Feabhra 21, 2005

Bila Pustakawan Bicara ... Tulisan di bawah ini fiksi belaka :)



Politik
Paling tidak dalam seratus hari pertama kepimpinan saya maka semua orang, catat ya!!...SEMUA ORANG, berhak menjadi anggota perpustakaan. Tidak ada orang yang tidak bisa mengakses buku di perpustakaan. Kurangi denda keterlambatan peminjaman buku. Kepemimpinan yang bersih adalah tujuan kami, maka tidak ada lagi tempat bagi tikus-tikus di perpustakaan, karena saya akan mengadakan fumigasi (pembersihan dengan bahan kimia) setiap satu tahun sekali.

Saya akan menyediakan jalur khusus dimana setiap anggota perpustakaan berhak menyampaikan keluhannya tanpa harus diketahui identitasnya.
Bila ada staaf perpustakaan yang lamban, laporkan!
Bila ada staff perpustakaan yang menyebalkan, laporkan!
Bila ada pustakawan yang acuh tak acuh, laporkan!
Bila ada buku-buku yang hilang atau rusak, laporkan!

Urusan ditindak apa nggak....itu mah belakangan.

Pilihlah saya, maka koleksi perpustakaan bertajuk, ekonomi, sosial, pembangunan, kaya, kesejahteraan akan diperbanyak.

Saya bukan ustadz dalam kampung maling (mengutip cercaan anggota DPR pada Jaksa Agung), maka itu Bersama kita bisa!!

Hukum
Gilaaa... gak liat apa tuh maling buku yang kemarin??!! Udeh ketangkep basah eh malah mangkir padahal tuh buku ada di balik bajunye. Ternyate dia juga bukan anggota perpustakaan sini, gila banget!!.

Jangankan maling buku yang bukan anggota sini, Nih lu tau ga minggu lalu? Ada anggota perpustakaan sini yang udeh taunan, ketangkep ngerobek tuh halaman kamus. Dihajar juga ame pustakawan, udeh gitu KTPnya ditahan, dan dipajang di papan pengumuman di kasi tulisan gede gede "PERUSAK BUKU".

Lah dia, yang baru ingusan datang aja baru sekali udeh cube-cube nyolong!! Eh tong, lu tanya ama gue deh yang udeh taunan di balik jeruji, nggak enak tau. Mana enak sih pisah ama keluarge, ga bisa ketemu isteri ama anak gue. Makanya laen kali lu mikir0mikir dah kalo mau nyolong di perpustakaan

Ingat kejahatan bukan hanya karena ada niat, tapi juga karena ada kesempatan.

Was...was...was...waspadalah.... waspadalah!!!

Cinta
Saya terima nikahnya fulanah binti fulan dengan mas kawin Kamus Besar Bahasa Indonesia tunai!!

Masih ingatkah kamu pertemuan kita antara rak bahasa dan sastra, tepat di deretan buku-buku karya Kahlil Gibran. Saat itu kau bertanya apakah buku-buku itu bisa dipinjam. Lalu aku jawab bahwa yang tidak boleh dipinjam hanya buku-buku referensi, dan karya Kahlil Gibran kebetulan di perpustakaan ini bukan termasuk buku referensi.

Aku ingat saat itu, aku bertanya lagi pada kamu apakah kamu sudah menjadi anggota perpustakaan ini? Lalu kamu dengan sedih menggelengkan kepala sambil berbisik ... belum. Kataku lagi, tidak usah khawatir datang saja ke meja sirkulasi dan temukan aku di sana. Jadikan dirimu anggota kataku, gratis kok. Kamupun tersenyum... senyum yang sama ketika aku melamar kamu tiga bulan kemudian.

Sejak, pertemuan itu sebagai buku saksi "Sang Kekasih" aku yakin aku telah menemukan tulang rusukku. :)

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home