Nollaig 11, 2003

Hantu Kecilku

saya rasa sudah pada faham, bahwa jam buka perpustakaan nggak beda dengan Business hournya kebanyakan, yah paling banter nih...paling banteeer di Indonesia yah mentok-mentok jam delapan malam. Perpustakaan mana sih yang buka ampe jam delapan malam? kebanyakan adalah perpustakaan Perguruan Tinggi karena memang ada kelas malam.

Saya membayangkan, bagaiman bila perpustakaan umum juga buka sampai jam delapan malam, bahkan bila mungkin buka duapuluh empat jam sehari kecuali Sabtu Minggu, yah khan manusianya butuh istirahat. Lalu bagaimana. Bila saya harus bekerja pada perpustakaan yang buka sehari semalam, maka saya akan memilih pada shift malam sampai pagi. Mengapa? ya karena sepi...enak khan bisa ngurusi perpustakaan tapi ga ada yang ganggu he he he.

Tapiii kalo emang ada yang nekat datang...saya rasa berikut ini kandidat2nya :

1. Casper
Loh kenapa Casper? ya karena tempat mana lagi sih yang disukai oleh mahluk sejenis casper kalo bukan perpustakaan. Kebanyakan perpustakaan di Indonesia khan kesannya sepi atau lenggang, bahkan di sudut-sudut tertentu sedikit terkesan angker. Tapi tidak cukup sampai di situ saja, selain Casper ternyata ada juga Wendi serta paman dan bibi mereka, tahu khan itu loh tiga hantu dan tiga penyihir wanita dan mereka semua sukanya jahil deh. Mungkin kalau hanya Casper atau Wendi saja saya nggak masalah, tapi dengan adanya paman dan bibi mereka tentu lain lagi ceritanya. Pastilah yang tiba-tiba komputer mati sendiri, atau bunyi meja bangku seperti ada yang duduk padahal tidak ada siapa-siapa, colak-colek punggung sambil menghembuskan hawa dingin ke belakang leher saya....pokoknya model penampakan gitu deh. Memang sangat menggangu hingga saya terpaksa membuat sign "Hantu Dilarang Jahil" di samping sign "Mohon Jangan Berisik".

2. Kru Paranoid
Gubrags...gubrag...gubrag tiba-tiba serombongan orang dengan lightning kamera bahu, spy camera, microphone tergopoh-gopoh muncul di depan saya "Mas mas kami mau shooting untuk acara paranoid nih mas". Saya yang dipanggil mas hanya bisa bengong dan agak sedikit shock kok tiba-tiba malam yang biasanya sepi berubah total.

"Ya tapi...." belum selesai saya menghabiskan kalimat itu orang yang tadi menyebut saya dengan Mas sudah menyuruh krunya untuk menyiapkan lokasi "kamu di sana!...kamu jangan diam saja hayo letakkan di sudut situ spy camnya!!!" dan kamu coba naek ke eternit lihat apakah micophonenye bisa diletakkan di sana!!!"

Saya masih dengan mulut setengah terbuka dan otak masih kepingin menyelesaikan kalimat yang terakhir tadi sekonyong-konyong di jejeli dengan berbagai alat kosmetik dan sepertinya sutradara berkata sesauatu pada saya "...mas nanti jangan kaku ya!....biasa aja, terus kalo korban kami sudah datang mas suruh mereka duduk di meja sebelah sana.....bla bla bla bla" selanjutnya hanya Tuhan yang tahu dia ngomong apa. Saya hanya bisa berbisik menyelesaikan sisa kalimat saya tadi "...tapi udeh ijin blon?"

Seperti juga ketika mereka datang, tiba-tiba sjaa mereka ngumpet entah ke mana dan perpustakaan kembali sepi, hanya saja saya perhatikan ada beberapa yang menyaru jadi pengunjung perpustakaan dan di antara buku-bukunya terlihat sesuatu yang agak aneh....nampaknya sebuah spy cam.

3. Kawan-kawan blog
Tidak lama, lalu datang muka-muka asing tapi akrab (nah loh apaan tuh) ya itulah resikonya bila berteman lewat blogger, kenal tapi tak tahu...ah susah jelasinnya tapi emang karena seringnya hanya bersapa lewat shout box dan YM saja maka bagaimana bentuk fisik sebenarnya hanya Allah SWT yang tahu. Ada Kulla, Lalang, Amma, Atta, Otty, Rina, Puji dan wah pokoknya banyak deh capek kalo harus sebut satu-satu.

Pendek kata saya yang tadi sudah shock kembali mengalamai hal yang sama , lah tumben-tumbenan, khan tadi di awal saya bilang perpustakaan itu sepi apalagi malam-malam tapi kok ada apa yah malam ini? kenapa ramai banget? kenapa kok saya tidak tahu apa-apa sih?

"Assalamu'alaikum Iman" Atta dengan senyumnya mengucapkan salam, saya heran dengan suara sebagus itu kenapa dia memilih untuk menjadi wartawan di media cetak, padahal dia bisa loh jadi penyiar radio atau bahkan gabung di salah satu stasiun televisi. Lalu semuanya berubah dari sepi menjadi lebih ceriah semuanya bertukar kabar ada yang sehat, sedikit flu yang lagi manjamur musim hujan ini ada yang katanya baru saja keseleo...macam-macamlah pembicaraan yang keluar dari hati kami, tanpa sadar salah satu dari mereka akan menjadi korban malam ini.

Meja ruang baca bergerak-gerak...satu dua kali tidak ada yang sadar sampai si Kula bertanya-tanya lebih tepatnya bergumam kali yah...eh eh kok mejanya gitu sih? masih saja belum ada yang sadar dan Kula menaikkan nada suaranya "eh pada lihat nggak sih...itu mejanya!!!" sambil menunjuk ke arah ruang baca. Seingat saya orang kedua yang memperhatikan adalah Rina dia membenarkan perkataan Kulla lalu yang laennya mulai memperhatikan.

Setelah meja yang bergerak sendiri tiba2 hembusan angin dingin menyergap kami, saya yang sebenarnya sedikit tahu permasalahannya tak urung merinding juga merasakan angin melewati tubuh ini. Semuanya diam.....mencekam sekali tidaj ada yang bergerak secentipun. Lalu "AAaaaah!!!" Atta teriak dan semua orang yang ada di situ serasa akan melompat ke bulan. "Kurang ajar...bikin kaget aja lu Ta" si Lalang walaupun dengan gaya yang dibuat tenang, tapi semua orang juga tahu kalo dia sebenarnya juga setakut kita, mengumpat. "bukan apa-apa Lang tadi kayaknya ada yang nyolek gueh" Atta membela diri. Bukannya membuat lebih baik baik jawaban Atta malah kebalikannya.

Rina, Puji, Atta dan DDrani tampak berpegangan tangan sambil HHCM (harap-harap cemas maksudnya), Kula dan Lalang?...o o mereka melirik ke arah saya dengan seyum penuh arti. Jadi ini artinya diantara Rina, Puji, Atta dan DDrani saja yang akan menjadi korban....kasian deh. Tidak lama tampak sekali 'gangguan'nya semakin menjadi dari lampu yang mati idup sampai kelabatan bayang-bayang misterius di sekitar kita.

....sampai akhirnya bayangan itu tampak semakin nyata, bukan bayangan lagi....berubah menjadi...Casper dan Wendi. Ahhh ternyata mereka toh ga selalu baik, apalagi kalau dibayar oleh program Paranoid. Kata hantu2 yang lucu itu jaman sekarang lagi banyak order.....

Yah gitu deh....jadi siapa yang dikerjain? saya males ah nerusinnya capek. Ketika setelah semuanya selesai, tinggal saya berdiri di sini sambil berfikir untuk ganti profesi....jadi pustakawan sift malam ternyata nggak sesepi yang saya kira......::sigh::

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home