Nollaig 05, 2003

::goyang ngebor gaya Hari::

Waktu kuliah dulu, selain sebagai penyimpan informasi dan pendidikan informal saya diberitahu bahwa perpustakaan juga bisa berfungsi sebagai tempat rekreasi. Perpustakaan sebagai tempat rekreasi? wah pasti banyak yang nggak percaya. Ya memang kalo perpustakaannya di Indonesia kayaknya susah untuk membayangkan perpustakaan memilik fungsi seperti itu.

Terutama perpustakaan umum, di luar negeri perpustakaan di tata sedemikian rupa sehingga tidak terkesan angkuh dan membosankan jadi sepertinya untuk masyarakat sekitar datang dan sekedar dan duduk-duduk menikmati ruang publik (perpustakaan) sangat mungkin.

Sebenarnya walaupun memiliki penataan dan tujuan fungsi yang kurang (tidak bertujuan sebagai tempat rekreasi) perpustakaan di Indonesia tidak langsung juga dapat berfungsi sama. Ketika saya kuliah saya biasa melepaskan kepenatan dengan hanya duduk-duduk di perpustakaan pusat UI (kebetulan bersebelahan dengan jurusan saya) sambil, bila ada sedikit lebih uang, nyewa internet.

Setelah kerjapun saya memperhatikan bahwa tidak perlu perpustakaan umum, untuk perpustakaan khusus seperti tempat kerja saya sekarang bisa juga berfungsi sebagai tempat pelepas lelah dan kepenatan bahkan mushola kecil-kecilan.

Berbagai macam tingkah biasa dilakukan, dari ngobrol keras-keras sampai nonton Amanda Lewis. Saya ingat ketika magang di Pusdok Sindo RCTI, salah satu presenter yang sampai sekarang masih sering terlihat di layar RCTI biasa datang ke perpustakaan diantara sela-sela waktunya. Ketika itu kebetulan posisi saya persis di sebelah pintu masuk yang bila dibuka mengeluarkan suara besi bergesekan yang lama tidak pernah di beri oli.

Suatu hari dia datang dan hanya berdiri di pintu sambil memainkan pintu yang terus terang agak mengganggu saya, bunyinya itu loh. Tiba-tiba di antara bunyi 'ngek ngek' ada bunyi laen ...'preeeett'. Wah dia kentut, saya hanya bisa melotot maklum deh posisi saya khan magang. Dia dengan lugunya berkata "Eh kedengeran ya?"

He he he saya tersenyum miris sambil jalan ke arah jendela mencari angin segar dan bergumam dalam hati : bukan kedengaran saja tapi juga kebauan tauk!

Ada-ada saja ya? wah kalo anda menjawab iya berati anda harus membaca kelanjutan dari cerita saya ini. Sekarang saya bekerja di perusahaan konsultan di Jakarta, masih sama dengan kantor saya yang dulu-dulu yaitu sebagai pustakawan. Karena load kerja di perusahaan konsultan kadang sangat berat, perpustakaan akhirnya juga menjadi tempat pelarian bagi teman-teman yang stress

Salah satunya sebut saja Lari juga biasa datang kesini dan melakukan hal-hal 'luar biasa' utk melepas stressnya. Mau tahu? dia biasa joged gaya Inul di samping saya, atau kalo nggak gaya Inul ya gaya apalah pokoknya yang menjijikkan gitu deh, bahkan Inul pun akan jijik bila melihatnya (he he he sori Lar) daaaaaaaan bagian yang paling membuat saya jijik adalah ketika joged dia akan menempelkan (maaf) bagian 'belakang' tubuhnya ke saya....pelecehan terhadap pustakawan!!!

Saya heran kalo memang untuk melepaskan lelah kenapa sih harus melibatkan pustakawan? apa tidak cukup duduk rapih dan nonton TV? satu lagi tingkah seorang teman sebut saja sebagai oknum, biasanya dia bila muncul di perpustakaan akan entah menggelitiki, menoel-noel atau membanding-bandingakan gemuk mana dia atau saya....satu lagi kisah yang tidak pernah terungkap pelecehan terhadap pustakawan

Jadi bila memang perpustakaan adalah bagian dari tempat rekreasi atau tempat melepas lelah saya sih ok ok saja, tapi toloooong janganlah bapak-bapak atau ibu-ibu pembaca melibatkan pustakawan seacara fisikal....ga tahaaaan atuuuuh

0 Comments:

Post a Comment

<< Home