Meitheamh 06, 2006

Physically, nothing is wrong...

Waktu kecil dahulu ibu saya suka sekali menjeptikan jari telunjuk dan tengahnya di hidung saya, lantas menarik-nariknya ke depan berulang kali, dengan harapan hidung yang notabene sudah pesek dari sananya akan tumbuh menjadi mancung ketika saya dewasa.

Terbukti memang sekarang hidung saya .....tetap pesek, bahkan cenderung lebih besar dari umumnya hidung-hidung yang di miliki ras Melayu. Pun begitu tak kurang rasa sukur saya, karena toh saya tidak bisa membayangkan karena seringnya ditarik-tarik ibu saya dahulu mengakibatkan hidung saya copot.

Secara fisik saya memang tidak banyak berbeda dengan manusia Melayu pada umumnya. Kulit sawo matang, rambut ikal, hidung bergaya you know how' dan tentunya mata berbola hitam. Ketika beranjak dewasa persamaan genetik bawaan bangsa Melayu ini membuat saya berontak. Apalagi bila melihat bintang-bintang di televisi dan layar tancap semakin ingin meniru gaya-gaya mereka walau dengan modal terbatas....ingat gaya jambulnya Lupus?

Pernah dulu saya getol melihara buntut rambut di kepala akibat mode yang berkembang di antara kebanyakan remaja yang tumbuh di era 80-an, semakin panjang buntut yang dipelihara semakin keren saja rasanya. Namun tidak semuanya senang, guru-guru dibuat panik oleh gaya ramnbut satu itu, mungkin dianggap bagian budaya hedonisme maka hampir tiap minggu diadakan razia buntut, begitu ketahuan maka lansung gunting Pak/Bu guru beraksi...crek crek!!.

Keinginan memperkeren diri, bahkan sampai titik dimana menyakiti diri sendiri menjadi hal yang wajar, masih ketika saya SMP seorang teman sekelas tega menyileti dagunya sampai luka katanya agar dagunya membelah, duren kaleee. Lucu memang bagaimana seseorang rela tersiksa hanya untuk memperoleh hasil yang belum tentu.

Body piercing adalah satu hal yang membuat saya terheran-heran, menamkan benda asing di dalam tubuh dan merubah bentuk alami tubuh seseorang dengan tujuan non-medis buat saya cukup aneh memang. Dahulu pria men-tato kulitnya, bila bukan dituduh sebagai preman, ya mantan preman. Pria dengan tubuh bertato dianggap berkubang dalam dunia hitam, sampai sekarang pun sebenarnya masih begitu. Namun di sisi lain beberapa jajanan bocah, anehnya, menjadikan tato non permanen sebagai bonusnya.

Kembali ke soal body piercing dalam serial Believe it or not beberapa kali menghadirkan liputan mengenai subjek satu ini, sebuah tindakan yang sangat ekstrim di mana belum pernah orang lain membayangkannya. Pernah, suatu saat saya melihat bagaimana seorang warga negara Amerika rela ditanam semacam baut di bawah kulit kepala namun masih di atas tengkorak kepalanya, hingga kapan saja pria tersebut mau dapat memasang semacam paku-paku di atasnya, mirip rambut ala anak Punk, namun yang ini terbuat dari besi-besi lancip.

Sekali waktu saya menyaksikan bagaimana, juga seorang pria, mentransformasi dirinya mirip binatang kesayangannya. Dalam beberapa kali operasi kulitnya dirubah menjadi memiliki semacam sisik, kukunya lancip bak pisau dan yang paling parah....lidahnya di bentuk mirip reptil alias bercabang...iiiih.

Seberapa ekstrem seseorang memperkeren dirinya mungkin dua paragraf di atas bisa sedikit menjawab pertanyaan itu. Bahwa beberapa manusia rela menjalani sebuah proses yang menyakitkan dan tidak wajar untuk menjadi seperti apa yang ada dalam bayangan mereka sebagai kewejantahan keren.

Saya tidak berharap banyak budaya body piercing berkembang luas di sekitar kita, saya tidak menyebutkan pelaku-pelaku metode tersebut sebagai orang yang sesat apalagi mengharamkan. Walaupun dalam perspektif Agama Islam-pun menyakiti diri sendiri sudah jatuh sebagai tindakan yang mendhoilimi...artinya bila tidak boleh dibilang dosa, ya hal tersebut tidak disukai Allah SWT.

Yang saya khawatirkan hanya satu, bila di antara alis mata dan hidung seseorang disambungkan seuntai rantai yang terbuat dari titanium, gimana ya rasanya ketika turun dari Metro Mini, tiba-tiba rantai itu tersangkut pintu metro sementara kaki orang tersebut keduanya sudah di luar dan metro sontak jalan sesuai komando kenek?

"Teruuuuuuus!"

"Sreeeet..."

"Ouch!!....mamah :("



Btw....diet teh 'body piercing' juga bukan ya?

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home