Márta 15, 2005

Meoooong....




Kenapa jarang sekali kucing kampung (atau meon tanpa 'g'. Si Haura tetangga saya sering menyebutnya) diberi nama seperti layaknya nama-nama yang keren dan berbau kosmopolitan? Berbeda sekali dengan jenis-jenis kucing laennya yang walaupun satu spesies namun datang dari luar negeri (bahasa biologinya apa ya saya lupa) seperti kucing persia, siam dan tentunya favorit semua orang karena bulu-bulunya yang tebal dan warnanya yang indah....kucing anggora.

Tidak ada yang menyalahkan kucing kampung karena tidak memiliki buku-bulu yang tebal. Tidak juga ada yang menyalahkan kucing kampung karena perilakunya yang setengah liar dan hobi mencuri ikan dari atas meja makan. Namun apa salah mereka bila dipelihara maka nama-nama yang melekat adalah Bendot, Bocel, atau seperti kucing saya di rumah Si Cimot. Tentunya akan sedikit sayang bila nama nama di atas diberikan pada kucing anda yang keturunan murni jenis anggora bukan.

Kucing pernah memiliki kedudukan yang tinggi, bahkan lebih tinggi dari manusia. Paling tidak di mata masyarakat Mesir kuno. Ya benar kucing pernah menjadi salah satu dewa yang patut disembah di mata mereka. Entah sifat yang mana yang menjadikan Orang Mesir jaman dulu berfikir kucing adalah dewa, pilih saja; hobi tidurnya dan manjanya, hobi mencuri makanan tuannya dan akan merengek-rengek bila tidak dikasih, kebiasaan kawinnya yang tidak pernah tenang, apabila sudah datang musimnya akan membangunkan manusia-manusia yang menyembahnya.

Bast
Bast is the Egyptian Goddess with the body of a beautiful young woman and the head of a cat. She held many, sometimes contradictory, roles. These beliefs were not all necessarily held at the same time, or in the same place. Beliefs shifted over several millennia, and over vast geographical distances.

Bast is the Goddess of cats, the rising sun, the moon, truth, enlightenment, lesbians, sexuality, physical pleasures, fertility, bounty, birth, plenty, the household and protector of the home, civilization, creation, music, dance, the arts, hemp, and battler of serpents which attack the sun god. Bast also represents the Maiden aspect of the Triple Goddess. She was viewed as the beneficent side of the lioness-goddess Sekhmet. See also Sekhmet.

Name Variations: Bast, Bastet (usually when in full cat form), Pasch, Pasht, Ubasti, Ba en Aset. Sometimes considered to be the Egyptian version of the Greek Artemis and Roman Diana.

Bast was the daughter of Isis and Osiris, the twin sister of Horus, and possessor of his "eye" the sacred and magickal "utchat". As time went on, the utchat became more associated with cats. It was often depicted as cat shaped in later art. It is probable that many of modern Indo-European names for the cat are derived from the word utchat: cat, chat, cattus, gatus, gatous, gato, katt, katte, kitte, kitty, etc. From "Pasht" we get the remaining Indo-European names for the cat: pasht, past, pushd, pusst, puss, pussy, as well as the word "passion". Bast was also married to of Ptah and mother of the lion god Mihos.

Her worship was centered in delta city of Bubastis.


Sekhmet
Sekhmet (AKA Sekhmet, Sakhmet, or Sekhmet the Destroyer) is the Goddess of sunset, destruction, death, rebirth and wisdom. She is also sometimes defined as a warrior or huntress goddess. The cycle of life and death was created when the primeval Goddess Sekhmet-Bast divided into two sisters, Sekhmet and Bast. Another legend regarding her origins is that she was created by Ra from the fire of his eyes as a creature of vengeance to punish mankind for his sins. Later, she became a peaceful protectress of the righteous, closely linked with the benevolent Bast. The lioness-goddess, worship was centered in Memphis.

Sekhmet is typically shown as a black skinned woman with the head of a lioness. Her eyes and hair are often orange or red. Sekhmet represents the Crone aspect of the Triple Goddess.

Halloween was originally celebrated as the Feast of Sekhmet and Bast
.

Namun saya akui memang kucing memiliki bentuk muka yang paling cakep dibanding binatang laennya. Kucing yang saya maksud termasuk juga kucing kucing hutan dan macan serta harimau. Oke...oke saya mengaku, saya salah satu penggemar binatang yang satu ini. Saya memiliki kenangan hampir sepanjang usia sekarang bersama binatang yang pernah dijadikan dewa ini.

Apakah saya membeli binatang satu ini? Jawabannya tidak pernah mereka semua datang sendiri ke rumah saya dengan ikhlas. Kucing pertama saya adalah kucing kampung berwarna orange yang sering membuat ibu saya dulu naik pitam karena hobinya tidur di lemari pakaian dan membuat baju-baju yang sudah rapih bertebaran bulu-bulu orange. Entah dapat ide darimana, kucing orange itu saya beri nama Moli. Dari mana asalnya? hanya Tuhan yang tahu, pokokonya dia sudah menjadi penghuni tetap di rumah tanpa kami sadari. Moli memiliki satu keunikan, dia akan datang di mana saja dia berada apabila mendengar dentingan piring. Jadi bila kangen padanya dan ingin membelai bulu-bukunya tinggal mendenting-dentingkan saja piring di depan rumah maka Moli akan berlari-lari menghampiri.

Sampai suatu saat dentingan itu tidak pernah lagi berfungsi, Moli hilang selama-lamanya, katanya sih kucing kalau sudah tua dan merasa akan mati maka dia akan meninggalkan tempat berteduhnya selama ini. Seperti layaknya gajah, mungkin kucing memiliki tempat peristirahatan terakhir yang kita manusia sulit untuk menemukannya. Apakah ada sesuatu yang kau sembunyikan wahai para kucing, apakah ada sesuatu yang sangat berharga seperti gading gajah yang harus disembunyikan dari manusia yang mata duitan ini? Apakah sesuatu itu yang menyebabkan Orang Mesir jaman dahulu mendewakanmu?

Sejak itu kucing di rumah saya datang dan pergi, tidak pernah lama. Namun yang perlu dicatat semuanya adalah kucing kampung dan hampir setengah lebihnya tidak mampu menangkap tikus. Bila tidak percaya, maka sekaranglah saatnya untuk yakin, jangan lagi percaya pada legenda bahwa tikus takut pada kucing. Karena zaman sekarang, apalagi di kota-kota besar tikus hampir memiliki postur tubuh yang tidak kalah besar dari kucing. Membuat kucing semakin keder saja bila berpapasan dengan musuh nya itu.

Ok, tinggalkan kucing dan tikus di luar sana. Ketika awal-awal dulu menikah saya tidak pernah menyangka bahwa ternyata keluarga isteri saya juga memiliki kesukaan yang mirip dengan saya terhadap kucing.

Beberapa cerita menarik saya dengar soal kucing-kucing di rumah isteri saya. Di tengah-tengah anggapan masyarakat bahwa mereka tidak sesetia dan memiliki insting akan arah yang kurang jago dibanding anjing ternyata saya dihadapi pada kenyataan yang berbeda di sana.

Berkali-kali mertua saya membuang kucing dari rumahnya, tidak semeter dua meter namun dengan jarak yang lumayan jauh dan jalan yang berkelok pula. Namun berkali-kali juga beberapa kucing yang sudah dibuang kembali lagi dalam beberapa hari bahkan beberapa minggu, dengan kondisi yang mengenaskan tentunya karena kurang makan dan tidak terawat. Membuat anda berfikir kembali bukan akan konsep kesetiaan binatang.

Ngomong-ngomong soal kesetiaan, kebiasaan dari kucing terbaru saya Si Cimot agak-agak aneh menurut saya. Soalnya kucing saya sekarang ini memiliki kebiasaan yang cenderung jarang dimiliki kucing, dia suka menghantarkan saya ke masjid. Ya betul, saban sore bila saya ke maghriban di masjid, cimot, seperti anak kecil akan berlari-lari di samping saya sampai depan masjid, lalu menunggu saya hingga selesai. Bukan itu saja, cimot ternyata juga hobi menghantarkan isteri saya ke warung.

Nah tuh dia si Cimot muncul, sepertinya habis mengiringi isteri saya beli nasi uduk tuh.

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home