Meán Fómhair 09, 2004

....bukan dosa turunan




Gara gara bomb nih saya kehilangan ide mau posting apa. Rasa-rasanya di kepala isinya hanya serpihan daging manusia, kaca-kaca gedung yang pecah berantakan, dan bangkai mobil sisa-sisa kemarin. Belum lagi bayangan kepanikan di tayangan ANTV, kebetulan mereka pertama kali sampai di lokasi, masih saja jelas di pelupuk mata saya ini.

Rencananya memang saya tidak bikin postingan baru untuk beberapa hari ke depan, tapi itu sebelum sebuah tabloid "panas" muncul di atas meja kerja saya.

Oh ya sebelum saya bercerita lebih lanjut soal tabloid satu itu, rasa-rasanya ga afdol kalo ga cerita tentang tempat kerja saya ya. Mungkin sebagian besar sudah mengetahui bahwasannya saya adalah pustakawan, betul (gaya Kiwil)? Ya saya memang pustakawan namun beberapa bulan belakangan ini saya tidak bekerja di perpustakaan pada umumnya yang mungkin pernah anda kunjungi.

Saat ini saya bekerja di perpustakaan yang berpusat di sebuah kota di Benua Eropa sana, otomatis hampir sembilan puluh persen dari koleksinya ada di sana. Jadi saya ngapain dong di Jakarta? ya di sini kami bertugas mengumpulkan (hampir) semua terbitan dan pernak-pernik tentang Indonesia.

Majalah, koran dan buku terutama namun ada kalanya beberapa doumentasi noncetak juga termasuk, yang sudah berjalan selama ini sih seperti Maestro-nya Metro TV. Beberapa saat lalu saya bahkan sibuk mencari VCD AFI-Wiranto dan beberapa atribut kampanye.

Aneh ya? tentunya anda pasti bertanya tanya "Untuk apa?" Wah agak sulit juga sih saya menjelaskan betapa pentingnya dokumentasi sebuah bangsa, ya intinya apa yang saya kumpulkan ada sangkut pautnya dengan perkembangan sebuah negara...terutama peradabannya. Sampai saat ini di perpustakaan pusat ada sebuah buku terbitan tahun 1500-an tentang Indonesia. Sedangkan di perpustakaan Jakarta terbitan tertua yang saya catat tahun 1800-an, ga tau kalau ada yang lebih tua...lagi dibenahi sih perpustakaanya.

BTW ternyata selain negara asal kantor saya ada beberapa negara lain juga yang memiliki minat sama antara lain Amerika, Prancis dan Australia....catat ya mereka ga hanya menyimpan barang cetakan. Mungkin kalau anda mencari VCD Bandung Lautan API mereka juga ada...edisi satu dan dua lagi.

Oh iya tentang tabloid 'panas' itu tadi, sebenarnya kalau difikir-fikir apa yang ingin dibuktikan oleh mereka ya? apa sih yang harus diamati dari tabloid yang isinya seratus persen syahwat belaka? Kabarnya bahkan waktu booming koran di Indonesia pada awal reformasi, beberapa tabloid yang sempat didemo oleh aktifis anti pornografi dan pornoaksi ikut mewarnai rak-rak kantor kami.

Saya sendiri agak malu bila harus menjawab bahwa yang namanya informasi apapun itu harus disimpan. Saya malu, pada anak cucu saya kelak bila mempelajari sejarah bangsanya menemukan tabloid model begituan dan berkata..."Kakek moyang kita aja bisa begini,...masak sih kita ga boleh ikut2an"

Dan dosa pustakawanpun semakin bertumpuk...

Another picts from corbis

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home