Meán Fómhair 23, 2004

...how fast can you read?



Seberapa cepat anda bisa membaca dalam satu menit? Biasanya orang yang memang sudah belajar membaca dari bangku TK, namun tanpa disertai keahlian khusus atau sistem tertentu dalam membaca akan mencapai kecepatan membaca maksimal per menit 250 kata (250/KPM). Namun saya rasanya lebih lambat dari pada itu itu deh.... mungkin kecepatan membaca saya bila di rata-ratakan adalah 1/BPM alias one book per month, he he he ketahuan deh kalo malas baca.

Sebenarnya saya tidak begitu mempermasalahkan apakah saya termasuk orang yang normal dalam membaca atau tidak? Saya juga tidak menyimpan sebuah obsesi utnuk memecahkan rekor Guinnes dalam membaca.

Tapi untuk beberapa orang ternyata membaca cepat itu penting loh. Tengok saja Hanum beliau berkali-kali bertanya kepada saya bagaimana caranya membaca cepat, dan buku-buku apa saja yang mengajarkan cara membaca cepat. Saya hanya bisa mengangkat bahu, karena saya memang dari awal tidak minat membaca cepat.

Saya sebagai pustakawan tentunya saya tidak bisa meninggalkan sebuah pertanyaan tidak terjawab seperti itu dong, sepertinya ada Te Ge Je We Be moral yang harus diselesaikan. Ok deh, Num jadi kamu yang harus bertanggung jawab kalo aku sekarang sedang menulis tentang how to read fast ya.

Pertama-tama sebelum belajar membaca cepat tentunya harus mengetahui dulu dong kenapa sih rata-rata manusia normal mebaca hanya 250/KPM? Sebab yang utama kenapa orang membaca dengan lambat adalah :

"From the beginning you learn to read by reading aloud. This is the only way a teacher can tell whether you are able to recognise the words and pronounce them. When you became more practised at reading you were told not to read aloud anymore. "Read silently to yourself" they said. This insistence on hearing each word as you read restricts you to a reading speed based on how fast you can hear words...not how fast you can see words. Since you can only hear one word at a time you can only read one word at a time. If you learned to read without hearing each word in your mind - only seeing it - you would read much faster."

Sering khan ketika membaca tuh rasa-rasanya dalam benak atau hati kita ada suara-suara yang mengeja persis apa yang dibaca. Misalnya di sebuah halaman koran tertulis "SBY memenangkan Pemilu Putaran ke-2" maka ketika membaca dalam benak atau hati, kita ikut mengulangi kata-kata per kata apa yang tertulis itu. Putut Widjanarko dalam bukunya Elegi Guttenberg menyebutkan 'fenomena' dalam benak atau hati kita itu sebagai "suara tersembunyi".

Beberapa orang bahkan lebih gawat lagi mereka mengulangi secara verbal apa yang dibaca persis sama ketika anak SD belajar mebaca. Tentunya terjadi dua proses di sini sebelum akhrinya apa yang kita baca dicerna otak. Pertama mengulangi kata yang kita baca kedua baru deh memprosesnya ke otak.

Jadi solusinya adalah memotong proses itu menjadi lebih ringkas yaitu dengan memasukkan langsung ke otak apa yang kita baca. Bagaimana caranya? Nanti di bawah ya saya bahas.

Penyebab kedua kenapa orang membaca dengan lambat adalah kita membaca dari kiri ke kanan, baris demi baris, sampai selesai halaman itu. Lalu berpindah ke halaman berikutnya, dari kiri kanan baris demi baris. Itulah yang disebut cara membaca subvokal-linear, yaitu dengan 'suara tersembunyi' dan urut. Dengan cara ini, kita akan mentok pada sekitar 900 kpm.

Solusinya ternyata mudah saja, bahkan tanpa operasi otak segala yaitu dengan jari anda. Gunakan ujung jari anda untuk mengganti "suara tersembunyi" itu menjadi sebuah persepsi visual. Sebuah sistem yang ditemukan oleh Evelyin Wood lima puluh lima tahun yang lalu dengan tidak sengaja.

Biarkan jari anda bergerak di atas lembaran yang anda baca, bukan dari kiri ke kanan seperti layaknya, namun arah vertikal (atas ke bawah) dengan cara sapuan. Ini menuntut mata anda mengikuti kecepatan jari. Dan saat itu yang terjadi adalah penghujaman langung ke otak tanpa harus membaca kata per kata dengan "suara tersembunyi". Teknik ini disebut teknik membaca Visual-Vertikal.

Namun seperti juga mengetik sepuluh jari, atau menulis steno semuanya diperlukan latihan untuk menguasainya. Buat anda yang terbiasa membaca dengan "suara tersembunyi" mungkin akan memerlukan waktu beberapa lama dalam membiasakan diri mebaca dengan cara Evelyn itu.

Pertanyaannya sekarang seberapa pentingkah membaca cepat? Karena ternyata membaca cepat tidak selalu bisa diterapkan pada semua jenis macam bacaan Bahkan untuk beberapa kasus membaca pelan sangat dibutuhkan untuk memahami isinya, terutama karya-karya sastra seperti puisi dan novel juga karya eksak dimana isinya rumus-rumus dan memerlukan pemahan secara mendetail. Bahkan sebuah leluconpun tidak cocok di baca dengan sistem ini karena bisa saja anda melewati kelucuannya.

Jadi sepertinya teknik membaca visul-vertikal ini hanya cocok untuk anda yang bekerja sebagai sekertaris dan penterjemah atau semacamnya yah :). Selamat mencoba!

sumber
http://www.evelynwood.com.au/#Why
http://www.mizan.com/portal/template/BacaSelisik/kodeselisik/209
pict from corbis

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home