Nollaig 04, 2003

Bagaimana cara mengetahui keinginan orang?

Tidak semua orang dapat langsung menerjemahkan apa yang ada dalam benak mereka dalam bentuk verbal. Mungkin saja apa yang ada dalam benak mereka tentang topik A dalam keadaan B, namun yang keluar dalam bentuk verbal adalah topk D pada saat E. Jangan bingung dalam menghadapi masalah tersebut di bawah ini saya akan coba bantu anda mengatasinya.

Selama tiga tahun menjadi pustakawan sedikit banyak saya mengenali beberapa tipe orang dalam mencari data, yaitu tipe yang saya suka dan saya tidak begitu suka. Untuk tipe pertama adalah mimpi setiap pustakawan, mereka datang (atau dalam beberapa kasus bisa saja telepon dan imel) mereka katakan kita cari dan mereka dapatakan. Tipe kedua juga mimpi tiap pustakawan hanya saja kadang berubah menjadi mimpi buruk.

Mengetahui dan mampu mengungkapkan apa yang dicari adalah kuncinya, pustakawan tentunya tidak akan kerepotan untuk menghadapi tipe pertama karena mereka termasuk dalam kriteria tersebut. Namun untuk tipe kedua dibutuhkan trik-trik berikut ini untuk menggal apa yang ada dalam benak mereka, paling tidak dalam beberapa kasus berhasil pada saya

Persempit topik
Sering kali tipe kedua (tipe bermasalah) terlalu luas dalam mengungkapkan apa yang ada dalam benak mereka. Misalnya, apa yang dapat dilakukan pustakawan bila tiba-tiba datang seorang yang membutuhkan data tentang sejarah Indonesia. Butuh ber ton-ton print out, ber giga-giga byte menjawab pertanyaan tersebut, karena sejarah Indonesia adalah topik yang luaaaar biasa luasnya. Saran saya, adalah pergunakan senjata 5W yaitu : where, when and what and who. Persempit topik dengan gali lagi yang dia maksud dengan sejarah Indoensia, apakah terkait dengan waktu, tempat, benda atau seseorang? Ini sangat membantu karena mereka tentunya akan menjawab dengan data-data yang lebih berguna dalam riset data. Permintaan data tentang 'sejarah museum fatahilah jakarta dari tahun 1800-an sampai 1900-an' tentunya akan lebih baik daripada 'sejarah museum di jakarta'

Perluas Topik
Kebalikan dari yang pertama cenderung tipe ini terlalu mempersempit apa yang mereka cari. Saat itu dibutuhkan wawasan si pustakawan dalam mengembangkan topiknya memang pada saat tertentu topik yang tidak luas sangat berguna namun bila terlalu sempit dan spesifisik tidak akan menghasilkan temuan data yang memuaskan, bahkan sama sekali tidak ditemukan.

Jangan menggurui
Untuk mengetahu apa yang diinginkan pengguna perpustakaan sering kali pustakawan terjebak dengan apa yang sering kali saya sebut sindrom sok tahu. Memang bila sudah lama berkecimpung dengan penelusuran data sering rasanya si pustakawan merasa lebih tahu dari pengguna hasilnya yang muncul bukan lagi apa yang pengguna inginkan tapi apa yang pustakawan inginkan.

Penanya : mas mas, saya butuh data tentang itu dong mas...emm apa ya itu ?
Pustakawan : Apa?
Penanya : itu loh mas yang beberapa tahun lalu mundur
Pustakawan : Oooh itu, krismon ya?
Penanya : emmm..iya kali ya...yang sekarang katanya sakit-sakitan itu loh mas
Pustakawan : Oh iya emang iyah, yang banyak nggak selesai-selesai masalahnya itu khan padahal udeh dari tahun 1998
Penanya : iya iya mas memang udeh dari tahun 1998
Pustakawan : nih datanya saya kasih seabreg...tentang krismon di Indonesia sejak tahun 1998 sampai 2003!
Penanya : iya deh mas
Pustakawan : (tersenyum puas)
Penanya : (perasaan tadi saya mau tanya soal Soeharto deh)

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home