dan yang membuangnya, berarti juga mencampakkan kehidupan



0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home