Meán Fómhair 05, 2006

Jujur saja, cinta tidak harus (selalu) transparan





Sebelum kau bosan sebelum aku menjemukan
Tolonglah ucapkan dan tolong engkau ceritakan
Semua yang indah, semua yang cantik

Berjanjilah...

Ciptakanlah lagu yang kau anggap merdu...Dik
Nyanyikan untukku, sungguh aku perlu itu

Bila kau tak suka, bilang saja suka

Berjanjilah...

(Iwan Fals, "sebelum kau bosan")


"Masakan kamu nikmaaaaaaaaaaat deh, dik".

"Waaaw subhanallah...kok tumben hari ini kamu sangat mempesona, kerasukan purnama yang mana nih?".

Anda boleh saja mengaku menjadi wanita yang tidak suka dibohongi (baca=digombali suami) atau anda adalah pria yang tidak suka berbasa-basi. Tetapi setelah beberapa tahun belakangan ini saya menjalani kehidupan pernikahan, terkadang yang namanya transparansi hanya menjadi bumerang saja.

Bukannya saya tidak jujur atau hobi berbohong namun ada saatnya namanya ketidaktransparasian (bukan ketidakjujuran) menjadi sebuah perekat yang indah sekali buat saya dan isteri. Yah, contohnya dua kalimat di atas itu tadi, isteri saya sudah faham kalau yang saya katakan "berbau-bau jurus maut" dia biasanya menjawa dengan (kurang lebih) "aaah...gombal" sambil sedikit tersipu-sipu. (ah tapi suka kan ;) *tuink tuink.)

Gombal, dalam bahasa Jawa, ibu saya dulu sering menyebut kain (biasanya dr baju dan calana) yang sudah rusak dan bolong-bolong alias rombeng namun masih digunakan sebagi lap untuk membersihkan kotoran.

Begitu juga menurut faham saya kata kata gombal tidak harus bermakna tersurat seperti juga kain gombal yang berasal dari baju atau celana namun bukan lagi berfungsi sebagai mana semestinya. Namun efek yang dihasilkan dahsyat meeen menghibur hati-hati yang sedang gelo, galau, kesal, jutek dan bahkan cemburu buta (Ya Allah, isteriku...suamimu udeh jelek kaya gini kok ya masih dicemburuin juga sieeeh). Saat ini saya faham yang namanya bumbu pernikahan bukan hanya perdebatan atau pertengkaran kecil-kecilan, namun gombalisme juga dpt dikategorikan sebagai salah satunya. (garaaaam kaleeeee)

Beberapa waktu lalu dalam sebuah topik dikusi pada Radio Delta FM Sahnaz dan Gilang membahas tentang apa apa saja rahasia atau sesuatu yang tidak ingin diketahui oleh pasangan pendengarnya. Berbagai macam cerita mengalir saat itu, dari masa lalu yang tidak ingin diketahui oleh pasangannya sampai simpanan atau selingkuhan baik mantan maupun masih berlangsung.

Gombal memang perlu bahkan harus, tetapi bila sudah disalahgunakan untuk menutup-nutupi selingkuhan, apalagi pasangan selingkuh tanpa ikatan pernikahan (kalao isteri kedua gimana?...ah itu mah laen soal ;) ), membuat saya jengah juga.

Saya pribadi suka juga saat isteri memuji bagaimana cocoknya saya dalam sebuah setelan pakaian, yang mana intinya tampak lebih langsing, padahal deep down inside sapa sih yang ga tahu bahwa saya berbadan supeeerb. Tetapi bila misalnya isteri saya menjadikannya itu sebagai tameng untuk menutup-nutupi ketidaksetiannya....mungkin saya akan bersenandung.....Bang, sms siapa ini Bang? Kok pesannya pake sayang-sayang?.

Transparansi itu memang tidak selalu penting bung, tetapi kejujuran harus penting! Saat bekerja di kantor lama seorang teman memiliki prinsip pernikahan sama seperti makan yang mana tidak mungkin tiap hari makan sayur bayam melulu...bosen dong (katanya) sekali-kali bolehlah cubain sayur sop atau bahkan opor ayam...naudzubillah. Tidak tahu dimana salahnya karena sepanjang saya kenal tidak pernah sedikitpun teman saya itu mengeluhkan keadaan isterinya. Terakhir saya bertemu, isterinya masih belum tahu tentang sepak terjang suaminya.

Suami model begini mah tidak usah disuruh lagi untuk bergombal-gombal di depan isterinya karena jurus pergombalannya pasti sudah kelewat batas hingga kebablasan. Ah saya jadi menarik nafas dalam-dalam teringat plesetan kepanjangan 'selingkuh' yaitu "selingan nikmat keluarga tetap utuh".

Saya hanya bisa berdoa....

"Ya Tuhan kami anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa"

amin


Pict from http://abhicom2001.fotopic.net

0 Comments:

Post a Comment

<< Home