Aibreán 19, 2004

Silaturahmilah Agar Cerdas

Manusia sejak dia menyanggupi untuk menerima amanah dari Allah SWT untuk menjadi khalifah di alam semesta ini menandakan manusia sebagai makhluk yang berada di atas rata-rata di banding makhluk lainnya, malaikat sekalipun.
Tidak disangkal lagi bahwa manusia berdiri lebih tinggi karena "akal" yang dimilikinya, akal yang digunakannya untuk berfikir akan kebesaran Allah SWT. Akal yang dibawa manusia sampai saat ini selalu membuatnya berhadapan dengan dua pilihan, baik atau buruk. Akal yang dimiliki manusia membuatnya mampu untuk berfikir dan menganalisa keadaan sekelilingnya menjadikannya sanggup menghadapi tantangan yang serupa di masa datang.

Bagaimana akal terbentuk dan hubungannya dengah silaturahmi dimulai dari hubungan antar sesama manusia baik secara jamak atau tunggal, dimana mau tidak mau akan terjadi perubahan akalnya apakah itu perubahan ke arah akal yang sempit atau lebih luas. Seorang yang berniat untuk silaturahmi tanpa melupakan ajaran Al-Qur’an dan Hadist tentunya tidak akan keluar dari frame keislamannya. Orang itu secara sadar atau tidak pasti mencari lingkungan silaturahmi dimana hukum Alloh tetap terjaga.

Koridor akal tentunya terbentuk dan terjaga dengan silaturahni berdasarkan frame Al-Qur'an dan Hadist. Bila ada kesalahan atau pembelokan dari frame tadi maka otomatis lingkungan silaturahminya akan kembali meluruskan. Satu hal lagi yang menjadikan silaturahmi memiliki nilai lebih dalam lingkungan sosial: adalah silaturahmi dapat berfungsi sebagai "Knowledge Center". Hal ini berangkat dari kalimat "sebagian pemikiran saya ada di kepala orang lain" sehingga silaturahmi dapat menyatukan ide-ide yang terpencar di kepala-kepala orang lain menjadi satu kesatuan ide yang utuh atau paling tidak dapat menjadi lebih baik.

Tidak cukup di situ saja, dengan silaturahmi ide-ide yang telah disempurnakan akan tersebar kembali ke individu-individu di sekitarnya, tentunya individu itu juga akan berusaha menyempurnakan kembali ide yang didapatanya (ditambah ide-ide lain diluar lingkungan silaturahminya) dan akan menyumbangkan ke dalam proses penyempurnaan ide lebih lanjut. Ide yang dimaksud bisa dalam bentuk apa saja, namun contoh di sini lebih biasa terjadi dalam bidang ilmu pengetahuan.

Dapat disimpulkan bahwa perkembangan kecerdasan sangat dipengaruhi dengan "Where, when, who dan what" silaturahmi terjadi. Tinggal tergantung pada orang tersebut saja dalam memilih bentuk silaturahmi yang diinginkannya.

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home