Eanáir 25, 2005

Nogoragak segekagalege



Dalam dunia intelijen dikenal berbagi cara untuk menyampaikan informasi tanpa harus diketahui oleh pihak musuh. Dari teknologi yang paling simple dan disediakan oleh alam seperti burung merpati sampai bahasa enscript komputer yang paling canggih sekalipun pernah dikenal menjadi alat penyampai informasi.

Namun ternyata yang namanya "pembiasan informasi" bukan saja monopoli dunia intelijen dan militer. Inget bagaimana kita waktu kecil dulu suka melakukan hal itu? Di lingkungan saya kecil dulu pernah populer sebuah bahasa, biasa disebut bahasa gaga. Jadi kami menambahkan 'ga, gi, gu, ge, go' pada setiap vokal kata dan kalimat. Sebut saja Iman Ganteng maka bila diterjemahkan dengan bahasa gaga akan menjadi "IgiMagaN Gagantegeng".

Untuk orang dewasa atau yang tidak terbiasa mendengarnya tentunya akan sangat membingungkan. Ini sangat mengasyikkan bagi kita yang mengerti karena dapat membicarakan sebuah rahasia tanpa harus diketahui orang lain.

Apakah sudah sifat manusia atau memang sebauh keharusan dalam dunia militer, ternyata "pembiasan informasi" atau bahasa kerennya dikenal dengan encryp telah ada sepanjang sejarah peperangan itu sendiri. Bahasa terenkripsi pertama kali diketahi telah digunakan oleh bangsa mesir kuno.

"The first encrypted messages were developed in ancient Egypt as series of disordered hieroglyphics. This means of encryption was very simple, utilizing a method called simple substitution"

Jadi bangsa Mesir kuno itu mengganti setiap abjad dalam kata atau kalimatnya dengan abjad sesudahnya: misalnya (lagi-lagi) Iman ganteng akan menjadi Jnbo iboufoh I menjadi J dan M menjadi N begitu seterusnya, sangat simple namun untuk masanya sangat kreatif dan sebuah terobosan baru. Dengan berjalannya waktu dan semakin banyak orang yang mengetahui beberapa perkembangan dan cara baru untuk mengekripsi sebuah kalimat semakin rumit. Misalnya dengan mengelebui panjang kata yang sebarnya Jnbo iboufoh menjadi Jnboibo uf oh.

Selain Orang Mesir kuno ternyata Julius Caesar juga mengembangkan bahasa terenskripsi untuk digunakan dalam strategi militernya. Sistem enskripsi yang dikembangkan olehnya dikenal sebagai bahasa "ensikripsi perputaran" atau shift cipher (a cipher is a method of encryption). Berikut bisa di lihat di bawah ini bagaimana dengan cerdasnya dia mengatur "ensikripsi perputaran".


textbiasa : A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
chiphertext: T U V W X Y Z A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S


Jadi misalnya Iman Ganteng (Lagiiii???!!) diterjemahkan dengan chiper-nya Julius Caesar akan menjadi Betn Ztgxfz

Sepanjang sejarah enskripsi yang paling menghebohkan adalah enigma. Sebuah mesin enskripsi yang digunakan Jerman pada Perang Dunia ke dua.

The machine was based on a system of three rotors that substituted cipher text letters for plain text letters. The rotors would spin in conjunction with each other, thus performing varying substitutions much like the Caeser Shift. When a letter was typed on the keyboard of the machine, it was first sent through the first rotor, which would shift the letter according to its present setting. The new letter would then pass through the second rotor, where it would be replaced by a substitution according to the present setting of the second rotor. This new letter would in turn pass through the third rotor, again being substituted accordingly. Next, this new letter would be bounced off of a reflector, and back through the three rotors in reverse order.

Enigma sangat canggih pada masanya, setiap kata menghasilkan 17576 kemungkinan. Berati itu 17576 kali keringat, 17576 kali energi, 17576 kali tenaga untuk memecahkannya. Namun ternyata pihak sekutu berhasil juga memecahkan kode-kode enigma dengan mengumpulkan ahli matematika yang mereka miliki. Kisah heroik para ilmuwan tersebut pernah di filmkan dengan judul "Enigma".

Sekarang yang masih berputar-putar dalam fikiran saya....apakah militer Indonesia sudah memiliki bahasa enskripnya sendiri yang pada saatnya nanti anak cucu kita dapat membacanya dalam sejarah. Ironis memang, bila memang akhirnya ada dalam buku sejarah berarti bahasa enskrip tersebut telah bocor dan dipecahkan padahal seharunya tetap terjaga rahasianya. Namun pada sisi yang lain, bila memang hebat dan sangat canggih maka akan tersembunyi selamanya. Ternyata dunia intelijen tidak seindah film James Bond.

Sumber
Sejarah enskripsi
The Story of the ENIGMA
refiew film "Egima"

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home