<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435</id><updated>2011-11-29T12:10:19.328+07:00</updated><title type='text'>::Hantu Kecil::</title><subtitle type='html'>kadang-kadang berfikir juga kapan semua ini akan berakhir, tapi tiap hari ada saja hal-hal baru yang ingin saya bagi bersama bloggerian lain. Dunia memang sempit tapi bukan berati menjadi alasan bukan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>286</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-6509778140268474437</id><published>2008-04-12T05:34:00.002+07:00</published><updated>2008-04-12T05:42:08.044+07:00</updated><title type='text'>Mobile Suit bukan hanya dalam film, Jal!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenalan saya, tepatnya adik kelas saya, Jali menggandrungi sekali dengan apa yang namanya Gundam. Bahkan saking gandrungnya dia sampai bela-belain mengkoleksi beberapa model &lt;span style="font-style: italic;"&gt;die cast&lt;/span&gt; gundam termasuk mengorbankan sedikit tabungan nikahnya untuk nitip temannya yang dari Jepang....cuman satu kata yang pantas buat dia menurut saya, ...dasar bujangan Lo Jall!! hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Eniwe&lt;/span&gt;, beberapa dari kita tentu telah mengenal semacam mobile suit dari animasi Jepang antara lain Voltus V, Gundam dan salah satu favorit saya dulu PatLabour. Dalam dunia fiksi ilmiah sebenarnya benda sejenis tidak hanya favorit anime Jepang, masih ingat dengan Film Allien di mana salah satu scenenya pemain utama film tersebut bertarung dengan semacam mobile suit yang disebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;exoskeleton&lt;/span&gt;. Begitu juga dalam film Matrix yang pada sekuel terakhirnya beberapa pemain memakai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;weaponized exo-suits&lt;/span&gt; untuk memerangi robot-robot jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya benda-benda yang dapat mendongkrak kemampuan sunnatullah seseorang dan berdisain pas dengan tubuh manusia telah menjadi obsesi tersendiri bahkan dalam dunia nyata. Walau kegunaannya lebih sering diasosiasikan dengan persenjataan daripada untuk kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Exoskeleton&lt;/span&gt; atau kurang lebih terjemahannya adalah "kerangka tambahan" saat ini tengah berkembang dalam dunia nyata. Walau tidak sesempurna dalam film-film namun kegunaannya hampir dapat dipastikan mengarah ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1987 dikembangkan sebuah alat bantu untuk orang-orang yang memiliki cacat tulang belakang hingga sulit menggunakan kakinya untuk klegiatan sehar-hari. Monty Reed, apensiunan AD yang memiliki patah tulang belakang mengembangkan sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lifesuit&lt;/span&gt; sebuah alat untuk terapi fisiknya. Pada 2003, Reed memakai alat ini untuk lomba lari 5k. Lalu pada 1990 Kanagawa Institute of Technology mengembangkan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Power Assist Suit&lt;/span&gt;" untuk menolong para perawat mengendong pasien dan manula. Masih dari negeri Jepang kembali muncul Hal-3 nenek moyang Hal-5 yang juga didisain serupa dengan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Power Assist Suit&lt;/span&gt;". Sepertinya di masa depan pekerjaan perawat akan sangat menyenangkan ya. 2004, lahir Bleex (Berkeley’s Lower Extremity Exoskeleton ) terdiri dari dua kaki robot, yang bergerak seirama manusia yang memakainya, dan sebuah rangka mirip tas punggung untuk mengangkat beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkahir tahun 2008 seorang "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;software engineer&lt;/span&gt;" (Indonesianya apa ya gelar itu?) dari Amerika mengembangkan exoskeleton yang diklaim paling maju dan paling canggih dari semua yang pernah ada. Rex Jameson menjadikan exoskeleton memasuki babak baru dalam dunia perslitannya. Mampu menangani beban lebih dari 200 pond dan bergerak lebih felsksibel serta tentunya memiliki daya tahan lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang anda baca pada paragraf sebelumnya adalah nyata dan sedang dalam pengembangan. Kemajuan yang luar biasa untuk umat manusia. Mungkin di masa yang akan datang akan dengan mudah ditemukan alat-alat sejenis di rumah-rumah sakit, di atas jalan sedang mengangkat beban beberapa ton atau  di rumah-rumah membantu para penyandang cacat berjalan kesana-kemari bak orang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu saja pertanyaaannya (dua sebenarnya) kapan dan di mana kah akan ditemukan  batere atau sumber energi yang cukup besar namun simpel untuk menggerakkan semua alat-alat di atas, karena apalah artinya semua manfaat yang "menyilaukan mata" tanpa batere yang mendukungnya. kedua...kapankah atau adakah benda-benda tersebut menjadi murah dan dapat dibeli oleh seseorang semudah mengkredit motor saat ini? atau hanya akan menjadi barang mewah satu lagi yang hanya dapat digunakan dengan biaya super mahal?....waktu yang akan menjawabnya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R-2MeAoKCEwAAHAYn@A1"&gt;&lt;img style="width: 148px; height: 198px;" class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R-2MeAoKCEwAAHAYn@A1/lifesuit.jpg?et=o1uP9OwdUlxE6Nb8i7P3yQ&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;lifesuit&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R-2MtAoKCEwAAHSmtSM1"&gt;&lt;img style="width: 140px; height: 211px;" class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R-2MtAoKCEwAAHSmtSM1/powerassit.jpg?et=mTP%2BoYcXD2EQgHtiRFq92A&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Power Suit Assist&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R-2M@goKCEwAAHryxN01"&gt;&lt;img style="width: 136px; height: 201px;" class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R-2M@goKCEwAAHryxN01/Hal-3.jpg?et=50m0Xz3JqdXdMN%2BL8s999A&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hal-3&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R-2NZAoKCEwAAARRBfA1"&gt;&lt;img style="width: 139px; height: 209px;" class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R-2NZAoKCEwAAARRBfA1/bleex.jpg?et=BRRfxhMlsGsjtU5bHLc7%2Cw&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bleex&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R-2NnQoKCEwAAAq4F7U1"&gt;&lt;img style="width: 160px; height: 200px;" class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R-2NnQoKCEwAAAq4F7U1/exo_side_485.jpg?et=%2BGOJz3jooIYU5BoURxKf1w&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Exoskeleton&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Baca juga&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.theyshallwalk.com/"&gt;Tentang Lifesuit &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.we.kanagawa-it.ac.jp/%7Eyamamoto_lab/pas/index.htm"&gt;Power Suit Assist&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.popsci.com/node/20689"&gt;exoskelotons&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bleex.me.berkeley.edu/bleex.htm"&gt;Bleex&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;       &lt;div style="clear: both;"&gt;&lt;!-- --&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-6509778140268474437?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/6509778140268474437/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=6509778140268474437&amp;isPopup=true' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/6509778140268474437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/6509778140268474437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/04/mobile-suit-bukan-hanya-dalam-film-jal_12.html' title='Mobile Suit bukan hanya dalam film, Jal!!'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-7161922184855892572</id><published>2008-04-12T05:34:00.000+07:00</published><updated>2008-04-12T05:36:38.499+07:00</updated><title type='text'>Mobile Suit bukan hanya dalam film, Jal!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenalan saya, tepatnya adik kelas saya, Jali menggandrungi sekali dengan apa yang namanya Gundam. Bahkan saking gandrungnya dia sampai bela-belain mengkoleksi beberapa model &lt;span style="font-style: italic;"&gt;die cast&lt;/span&gt; gundam termasuk mengorbankan sedikit tabungan nikahnya untuk nitip temannya yang dari Jepang....cuman satu kata yang pantas buat dia menurut saya, ...dasar bujangan Lo Jall!! hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Eniwe&lt;/span&gt;, beberapa dari kita tentu telah mengenal semacam mobile suit dari animasi Jepang antara lain Voltus V, Gundam dan salah satu favorit saya dulu PatLabour. Dalam dunia fiksi ilmiah sebenarnya benda sejenis tidak hanya favorit anime Jepang, masih ingat dengan Film Allien di mana salah satu scenenya pemain utama film tersebut bertarung dengan semacam mobile suit yang disebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;exoskeleton&lt;/span&gt;. Begitu juga dalam film Matrix yang pada sekuel terakhirnya beberapa pemain memakai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;weaponized exo-suits&lt;/span&gt; untuk memerangi robot-robot jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya benda-benda yang dapat mendongkrak kemampuan sunnatullah seseorang dan berdisain pas dengan tubuh manusia telah menjadi obsesi tersendiri bahkan dalam dunia nyata. Walau kegunaannya lebih sering diasosiasikan dengan persenjataan daripada untuk kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Exoskeleton&lt;/span&gt; atau kurang lebih terjemahannya adalah "kerangka tambahan" saat ini tengah berkembang dalam dunia nyata. Walau tidak sesempurna dalam film-film namun kegunaannya hampir dapat dipastikan mengarah ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1987 dikembangkan sebuah alat bantu untuk orang-orang yang memiliki cacat tulang belakang hingga sulit menggunakan kakinya untuk klegiatan sehar-hari. Monty Reed, apensiunan AD yang memiliki patah tulang belakang mengembangkan sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lifesuit&lt;/span&gt; sebuah alat untuk terapi fisiknya. Pada 2003, Reed memakai alat ini untuk lomba lari 5k. Lalu pada 1990 Kanagawa Institute of Technology mengembangkan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Power Assist Suit&lt;/span&gt;" untuk menolong para perawat mengendong pasien dan manula. Masih dari negeri Jepang kembali muncul Hal-3 nenek moyang Hal-5 yang juga didisain serupa dengan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Power Assist Suit&lt;/span&gt;". Sepertinya di masa depan pekerjaan perawat akan sangat menyenangkan ya. 2004, lahir Bleex (Berkeley’s Lower Extremity Exoskeleton ) terdiri dari dua kaki robot, yang bergerak seirama manusia yang memakainya, dan sebuah rangka mirip tas punggung untuk mengangkat beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkahir tahun 2008 seorang "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;software engineer&lt;/span&gt;" (Indonesianya apa ya gelar itu?) dari Amerika mengembangkan exoskeleton yang diklaim paling maju dan paling canggih dari semua yang pernah ada. Rex Jameson menjadikan exoskeleton memasuki babak baru dalam dunia perslitannya. Mampu menangani beban lebih dari 200 pond dan bergerak lebih felsksibel serta tentunya memiliki daya tahan lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang anda baca pada paragraf sebelumnya adalah nyata dan sedang dalam pengembangan. Kemajuan yang luar biasa untuk umat manusia. Mungkin di masa yang akan datang akan dengan mudah ditemukan alat-alat sejenis di rumah-rumah sakit, di atas jalan sedang mengangkat beban beberapa ton atau  di rumah-rumah membantu para penyandang cacat berjalan kesana-kemari bak orang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu saja pertanyaaannya (dua sebenarnya) kapan dan di mana kah akan ditemukan  batere atau sumber energi yang cukup besar namun simpel untuk menggerakkan semua alat-alat di atas, karena apalah artinya semua manfaat yang "menyilaukan mata" tanpa batere yang mendukungnya. kedua...kapankah atau adakah benda-benda tersebut menjadi murah dan dapat dibeli oleh seseorang semudah mengkredit motor saat ini? atau hanya akan menjadi barang mewah satu lagi yang hanya dapat digunakan dengan biaya super mahal?....waktu yang akan menjawabnya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R-2MeAoKCEwAAHAYn@A1"&gt;&lt;img style="width: 148px; height: 198px;" class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R-2MeAoKCEwAAHAYn@A1/lifesuit.jpg?et=o1uP9OwdUlxE6Nb8i7P3yQ&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;lifesuit&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R-2MtAoKCEwAAHSmtSM1"&gt;&lt;img style="width: 140px; height: 211px;" class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R-2MtAoKCEwAAHSmtSM1/powerassit.jpg?et=mTP%2BoYcXD2EQgHtiRFq92A&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Power Suit Assist&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R-2M@goKCEwAAHryxN01"&gt;&lt;img style="width: 136px; height: 201px;" class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R-2M@goKCEwAAHryxN01/Hal-3.jpg?et=50m0Xz3JqdXdMN%2BL8s999A&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hal-3&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R-2NZAoKCEwAAARRBfA1"&gt;&lt;img style="width: 139px; height: 209px;" class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R-2NZAoKCEwAAARRBfA1/bleex.jpg?et=BRRfxhMlsGsjtU5bHLc7%2Cw&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bleex&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R-2NnQoKCEwAAAq4F7U1"&gt;&lt;img style="width: 160px; height: 200px;" class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R-2NnQoKCEwAAAq4F7U1/exo_side_485.jpg?et=%2BGOJz3jooIYU5BoURxKf1w&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Exoskeleton&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Baca juga&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.theyshallwalk.com/"&gt;Tentang Lifesuit &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.we.kanagawa-it.ac.jp/%7Eyamamoto_lab/pas/index.htm"&gt;Power Suit Assist&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.popsci.com/node/20689"&gt;exoskelotons&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bleex.me.berkeley.edu/bleex.htm"&gt;Bleex&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;        &lt;div style="clear: both;"&gt;&lt;!-- --&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-7161922184855892572?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/7161922184855892572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=7161922184855892572&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/7161922184855892572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/7161922184855892572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/04/mobile-suit-bukan-hanya-dalam-film-jal.html' title='Mobile Suit bukan hanya dalam film, Jal!!'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-7538382546977730600</id><published>2008-03-11T21:39:00.001+07:00</published><updated>2008-03-11T21:40:54.546+07:00</updated><title type='text'>Perpustakaan Musnah 2019?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita pernah heboh dengan Alvin Toffler dan prakiraan masa depan yang berhubungan dengan teknologi manusia. Alvin Toffler dan gelombang ketiganya waktu itu membuat dunia perpustakaan khususnya pustakawan tercengang akibat prakiraannya di mana pada masa gelombang ketiga tersebut penggunaan kertas-kertas akan semakin berkurang dan pada akhirnya hilang sama sekali. Karena 99% koleksi di perpustakaan berbahan dasar kertas yang di ambil dari pohon-pohon hutan tropis dunia, pustakawan bertanya-tanya akankah perpustakaan tamat riwayatnya? akankah perpustakaan tergantikan oleh internet di mana seseorang tinggal klik "I am felling lucky" untuk mencari informasi yang dia butuhkan? dan yang paling parah, akankah profesi pustakawan hilang dari muka bumi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang, 28 tahun setelah buku yang memuat ide komunitas tanpa kertas itu dilontarkan Toffler dalam bukunya &lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Third_Wave_%28book%29" title="The Third Wave (book)"&gt;The Third Wave&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; terbitan Bantam Books. Hutan-hutan di Pulau kalimantan masih saja tercatat yang tercepat rusaknya untuk keperluan antara lain apalagi kalau bukan kertas. Walaupun e-book semakin marak namun buku-buku yang terbuat dari kertas masih mendominasi IBF (Islamic Book Fair) minggu lalu. Memang ada buku dijital tetapi itu paling-paling hanyalah Al Qur'an dijital dan kamus dijital dengan harga tak semurah Al Quran dan Kamus dalam bentuk buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan para pustakawanpun bersorak...."horeeee kami masih bisa bekerja!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan-perkiraan tentang masa depan, terutama di dunia barat, memang hampir pasti selalu memasukkan perpustakaan adalah sebuha produk masa lalu yang seharusnya sudah tidak ada lagi di masa modern. Perpustakaan memang hampir ada dalam setiap peradaban ribuan tahun yang lalu bahkan beberapa di antaranya menjadi terkenal dan melegenda, sebut sebut saja Perpustakaan para khalifah dinasti Fatimiyah di Kairo. Jumlah seluruh buku yang ada di situ mencapai 2.000.000 (dua juta) eksemplar. Perpustakaan ini berisi berbagai macam ilmu antara lain Al-Qur’an, astronomi, tata bahasa, lexicography dan obat-obatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau perpustakaan Alexandria (perpustakaan Iskandarsyah) siapa yang tidak pernah mendengar kisah perpustakaan tersebut bahkan bagi anda yang bukan pustakawan dan bukan juga pecinta sejarah. Konon, perpustakaan ini memiliki 700.000 gulungan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papirus" title="Papirus"&gt;papirus&lt;/a&gt;. Sebagai perbandingan, pada abad ke-14, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perpustakaan_Sorbonne&amp;amp;action=editredlink" class="new" title="Perpustakaan Sorbonne (not yet written)"&gt;Perpustakaan Sorbonne&lt;/a&gt; yang katanya memiliki koleksi terbesar dizamannya hanya memiliki 1700 buku. Para penguasa Mesir begitu bersemangat untuk memperbanyak koleksi mereka sampai-sampai mereka memerintahkan prajurit untuk menggeledah setiap kapal yang masuk guna memperoleh naskah. Jika ada naskah yang ditemukan, mereka menyimpan yang asli dan mengembalikan salinannya. Menurut beberapa sumber, ketika &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Athena" title="Athena"&gt;Athena&lt;/a&gt; meminjamkan naskah-naskah drama klasik &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yunani" title="Yunani"&gt;Yunani&lt;/a&gt; asli yang tak ternilai kepada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ptolemeus_III&amp;amp;action=editredlink" class="new" title="Ptolemeus III (not yet written)"&gt;Ptolemeus III&lt;/a&gt;, ia berjanji membayar uang jaminan dan menyalinnya. Tetapi sang raja malah menyimpan yang asli, tidak mengambil kembali uang jaminan itu, dan memulangkan salinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menyatukan semua perpustakaan besar itu dalam sejarah sampai dengan perpustakaan modern yang masih berdiri sampai detik ini di tengah-tengah kita? adalah kertas jawabnya. Semua informasi dan data sejak ribuan tahun lalu di simpan di atas kertas atau saudara kandungnya smcm papiris dan daun lontar. Namun pada intinya untuk penyimpanan kebijksanaan setiap peradaban masih belum ditemukan bahan yang lebih baik selain itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak ditemukannya komputer sampai saat ini memang jutaan informasi disimpan dalan server-sever yang saling berhubungan berbentuk file-file dijital. Perpustakaan memang tidak buta akan hal itu bahkan hampir seluruh perpustakaan memanfaatkan perkembangan baru ini  guna melancarkan apa yang disebut dengan pelayanan perpustakaan. Namun, siapa yang bisa menjamin bahwa file-file yang disimpan saat ini maish bisa terbaca oleh mesin-mesin yang akan ditemukan pada masa-masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, tentang Richard Watson mirip-miriplah dengan Avlin Toffler namun bergaya seperti cenayang dia mencoba lebih spesifik meramalkan kejadian perkembangan peradaban manusia yang sepertinya tidak hanya berhubunagn dengan ilmu pengetahuan, namun hampir ke semua aspek POLEKSUSBUD, membuat saya berfikir...apa bedanya Richard Watson dengan Mama Laurent bila begitu. Dia menuangkan idenya tentang masa depan peradaban manusia tersebut ke dalam "extinction timeline".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalamnya anda akan menemukan beberapa hal yang menurutnya akan musnah sebelum tahun 2050. Dan, tebakan anda tepat sekali, perpustakaan memang termasuk salah satu hal yang ikut musnah, tepatnya menurut R, Watson pada 2019 adalah kain kafan perpustakaan diikat untuk pd akhirnya dikuburkan. Sayang untuk mengetahui alasannya lebih lanjut kenapa memasukkan perpustakaan menjadi almarhum saya harus membaca bukunya yang berjudul &lt;a href="http://futuretrendsbook.com/"&gt;Future Files: A History of the Next 50 Years&lt;/a&gt; kabarnya menjadi buku hits dan sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Cina segala. Untuk itu saya juga mencoba membuka blog Richard Watson untuk mengetahui....alasan sebenarnya...kenapa perpustakaan harus mati, namun juga tidak dapat saya temukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tebakan kasar saya, bahwa saat itu menurut Si Richard udah ga jaman lagi apa yang namanya buku apalagi kertas. Karena era elektronik sudah meraja hingga di mana mana orang hanya perlu seperangkat alat elektronik sebesar telapak tangan untuk menyimpan data tera-an byte.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain perpustakaan juga beberapa hal yang menurutnya akan musnah sebelum tahun 2050 adalah (maaf dalam Bahasa Inggris saja ya) :&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2009&lt;/strong&gt;: Mending things&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2014&lt;/strong&gt;: Getting lost&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2016&lt;/strong&gt;: Retirement&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2019&lt;/strong&gt;: Libraries&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2020&lt;/strong&gt;: Copyright&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2022&lt;/strong&gt;: Blogging, Speleeng, The Maldives&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2030&lt;/strong&gt;: Keys&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2033&lt;/strong&gt;: Coins&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2036&lt;/strong&gt;: Petrol engined vehicles&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2037&lt;/strong&gt;: Glaciers&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2038&lt;/strong&gt;: Peace &amp;amp; Quiet&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2049&lt;/strong&gt;: Physical newspapers, Google&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Beyond 2050&lt;/strong&gt;: Uglyness, Nation States, Death&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkan begitu? tentu saja jangan anggap pemikiran R. Watson ini terlalu serius. Coba tebak apa? saya rasa sampai dengan tahun 2051 pustakawan masih akan berteriak "horeeee kami masih bisa bekerja!"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Klik Gambar untuk lebih besar&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.rossdawsonblog.com/extinction_timeline.pdf"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://www.rossdawsonblog.com/extinction_timeline.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Baca Juga&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Alvin_Toffler#Books"&gt;Alvin Toffler&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bikinperpus.wordpress.com/2008/01/03/mengenang-kemajuan-perpustakaan-islam/"&gt;Mengenang jayanya perpustakaan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://toptrends.nowandnext.com/?"&gt;Blognya Si Richard Watson&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.rossdawsonblog.com/weblog/archives/2007/10/extinction_time.html"&gt;Artikel tentang "Extinction Timeline"&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-7538382546977730600?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/7538382546977730600/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=7538382546977730600&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/7538382546977730600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/7538382546977730600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/03/perpustakaan-mushan-2019.html' title='Perpustakaan Musnah 2019?'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-8560087458274505134</id><published>2008-03-05T09:04:00.001+07:00</published><updated>2008-03-05T09:11:09.394+07:00</updated><title type='text'>Arsitektur Perpustakaan Yang Menakjubkan</title><content type='html'>&lt;div class="bodytext" id="item_body" author_possessive="abhicom2001's" author="abhicom2001"&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;Terinspirasi dari tulisan sebelumnya, saya mencari  apakah ada selain Perpustakaan Umum Kansas yang memiliki disain arsitektur unik.  Selain di bawah masih banyak perpustakaan di belahan dunia lain yang memiliki  disain lebih unik, akan sangat berterimakasih bila anda pernah berkunjung ke  salah satunya dan berbaik hati berbagi foto di sini :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat  Menikmati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Seattle Public  Library&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;If you expect a public library to sit quietly with its hands  folded, the new Seattle Central Library is not for you. It has a lunging,  irregular exterior wrapped in folds of glass covered with a honeycomb of steel.  There are hook holes all over it, so the window washers can scale the angled  surface like rock climbers. As buildings go, this one manages to look both  precarious and enduring, headlong and immemorial. If Picasso ever painted a  library, it might look like this. (&lt;a href="http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,993920,00.html"&gt;http://www.time.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R83O7goKCEwAAATBN8s1/Seattle_Public_Library.jpg?et=xU3E2TKYx%2Bfwl6RiPV4xjw&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R83PJQoKCEwAAA8QOZs1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R83PJQoKCEwAAA8QOZs1/Seattle%20Public%20Library.jpg?et=BPHzTh88nLT4cNXKjzYbdQ&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The British Library at St  Pancras&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Kita faham bahwa  dahulu Inggris pernah menguasai lautan....tidak heran perpustakaannya pun ingin  mengadopsi hal yang sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="text"&gt; &lt;p&gt;250,000 cubic metres of soil were removed to construct the basements. Some of  it was used to build a dry ski slope in Beckton, East London. Around 3,800 items  a day are delivered to the Library's users from the basement storage areas via a  mechanised system. Items can be sent from fifty different points and travel by  33,000 possible routes. A stash of gunpowder was found amongst family papers in  the basement. According to notes found with it, some of it may have been seized  from Guy Fawkes when he was arrested (&lt;a href="www.bl.uk/training_package/stpancras2.html"&gt;www.bl.co.uk&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R83R9goKCEwAADnu4EA1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R83R9goKCEwAADnu4EA1/britlib1.jpg?et=Hv6XP2Vzb2j%2BMeLPZPv1QA&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R83UBAoKCEwAAFOITfI1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R83UBAoKCEwAAFOITfI1/britlib2.jpg?et=LnjW7M5v250woa9tdzg7Lw&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bibliotheca  Alexandrina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The New Library of Alexandria, the New Bibliotheca  Alexandrina is dedicated to recapture the spirit of openness and scholarship of  the original Bibliotheca Alexandrina. It is much more than a library ...(&lt;a href="http://www.bibalex.org/English/index.aspx"&gt;http://www.bibalex.org&lt;/a&gt;) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R83V-QoKCEwAAHZvW901"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R83V-QoKCEwAAHZvW901/Babel1.jpg?et=uWavq9Z1Y2nZPuqDDq0Atw&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R83WXwoKCEwAAASklM01"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R83WXwoKCEwAAASklM01/Babel2.jpg?et=SKSzC8aVjgp6cxfSJN5DYw&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="mainImageInfoControl1_lblImageTitle" style="font-weight: bold;"&gt;Mussenden Temple Library&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="mainImageInfoControl1_lblImageTitle"&gt;Location...location...location!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R83XnQoKCEwAABjzNns1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R83XnQoKCEwAABjzNns1/image.jpg?et=9Vtlq%2Cwyv%2BeBYu1jyIbx6w&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R83X-goKCEwAABk56501"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R83X-goKCEwAABk56501/mussenden-temple-600.jpg?et=SyL14mRNeWg9kzyHN4gr1w&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perpustakaan Yayasan  Hatta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini, 26 April 2007, adalah hari ketika  Perpustakaan Hatta di Jogjakarta roboh. Tak ada memang angin puting beliung  mengipas-ngipasi daratan Jogja sebagaimana kabar-kabar sebelumnya. Bukan juga  para petugas Kamtib kota melakukan vandalisme dengan menggaruk sebuah monumen  buku. Perpustakaan Hatta roboh karena disungsep sepi yang tiada berkesudahan.  Hatta pernah bilang bahwa lawan utama di Digul adalah kesepian. Jika tak mampu  melawan kesepian itu, maka hitunglah detik-detik kematianmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi  Perpustakaan Hatta bukan di neraka Digul. Perpustakaan itu menggigil setengah  mati di tengah-tengah kota yang disekelilingnya mengacak dengan sombong mal-mal  supermewah. Tepat di depannya pula yang jaraknya hanya sepelontaran ludah, di  Gedung Wanitatama Jl Solo, tiap tahun pesta buku digelar dan digeber. Tapi  masihkah orang yang datang dan pulang menenteng buku-buku baru atau buku-buku  obralan Jusuf Agency tahu bahwa di seberang jalan itu terdapat tonggak-tonggak  yang merinci jejak pemikiran Hatta. Sadarkah orang-orang dalam pesta itu bahwa  di sana, buku-buku itu berjibaku; bukan dengan tangan-tangan intelektual yang  haus ilmu, tapi berusaha bertahan dari rayapan kutu dan sapuan debu  langit-langit tripleks gedung yang terjuntai.(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Robohnya Perpustakaan Yayasan Hatta&lt;/span&gt; : &lt;a href="http://arifs.staff.ugm.ac.id/myblog/?p=55%29"&gt;dari sini  )&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidak ada foto untuk kisah  menyedihkan gedung perpustakaan ini....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="mainImageInfoControl1_lblImageTitle" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Sumber &lt;br /&gt;&lt;a href="Seattle%20Public%20Library%202"&gt;Seattle Public Library 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.law.seattleu.edu/llsa/nllsac/Seattle%20Public%20Library.jpg"&gt;Seattle  Public Library 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://pro.corbis.com/"&gt;British Library  1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bibalex.org/English/gallery/pages/a01.htm"&gt;Bibalex  1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bibalex.org/English/gallery/pages/a01%20%2809%29.htm"&gt;Bibalex  2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.discovernorthernireland.com/image.aspx?ImageID=15155&amp;amp;Width=360&amp;amp;Height=270"&gt;Mussenden  1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.knittinguniverse.com/xrx/events/irelandsite/images/day8/mussenden-temple-600.jpg"&gt;Mussenden  2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indonesiabuku.com/2007/04/robohnya-perpustakaan-hatta-di.html"&gt;Perpustakaan  Yayasan Hatta&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-8560087458274505134?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/8560087458274505134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=8560087458274505134&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/8560087458274505134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/8560087458274505134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/03/arsitektur-perpustakaan-yang.html' title='Arsitektur Perpustakaan Yang Menakjubkan'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-2533600510144083075</id><published>2008-03-03T20:55:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T20:56:24.423+07:00</updated><title type='text'>...mind your library, people</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;Apa jadinya bila setiap orang ditanya buku apa yang paling mewakili kota anda tinggal, apakah Wiro Sableng? tentu saja bila anda lahir dari keluarga menengah ke bawah di tahun 80-an akan memilih antara lain buku tersebut. Atau mungkin bila anda lahir pada sau dekade sebelumnya maka tentu saja buku-buku bertajuk Si Gua dari Buta Hantu....(terasa ada yang aneh dari judul itu kan?) dan semacamnya lebih mewakiliki bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu berjalan sedikit lagi, anda bertemu pada sekelompok ibu-ibu berusia antara 30-45 tahunan apa yang mungkin mereka jawab untuk pertanyaan buku apa yang paling mewakili kota anda N.H. Dini? La Rose? atau...siapa?....bisakah anda menebaknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bila anda sedang membangun perpustakaan di kota anda dan ingin menjadikan perpustakaan anda lebih dikenal oleh masyarakat sekitarnya maka apa yang akan anda lakukan dari dua paragraf di atas?....tidak tahu atau anda sudah tahu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, sebaiknya anda belajar dari penduduk Kota Kansas dan perpustakaan milik mereka. Sebelum akhirnya gedung perpustakaan umum Kota Kansas direnovasi warganya di beri semacam kuisioner mengenai buku-buku apa yang menurut mereka paling mewakili Kota Kansas. Lalu muncullah judul-judul seperti "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lord of The Rings&lt;/span&gt;" dan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Romeo And Julliet&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Kansas Library on the other hand, like other American city libraries, is likely to be regarded as an educational institution in its own right and an asset, worthy of city pride. Not forgetting that educational institutions in the US are big business, I would hazard a guess that city residents would have some pride invested in their city having a big library, it shows an educated population, and an educated population must have been able to afford college, so Kansas City must be a prosperous place indeed, well worth investing in. So they pick great works, because they represent &lt;/span&gt;&lt;em style="font-style: italic;"&gt;learning&lt;/em&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; and &lt;/span&gt;&lt;em style="font-style: italic;"&gt;achievement&lt;/em&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; better than books you could pick up at the checkout line at Wal-Mart.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan Umum Kota Kansas seperti umumnya perpustakaan di AS dianggap sebagi istitusi pendidikan yang berdiri sendiri dan patut dibanggakan kotanya. Tanpa melupakan perpustakaan di AS adalah bukan bisnis ece-ece, Saya kira warganya akan sangat bangga kota mereka memiliki perpustaan yang besar karena artinya memperlihatkan warga kota tersebut yang berpendidikan, dan warga yang berpendidikan artinya mampu mencicipi bangku kuliah, Jadi Kota Kansas pastulah tempat yang sangat makmur. Karena itu mereka memilih rancangan yang hebat (untuk perpustakaannya) karena mewakili pembelajaran dan pencapaian yang mana lebih dari hanya buku-buku yang bisa anda temukan di depan kasir &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Giant&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Carrefour...   &lt;/span&gt;begitu kurang lebih terjemahan paragraf sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya masyarakat Kota Kansas membangun perpustakaan dengan cata yang mungkin paling unik di dunia. Saya bicara apa sih? perhatikan saja foto-foto di bawah ini maka anda akan mengerti apa yang saya maksudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R8wBMAoKCEwAADcdBH41"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R8wBMAoKCEwAADcdBH41/243751546_ec32bf7918.jpg?et=%2Bk6scWfVoUbTgSE74Lj29g&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R8wBcwoKCEwAAES1ReA1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R8wBcwoKCEwAAES1ReA1/459351602_355bd0e3b1.jpg?et=2xIgi0ERh0lwUoNGgzOfdQ&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R8wBxAoKCEwAAEdEUU01"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R8wBxAoKCEwAAEdEUU01/library-books-cardiff.jpg?et=mJfdoTjFyVzYjKo6MMk7mg&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R8wB6goKCEwAAE8yf8U1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R8wB6goKCEwAAE8yf8U1/library-books-kansas.jpg?et=JOvAqvgfYptL55dr4LhPsw&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ministryoftype.co.uk/words/article/books_in_buildings_in_books/"&gt;The Ministry of Type : Books in Buildings in Books&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kclibrary.org/index.cfm"&gt;Perpustakaan Umum Kota Kansas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.flickr.com/photos/keithpatterson"&gt;Foto-Foto diambil dari sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://deputy-dog.com/2007/11/30/can-you-spot-the-library/"&gt;Can You Spot The Library?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-2533600510144083075?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/2533600510144083075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=2533600510144083075&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/2533600510144083075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/2533600510144083075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/03/mind-your-library-people.html' title='...mind your library, people'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-581544828027283014</id><published>2008-02-27T21:51:00.001+07:00</published><updated>2008-02-27T21:53:02.453+07:00</updated><title type='text'>Kotak lugu yang tidak lagi na'if</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/17/70/99/17709910/42-17709910.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 158px; height: 182px;" src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/17/70/99/17709910/42-17709910.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Seperti kebanyakan orang seusia dan besar di kota seperti saya, hampir-hampir tidak asing dengan kotak yang dapat menyajikan gambar-gambar hidup ini. Bisa dibilang saya tidak bisa hidup sehari saja tanpa televisi sampai dengan menginjak bangku kuliahpun, walau sudah mulai berkurang ketergantungannya, masih saja kerusakan televisi di rumah membuat hari-hari semakin panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang yang saya ingat memang televisi sudah menjadi bagian rumah kami. Dari model lagunya Michael Jackson (black and white) sampai dengan berwarna, dari televisi sederhana sampai model mirip almari lengkap dengan tutup tabungnya yang dari kayu. Dari hanya TVRI sampai akhirnya sekarang puluhan saluran. Hanya jenis LCD/Plasma serta stasiun televisi berbayar saja model kabelvision dan konco-konconya yang belum pernah mampir di kehidupan saya. Mengingat untuk saat ini kedua hal tersebut masih harus merogoh kantung lebih dalam untuk menikmatinya, jadi yah, saya harus cukup puas dengan apa yang saya miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pentingnya arti televisi, pernah ketika beralih dari model hitam putih ke berwarna dengan bangganya kami sekeluarga berpose di depan benda tersebut. Dengan senyum lebar dan puas...memberi pernyataan tegas bagi siapa saja yang melihat foto tersebut "kami sudah masuk dalam lingkaran masyarakat modern, loh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran memang kenapa televisi menjadi demikian dalam hadir dalam kehidupan setiap keluarga bukan hanya di Indonesia namun hampir di seluruh dunia. Bahkan, ada yang menyamakan penemuan televisi seperti penemuan roda dalam peradaban manusia. Bagi anda yang kurang faham, penemuan roda dianggap sebagai langkah penting umat manusia karena dapat merubah peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata televisi sendiri pertama kali dikemukakan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Constatin_Perskyl&amp;amp;action=edit" class="new" title="Constatin Perskyl"&gt;Constatin Perskyl&lt;/a&gt; dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rusia" title="Rusia"&gt;Rusia&lt;/a&gt; pada acara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=International_Congress_of_Electricity&amp;amp;action=edit" class="new" title="International Congress of Electricity"&gt;International Congress of Electricity&lt;/a&gt; yang pertama (1900) dalam Pameran Teknologi Dunia di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paris" title="Paris"&gt;Paris&lt;/a&gt;. Tujuh tahun kemudian &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Campbell_Swinton&amp;amp;action=edit" class="new" title="Campbell Swinton"&gt;Campbell Swinton&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Boris_Rosing&amp;amp;action=edit" class="new" title="Boris Rosing"&gt;Boris Rosing&lt;/a&gt; dalam percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim gambar.Sejak itu perkembangan benda kotak ajaib ini semakin pesat dan sampai akhirnya menjadi umum dimiliki setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sejarah televisi tentunya tidak bisa lepas dari TVRI (Televisi Republik Indonesia) . Siaran televisi pertama kali adalah salah satu buah dari proyek &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mercusuar&lt;/span&gt; nya Bung Karno. Siaran pertamanya adalah dalam rangka meliput Asian Games pada 23 Agustus 1962 menjadi titik awal sejarah penyiaran televisi anak negeri ini. Sampai dengan puluhan tahun ke depan TVRI mendominasi udara Indonesia. Tidak dijelaskan apakah saat itu masyarakat Indonesia mendapatkan televisi dengan pembagian gratis atau harus membelinya. Karena tentunya tidak ada artinya siaran televisi tanpa ada yang menyaksikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda bahwa di Indonesia memiliki televisi tidak selamanya gratis. Ada saatnya di mana pemilik peawat televisi harus membayar tarif tertentu kepada pemerintah. Iuran televisi memang tidak lain dan tidak bukan akan digunakan untuk membiayai TVRI, seperti yang anda tahu sampai sekarang TVRI tidak memberikan slot iklan dalam siarannya, setidaknya bukan dengan cara yang ketara jelas. Maka dana untuk operasional selain dari pemerintah juga diambil dari iuran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang iuran televisi masih diterapkan di beberapa negara seperti misalnya, Inggris, Korea Selatan dan Pakistan. Bahkan di Pakistan iuran televisi terintegrasi dengan iuran listrik entah bagaimana sistem yang dipakai. Namun, ternyata iuran televisi di Indonesia banyak ditentang dan akhirnya hari ini TVRI harus mencari sumber dana lain selain iuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya sarapan untuk beberapa orang televisi menjadi bagian rutin yang hampir-hampir tidak bisa ditinggalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ibarat pisau bermata dua, televisi kian hari dituduh sebagai biang keladi menyebarnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;virus &lt;/span&gt;masyarakat bahkan sampai di depan meja makan ketika pagi. Ada kalanya menjadi primadona bahkan alat propaganda penguasa untuk menjaga kekuasaannya, televisi dicaci dan dimaki namun dilain sisi justru semakin dicinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cap "benda mewah" sampai akhirnya sekarang menjadi hal yang umum, bahkan tunawisma-pun bisa memiliki televisi sepanjang bisa mendapatkan sambungan listrik. Sejak lahirnya TVRI sampai sekarang marak stasiun televisi lokal. Dari model penyiaran via antena-antena relay sampai menggunakan jarinngan paket data yang bahkan hanya memerlukan handphone saja untuk menyaksikannya. Televisi sudah sedemikian menyatunya dengan masyarakat. Dari sebuah hiburan yang menghibur dan mendidik sampai sebuah tayangan kekerasan dan semi porno....bahkan full porno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat saya berfikir...masih adakah saat-saat kami dengan naifnya berpose di depan pesawat televisi 21 inci dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;casing &lt;/span&gt;sebesar lemari, berfikir :...&lt;span style="font-style: italic;"&gt;selamat menjadi bagian dari masyarakat modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bangunkan saya bila &lt;span style="font-style: italic;"&gt;televisi&lt;/span&gt; masih senaif itu :)&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link berguna&lt;br /&gt;Asosiasi Televisi Lokal Indonesia &lt;a href="http://www.atvli.com/"&gt;http://www.atvli.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Televisi Republik Indonesia &lt;a href="http://www.tvri.co.id/"&gt;http://www.tvri.co.id/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar biasa....dari &lt;a href="http://pro.corbis.com/"&gt;http://pro.corbis.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-581544828027283014?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/581544828027283014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=581544828027283014&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/581544828027283014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/581544828027283014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/02/kotak-lugu-yang-tidak-lagi-naif.html' title='Kotak lugu yang tidak lagi na&apos;if'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-297302888854436577</id><published>2008-02-27T21:50:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T21:51:08.250+07:00</updated><title type='text'>Fashion by Ziryab : sebuah gaya hidup</title><content type='html'>&lt;a href="http://http//www.saudiaramcoworld.com/issue/200407/images/flight-comp1-LG.jpg"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;center&gt;&lt;img class="alignmiddle" src="http://www.saudiaramcoworld.com/issue/200407/images/flight-comp1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Bila anda suatu saat mendapatkan undangan makan malam pada sebuah acara resmi atau mungkin juga berbau-bau kenegaraan, tentunya anda akan direpotkan dengan tata cara makan yang berbeda dengan umumnya Orang Indonesia. Tata cara makan yang bahkan sampai sangat detil termasuk jenis sendok mana yang digunakan untuk sup dan mana yang untuk nasi atau semacamnya. Dan apakah anda harus menyilangkan sendok dan garpu ketika sudah selesai makan menjadi sangat penting bahkan dianggap tidak sopan bila tidak melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Untuk beberapa perusahaan bahkan mendatangkan ahlinya dari sekolah-sekolah kepribadian untuk mendidik pegawainya mengerti tentang tata cara makan memakan yang di Indonesia sesimpel berjalan kaki namun di belahan dunia lain menjadi sebuah upacara melelahkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Anggapan hampir semua orang bahwa protokoler makan yang beribet itu merupakan asli buah peradaban maju masyarakat barat (eropa) sangat salah besar. Justru, apa yang selama ini kita kenal sebagai kebudayaan barat dari kebiasaan memakan sup sampai tata cara berbusana untuk musim yang tepat bukan datang "asli" dari mereka. Adalah Ziryab satu dari sekian banyak nama muslim yang tercatat dalam sejarah walau dalam tinta yang mengabur menjadi salah seorang yang buah kearifannya masih diterapkan oleh masyarakat dunia terutama orang-orang Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya lebih dikenal sebagai pemusik yang handal mantan budak kemungkinan dari Tanzania dan murid dari pemusik handal pada zamannya &lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Ishaq_al-Mawsili&amp;amp;action=edit" class="new" title="Ishaq al-Mawsili"&gt;Ishaq al-Mawsili&lt;/a&gt;.Bahkan bakat kemampuannya bermusik mencuri perhatian Khalifah Harun Al Rasyid, dalam beberapa artikel, membuat gurunya cemburu dan meminta Ziryab memilih antara dibunuh (dihancurkan karirnya) atau pergi dari Baghdad dengan dibekali uang. Pada akhirnya Ziryab memilih untuk pergi dan takdir membawanya menjadi menteri kebudayaan di Spanyol atau saat itu dikenal dengan Andalusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sanalah apa yang dikenal di dunia barat dan akhirnya sampai ke Indonesia dan negara lainnya mulai dikenal dan bertahan sampai sekarang. Ziryab begitu menyukai seni penyajian makanan sebagaimana dia mencintai musik. Bayangkan bagaimana seorang maestro musik tentunya akan sangat menyukai hal-hal yang indah dan tertata rapih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kedatangan Ziryab tidak pernah dikenal apa yang namanya sopan santun makanan, bahkan semua makanan yang tersedia diletakkan begitu saja di atas meja lantas disantap. Mengingatkan pada kebiasaan makan di rumah saya seadanya, baik dengan lauk seadanya dan keadaan yang juga seadanya, maksudnya mau makan di mana saja di bagian rumah saya dengan cara apapun ya silahkan saja, asal janagan sambil loncat-loncat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Ziryab, saat itu dengan persetujuan raja Andalusia Ziryab menetapkan tata cara makan untuk keluarga kerajaan, (yang saya tidak usah terjemahkan) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lBody" class="pageTemplateBody"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ziryab decreed that palace dinners would be served in courses—that is, according to a fixed sequence, starting with soups or broths, continuing with fish, fowl or meats, and concluding with fruits, sweet desserts and bowls of pistachios and other nuts. This presentation style, unheard of even in Baghdad or Damascus, steadily gained in popularity, spreading through the upper and merchant classes, then among Christians and Jews, and even to the peasantry. Eventually the custom became the rule throughout Europe. The English expression “from soup to nuts,” indicating a lavish, multi-course meal, can be traced back to Ziryab’s innovations at the Andalusi table.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lBody" class="pageTemplateBody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lBody" class="pageTemplateBody"&gt;Tidak hanya sampai di situ Ziryab juga menciptakan gaya pakaian yang elegan untuk empat musim di Eropa. Bayangkan, bahkan sebelum Paris dikenal sebagai pusat mode dunia, Ziryab sudah melakukan terobosan langkah awal dalam perkembangan dunia mode. Pada musim semi para wnaita disarankan memaki busana warna terang berbahan kapas. Namun pada musim panas pakaian berwarna putih berbahan sutra menjadi pilihan. Dan saat musim dingin mode yang dianjurkan adalah pakaian panjang bahan berbulu (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Taste of Turkish Fashion&lt;/span&gt;, Majalah Azzikra, 2007, Vol 3 No 23,  Hal 82-85)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lBody" class="pageTemplateBody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lBody" class="pageTemplateBody"&gt;Mungkin bisa dikatakan Ziryab adalah pria metroseksual di zamannya. Dia mengenalkan kebiasaan bercukur (dengan gaya) di antara pria-pria saat itu dan menciptakan model baru gaya potongan rambut pria. Sebelumnya para bangsawan dan ilmuwan mencuci pakaian mereka dengan air mawar. Untuk meningkatkan proses pembersihan binatu Ziryab menambahkan garam dalam mencuci baju.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lBody" class="pageTemplateBody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lBody" class="pageTemplateBody"&gt;Saat itu banyak orang Eropa yang belajar menuntut ilmu di Andalusia dan ketika mereka pulang kembali maka selain ilmu yang dipelajari juga gaya hidup Orang Islam di Andalusia yang dikembangkan oleh Ziryab tak urung terbawa juga dan pada akhirnya menjadi &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;salah satu&lt;/span&gt; bagian dari budaya barat seperti yang kita kenal sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lBody" class="pageTemplateBody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lBody" class="pageTemplateBody"&gt;Sumber lebih lengkap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lBody" class="pageTemplateBody"&gt;&lt;a href="http://www.saudiaramcoworld.com/issue/200407/flight.of.the.blackbird-.compilation..htm"&gt;Flight of the Blackbird&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lBody" class="pageTemplateBody"&gt;&lt;a href="http://www.saudiaramcoworld.com/issue/200407/default.htm"&gt;The Andalus&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lBody" class="pageTemplateBody"&gt;The Andalus is a compilation from Saudi Aramco World about Muslim Spain&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-297302888854436577?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/297302888854436577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=297302888854436577&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/297302888854436577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/297302888854436577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/02/fashion-by-ziryab-sebuah-gaya-hidup.html' title='Fashion by Ziryab : sebuah gaya hidup'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-1673083790410933404</id><published>2008-02-27T21:49:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T21:50:19.663+07:00</updated><title type='text'>Filosofi Sebuah Status...YM</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;center&gt;&lt;img class="alignmiddle" src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/16/72/83/16728340/42-16728340.jpg" border="0" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari ini saya baru menyadari sebuah nasehat yang pernah meluncur dari seorang ustadzah. Katanya "hidayah itu ada di mana-mana hanya saja kadang manusia terlalu sombong untuk menerimanya", banyak faktor memang bagaimana seseorang mendapatkan hidayah ada dengan cara yang rumit dan berliku-luku bahkan nyawa menjadi taruhannya, ada juga yang semudah menjetikkan jari tiba-tiba tertimpa hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tembok terbesar yang memisahkan hidayah dengan manusia adalah kesombongan. Yah, mereasa lebih, tepatnya entah merasa lebih pintar, lebih kaya secara materi, lebih tua....bahkan lebih besar badannya. Sejatinya sombong memang mutlak milik Allah SWT tidak ada hak bagi mahluk ciptaannya ini yang disebut manusia untuk sombong, namun ntah kenapa kesembongan sepertinya lebih lengket dari permen karet di hati manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi pagi saya baru saja sadar, ini bukan tentang kesombongan, ternyata buat saya yang hampir setengah dari harinya dihabiskan di depan komputer selama ini selalu di bayangi-bayangi sebuah permata yang luar biasa. Bukan harta atau emas namun nasehat dan masukan-masukan yang luar biasa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"75% mencapai tujuan adalah karena proses yang tidak bertahap" atau "put your goals high, and never stop until you get there" menurut anda dari buku manajemen mana saya mengutip kalimat tersebut? anda salah bila percaya itu saya ambil dari buku-buku tebal. Kalimat di atas saya kopas dari setatus YM seorang teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yak, permata yang saya maksud dalam dua paragraf di atas adalah status YM, percaya atau tidak ada saja kalimat-kalimat "dalem" atau nasehat-nasehat bahkan doa'a di dalamnya, ya seperti ini misalnya.... "Ya, Allah bukakanlah takdir baikku dan jauhkanlah takdir burukku.." dan ini "Ya Allah....Ya Rohman...Ya Rahim...kabulkanlah permintaan hamba-hambaMu ya Allah...amin" setalah membacanya saya memang cuman bisa bilang...amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak semua mengandung kalimat "dalem"...yah namanya juga YM ada saja manusia-manusia "radikal bebas" yang memberikan status YM terserah mereka namun hampir bisa dipastikan kalau tidak menggambarkan suasana hatinya paling tidak situasi yang sedang mereka alami....daaaan tentunya hampir bisa ditebak, apa profesi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba tebak profesi pemilik status ini "Coding" Nggak pusing...nggak nyeni"...yak betul dia org IT, bagaimana dengan mood orang ini pasti lagi puyeng begitu juga dengan kawan saya yang berstatus "Byk dead line hiiiksss ;-(" (maksudnya :banyak deadline) apalagi bekas teman kuliah saya yang berprofesi sebagai wartawan berstatus "inetna erororjring, erororjring, erororjring!" puyengnya lebih-lebih sepertinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya bisa langsung menebak bahwa salah seorang teman saya baru saja membaca Laskar Pelangi ketika YMnya bersatus "Sure lof, it's Edensor..." ah basi Kang...ke mana aza kok baru baca sekarang hehehe. Teman saya yang baru saja melepaskan status lajangnya beberapa minggu lalu memasang status di YMnya "All that I am, all that I ever was, is here in your perfect eyes, they're all I can see" walaupun saya tidak begitu mengerti namun tetap saja gimana yah...datang dari pengantin anyar gitu looo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang status YM hanya menjadi ajang lucu-lucuan yang membat pembacanya tersenyum simpul walau seringnya bersifat personal dan yang kenal saja yang dapat mengertinya "I don't like pink" tidak lucu memang namun buat saya yang baru saja membicarakan warna rumah sekitar pemilik status YM tersebut yang berwarna pink membuat saya tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari semuanya....pemenang status YM dalam firendlist saya hari ini datang dari teman SMA saya dengan status andalannya yaitu..."zzz zzzzz zzz"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa status YM anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Gambar dari &lt;a href="http://pro.corbis.com/"&gt;http://pro.corbis.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua status yang saya kutip di atas adalah sepenuhnya milik teman-teman saya di YM. Segala mengkopian dan peniruan harus dengan izin yang bersangkutan :)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-1673083790410933404?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/1673083790410933404/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=1673083790410933404&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/1673083790410933404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/1673083790410933404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/02/filosofi-sebuah-statusym.html' title='Filosofi Sebuah Status...YM'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-4529828655479845589</id><published>2008-02-27T21:48:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T21:49:39.266+07:00</updated><title type='text'>Thomas Crown Wannabe?...pikir lagi!</title><content type='html'>&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/BIGBOS%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/BIGBOS%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-3.jpg" alt="" /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img style="width: 169px; height: 113px;" class="alignleft" src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/17/74/77/17747798/42-17747798.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img style="width: 167px; height: 113px;" class="alignleft" src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/17/74/78/17747859/42-17747859.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Barang antik saja harganya bisa selangit, apalagi benda purbakala. Maka tak mengherankan bila benda-benda kuno warisan sejarah ini menjadi sasaran maling untuk didagangkan. Itulah yang kerap terjadi selama ini. Pencurian dan pemalsuan lima arca di Museum Radya Pustaka, Solo, Jawa Tengah, jelas bukanlah cerita baru.&lt;/span&gt;(&lt;b&gt;Taufik Alwie&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; "&lt;/span&gt;Laporan Khusus&lt;b&gt;"&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;Gatra&lt;/i&gt; Nomor 3 Beredar Kamis, 29 November 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencuri-pencuri berkeliaran disekitar kita, ada berbagai macam pencurian dari pencuri ayam sampai pencuri kayu-kayu di belantara hutan Pulau Kalimantan. Dari mencuri demi alasan klasik yaitu duit sampai dengan karena gangguan psikologis yang sering dikenal dengan kleptomania. Berbagai julukanpun mewarnai aksi satu ini dari pencopet, maling, sampai dengan perampokan bahkan koruptor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak aksi yang dilakukan oleh pencoleng dan barang-barang yang menjadi tujuan pencuriannya. Ada satu jenis pencurian yang agak lebih dianggap bermartabat dibanding pencuri kelas teri macam copet-copet dalam metromini yang memanfaatkan padatnya penumpang. Dan mereka biasanyan dikenal karena barang yang dicuri bukan benda remeh yang semua orang dapat melakukakannya namun sebuah benda yang dijaga oleh teknologi canggih dan pengamanan berlapis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah pencurian benda seni yang saya maksud, yah paling tidak dalam dunia Hollywood pencoleng jenis satu ini biasanya digambarkan dengan orang-orang yang berpendidikan tinggi, paling tidak berpengalaman dalam dunia coleng-mencoleng benda seni faham bagaimana menghindari alarm dan penjagaan yang sangat ketat...bahkan kerap kali digambarkan berwajah rupawan bak James Bond....tentu tidak lupa dengan pasangan-pasangan mereka juga tidak kalah dari Bond Girl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang sedang dalam proses pembuatan sekuelnya adalah The Thomas Crown Affair. Film yang dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;remake&lt;/span&gt; tahun 1999 dibintangi oleh&lt;span style="font-size:-1;"&gt; Pierce Brosnan dan Rene Russo menceritakan tentang bujang konglomerat playboy yang hobi mengutil benda-benda seni berharga hanya untuk kesenangan belaka. Lalu ingatkah anda dengan film Entrapment juga mengenai pencoleng-pencoleng canggih yang salah satu adegannya diambil di atas menara kembar Kuala Lumpur. Kedua film di atas memberi gambaran pada kita penontonya bahwa menjadi pencoleng kelas wahid dengan kreatifitas yang luar biasa dalam meraih tujuannya adalah sebuah pekerjaan yang...yaaah ga jelek jelek amatlah minimal kalo tidak dapat duit ya wanita cantik di sisi anda...atau bahkan kedua-duanya,&lt;/span&gt;...hmm membuat anda berfikir untuk banting setir karir kan, &lt;span style="font-size:-1;"&gt; namun apa benar begitu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mungkin di Indonesia, bagi Thomas Crown mencuri benda seni kehilangan maknanya karena di sini mencuri benda seni semudah memasukkan gajah kedalam kulkas, ya tinggal buka pintu kulkas lalu masukkan dan tutup kembali kan...semudah itu memang, bila anda "tahu" caranya. Contohnya pencurian benda seni di Museum Solo yang heboh beberapa bulan lalu, ternyata cukup dengan bekerjsama dengan orang dalam maka...&lt;span style="font-style: italic;"&gt;viola&lt;/span&gt; arca-arca antik berusia ratusan tahun dapat berpindah ke halaman rumah anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;Mencuri benda seni di Indonesia memang tidak sesulit bila sudah sampai ketangan pembelinya yang notabene adalah para pecinta seni. Tentunya mereka lebih menghargai benda-benda tersebut dengan penjagaan yang lebih ketat ketimbang ketika masih tergeletak di tempat asalnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Seperti yang saya kutip dari Majalah Gatra "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;araknya pencurian arca di kawasan Dieng, ya, karena longgarnya pengawasan. Begitu banyaknya situs candi --kini 225 situs-- tak diimbangi dengan jumlah petugas pengamanan. Dari seluruh situs di Jawa Tengah itu, tak sampai separuhnya yang dilengkapi penjaga. Itu pun tak sebanding dengan luas kawasan situs yang harus dijaga&lt;/span&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin satu-satunya pencurian benda berharga yang lumayan dramatis pernah dicatat pada 1963,ketika emas dan permata koleksi Museum Nasional digasak perampok bernama Kusni Kasdut. Nasib Kusni Kasdut sendiri tidak seindah Thomas Crown karena tertangkap dan divonis hukuman mati oleh pemerintahan Soekarno setelah pernah mencoba lari dari Nusakambangan. Namun bukan berarti setelah matinya Kusni Kasdut Museum Nasional menjadi aman karena setelah kejadian tersebut sempat mengalami kehilangan seperti koleksi uang logam pada 1979,beberapa koleksi keramik senilai Rp. 1,5 milyar tahun 1987, dan pada 1996 pencurian lukisan yang akhirnya bisa ditemukan kembali di Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironi memang, tapi apbolbu (maksudnya Apa Boleh Buat) mungkin penghargaan kita terhadap benda-benda peninggalan sejarah yang bernilai tinggi masih sangat minim karena masih sibuk memikirkan harga minyak dunia yang hampir-hampir saja nembus 100 dollar. Mungkin Buat kita hilangnya benda penting bersejarah baru "terasa penting" bila sudah sampai di Balai Lelang Christie's. Termasuk juga lagu Rasa Sayange yang baru deh sekian ratus juta rakyat Indonesia merasa memiliki setelah diaku-aku Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, masih berminat menjadi pencuri gaya Thomas Crown di Indonesia? sebaiknya pikir lagi deh ngapain susah-susah amat....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Baca Juga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://www.gatra.com/versi_cetak.php?id=110040"&gt;http://www.gatra.com/versi_cetak.php?id=110040&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://kotatua.blogspot.com/2006/08/museum-nasional.html"&gt;http://kotatua.blogspot.com/2006/08/museum-nasional.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;uppss, hampir lupa....foto dari &lt;a rel="nofollow" href="http://pro.corbis.com/"&gt;http://pro.corbis.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-4529828655479845589?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/4529828655479845589/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=4529828655479845589&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/4529828655479845589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/4529828655479845589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/02/thomas-crown-wannabepikir-lagi.html' title='Thomas Crown Wannabe?...pikir lagi!'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-3430334863250672852</id><published>2008-02-27T21:47:00.001+07:00</published><updated>2008-02-27T21:47:40.736+07:00</updated><title type='text'>Meja Cinta Kita....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;      &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img style="width: 163px; height: 109px;" class="alignleft" src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/15/58/46/15584625/42-15584625.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img style="width: 164px; height: 109px;" class="alignleft" src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/19/05/35/19053552/42-19053552.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img style="width: 165px; height: 109px;" class="alignleft" src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/17/71/83/17718309/42-17718309.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ribuan macam jenis meja makan dari yang paling sederhana sampai yang paling mewah. Meja makan yang terbuat dari kayu dengan model yang sederhana sampai dengan model klasik berukir indah. Namun hanya ada satu meja makan yang paling berharga....yang di atasnya sebuah keluarga selalu makan bersama-sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan ketika saya kecil sampai menikah meja makan selalu ada di rumah orang tua saya. Sampai saya SD meja makan memang benar-benar berfungsi sebagaimana semestinya...ya sebagai tempat makan. Tetapi tidak hanya itu saja, meja makan seperti juga kebanyakan keluarga lainnya sering kali menjadi tempat di mana kami sekeluarga bertukar cerita paling tidak sampai tingkat akhir SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari SD tiba-tiba makan di meja makan bersama keluarga rasanya tidak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cool&lt;/span&gt; lagi. Rasanya gak gaul dan ketinggalan jaman sekali bila harus bercerita bermacam-macam keluh kesah dengan keluarga karena waktu itu saya merasa duduk di bangku SMP berarti saatnya menunjukkan sebuah individu yang mandiri dan sudah (semi) dewasa. Dan salah satu caranya dengan melepaskan diri dari ikatan kekeluargaan ...yah tidak sedahsyat itu sih tapi paling tidak saat itu menghindar dari makan bersama keluarga adalah sebuah prestasi bagi individu yang mandiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya meja makan yang sedianya berfungsi sebagai tempat makan lama kelamaan menjadi tempat apa saja. Dari buku sampai bahan jahitan yang belum terselesaikan sampai tas sekolah dan kain saruang yang disemperkan pada kursinya. Meja makan kami sejak itu menjadi semacam kantung doraemon yang menyimpan segalanya kecuali sepotong keakraban yang entah telah hilang ke mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak berkeluarga meja makan menjadi salah satu mimpi saya selain kamera Nikon D300 (d200 juga boleh) sebuah mobil, naek haji, naekin haji orang tua, keliling dunia , hunting foto di Istambul.yaq amyun ternyata banyuaaak amat yang keinginan manusia (saya) ini. Ok deh, sebaiknyan fokus di meja makan saja dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah orang tua saya memang cukup besar untuk memuat meja makan namun karena saya saat ini tinggal di kontrakan kecil nan mungil maka meja makan sepertinya tidak akan muat bila berada di dalamnya. Memang sih saya dan isteri sedang berusaha melunasi sebuah rumah di Depok, namun bila melihat dari ukurannya yang hanya tipe 39 maka saya cuman garuk-garuk kepala membayangkan akan ditaruh di mana bila memiliki meja makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa-rasanya, memang harus melupakan mimpi tentang meja makan ini, karena toh seperti jalan fikir saya ketika SMP dulu yang namanya makan bisa di mana saja bahkan di tengah jalan sekalipun ...itu bila kebal ditabrak mobil. Tapi, saya tidak ingin keluarga yang saya bina ini kehilangan ruh nya...saya ingin dapat bercerita tentang apa saja di atas meja makan dengan keluarga. Ingin mencari rumah yang lebih luas...namun yang sekarang saja masih 9 tahun lagi baru lunas, mungkinkah saya harus menunggu selama itu hanya untuk sebuah meja makan? saya tasa tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat yang kebetulan usia perkawinannya hanya terpaut beberapa bulan menjawab persoalaan saya dengan caranya, menurutnya makan di meja mah tidak usah repot-repot kan bisa makan di meja makan warung padang, makan di meja makan pecel lele dan kadang di meja makan tukang bakso. Namun bila soal komunikasi sambil makan suaminya selalu punya cara untuk dapat makan bersamanya, bahkan di depan TV sambil ngobrol ngalor ngidul.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yah benar juga sih...mungkin bukan meja makannya yang saya cari namun atmosfir keakrabannya, dan hal tersebut bisa didapakan dari mana saja bahkan di depan TV....sedikit melegakan buat saya yang rumahnya masih terlalu sempit untuk dimuati sebuah meja makan impian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kebiasaan di atas meja makan anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============================&lt;br /&gt;Gambar dr &lt;a rel="nofollow" href="http://pro.corbis.com/"&gt;http://pro.corbis.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-3430334863250672852?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/3430334863250672852/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=3430334863250672852&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/3430334863250672852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/3430334863250672852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/02/meja-cinta-kita.html' title='Meja Cinta Kita....'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-6641522575238927939</id><published>2008-02-27T21:46:00.001+07:00</published><updated>2008-02-27T21:46:57.541+07:00</updated><title type='text'>Buku bukan Film, E.S Ito Tahu itu...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://bp0.blogger.com/_QuQF9LcJZdg/Rrg0dh4YWPI/AAAAAAAAAA8/pjDJrLuNVm8/s320/newmeede1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang membedakan antara film dan buku? yang sudah-sudah bila sebuah film diangkat dari novel maka kesan pembacanya tehadap film tersebut hanya menuai kekecewaan, begitu banyak hasil citra imajinasi para pembaca namun hanya ada satu citra imajinasi hasil sebuah film...ya, milik Sang Sutradara sendiri. Sebaliknya, dalam film penonton disajikan citra yang begitu gamblang hingga kadang-kadang apa yang menjadi kejutan dalam bukunya hanya menjadi penampilan biasa saja bagian dari film tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dengan setengah jalan cerita dari "Rahasia Meede : Misteri Harta Karun VOC" setebal 675 halaman saya masih mereka-reka siapa sebenarnya tokoh utama dalam Novel karya kediua E.S Ito ini. Begitu banyak tokoh-tokoh baru bermunculan kadang tautan kisah tiap tokoh terpaut sangat jauh hingga beberapa bab dan nyaris membuat saya lupa akan keberadaannya. Buku memang bukan film, bila dalam film sudah biasa memunculkan banyak tokoh dari bintang utama sampai ratusan figuran, buat saya begitu banyak tokoh dan nama dalam satu buah novel menjadikan hari-hari saya limbung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata di situlah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kelicikan&lt;/span&gt; (atau bisa saya bilang kecerdasan) E.S Ito, memanfaatkan kelemahan buku yang tidak mungkin bisa ditampilkan dalam film. Banyaknya tokoh dan nama ternyata adalah sebuah cabang-cabang dari sebuah pohon yang baru pada bab-bab terakhir terlihat bentuk sempurna-nya....untuk itu saya tidak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;memaafkan&lt;/span&gt; E.S Ito karena sampai dengan sekitar 300-400 halaman dia membuat saya dongkol akan banyaknya tokoh yang muncul dalam novel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rahasia Meede : Misteri Harta Karun VOC" bercerita tentang (menurut saya) keabsurdan Kota Jakarta dari imajinasi E.S Ito. Jakarta buat dia serumit Kota Venesia yang menyimpan jutaan misteri dalam tiap sudutnya bahkan sampai ke dalam tanah menyeruak setiap catatan sejarah. Kisah tentang kepiawaian E.S Ito merangkai setiap simpul-simpul sejarah Indonesia. Lebih spesifik tentunya tentang sejarah kolonialisme, VOC dan Batavia atau Jakarta menjadi sebuah kisah utuh dengan emas peninggalan VOC menjadi benang merahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.S Ito memang penggila sejarah namun bukan berarti dalam "Rahasia Meede : Misteri Harta Karun VOC" anda harus tidur ketika halaman pertama dibuka. Pengetahuannya akan meramu sejarah dalam novelnya untuk dicerna oleh penikmat novel fiksi sejarah sungguh luar biasa. Hampir-hampir saya menjulukinya dengan "Maniak Sejarah" kalau saja dalam ucapan terimakasih novel tersebut E.S Ito tidak menyebut sebuah nama yang sangat  familiar buat saya....Agung Pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alumni Fak Sastra Univ. Indonesia Jurusan Sejarah angkatan 1992, Agung Pribadi untuk banyak orang termasuk saya tidak lagi diragukan kepiawaiannya dalam Sejarah Indonesia. Oleh karena itu cukupklah saya sebut E.S Ito sebagai Penggila Sejarah, karena dibutuhkan Agung Pribadi ditambah E.S Ito dalam seseorang untuk disebut Maniak Sejarah Indonesia :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Dalam "Rahasia Meede : Misteri Harta Karun VOC" seakan-akan kita dipaksa melihat sisi lain dari sejarah Indonesia yang telah merasuk dalam kepala kita selama ini. Bagaimana dia merangkai fakta-fakta sejarah yang buat kebanyakan orang adalah potongan-potongan terpisah, menjadi sebuah mozaik indah berwarna-warni keemasan. Dimulai dari terbentuknya VOC sampai dengan bayangan kelam reformasi yang tidak seindah harapan kebanyakan penghuni Negara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping ketakjuban saya akan "Rahasia Meede : Misteri Harta Karun VOC" ada beberapa catatan kecil yang mengganjal.  Salah satunya adalah kerangka yang ditemukan oleh tiga orang peneliti Belanda dalam terowongan di bawah Kota Jakarta, mereka berdebat tentang siapa sebenarnya identitas kerangka tersebut semasa hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya tidak ada satupun dari tiga peneliti Belanda tersebut yang berinisiatif memeriksa kantong kerangka tersebut apa susahnya sih mencari dompet dan melihat dalamnya, kecuali bila kerangka tersebut tidak berpakaian alias telanjang, namun bila memang telanjang harusnya E.S Ito tidak luput menyebutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa saya meributkan soal kerangka tersebut, karena di akhir cerita ternyata keberadaan kerangka dalam terowongan tersebut menjadi kunci terbongkarnya salah satu tokoh jahat dalam "Rahasia Meede : Misteri Harta Karun VOC".&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, mengenai Attar Malaka salah satu tokoh utama novel ini, untuk kebanyakan orang mungkin tidak begitu penting namun untuk saya yang alumni Jurusan Ilm Perpustakaan akan sedikit geleng-geleng kepala. Karena Attar disebutkan lulusan Jurusan Ilm Perpustakaan yang pernah bekerja di Arsip Nasional. Itulah, biasanya yang bekerja di Arsip Nasional bukan dari Jurusan Ilmu Perpustakaan namun dari Jurusan Kearsipan, mungkin kami memang berada dalam satu fakultas bahkan dosen-dosennyapun hampir-hampir tidak berbeda, namun Kearsipan dan Perpustakaan adalah dua hal yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada hubungannya dengan paragraf di atas, apabila anda terkagum-kagum dengan Kalek (juga nama seorang tokoh) akan pengetahuan sejarahnya. Maka saya tidak akan heran....alumni "Jurusan Ilmu Perpustakaan" gitu loooo dari mana lagi akses informasinya yang hampir-hampir seperti perpustakaan berjalan dia dapat kalo bukan pustakawan sejati :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya hanya bisa bilang buku ini sangat direkomendasikan untuk anda yang mencintai fiksi sejarah. Mungkin di sana-sini ada kejanggalan kecil yang membuat anda mengernyitkan dahi pecinta kisah detektif ala Sherlock Homes. Namun menurut saya masih bisa dimaafkan karena rasa ingin tahu bagaimana sejarah Indonesia dari sisi E.S Ito diterjemahkan sungguh luar biasa. Membuat anda ingin ikut meneriakkan "Darah untuk darah dan debu akan menutupi kuburan mereka....!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Baca juga review lainnya dari&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://www.kutubuku.com/review/q/rahasia-meede.html"&gt;Kutu Buku.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://qyu.blogspot.com/2007/10/rahasia-meede.html"&gt;Q Reviews&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-6641522575238927939?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/6641522575238927939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=6641522575238927939&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/6641522575238927939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/6641522575238927939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/02/buku-bukan-film-es-ito-tahu-itu.html' title='Buku bukan Film, E.S Ito Tahu itu...'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_QuQF9LcJZdg/Rrg0dh4YWPI/AAAAAAAAAA8/pjDJrLuNVm8/s72-c/newmeede1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-9116991400503063439</id><published>2008-02-27T21:45:00.001+07:00</published><updated>2008-02-27T21:45:53.070+07:00</updated><title type='text'>Mijn huis op "New Land van Thevok"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/38/10"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/6/photos/38/300x300/10/perspektifkanan.jpg?et=Z2EuHEr9p6+89HK7jE0o7g&amp;amp;nmid=51496250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rumahku Rumah Impian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kubangun dengan mimpi - mimpi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(&lt;a rel="nofollow" href="http://duddy_122.blogs.friendster.com/dhoed/2007/01/rumah_impian.html"&gt;avonturir : rumah impian&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau mau puas memang bangun sendiri, Pak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu tetangga baru saya di Depok "setangah mengeluh" ketika rumahnya yang baru kemarin ketika hujan lebat menerpa daerah kami dan mengakibatkan kebocoran di setiap rumah yang ada di perumahan tempat kami tinggal termasuk miliknya yang selama ini tidak pernah bocor, padahal usianya belum setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah baru bocor itu memang biasa apalagi bila dibangun borongan oleh developer, pasti ada kurangnya termasuk ya bocor itu, paling tidak menurut ipar saya yang juga baru beberapa bulan ini menempati rumah barunya di bilangan Bekasi sana walaupun, lucunya (baca: beruntungnya), dia sendiri tidak pernah mengalami kebocoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sebelum akhirnya saya mendapatkan rejeki untuk membeli rumah banyak cerita saya dapatkan tentang kekecewaan konsumen akan pekerjaan developernya. Dari yang tidak sesuai dengan spek awal di atas brosur (misalnya kayu kamper disulap jadi kayu kecapi), kenyataan rumah yang diterima jauh dari bayangan ketika ditawarkan dan melihat rumah yang yang sudah jadi lebih dulu, sampai dengan yang paling parah harus terpaksa pindah karena ternyata perumahan tersebut berdiri di atas tanah sengketa dengan kepemilikan yang tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun baru sekarang saya mengalami sendiri kejengkelan yang sama. Ternyata bukan saya saja, kenalan saya yang juga membeli di perumahan yang sama bahkan sampai hampir-hampir tidak bisa menahan esmosinya di depan pemilik developer tersebut dengan membandingkan rumahnya lebih buruk dari rumah burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, pada akhirnya memang sesuai kesepakatan developer bertanggung jawab untuk membetulkan kejanggalan-kejanggalan rumah kami namun ya begitu deh selain kerjanya lambat dengan alasan utama barang yang dibutuhkan untuk membetulkan belum diberikan oleh kantor-nya juga ternyata terutama dirumah saya, kebocoran di titik yang sama kembali terulang padahal sudah 2-3 kali saya minta betulkan. Untungnya satu yang membuat saya bernafas lebih lega adalah keputusan membangun mushola tepat disamping rumah saya persis. Padahal sebelumnya sudah berbentuk rumah, salut untuk PEMDA Depok yang tegas dalam hal ini :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya sama dengan teman di atas, saya membawa tukang sendiri selain untuk menambah bagian dapur juga nantinya untuk merapihkan kebocoran tersebut...semoga untuk yang terakhir. Karena dana simpanan saya dan isteri terasa semakin mefet saja dan nanti bila sudah rapih kondisi rumah tidak mengecewakan buat penyewanya.... ups, ya memang rumah tersebut akan kami sewakan dahulu karena kami masih tinggal di kalimalang sampai dengan waktu yang tidak bisa ditentukan :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;....aaah rumah konsep minimalis ternyata BUKAN termasuk dana minimal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Mijn Huis op New Land Van Thevook = Rumahku di Tanah Baru Depok :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca juga :&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://www.mediakonsumen.com/Artikel433.html"&gt;http://www.mediakonsumen.com/Artikel433.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://bicararumah.wordpress.com/"&gt;http://bicararumah.wordpress.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://my.opera.com/evolvering/blog/index.dml/tag/minimalis"&gt;http://my.opera.com/evolvering/blog/index.dml/tag/minimalis&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-9116991400503063439?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/9116991400503063439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=9116991400503063439&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/9116991400503063439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/9116991400503063439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/02/mijn-huis-op-new-land-van-thevok.html' title='Mijn huis op &quot;New Land van Thevok&quot;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-816579898973588500</id><published>2008-02-27T21:44:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T21:45:00.153+07:00</updated><title type='text'>Biblioblogosphere : Pustakawan Ngeblog</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img style="width: 122px; height: 162px;" class="alignleft" src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/14/39/58/14395831/90912-167.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pustakawan ngeblog? mungkin untuk kebanyakan orang akan menyangka pustakawan tersebut kurang kerjaan, mengetahui sedikit ini itu tentang dunia internet dan berusia antara 20 sampai 30 tahunan bisa jadi masih baru dalam pekerjaanya&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt; sebagai pustakawan. Mungkin mereka fikir kenapa tidak bekerja seperti pustakawan pada umumnya daripada "iseng" ngeblog.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah benar begitu? Adalah &lt;a rel="nofollow" href="http://meredith.wolfwater.com/wordpress/index.php/about-me/"&gt;Meredith Farakas&lt;/a&gt; seorang pustakawati di kota kecil Vermont, AS dan penulis buku  &lt;em&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://www.amazon.com/Social-Software-Libraries-Collaboration-Communication/dp/157387275X/ref=pd_bbs_sr_1/104-8546428-0635158?ie=UTF8&amp;amp;s=books&amp;amp;qid=1180313303&amp;amp;sr=8-1"&gt;Social Software in Libraries: Building Collaboration, Communication and Community Online&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;. Melakukan sebuah survey tentang pustakawan khususnya di Amerika sana yang kerap kali ditemukan wira-wiri di dunia per-blog-an pertama kali pada tahun 2005 dan dilanjutkan dua tahun kemudian (2007) untuk melihat perkembangan dari apa yang disebut dengan Biblioblogspehere.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ingat apa yang saya kutip di bawah ini adalah hasil survey yang dilakukan di AS sana yang tentunya untuk dunia perpustakaan Indonesia tidak bisa disamakan begitu saja. Tentunya karena perbedaan alam antara Indonesia dan AS. Contohnya saja di sini kita masih berjuang dengan kegagapan-teknologi pada kebanyakan pustakawan, sementara di AS mereka memiliki akses internet 24/7 non stop. Namun tidak apa-apalah untuk memperluas wawasan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil dari survey Farakas menunjukkan bahwa memang benar pustakawan di AS yang ngeblog rata-rata berusia antara 20-30 tahunan dari sekitar 892 blog milik pustakawan. Namun dalam dua tahun belakangan ini ternyata terjadi peningkatan signifikan untuk mereka yang berusia di atas 40 tahun. Namun ternyata, bagi pustakawan yang ngeblog bukan dari mereka yang berkaitan langsung dengan teknologi informasi, namun kebanyakan malah datang dari pustakawan yang bekerja di area referensi (rujukan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena ngeblog bukan hanya mengerti bagaiman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;script script&lt;/span&gt; HTML atau sejenisnya saja namun lebih utama adalah bagaimana selalu mengisi blog milik-nya dengan informasi, dan bagian rujukan memiliki keuntungan dalam hal sumber data. Sisanya dilakukan oleh para pustakawan yang bertugas dalam bagian lain, namun tidak satupun yang mengaku (dalam survey tersebut) sebagai ahli IT perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Sebenarnya bila pustakawan ngeblog apasih isinya? Yah, tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Indonesia, berbagai alasan dari yang sifatnya iseng saja sampai dengan tujuan lebih serius, misalnya memperkenalkan dunia perpustakaan kepada khayalak umum ditemukan dalam survey tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling populer di AS adalah blog mengenai teknologi informasi yang dapat diterapkan di perpustakaan untuk meningkatkan kinerja perpustakaan dalam pelayanan kepada masyarakat. Misalnya untuk pustakawan, tidak juga di AS namun hampir seluruh dunia, mengenal Library Stuff (&lt;a rel="nofollow" href="http://www.librarystuff.net/"&gt;librarystuff.net&lt;/a&gt;), Librarian in Black (&lt;a rel="nofollow" href="http://www.librarianinblack.typepad.com/"&gt;librarianinblack.typepad.com&lt;/a&gt;) dan Walt at Random (&lt;a rel="nofollow" href="http://www.walt.lishost.org/"&gt;walt.lishost.org&lt;/a&gt;) dan &lt;a rel="nofollow" href="http://www.blyberg.net/"&gt;blyberg.net&lt;/a&gt; yang mengulas tentang teknologi perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pustakawan di Indonesia, menurut saya lebih tepat dengan apa yang Farakas gambarkan dengan 64% pustakawan di AS yaitu mencampuradukkan antara kehidupan sehari-hari mereka dengan pekerjaannya sebagai pustakawan. Tentu saja pemilik blog tersebut menyebut blog mereka lebih bersifat personal ketimbang profesional, walaupun kadang sekali dua kali mereka menelurkan artikel atau tulisan tentang perpustakaan yang sebenarnya dapat dipertimbangkan menjadi artikel ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa mereka ngeblog? survey Farakas menyebutkan bahwa hampir seluruh pustakawan blogger di AS (&lt;span&gt;69%) &lt;/span&gt;ngeblog karena mereka ingin membagi ide-ide kepada orang lain. Alasan paling populer lainnya adalah karena ingin membangun dan tergabung dalam sebuah komunitas&lt;span&gt; (38%), kontibusi kepada profesinya sebagai pustakawan (23.2%) dan turba ke pemakai pustakawan &lt;/span&gt;&lt;span&gt; di luar gedung perpustakaan &lt;/span&gt;&lt;span&gt;(23%).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Uniknya di AS&lt;/span&gt; hampir seperempat blogger adalag anonim. Beberapa mungkin karena memiliki atasan yang tidak setuju anak buahnya ngeblog. Lainnya merasa nyaman ngeblog tanpa identitas asli mereka diketahui orang lain. Seperti The Bitter Librarian (&lt;a rel="nofollow" href="http://www.bitterlibrarian.blogspot.com/"&gt;bitterlibrarian.blogspot.com&lt;/a&gt;) dan Tiny Little Librarian (&lt;a rel="nofollow" href="http://www.tinylittlelibrarian.blog-city.com/"&gt;tinylittlelibrarian.blog-city.com&lt;/a&gt;) berisi tentang tindak tanduk pemakai perpustakaan yang kadang terasa sinis, mungkin itu alasan kenapa pemilik blog tersebut tidak ingin diketahui identitasnya&lt;span&gt; &lt;p&gt;Perhatikan tulisan berikut : "If librarians were busy all the time, there wouldn't be so many librarian blogs, now would there? Busy librarians don't have time to blog so much. You can tell those librarians without much to do by the frequency of their blog posts. Show me a librarian who posts every day to two or three blogs, and I'll show you a librarian who's mastered the art of looking busy without working very hard. I'm not making fun; these librarians are to be imitated. Master that art, and your work life will be much improved" dari Annoyed Librarian (&lt;a rel="nofollow" href="http://www.annoyedlibrarian.blogspot.com/"&gt;annoyedlibrarian.blogspot.com&lt;/a&gt;) adalah salah satu alasan kenapa pemiliknya tidak ingin dikenal oleh pustakawan lainnya terutama yang hobi ngeblog.&lt;/p&gt;Begitulah sekelumit survey tentang pustakawan dan blog mereka, tentunya seperti yang saya sebut di atas tidak mungkin sama persis dengan apa yang terjadi di Indonesia karena pelbagai alasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Saya pribadi kenapa ngeblog bukan karena sebagai pustakawan alasannya, namun lebih karena saya suka menulis tentang apa saja. Membuat blog buat saya adalah kesempatan melatih keterampilan mengolah kata-kata, dan tentunya bagaimana pengunjung blog saya berkomentar tentang apa yang ada di dalamnya....membuat saya merasa, apa ya?.... sudah berbagi, mungkin ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Bagaimana menurut anda ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Sumber&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://www.libraryjournal.com/article/CA6510669.html"&gt;http://www.libraryjournal.com/article/CA6510669.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://meredith.wolfwater.com/wordpress/index.php/2007/07/29/2007-survey-of-the-biblioblogosphere/"&gt;http://meredith.wolfwater.com/wordpress/index.php/2007/07/29/2007-survey-of-the-biblioblogosphere/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi dari &lt;a rel="nofollow" href="http://pro.corbis.com/"&gt;http://pro.corbis.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Atas permintaan &lt;a href="http://ugik.multiply.com/"&gt;Ugik&lt;/a&gt; dan bantuan &lt;a href="http://ydawv.multiply.com/%20"&gt;Kang Haris&lt;/a&gt; dalam menemukan daftar tersebut di Milis, berikut daftar pustakawan (alumni UI) yang suka ngeblog. Maaf tidak update lagi yak :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjamurnya wabah Ngempi tak urung menjangkiti juga beberapa alumni dan masiwa JIP. Di bawah ini beberapa yang saya tahu alumni JIPUI yang hobi ngempi termasuk di dalamnya ada salah seorang dosen yang cukup terkenal di Depok. Tak dinyata ternayata tulisan2 teman2 alumni JIP bagus-bagus dan menarik untuk disimak. Antara lain adalah.....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ahamd Fauzan (JIP93) -&gt; &lt;a href="http://ozzan.multiply.com/"&gt;http://ozzan.multiply.com/&lt;/a&gt; (juga punya &lt;a rel="nofollow" href="http://rumahozzan.blogspot.com/"&gt;http://rumahozzan.blogspot.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aning Susilo (JIP97) -&gt; &lt;a href="http://wortel2.multiply.com/"&gt;http://wortel2.multiply.com/&lt;/a&gt; (Susilo diambil dari nama Suaminya, jadi mungkin utk bbrp yang kenal semasa kuliah hanya kenal dengan Aning)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo Budhi Utomo(JIP89) -&gt; &lt;a href="http://aryodonk.multiply.com/"&gt;http://aryodonk.multiply.com/&lt;/a&gt; (lagi hobi nulis sebagai bikers, kisah terakhir tentang Asep (JIP90) yang disiram aer seember)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo (JIP98) -&gt; &lt;a href="http://aioaio.multiply.com/"&gt;http://aioaio.multiply.com/&lt;/a&gt; (his story is remain unknown)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badra Wibowo (dosen ngetop yang saya maksud di atas) -&gt; &lt;a href="http://ibliskecil.multiply.com/"&gt;http://ibliskecil.multiply.com/&lt;/a&gt; (Hobinya nulis pendek-pendek ttg keseharaiannya sebagai dosen dan ibu rumah tangga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagus (JIP92) -&gt; &lt;a href="http://larassejati.multiply.com/"&gt;http://larassejati.multiply.com/&lt;/a&gt; (Foto-Foto gunungnya keren sekali)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debby Pepin (JIP91) -&gt; &lt;a href="http://debbypepin.multiply.com/"&gt;http://debbypepin.multiply.com/&lt;/a&gt; (Psikolog yang Mustakawan, atau Pustakawan yang Mesikolog ;) )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dini (JIP96) -&gt; &lt;a href="http://ndamaskimi.multiply.com/"&gt;http://ndamaskimi.multiply.com/&lt;/a&gt; (her story is remain unknown)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wicak (JIP91) -&gt; &lt;a href="http://gloriamadea.multiply.com/"&gt;http://gloriamadea.multiply.com/&lt;/a&gt; (Sebenarnya ini MP tentang Wicak dan keluaranya, namun minim kisah ttg Wicak pribada secara yang rutin ngapdate MP adalah isterinya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haris (JIP89?) -&gt; &lt;a href="http://ydawv.multiply.com/"&gt;http://ydawv.multiply.com/&lt;/a&gt; (Masih dalam proses peralihan...begitu kata keterangan MP-nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendro (JIP92) -&gt; &lt;a href="http://hendrowicaksono.multiply.com/"&gt;http://hendrowicaksono.multiply.com/&lt;/a&gt; (seperti biasa, ga jauh-jauh dr IT dah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah (JIP96) -&gt; &lt;a href="http://indahebelle.multiply.com/"&gt;http://indahebelle.multiply.com/&lt;/a&gt; (bersuamikan fotografer)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman(JIp94) -&gt; &lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/"&gt;http://abhicom2001.multiply.com&lt;/a&gt; (Nah ini MP saya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irni Yuslianti JIP94) -&gt; &lt;a href="http://irni.multiply.com/"&gt;http://irni.multiply.com/&lt;/a&gt; (maaf, MP ini jarang banget diupdate walau pemiliknya sering maen ke MP saya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ipung (Jip96) -&gt; &lt;a href="http://seeipung.multiply.com/"&gt;http://seeipung.multiply.com/&lt;/a&gt; (cuba perhatikan galeri fotonya yang bertajuk IPUNG n FRIENDS....:D )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leli (JIP94) -&gt; &lt;a href="http://laely.multiply.com/"&gt;http://laely.multiply.com/&lt;/a&gt; (MPnya masih asli 100%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luluk (JIP94) -&gt; &lt;a href="http://triwulandari.multiply.com/"&gt;http://triwulandari.multiply.com/&lt;/a&gt; (sama nasibnya dengan MP-nya Irni)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nini (JIP96) -&gt; &lt;a href="http://pusyink.multiply.com/"&gt;http://pusyink.multiply.com/&lt;/a&gt; (Ga pernah lagi ngapdet MP-nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nona (JIP94) -&gt; &lt;a href="http://diarinona.multiply.com/"&gt;http://diarinona.multiply.com/&lt;/a&gt; (Nona satu ini habis nangkap basah pencuri buku loh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oki (JIP96) -&gt; &lt;a href="http://obi1thejedi.multiply.com/"&gt;http://obi1thejedi.multiply.com/&lt;/a&gt; (Yang ga pernah maen ke MP saya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pu'u (JIP99) -&gt; &lt;a href="http://metafora.multiply.com/"&gt;http://metafora.multiply.com/&lt;/a&gt; (Baru aza walimah (menikah) minggu lalu jadi maaf aza MP-nya lagi krg ter update)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ira (JIP97) -&gt; &lt;a href="http://prajuritkecil.multiply.com/"&gt;http://prajuritkecil.multiply.com/&lt;/a&gt; (Bagaimana menjadi Ibu dan Tim Suksesi Adang?, baca aza MP-nya Ira)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dian (JIP93) -&gt; &lt;a href="http://deeyand.multiply.com/"&gt;http://deeyand.multiply.com/&lt;/a&gt; (Penggila kucing sekaligus redaktur salah satu majalah remaja di Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riesza (JIP93) -&gt; &lt;a href="http://riesza.multiply.com/"&gt;http://riesza.multiply.com/&lt;/a&gt; (Penggemar jalan-jalan lihat saja foto-foto travelnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uci (JIP94) -&gt; &lt;a href="http://utski.multiply.com/h"&gt;http://utski.multiply.com/h&lt;/a&gt; (ibu rumah tangga bersuamikan pria warga negara India dan tingga di ngeri kare tersebut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiwit (Jip96) -&gt; &lt;a href="http://wietski.multiply.com/"&gt;http://wietski.multiply.com/&lt;/a&gt; (Sedang getol cari s2 perpustakaan di LN juga penggemar berat anak (baru) satu2nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Windi (Jip96) -&gt; &lt;a href="http://windiaja.multiply.com/"&gt;http://windiaja.multiply.com/&lt;/a&gt; (Sama seperti sahabatnya di atas juga penggemar berat anak (baru) satu2nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiwit (JIP94) -&gt; &lt;a href="http://wiwits.multiply.com/"&gt;http://wiwits.multiply.com/&lt;/a&gt; (Sejak anak ke 2nya lahir dan keluar dari kantornya untuk menjadi full timer mother, agak jarang ngapdet MP-nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yola (JIP99?) -&gt; &lt;a href="http://saieu.multiply.com/"&gt;http://saieu.multiply.com/&lt;/a&gt; (salah satu dari banyak ber pasangan dengan sesama JIP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yayan (Jip96) -&gt; &lt;a href="http://yayancihuy.multiply.com/"&gt;http://yayancihuy.multiply.com/&lt;/a&gt; (lagi bertugas di Aceh, rada-rada narsis sih foto2nya hehehe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian....bila ada lagi tambahan saya dengan terbuka menerimanya :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-816579898973588500?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/816579898973588500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=816579898973588500&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/816579898973588500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/816579898973588500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/02/biblioblogosphere-pustakawan-ngeblog.html' title='Biblioblogosphere : Pustakawan Ngeblog'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-1377868116224281776</id><published>2008-02-27T21:41:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T21:42:35.839+07:00</updated><title type='text'>Berapa "rupiah" Nilai Perpustakaan Anda?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan, sampai sekarang masih dikenal sebagai non profit alias tidak mencari untung. Bilapun perpustakaan mengambil beberapa rupiah dari anggota dan pengunjungnya maka nominal yang didapatkan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan lembaga pemilik perpustakaan tersebut dalam membangunnya hingga menjadi layak pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang, keadaan seperti itu membuat penghargaan pengunjung perpustakaan berkurang dan memperlakukan koleksi di dalamnya dengan semena-mena tanpa menyadari harga koleksi tersebut sebenarnya. Mungkin salah satu solusinya agar pengunjung menghargai apa yang ada di dalam perpustakaan adalah dengan memajang nilai nominal perpustakaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan...bukan bujet tahunan yang saya maksud, namun nilai dari "content" perpustakaan yang bersangkutan. Misalnya, berapa rupiah nilai nominal dihitung dari perputaran sirkulasi koleksi perpustakaan, nilai rupiah dari banyak dikitnya pengunjung perpustakaan bahkan lamanya durasi yang dihabiskan oleh pustakawan untuk melayani pemakai perpustakaan....bayangkan itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menemukan sebuah tool sederhana oleh "The Chelmsford (MA) Library" yang cukup menarik. Di sini anda bisa menemukan berapa itungan kasar berapa sebenarnya nominal perpustakaan. Sebut saja, sebuah perpustakaan kecil dengan koleksi 6000 buku 50-an judul majalah, 100 Audio Visual dan tanpa pelayanan khusus. Maka nilai perpustakaan tersebut adalah ...US$ 75958.45 dikali Rp. 9000 = Rp. 683.626.050 atau enam ratus delapan puluh tiga juta enam ratus dua puluh enam ribu lima puluh rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ditutup....... !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin menghitung sendiri nilai perpustakaan anda? klik saja url di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://www.chelmsfordlibrary.org/library_info/calculator.html"&gt;http://www.chelmsfordlibrary.org/library_info/calculator.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://pro.corbis.com/"&gt;http://pro.corbis.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-1377868116224281776?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/1377868116224281776/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=1377868116224281776&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/1377868116224281776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/1377868116224281776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/02/berapa-rupiah-nilai-perpustakaan-anda.html' title='Berapa &quot;rupiah&quot; Nilai Perpustakaan Anda?'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-8474225234988190528</id><published>2008-02-27T21:36:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T21:37:11.857+07:00</updated><title type='text'>Tank Uzur Seusia Bapak Teman saya....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://www.fas.org/man/dod-101/sys/land/row/btr50pk2.gif" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tenggelamnya Tank Amphibi TNI AL pada latihan perang yang diadakan minggu lalu dan menewaskan 6 orang awaknya membuat saya bertanya-tanya, kenapa kendaraan perang yang dibuat pada tahun 1962 masih saja digunakan bahkan menjadi ujung tombak kendaraan tempur marinir, ya kenapa? kurang danakah? atau tidakkah pilihan kendaraan amfibi lainnya yang diproduksi dengan tahun lebih muda? atau tidak mampukah PINDAD ditambah IPTN ditambah TEXMACO membangun sebuah kendaraan tempur semacamnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum akhirnya saya terlanjur menuduh lebih lanjut, saya dipaksa untuk gugling dahulu untuk mengenal kendaraan tempur amfibi ini. Disebut kendaraan amfibi karena kendaraan tempur ini selanjutnya kita sebut tank mampu malalui medan perairan maupun darat, sebuah keuntungan yang luar biasa apalagi dalam keadaan perang. Adalah BTR-50P (Browne Transporter 50 Palawa) jenis tank yang tenggelam 400 meter sebelum bibir Pantai Banongan, Situbondo merupakan pengembangan dari jenis sebelumnya, PT 76 yang dikembangkan sejak tahun 50-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="hitamk"&gt; Tenaga penggerak PT-76 dihasilkan dari mesin diesel 4 silinder jenis V-6 yang berkekuatan 240 tenaga kuda atau 1.800 rpm. Bahan bakar yang dibutuhkan adalah 250 liter solar (HSD) kemudian 60 liter air sebagai pendingin radiator serta menggunakan pelumas mesin jenis DCO.50 sebanyak 45 liter. Ini membuat PT-76 mampu melaju dengan kecepatan hingga 45 km/jam di jalan raya sepanjang 260 km, 30 hingga 35 km/jam di jalan biasa dan 25 km/jam di jalan bergelombang sejauh 210 km.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="hitamk"&gt;Kelebihan PT-76 ini terletak pada kekuatan mesinnya, karena mampu memberikan kemampuan berenang yang baik ke arah muka sebesar 11 km/jam untuk jarak 70 km dengan waktu tempuh 8 jam. Sedang jika bergerak ke belakang, memiliki kecepatan hingga 5 km/jam. Itulah sebabnya mengapa PT-76 dipandang memiliki kualifikasi sebagai tank pendarat amfibi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendaraan amfibi satu ini cukup banyak mengambil peran dalam setiap operasi militer yang digelar oleh TNI Al, dari pembebasan Irian Barat, d&lt;span class="hitamk"&gt;wikora (1964-1965) di perbatasan Indonesia–Malaysia, Operasi Seroja (1975-1979) di Timor Timur sampai Operasi Pemulihan Keamanan Terpadu di Propinsi Nangroe Aceh Darussalam (2002-2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="hitamk"&gt;Tak luput dari gejolak politik di Indonesia, Tank Amphibi buatan Rusia ini juga mengalami beberapa perubahan besar terutama dengan jeroan mesinnya, walaupun kulit luarnya masih seperti seri Rusia namun mesinnya, akibat pemberontakan G30s-PKI yang berpengaruh buruk bagi hubungan Indonesia-Rusia, diganti dengan mesin-mesin buatan Amerika, bahkan meriam yang tadinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;default&lt;/span&gt; rusia kini telah menggunakan meriam buatan Belgia yang di atas kertas meningkatkan performa kendaraan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img style="width: 123px; height: 82px;" class="alignleft" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/fd/AAV-Nsry.jpg/300px-AAV-Nsry.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hitamk"&gt;Sebenarnya selain Rusia, AS juga mengembangkan kendaraan tempur jenis yang sama dikenal dengan seri &lt;/span&gt; AAV-7A1 yang dikembangkan sejak tahun 70-an. Namun kendaraan tempur ini banyak dikritik karena selama perang di Irak paling sering menjadi sasaran empuk pejuang Irak. Rencananya pada 2015 Amerika akan menggantikan kendaraan amfibi ini dengan seri Expeditionary Fighting Vehicle (EFV).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain AS beberapa negara juga mengembankan kendaraan amfibinya sendiri kebanyakan dikembangkan setelah perang dunia ke-dua, saat ini memang yang menonjol adalah tank amphibi buatan Rusia dengan seri terbarunya BMP 3F yang rencananya pada 2007 kemarin TNI memesan 20 buah untuk melengkapi jajaran kendaraan tempurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, bila anda bertanya pada saya kenapa tank amphibi TNI-AL buatan rusia tahun 1962 tersebut bisa tenggelam? maka saya dengan pengetahuan yang sangat cetek ini akan serta merta menyalahkan faktor usia sebagai penyebabnya. Karena boleh saja tank tersebut telah melewati beberapa modifikasi untuk modernisasi, namun kendaraan militer berusia 45 tahun yang ditujukan untuk melewati medan yang cukup berat adalah sebuah masalah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bilapun dana bukan masalah, kenapa tidak kerahkan saja PINDAD ditambah IPTN ditambah Texmaco (dikenal dgn truk militer buatannya berlabel "perkasa") untuk mengembangkan kendaraan sejenis? "Oh ya!!" saya baru ingat, Texmaco kan sudah dipailitkan sedangkan IPTN masih digoyang bekas pegawainya dan PINDAD...walaupun bertambah maju nanum dalam skala yang lebih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ....apakah kita harus berharap pada pandai besi asal Tegal yang terkenal kepiawaiannya meniru barang-barang buatan Luar Negeri dengan merk "Nikisami" ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca Juga :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://beta.tnial.mil.id/cakrad.php3?id=546"&gt;http://beta.tnial.mil.id/cakrad.php3?id=546&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.fas.org/man/dod-101/sys/land/row/btr-50.htm"&gt;http://www.fas.org/man/dod-101/sys/land/row/btr-50.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/BIGBOS%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;a href="http://www.surya.co.id/web/index.php/Umum_-_Politik/Spesifikasi_Tank_Amfibi_BTR-50P_yang_Naas_di_Situbondo_Bisa_Berenang_Mundur_Tapi_Apes_Karena_Kecan.html"&gt;Harian Surya tentang Spek BTR 50P&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Expeditionary_Fighting_Vehicle"&gt;Expeditionary Fighting Vehicle (EFV)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Amphibious_Assault_Vehicle"&gt;Amphibious Assault Vehicle (AAV)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Amphibious_vehicle"&gt;Lebih lengkap tentang kendaraan Amfibi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://alutsista.blogspot.com/2007/12/profil-tank-amfibi-bmp-3f-bagian-i.html"&gt;BMP-3F&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://alutsista.blogspot.com/"&gt;http://alutsista.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-8474225234988190528?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/8474225234988190528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=8474225234988190528&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/8474225234988190528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/8474225234988190528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/02/tank-uzur-seusia-bapak-teman-saya.html' title='Tank Uzur Seusia Bapak Teman saya....'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-8377129178983098769</id><published>2008-02-27T21:35:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T21:36:04.077+07:00</updated><title type='text'>...but time won't give me time</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/17/53/66/17536673/42-17536673.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Saya kira saya akan 17 tahun selamanya!! itu ketika sepuluh tahun lalu saya menginjak bilangan usia 20 tahunan. Dan, minggu ini dua tahun setelah akhirnya saya tersadar 32 tahun telah saya masuki, saya kembali tersentak dan memukul jidat sambil bergumam dalam hati...saya kira saya akan 27 tahun selamanya!!&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pria berusia 30 tahunan, tidak ada yang istimewa semua hanya angka-angka untuk mengukur sesuatu. Ada yang bilang itu adalah indikator kedewasaan, atau mungkin lebih tepatnya ke-tua-an seseorang. Ada juga yang bilang angka-angka itu adalah sebuah hitungan mundur kepada yang pernah disebut Imam al-Ghazali sebagai hal yang paling pasti....kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit berbeda ketika akhirnya saya menjadi 30,...mungkin bisa dibilang saya lebih membiarkan semuanya berjalan dengan apa adanya. Mungkin anda akan menuduh saya lebih pesimis, namun saya lebih suka menyebutnya dengan lebih pasrah. Dalam hal apa saja, yang saya lakukan sekarang adalah memperjuangkan bukan apa yang belum saya miliki, namun apa yang telah saya miliki dan menjadi bahagia dengan nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, bahagia memiliki keluarga kecil dan bagaimana saya tetap bahagia sampai selama mungkin jatah usia saya di atas dunia ini. Bahagia memiliki sebuah rumah mungil walau bocor melulu, dan bagaimana dengan rumah itu saya bisa tetap bahagia sampai selama mungkin. Ya saya telah memiliki pekerjaan yang mungkin buat kebanyakan orang hanya pekerjaan yang membosankan namun saya berusaha dengan pekerjaan yang saya miliki sekarang untuk berbahadia selama mungkin saya sanggup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya saya tidak ingin menambah materi atau apa saja yang saya belum miliki, namun dalam usia 30 tahunan ini saya mulai belajar bahwa terlalu berharap pada sesuatu yang diluar kemampuan lebih sering membuahkan kekecewaan. Jadi saya lebih suka dengan apa yang saya miliki sekarang dan bila ada kelebihan dari adanya yah mungkin menambah ini itu...semampunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wouldn't it be nice to have something more?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yes, indeed&lt;/span&gt;...berkali-kali saya tergoda untuk memiliki lebih dari apa yang saya punya sekarang. Namun perasaan itu bukan seperti yang mungkin beberapa tahun lewat, bukan sebuah keinginan menggebu-gebu. Namun saat ini ketika keinginan itu datang pertimbangan-pertimbangan rasional bermunculan dalam kepala saya mungkin dengan sedikit jalan alternatif untuk meraihnya. Namun ya itu tadi, bila rasa-rasanya keinginan yang di maksud adalah keniscayaan menurut rasional saya maka saya akan belajar untuk melupakannya segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah saya ingin merasakan semangat seperti apa yang pernah meloncat-loncat menggedor-gedor untuk segera meluncur keluar dari dalam dada saya ketika dulu baru lulus kuliah. Ketika dunia seakan akan terbantang luas di depan untuk saya ambil?....saya tidak begitu yakin...dunia saya memang telah berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nverad.multiply.com/"&gt;Vera&lt;/a&gt;, teman SMA saya yang guru itu baru saja tadi pagi berkata dalam pesan YM-nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;vera :bout being thirty? it's just natural, maaaan... unavoidable as a human being&lt;br /&gt;vera :but it's wonderful when you're a cat&lt;br /&gt;Bina Iman: he kenapa?&lt;br /&gt;vera : kebayang gak kucing berumur 30taun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm....kalo saya kucing berusia 30? maka saya pasti sudah cukup makan ikan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------------------------&lt;br /&gt;MP Vera -&gt; &lt;a href="http://nverad.multiply.com/"&gt;http://nverad.multiply.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto dari &lt;a href="http://pro.corbis.com/"&gt;Corbis&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-8377129178983098769?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/8377129178983098769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=8377129178983098769&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/8377129178983098769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/8377129178983098769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/02/but-time-wont-give-me-time.html' title='...but time won&apos;t give me time'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-7866998041449638156</id><published>2008-02-27T21:34:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T21:35:13.375+07:00</updated><title type='text'>Tentang Waktu, Sekali lagi*</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/18/20/35/18203518/42-18203518.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Apa yang akan anda lakukan bila menemukan koran/tabloid yang tertanggal seminggu yang akan datang? Banyak orang akan mengambil keuntungan dengan memanfaatkan informasi di dalamnya, pasti. Entah dengan mencari tahu siapa pemenang pertandingan bola beberapa hari ke depan lalu memasang taruhan sebesar mungkin. Atau, bila anda memiliki blog lalu menyalin ulang artikel-artikel menarik di dalamnya dan mempublishnya dalam blog anda, hingga ketika hari itu benar-benar datang anda dapat mengklaimnya sebagai pelanggaran hak cipta dan menuntut koran tersebut beberapa puluh juta atas nama “blog juga karya cipta”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Dalam beberapa film, biasanya moral berbicara dan kesempatan yang dalam dunia nyata bisa dipastian tidak akan terjadi tersebut dimanfaatkan untuk menolong orang-orang terhindar dari bencana yang akan terjadi di masa depan. Hanya saja bayangkan bila anda mengetahui seminggu sebelum tsunami di Aceh terjadi lalu berusaha memperingati orang-orang di sana. Mungkin ada yang percaya, namun hampir bisa dipastikan kebanyakan orang akan mencap anda dengan “tidak waras”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Mengetahui sedikit informasi tentang masa depan telah menjadi impian banyak orang sejak dahulu kala. Walaupun tentu saja bagi orang yang beriman faham bahwa hal tersebut sunnatullahnya tidak akan mungkin. Keingintahuan manusia akan masa depan yang kelewat batas tersebut sering kali dimanfaatkan oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;you know what&lt;/span&gt; untuk menjadikan pemirsanya semakin gandrung saja akan ramalan-ramalan akan masa depan entah melalui horoscope atau bahkan dukun bermerek paranormal yang jelas-jelas syirik. Padahal tahukan bagaimana para dukun tersebut mendapatkan informasi yang katanya tentang masa depan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang, dan Kami menjaganya dari tiap-tiap syaitan yang terkutuk, kecuali syaitan yang mencuri-curi yang dapat didengar lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang. (QS. Al-Hijr : 16-18)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Namun ayat ini tidak bermakna Allah SWT itu bisa kecurian karena lemah atau lengah. Melainkan bahwa syetan berusaha mencari tahu taqdir yang akan terjadi dengan cara mencuri-curi, yaitu dengan mencuri dengar berita dari langit. Dimana ketetapan itu dibawa oleh para malaikat yang mulia. Dan karena hanya sekedar `nguping` yang tidak sempurna, maka informasinya pun tidak terlalu jelas. Apalagi ditambah dengan seratus kebohongan sebagaimana hadits berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Dari Aisyah ra bahwa beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda,”Para malaikat ketika turun ke awan membacakan urusan-urusan yang telah ditetapkan di langit, datanglah setan mencuri dengar dan disampaikan kepada para dukun dengan membohonginya dengan 100 kebohongan dari diri mereka sendiri. (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Sayapun begitu, bukan….bukan percaya pada ramalan-ramalan berbau syirik. Namun saya begitu ingin tahu kira-kira sejauh mana manusia mampu mengembangkan ilmu pengetahuannya di masa depan. Apa yang bisa dicapai, apakah manusia (khususnya muslimin) pada akhirnya mampu menjawab tantangan Allah SWT dalam Kalamnya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="insertedphoto"&gt;“Yaa Ma'syaral Jinni wal Insi Inis Tatho'tum min Aqthooris Samaawaati wal Ardhi Fnfuduu, laa Tanfuduuna Illa bi Sulthaan” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;“hai jama'ah jin dan manusia jika kamu sanggup menembus penjuru langit dan bumi maka tembuslah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.” (Ar Rahman : 33)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Kegandrungan saya akan perkiraan kemajuan manusia di masa depan membawa saya akan kegemaran menonton beberapa film bertemakan fiksi ilmiah, sebut saja Star Trek, Babylon 5 dan Star Wars sambil menerka-nerka akankah seperti gambaran film-film tersebut kehidupan manusia di masa yang akan datang. Atau, malah jangan-jangan manusia tidak akan sampai ke mana-mana karena akibat kesukaannya berperang dan berlomba-lombak menggali sumber daya alam dengan semena-mena bahkan sampai merusaknya, membuat manusia kembali ke zaman batu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Masa depan memang ibarat wanita di balik tirai tipis orang lain hanya bisa menebak nebak cantik-ketidak cantikannya namun tidak ada yang benar-benar tahu kebenarannya sampai pada akhirnya tirai tersebut disibakkan dan semunya terlihat dengan jelas di depan mata. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;*…..hanya sebuah tulisan untuk menghibur diri :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Baca Juga :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://swaramuslim.net/islam/more.php?id=1108_0_4_0_M"&gt;Tentang Jin yang suka nyuri berita &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://alqalam.8m.com/x/09.htm"&gt;Tentang angan-angan panjang&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://pro.corbis.com/"&gt;Gambar dari Pro.Corbis&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-7866998041449638156?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/7866998041449638156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=7866998041449638156&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/7866998041449638156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/7866998041449638156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/02/tentang-waktu-sekali-lagi.html' title='Tentang Waktu, Sekali lagi*'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-1548545176334981159</id><published>2007-10-23T13:42:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T23:16:30.556+07:00</updated><title type='text'>Dari Mudik ke Jalan-Jalan...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/8/photos/2/300x300/31/sepeda.jpg?et=YCtOYVWCSaIx00JYVqLBVw" title="" border="0"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bapak saya termasuk yang memiliki pengalaman cukup unik dengan benda broda dua dan bertenaga betis ini. Bukan karena beliau kolektor sepeda atau aktifis B2W namun karena usianya memaksa dia berinteraksi dengan beberapa sepeda yang sekarang dikenal dengan sepeda-sepeda antik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerap kali bapak bercerita tentang bagaimana sepeda merk reliegh sepeda yang sudah paling top zaman penjajahan Belanda memiliki bunyi khas, terdengar seperti bunyi besi jeruji beradu .... tek...tek...tek..., sangat khas sekali. Biasanya pemilik sepeda menurut bapak saya saat itu adalah keluarga terpandang, sedangkan pemilik kendaraan bermotor hampir bisa dibilang tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh tidak selalu begitu sih, pernah ada juga menurut bapak saya, keluarga Pak Mantri memiliki&lt;br /&gt;kendaraan bermotor lebih tepatnya sepeda onthel yang di kasih semacam mesin untuk memberikan tenaga tambahan. Mungkin bila anda pernah melihat sepeda listrik zaman sekarang tidak berbeda jauh bentuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeda sendiri sebenarnya tidak memiliki perubahan pentuk yang terlalu signifikan sejak pertama kali dikenalkan ke tengah-tengah masyrakat pada tahun 1790 di Inggris. Cikal bakal sepeda ini diberi nama Hobby Horses dan CeleriferesKeduanya belum punya mekanisme sepeda zaman sekarang, batang kemudi dan sistem pedal. Yang ada hanya dua roda pada sebuah rangka kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja dalam perkembangannya sepeda ditambahkan mekanis khusus yang menghubungkan roda dengan sebuah mekanis yang digerakkan oleh tenaga betis. Mekanis tersebut dikenalkan Baron Karl Von Drais. Hanya saja mekanis tersebut tidak dihubungan dengan rantai, namun tepat berada di roda depan. Proses penciptaan selanjutnya dilakukan Kirkpatrick Macmillan. Pada tahun 1839, ia menambahkan batang penggerak yang menghubungkan antara roda belakang dengan ban depan Draisienne. Untuk menjalankannya, tinggal mengayuh pedal yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;James Starley mulai membangun sepeda di Inggris di tahun 1870. Ia memproduksi sepeda dengan roda depan yang sangat besar (high wheel bicycle) sedang roda belakangnya sangat kecil. Sepeda jenis ini sangat populer di seluruh Eropa. Sebab Starley berhasil membuat terobosan dengan mencipta roda berjari-jari dan metode cross-tangent. Sampai kini, kedua teknologi itu masih terus dipakai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeda sendiri, khususnya sepeda onthel kerap kali memiliki nilai romantika sejarah yang tidak remeh di Indonesia. Lihat saja banyaknya foto-foto perjuangan yang di dalamnya terdapat sepeda onthel. Dalam adegan film perjuangan "Doea Tanda Mata" yang dibintangi okeh Alex Komang memasukkan adegan kejar-kejaran dengan sepeda onthel ditengah hujan deras. Saat inipun bertebaran para pecinta sepeda dari sepeda kuno/antik sampai sepeda modern yang tangguh di bawa ke Gunung Kelud sekalipun (asal ga kena lahar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri memiliki sejarah yang juga cukup panjang dengan kendaraan satu itu. Pertama kali kenal sepeda ketika TK, sudah mampi mengendari sepeda mini kakak saya padahal teman-teman sebaya masi menggunakan sepeda kecil, bahkan beberapa dengan roda bantuan di kiri dan kanan roda belakang. Ketika SD bahkan sempat menjelajah dengan sepeda kesayangn sampai dengan puluhan kilometer dari rumah jauhnya. Pulang-pulang langsung ibu saya menunggu dengan muka antara cemas dan marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai SMA kelas satu saya masih membawa sepeda sebenarnya ingin meneruskan namun ejekan teman-teman semakin jadi hingga akhirnya saya memilih jalan saja atau naik angkot bila ada uang menuju sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara saya, sepeda dan bapak terjalin sebuah ikatan emosional, kenanagn indah masa kecil dan keperkasaan seorang bapak di mata saya. Saya ingat dulu bapak saya begitu cekatan membenahi sepeda saya yang rusak. Bahkan sampai sekarang saya masih ingat bagaiman dulu bapak mendorong dari belakang sepeda hingga akhrinya saya belajar tentang keseimbangan. Bapak saya juga yang pertama kali surprise saya sudah bisa mengendari sepeda mini kakak saya padahal baru beberapa hari belajar sepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa yang terjadi saat itu lebih dari proses penularan keahilian bersepeda dari bapak ke anaknya. Namun lebih dari itu sebuah jalinan tali kasih yang semakin diperkokoh dan masing-masing saling mempelajari karakter si pemberi ilmu, bapak saya, dan penerima ilmu, saya sendiri. Sebuah proses yang indah sekali....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber&lt;br /&gt;Tentang Sepeda Reliegh = http://sepeda.wordpress.com/2007/05/25/raliegh-pak-dhe/&lt;br /&gt;Sejarah Sepeda = http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/102/hob2.html&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-1548545176334981159?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/1548545176334981159/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=1548545176334981159&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/1548545176334981159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/1548545176334981159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/10/dari-mudik-ke-jalan-jalan.html' title='&lt;b&gt;Dari Mudik ke Jalan-Jalan...&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-7227335313037344561</id><published>2007-10-23T13:41:00.002+07:00</published><updated>2007-10-23T13:42:38.687+07:00</updated><title type='text'>"Blogging Community involvement award"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://images.maknyak.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/RwJlXAoKCokAAAX1PJY1/award.jpg?et=ICNFVYjutvBy54sYzS7Bjg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Blogging Community involvement award" entah lebih baik disebut apa? ada yang bilang ini adalah penghargaan namun ada yang juga menyebutnya hanya semacam tag-tag an biasa macam zaman FS. Kalopun disebut penghargaan (award) kok ya panitianya hanya satu orang yaitu &lt;a href="http://maknyak.multiply.com/journal/item/54/Dari_Penghargaan_Sampai_Kenyataan_Yang_Ada?replies_read=8"&gt;Ibu Ibah&lt;/a&gt; yang kebetulan memasukkan nama saya termasuk dalam penerima award di atas versi beliau. Kalo disebut tag-tagan, yaaa isinya beda juga karena lebih menyorot obyek pembicaraannya orang luar daripada pribadi si yang kena tag.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Awalnya enggan menulis atau meneruskan awar/tag ini namun setelah di fikir-fikir keberadaan saya di MP juga tak telepas dari temen-temen MP lainnya. Masing-masing memiliki ciri khas dan warnanya sendiri yang membuat saya lebih bijak karena pasti ada sesuatu yang bisa di ambil di sana. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanpa memperpanjang lagi saya akan menyebutkan beberapa blog/MP yang cukup berpengaruh atau paling tidak menjadi tempat saya "mengaca". Bagi yang tidak disebut bukan berati miliknya jelek atau kurang berguna namun lebih karena saya harus memilih yang istimewa dari yang istimewa....sebuah pilihan yang sangat sulit tentunya&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. &lt;a href="http://maknyak.multiply.com/"&gt;Bu Ibah sendiri&lt;/a&gt; : Ibu ini adalah sosok pustakawati yang sedang berkelana mengejar gelar doktornya di Kanada. Asli Pekalongan keturunan Arab (kebayang kan cakepnya) namun jadi dosen di UGM (atau UIN sih?), setelah gelarnya tercapai mungkin incarannya adalah menjadi guru besar dalam bidang ilmu perpustakaan. Artinya bila itu memang terjadi Bu Ibah adalah yang pertama dan satu-satunya wanita peraih gelar tersebut. Namun bukan itu saja yang membuat saya bolak-balik membaca tulisannya, pengalaman pribadinya selama di Kanada juga cukup menarik belum lagi keterlibatannya dalam dunia per blog an yang cukup mendalam sampai pernah menjadi petinggi dan pendiri Blog Family (Blogfam). Begitulah kenapa Bu Ibah menjadi pilihan pertama saya.... selain karena dia juga yang memasukkan saya ke dalam award di atas ;))&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. &lt;a href="http://mataair.blogspot.com/"&gt;Siwoer&lt;/a&gt; Salah satu kekurangan (atau kelebihan) dunia maya adalah walau kite sudah kenal bertahun-tahun atau saling mengunjungi web nya berkali kali namun kadang data pribadi atau personalnya tetap tidak kita ketahui kecuali terbatas di permukaan saja. Dan Kang Siwoer ini adalah salah satunya, sampai sekarang saya tidak yakin siwoer itu adalahh nama aslinya. Namun siapa yang perduli, karena alasannya saya suka membaca tulisan2nya adalah seperti berbicara dengan sahabat langsung. Walau saya tidak tahu Si Siwoernya juga merasa yang sama atau tidak. Namun ketika saya membaca blognya....seperti itulah rasanya. Celotehan-celotehan yang biasa saja tanpa menambahkan ini itu dan cerita cerita yang sepertinya juga biasa saja namun di bungkus dalam postingan yang akrab. Mungkin lebih tepatnya adalah ketika membaca blog ini anda seperti sedang ngobrol santai dengan seseorang di angkringan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. &lt;a href="http://lembarkertas.multiply.com/"&gt;Bu Indar (atau endar?)&lt;/a&gt;  Seperti buku yang terbuka lebar begitulah istilah Bu Indar dalam menggambarkan dirinya, walau ada beberapa halaman yang "di blok spidol hitam" karena tidak semua harus dilepas ke publik. Ibu satu anak ini relatif singkat saya kenal di MP dibanding teman2 lainnya. Namun karena beberapa pengalamannnya menarik hati saya untuk terus mengikuti perkembangannya maka jadilah MP beliau saya masukkan daftar kunjungan wajib. Salah satu pengalamannya yang menarik untuk saya adalah ketika keluarga ini berusaha mencari rumah idamannya (skrg alhamdulillah sudah ditemukan) karena saya sendiri dengan isteri juga sedang mengalami hal yang sama hanya saja bedanya kami belum di approve oleh BANK dan bakal calon rumah kami lebih imut dibanding milik keluarga Lembar Kertas. Namun bila semua dilancarkan InsyaAllah saya dan isteri akan berada dalam satu kelurahan dengan ibu yang bekerja sebagai editor dan suka menulis, asli Surabaya namun sekarang tinggal di Depok ini (atau satu kecamatan?)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Banyak lagi lainnya yang tidak mungkin saya muat di sini. Seperti yang saya ungkapkan di atas masing-masing adalah istimewa memiliki ciri khas dan warnanya sendiri. Dan semuanya berharga untuk saya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apakah tag/award ini akan saya teruskan? terserah anda yang membaca postingan ini :)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Iman&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;+selalu melihat dari sisi yang berbeda+&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-7227335313037344561?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/7227335313037344561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=7227335313037344561&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/7227335313037344561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/7227335313037344561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/10/blogging-community-involvement-award.html' title='&lt;b&gt;&quot;Blogging Community involvement award&quot;&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-7089450501920865322</id><published>2007-10-23T13:41:00.001+07:00</published><updated>2007-10-23T13:41:44.168+07:00</updated><title type='text'>Tawaf di Mall : Fenomena Orang Indonesia Menjelang Lebaran</title><content type='html'>&lt;img style="width: 154px; height: 115px;" src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/18/21/23/18212363/42-18212363.jpg" /&gt; &lt;img src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/15/97/83/15978352/42-15978352.jpg" /&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Sudah menjadi rahasia umum, selama ramadhan selain orang-orang heboh itikaf mengejar pahala disepuluh hari terakhir namun lebih banyak lagi yang heboh ber itikaf di mall-mall atau pasar tradisional lainnya.&lt;/i&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Kemarin siang, saya dan isteri sengaja mampir ke ITC Depok sekedar untuk mengecek keadaan ATM sepulangnya dari sebuah acara di daerah Tugu, Tana Baru, Depok. Belum lagi sampai di depan ITC kami sudah dicegat kemacetan kira-kira satu kilometer membuat puasa yang tahun ini diterjang dengan panas menyengat semakin terasa saja. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Ternyata setibanya di dalam ITC pun tidak jauh berbeda keadaanya. Sepanjang mata memandang kepala orang saja yang terlihat dari jilbab putih, merah, kunin, biru sampai yang tidak berjilbabpun semuanya ada. AC yang sejatinya dingin, namun tak urung kalah juga melawan lepasan karbon dioksida manusia-manusia yang sedang menyemuti lorong-lorong sempit setiap lantai ITC. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;  Keadaan tersebut diperparah dengan beberapa pedagang yang dengan seenaknya men&lt;i&gt;display&lt;/i&gt; dagangannya melebihi luas area tokonya membuats emakin susah saja untuk mencapai tujuan saya.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Apa yang membuat orang-orang berbondong-bondong ke pusat perbelanjaan adalah tidak lepas dari tradisi yang sekitar kita yang telah berlangsung lama walau baru sekarang-sekarang ini saja nuansa lebaran sama dengan komsumtif begitu terasa sejak Jakarta di kepung oleh pusat perbelanjaan. Ternyata tidak hanya di Jakarta, warga luar Jakartapun tak mau kalah memanfaatkan kesempatan ramadhan ini dengan berbelanja semuanya ikut ber tawaf mengelilingi pusat perbelanjaan di kotanya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Ibarat lingkaran ular di atas pagar Tunjangan Hari Raya (THR) dan kejelian pedagang melihat kesempatan pegawai-pegawai berkantong lebih tebal dari bulan-bulan biasanya menjadi penyebabnya. Ditambah lagi kebiasaan muslim Indonesia yang identik hari raya lebaran dengan baju baru...sepatu baru (ada lagunya kan itu). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;  Lingkaran ular yang membuat para pedagang tersenyum lebar tidak hanya pedagang kelas &lt;i&gt;carrefour&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;giant&lt;/i&gt; namun bahkan pedagang dadakan yang hanya muncul ketika bulan puasa. Perputaran uang yang pada bulan puasa bisa mencapai 100% tentunnya banyak membuat banyak orang tergiur untuk mencuba peruntungannya di sana. Bahkan Bank Indonesia juga telah mempersiapkan tambahan persediaan uang dua kali lipat dibandingkan hari-hari biasa. Ini dikarenakan perputaran uang pada hari-hari menjelang dan saat lebaran memang meningkat tajam. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Sepertinya saat ramadhan begini semua orang latah ingin membeli barang-barang yang sebenarnya tidak perlu dibeli sekarang dari sepatu baru sampai mobil baru dari baju baru sampai....rumah baru semua atas nama diskon ramadhan. Mengapa tidak memang, lihat saja iklan-iklan di media massa baik cetak maupun elektronik semua dalam rangka ramadhan memberikan diskon yang luar biasa. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Entah dengan anda, namun untuk saya dan isteri kejadian di Depok siang sebelumnya menjadi bahan pembicaraan yang tak habis-habis sampai malam. Kami begitu takjub dengan antusias warga Depok dan sekitarnya memadati ITC (mungkin juga mall-mall lain di dekatnya) dan juga tentu saja...timbul perasaan miris.  &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Walau entah mirisnya ada dimana, karena tak urung kami tergoda juga untuk bertanya dan mencoba menawar-nawar sofa dan spring bed yang diskon sampai setengah harga. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;  ...aaaah lebaran sebentar lagi&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Gambar dr &lt;a href="http://pro.corbis.com/"&gt;http://pro.corbis.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-7089450501920865322?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/7089450501920865322/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=7089450501920865322&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/7089450501920865322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/7089450501920865322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/10/tawaf-di-mall-fenomena-orang-indonesia.html' title='Tawaf di Mall : Fenomena Orang Indonesia Menjelang Lebaran'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-332798412572680969</id><published>2007-10-23T13:39:00.000+07:00</published><updated>2007-10-23T13:41:01.925+07:00</updated><title type='text'>Antara, kamu, dia dan biodatanya....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="bodytext"&gt;   &lt;br /&gt; &lt;img style="width: 174px; height: 186px;" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/2/photos/33/500x500/19/dontwalkaway.jpg?et=qVsm5w1dQ3cyYUWdpft05Q" /&gt;&lt;p&gt;Saya dan isteri, alhamdulillah, termasuk yang tidak melalui perkenalan berlarut-larut sebelum menikah. Hanya kira-kira tiga bulan saja sampai akhirnya kami berdiri di pelaminan bersama-sama. Seperti yang sudah banyak tahu ada pelbagai cara bagaimana akhirnya dua orang yang belum pernah (atau sudah pernah) mengenal sebelumnya menikah. Ada yang melalui proses, istilahnya, pacaran bertahun-tahun lalu menikah, ada juga yang hanya kenal beberapa saat seperti kisah kami diatas untuk kemudian menggenapkan setengah dien. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Sebenarnya kami satu almamater, isteri saya hanya terpaut tiga tahun dibawah. Fakultasnya-pun tidak jauh-jauh amat, hanya beberapa ratus meter, sementara dulu isteri saya di Kesehatan Masyarakat, saya di Sastra. Namun sungguh,....berani janji ketimpa menara air...memang saya tidak pernah kenal sebelumnya. Lalu masalahnya, bagaimana mengetahui latar belakang orang yang akan kita nikahi apabila selama ini belum pernah bertemu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Lewat teman saya, saya mengetahui keberadaan manusiawati yang akhirnya menjadi isteri saya ini. Akhirnya berlanjut pada yang sering kali menjadi momok mahasiswa aktifis mushola (aktif tidur di mushola sambil nunggu buka maksudnya)....tukeran biodata. Biasanya di atas biodata tersebut anda akan menemukan informasi umum dan kadang sedikit spesifik mengenai pemiliknya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Nah,....sampai di atas, ceritanya, seorang teman yang juga sedang proses pernah keluh kepada saya katanya “kenapa sih lelaki kalo menuangkang latar belakang-nya, hanya dengan kertas selembar...udeh gitu tulisan tangan lagi!” &lt;/p&gt;&lt;p&gt;  Bisa dimengeti memang karena teman saya itu &lt;i&gt;freelancerer&lt;/i&gt; disain grafis yang setiap harinya berkutat dengan keindahan tata letak sebuah disain termasuk di dalamnya lay out tulisan-tulisan yang akan turun cetak. Begitu mendapatkan selembar kertas dengan tulisan tangan lelaki (tahu kan bagaimana umumnya tulisan tangan lelaki?) sedikit shock juga beliauwati bahkan cenderung langsung perasaan tidak sreg muncul dan mungkin akan membatalkan kelanjutan proses tersebut. Sampai detik ini, saya tidak begitu yakin bagaimana akhirnya kisah proses beliau. Mudah-mudahan yang terbaik untuknya selalu...amin. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Saya sendiri sebenarnya cukup memalukan dalam hal perbiodataan. Mungkin bila saat itu diadakan kompetisi biodata terbaik maka milik saya adalah yang paling menjemukan dan tidak informatif. Bahkan, isteri saya, akhirnya setelah menikah mengutarakan kesebalannya ketika dulu mendapatkan biodata yang minim informasi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Tentu saja, saya tahu sebabnya...ya karena memang isi biodata saya diambil dari sebagian CV lamaran kerja. Pastilah informasi di dalamnya sangat menjual...itu bila sedang melamar pekerjaan...namun untuk melamar anak gadis orang rasa-rasanya...bila berdiri di sisi isteri saya saat itu mungkin melirikpun enggan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Namun ada sebuah rahasia kecil yang setelah difikir-fikir cukup menggelikan juga. Sebenarnya saya bertekad untuk membuat biodata terobosan di luar kebiasaan saat itu... membuatnya dalam sebuah VCD. Di dalamnya ada tampilan slide foto-foto dengan efek tentunya,  kisah hidup saya, sampai beberapa detil informasi yang saya anggap cukup menarik. Bikinnya-pun numpang dirumah teman sampai bergadang semalaman. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi apa lacur ketika dulu hendak ber”proses” dengan (calon) isteri saya itu VCD yang saya kerjakan semalaman nyaris tidak tidur ketinggalan dirumah teman, yang sampai sekarang nasibnya bagaimana....hanya Allah SWT saja yang tahu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Bicara soal biodata per-jodoh-an ini, sebelum akhirnya bertemu dengan jodoh saya. Pernah suatu saat saya berproses dengan seseorang, wanita itu memang cukup kreatif membuat biodatanya dalam bentuk diari kecil di dalamnya ada beberapa ilustrasi gambar2 khas yang biasa kita lihat dalam diari anak perempuan....yah, semacam sulur2 warna-warni begitulah. Bayangkan berapa lama beliauwati menyusunnya, tidak cukup semalam pasti. Sedangkan saya....seperti biasa cukup kertas selembar saja, sungguh benar-benar memalukan dibandingkan miliknya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Persoalan biodata ini memang bukan segalanya, apalagi sampai mempengaruhi seseorang untuk menikahi kita, soal jodoh memang 100% hak Allah SWT, Namun kadang penampilan itu penting karena apapun yang disajikan di atas biodata adalah informasi awal yang menjadi penting untuk pertimbangan melanjutkan ke tahap berikutnya....yaitu pernikahan :) &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Dan untuk isteri saya....terimakasih karena dahulu sudah bisa memaklumi isi biodata saya.....semoga saat ini saya cukup mewakili apa yang engakau idam-idamkan sebagai suami ideal...amin &lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-332798412572680969?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/332798412572680969/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=332798412572680969&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/332798412572680969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/332798412572680969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/10/antara-kamu-dia-dan-biodatanya.html' title='&lt;b&gt;Antara, kamu, dia dan biodatanya....&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-1441548200199875987</id><published>2007-10-23T13:37:00.000+07:00</published><updated>2007-10-23T13:39:21.324+07:00</updated><title type='text'>Berapa Harga Tandatangan Anda?</title><content type='html'>&lt;img src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/15/37/63/15376320/42-15376320.jpg" /&gt; &lt;img src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/18/52/91/18529168/42-18529168.jpg" /&gt; &lt;img src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/17/59/41/17594107/42-17594107.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekali lagi, Pak"&lt;br /&gt;"Coba lagi, Pak"&lt;br /&gt;"Ulang lagi, Pak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Entah sudah keberapa kalinya petugas di Bank BNI Syariah Fatmawaati itu meminta saya mengulang tandatangan saat ingin mengganti buku bank saya yang telah penuh. Sampai akhirnya saya kehabisan tenpat untuk membubuhkan tandatangan, masih belum juga saya dapat menyamakan tandatangan yang mirip dalam KTP. Sebuah tandangan yang dulu 5 tahun lalu pernah saya bubuhkan di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal tandatangan ini memang dilematik untuk saya pribadi. Dari dulu, bahkan ketika teman-teman SD saya mulai heboh menentukan bentuk tandatangan mereka saya tidak pernah bisa menemukan sebuah bentuk yang serumit dan seindah teman-teman miliki. Mereka sepertinya memiliki bakat khusus yang terbawa sejak lahir untuk membuat tandatangan, meliuk ke sana ke mari, ke atas ke bawah beri sudut sedikit lalu tarik kembali ke depan dan dengan tiba-tiba membuat garis panjang di bawahnya...persis milik guru kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seperti biasa, ada saja yang menolak tandatangan gaya orang tua yang rumit dan belibet. Mereka memberi gayanya sendiri yang saat itu dianggap gaul dan “anak muda sekali” dengan memberik sedikit sentuhan mr smile dalam tandatangan mereka atau melengkung-lengkung yang pada akhirnya menyerupai tanda hati seperti yang biasa jadi lambang “&lt;i&gt;love-love&lt;/i&gt;”-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan saya...akhirnya memilih sebuah tandantangan yang simpel saja berbentuk 3 huruf B I dan W inisial nama saya. Namun kenyataannya saya tidak bisa mempertahkan bentuk B dalam tantangan saya, yang terlihat hanya seperti sebuah gunung yang sangat lancip atau bahkan huruf A tanpa strip di tengah-tengahnya dan I nya hanya sebuah garis yang tidak mirip I sama sekali...mungkin I hampir roboh lebih tepatnya. Sedangkan W nya lama kelamaan lebih mirip U.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas saja kenapa, beberapa hari lalu petugas Bank itu tampak sedikit kesal karena saya tidak bisa menyerupai persis tandatangan dalam KTP. Akhirnya saya menyerah setalah 45 menit berusaha menemukan jalur yang benar, karena terbentur pekerjaan di kantor juga akhirnya saya mengatakan ingin latihan kembali di rumah dan bila sudah mantabs akan kembali lagi berjuang...chayoo Iman!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tandatangan sendiri belum begitu lama diakui keberadaannya sebagai penanda kekuatan hukum sebuah, surat,  perjanjian dan lain-lain karena baru digunakan secara luas pada awal abad ke-17 di dunia barat. Sebelumnya beberapa cara digunakan untuk menjadikan sebuah surat memiliki kekuatan hukum yang resmi, terutama bila menyangkut birokrasi, misalnya yang biasa dikenal dengan cap kerajaan dan semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, tandatangan tidak hanya menjadi sebagai penanda resmi tidaknya sebuah dokumen namun juga menjadi ladang bisnis yang menjanjikan, paling tidak di Amerka sana. Harga sebuah tandatangan artis terkenal dan terutama sudah mati biasanya mencapai jutaan rupiah dalam lelang memorabilia.  Tandangantangan termahal saat ini menurut &lt;a href="http://thelongestlistofthelongeststuffatthelongestdomainnameatlonglast.com/"&gt;http://thelongestlistofthelongeststuffatthelongestdomainnameatlonglast.com&lt;/a&gt; adalah milik pengarang Romeo Dan Juliet,..ya betul Bapak William Shakespeare sendiri. Ditaksir harga tandatangan asli-nya bernilai kurang lebih 5 juta dolar atau 45000000000 rupiah (baca = 45 miliar rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang kolektor tandangan yang juga berasal dari negara 9/11, Alan Robinson, bahkan menghabiskan sekitar seratus ribu dolar amerika untuk mengumpulkan tanda-tangan dari seluruh dunia. Namun diperkirakan saat ini nilai koleksinya sudah mencapai sekitar satu juta dolar Amerika. Tidak perlu mengkorvesikan seratus ribu dan satu juta dolar Amerika dalam rupiah pasti anda sudah tahu berapa nol dibelakangnya bila dirupiahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya saya jadi lebih semangat latihan tantangan setelah riset kecil-kecilan tentang tandatangan yang hasilnya sedang anda baca ini. Mungkin...ini mungkin loh, suatu saat nanti tandatangan saya bernilai jutaan rupiah. Dan yang paling beruntung adalah staff bank BNI syariah diatas tadi...karena dia memiliki ber puluh-puluh tandangan gagal saya di atas mejanya...hiks ironis memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda tertarik di bawah ini ada beberapa tips yang saya dapatkan dari internet untuk bagaimana memulai menjadi kolektor tandatangan yang TOB BGT dan Beruntung tentunya. (translate ndiri ah :p)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Where possible, start by collecting autographs in person. At the stage door of your local theatre or at a book signing are both good places. Once you have a few, you’ll start to feel like you have a collection on your hands.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- You can write to celebrities to ask for an autograph but many, including Helen Mirren, no longer send them through the post as fans post them online and sell them. -Avoid eBay, no matter how enticing the item up for auction looks. Fraud is rife for the unwary, and a certificate of authenticity is pretty meaningless as it is only signed by the seller.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- The fourth edition of The Official Autograph Collector Price Guide by Mark Allen Baker is useful, with tips on how to detect forgeries as well as get free ones.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Autograph Collector magazine is available to read online at www.autographcollector.com and will also help build up an area of expertise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bmivoyager.com/wp-content/themes/bmi/print.php?p=390"&gt;http://www.bmivoyager.com/wp-content/themes/bmi/print.php?p=390&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://thelongestlistofthelongeststuffatthelongestdomainnameatlonglast.com/expensive197.html"&gt;http://thelongestlistofthelongeststuffatthelongestdomainnameatlonglast.com/expensive197.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto dr &lt;a href="http://pro.corbis.com/"&gt;http://pro.corbis.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-1441548200199875987?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/1441548200199875987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=1441548200199875987&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/1441548200199875987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/1441548200199875987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/10/berapa-harga-tandatangan-anda.html' title='&lt;b&gt;Berapa Harga Tandatangan Anda?&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-360179701385772947</id><published>2007-10-23T13:24:00.000+07:00</published><updated>2007-10-23T13:37:04.245+07:00</updated><title type='text'>Anda Menggantung Saya, Ndre!</title><content type='html'>&lt;img src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:fpbq7idPaTfZAM:http://www.andrastudio.com/wp-content/uploads/2007/04/naga-bonar-jadi-2.jpg" /&gt;&lt;img src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:uJYmvUjSFFLBqM:http://news.indosiar.com/images/sapa/a_070420_andrea02.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baiklah, memang saya sedikit terlambat namun saya tidak menyesal, memangnya terlambat apa sih? Pertama saya terlambat menonton film Naga Bonar Jadi 2 yang heboh beberapa saat lalu itu loh. Padahal waktu baru bbrp minggu muncul beberapa petinggi negara ini sempat nonton barang (mudah2an mereka dapat belajar banyak dari film besutan Kang Deddy Mizwar itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Naga Bonar Jadi 2 walau memang bagus namun karena saya sudah mendengar dan membaca ulasan-ulasannya membuat “rasa” film itu berkurang hanya isteri saya yang tampaknya tersihir ketika menontonnya, resiko menjadi yang terlambat memang begitu. Punbegitu saya memang tidak menyesal apalagi ketika melihat bagaimana Deddy eh Naga berteriak mengusir supri metro yang ngetem dan menghalangi jalan.....teriakannya mewakili jeritan hati saya selama ini melihat tingkah polah driver mobil umum di jalanan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, keterlambatan yang tidak saya sesali adalah, tetralogi-nya Andrea Hirata. Terutama buku pertamanya yang berjudul Laskar Pelangi, baru saja habis baca minggu kemarin. Sedikit lucu juga bagaimana saya membaca novel tetralogi tersebut pertama yang saya baca adalah buku keduanya, tanpa menyadari novel tersebut adalah bagian dari sebuah tetralogi. Lalu minggu lalu, barulah saya membeli buku pertamanya dan ketiga berturut-turut berjudul Laskar Pelangi dan Edensor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaibnya, saya tidak merasa kehilangan arah ketika membaca buku keduanya, karena Andrea menyusun sedemikin rupa walau keempat bukunya saling berhubungan namun masing-masing bab memiliki jalan ceritanya sendiri. Tapi tak urung kadang membuat saya mengernyitkan dahi, kadang-kadang, karena memiliki hubungan pada buku sebelulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh luar biasa, saya menyarankan buat anda yang memiliki uang lebih untuk membeli dan membacanya. Seperti menonton sebuah visual hanya saja kali ini visualnya berbentuk kata-kata. Namun jujur, pada buku pertama Laskar Pelangi membutuhkan waktu khusus dalam membacanya terlalu banyak detil dalam pendeskripsiannnya. Belum lagi istilah-istilah dalam bahasa latin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea selalu memulai buku tetralogi Laskar Pelangi-nya denngan “konflik”. Berbeda dengan novel pada umumnya yang datar-datar saja pada awalnya lantas konflik dalam jalan ceritanya diletakkan di tengah-tengah atau belakang. Buku pertamanya, dimulai dengan kekhawatiran gagal meraih pendidikan formal karena murid yang diterima harus paling sedikit 10 orang atau SD tempat Andrea (tokoh utamanya juga bernama Andrea) bersekolah harus tutup, padahal sampai detik-detik terakhir hanya ada 9 anak yang mendaftar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Pemimpi-pun juga demikian, pada bab pertama pembacanya langsung digebrak dengan situasi terjepit Andrea, Arai dan Jimbron Si Penggila Kuda sedang terjebak dalam kotak ikan yang sangat bau guna menghindari gurunya yang terkenal disipling...super disiplin malah hingga sangat ditakuti. Dalam Endensor walau tidak seheboh dua buku sebelumnya namun juga dimulai dengan konflik. Bukan konfliknya Andrea pribadi namun konflik Pak Weh yang terpaksa (dipaksa) hidup diatas laut mengasingkan diri dari lingkungan sosial akibat penyakit yang dideritanya dan akhirnya mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun justru dalam buku ketiga ini anda yang membacanya akan menemukan benang merah yang sempat mengabur pada buku kedua. Benang merah yang saya maksud adalah A Ling cinta pertama Andrea dalam buku pertamanya. Saya atau anda mungkin tergiring dengan bagaimana Andrea berusaha mencari jejak A Ling dengan harapan menemukan kembali cintanya yang hilang itu, bahkan sampai melewati Benua Eropa dan Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benang merah kedua yang saya lihat dalam tiga bukunya Andrea Hirata ini adalah ketidak tegaan Andrea meninggalkan Lintang dalam keterperukan dan ketersia-sia ilmu. Walau kepintaran dan kegigihan Lintang berpindah ke dalam tokoh Arai. Dalam diri Arailah Lintang tetap hidup dan menjadi sahabat Andrea sampai buku seri ketiganya. Hei ini novel Bung! Apa saja bisa terjadi terserah penulisnya...jadi jangan salahkan bila Andrea ingin tetap melestarikan semangat Lintang dalam tetraloginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir dari buku ketiga ini membuat saya kesal sekali pada Andrea Hirata....pokoknya kesal!! Jauh-jauh saya mengikuti langkah demi langkah sampai ikut was-was juga ketika harus mencari A Ling dalam dunia gelap, dan lega karena A Ling yang dimaksud di sana adalah merek sebuah obat kuat lelaki. Ikut tertawa ketika Andrea dengan nakalnya menorehkan dua cinta miliknya. Satu dengan gambar hati besar milik A Ling dan kedua dengan gambar hati kecil milik Katya...ah, nakal sekali memang. Dan, kesalnya saya karena....ah baiknya anda membacanya saja :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh dibilang Andrea Hirata adalah satu dari sedikit penulis yang mampu membuat saya tersihir. Beberapa novel yang membuat saya ingin membacanya berulang-ulang selain “Laskar Pelangi” adalah “Jalang Menikung” dan “Layang-Layang Putus”. Baiklah Andrea.....sampai disini saya hanya bisa bilang bahwa anda membuat saya tergantung....bukan seperti Pak Weh namun tergantung seperti dalam dua kalimat penutup buku ketiga anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menatapku lembut, lalu menjawab.&lt;br /&gt;“sure lof, it’s Edensor....”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-360179701385772947?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/360179701385772947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=360179701385772947&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/360179701385772947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/360179701385772947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/10/anda-menggantung-saya-ndre.html' title='&lt;b&gt;Anda Menggantung Saya, Ndre!&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-1134085745628476400</id><published>2007-06-27T08:59:00.000+07:00</published><updated>2007-06-27T09:04:35.049+07:00</updated><title type='text'>Daniel Bernoulliy : Perseteruan Bapak-Anak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://scienceworld.wolfram.com/physics/bimg74.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://scienceworld.wolfram.com/physics/bimg71.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapiondo makin menggila, bahkan sampai beberapa hari lalu muncul semburan baru di sisi jalan raya Porong dari bawah sebuah restoran yang sekarang dikenal dengan restoran terapung.  Para insinyur ITS telah berupaya menghenteikan semburan yang makin hari makin kuat itu dengan salah satu cara yang menggunakan hukum Bernoulli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dengan sabtu kemarin (23/6) para insiyur tekah berupaya memasang pipa setinggi 20 meter untuk menetralisir tekanan yang datang dari perut bumi tersebut namun belum berhasil. Berita baik itu akhirnya datang juga kemarin pada ketinggian pipa 24 meter akhirnya semburan baru tersebut dapat dihentikan dengan suksesnya sebuah ketinggian yang tidak main-main bahkan jet pump-pun kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saya sesuai dengan perjanjian dengan warga setempat setelah 5 menit semburan air dihentikan peralatan dan pipa yang terpasang di atas semburan itu (dan berhasil menghentikannya) harus dilepas. Bukan karena warga takut tertimpa pipa bila pipanya rubuh namun khawatir fihak Lapindo urung membayar ganti rugi kepada warga yang menjadi korban semburan baru tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa atau siapakah sebenarnya Bernoulli itu? Saya sendiri tidak pernah mendengar namanya sampai tadi pagi membaca headline harian Surya (26/9) tentang usaha para insinyur ITS dalam menghentikan semburan baru tersebut. Saya sendiri adalah mahasiswa jebolan Fakultas Sastra jadi wajar sajakan bila belum pernah mendengar kata Bernoulli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa pustakawan ini ternyata sudah mendarah daging, dengan cepat lalu saya datang ke Mbak Gugel (saya cape measosiasikan gugel dgn gender pria, sekali-kalo bolehkan gugel saya panggil dengan “Mbak”) mencari tahu tantang Bernoulli yang ternyata adalah nama belakang seorang penemu hukum Hidrostatika (atau hidrodinamika?). Ternyata penghentian semburan baru tersebut ada hubungannya dengan tekanan air atau semacamanya, bukan pada saya untuk menjelaskan secata detil tentang teori tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya malah ingin bercerita tentang siapakah Bernoulli. Memiliki nama lengkap Daniel Bernoulli mungkin memiliki kisah yang unik dalam sejarah hidup para peneliti. Dimana akibat penemuannya yang kesohor tersebut hubungan dia dengan ayah kandungnya memburuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir pada tahun 1700 dari sebuah keluarga yang memiliki sejarah panjang sebagai ahli matematika. Ketika lahir ayahnya menjadi ketua jurusan matematika di universitas Gruningen, Belanda. Ayahnya memiliki pengaruh yang kuat dalam perkembangan Daniel Bornoulli bahkan memutuskan bahwa jalan Daniel Bernoulli adalah menjadi pedagang bukan ahli matematika seperti dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Bernoulli melawan kehendek ayahnya lucunya kakek Daniel juga sama seperti ayahnya menginginkan anaknya (yaitu ayahnya Bernoulli) untuk juga menjadi pedagang. Tentunya saja ayahnya Bernoulli menolak keinginannya dan malah menjadi ahli matematika. Seperti juga ayahnya Bernoulli malah jatuh cinta pada ilmu matematika Namun pada perjalanannya ayah Bernoulli memutusakan anaknya untuk menjadi dokter daripada menjadi ahli matematika karena menurut dia menjadi ahli matematika berarti kekurangan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata justru dalam dunia kedokteran lah Benoulli menemukan ketenarannya. Berbekal keahliannya dalam matematika Bernoulli menemukan cara mengukur tekanan darah disitulah awal mula teori hidrodinamika yang terkenal itu dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata, saat Bernoulli hampir menyelesaikan teorinya ayah Bernoulli yang ahli matematika itu mendapat penghargaan dari French Academy. Dua tahun setelah ayahnya menerima penghargaan tersebut Bernoulli menyelesaikan teorinya dan diakui dalam dunia ilmiah. Dan sama dengan ayahnya Bernoulli menerima penghargaan, juga dari French Academy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah letak keunikan atau bisa dibilang kesedihan Bernoulli ternyata ayahnya yang lebih dulu telah mendapat penghargaan dari French Academy tidak dapat menerima bahwa anaknya berada dalam posisi yang sama dengannya. Mungkin tersinggung atau merasa diinjak-injak harga dirinya ayah Bernoulli bahkan sampai tega mengusir anaknya dan melarangnya untuk menginjakkan kakinya di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dengan tiga tahun kemudian Bernoulli berusaha lebih menyempurnakan teorinya dan pada akhirnya menerbitkan sebuah buku berjudul "Hydrodynamica, by Daniel Bernoulli, Son of Johann" dalam judul buku tersebut Bernoulli berusaha rendah hati dan menyebut dirinya sebagai anak dari Johann sebagai sebuah penghormatan. Namun setehun kemudian ayahnya menerbitkan juga sebuah buku dengan judul Hydraulics yang memiliki kesamaan isi dengan buku anaknya dan bahkan berbau plagiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kejadian tersebut sepertinya Daniel Bertoulli kecewa sekali dan kehilangan minatnya pada dunia matematika. Pada akhirnya dia sejak itu dia mendedikasian dirinya untuk melayani masyakarat dan menjadi dokter umumnya. Daniel Bertoulli meninggal dunia pada tahun 1782 di usia ke-82.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/%E2%80%9Dhttp://plus.maths.org/issue1/bern/index.html%E2%80%9D"&gt;- Biografi Daniel Bernoulli&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bernoulli's_principle"&gt;- Teori Bernoulli&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.surya.co.id/web/"&gt;- Harian Surya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-1134085745628476400?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/1134085745628476400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=1134085745628476400&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/1134085745628476400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/1134085745628476400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/06/daniel-bernoulliy-perseteruan-bapak.html' title='Daniel Bernoulliy : Perseteruan Bapak-Anak'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-3251355304589123796</id><published>2007-06-20T12:59:00.000+07:00</published><updated>2007-06-20T13:17:58.090+07:00</updated><title type='text'>Rawe-Rawe Lantas Malang-Malang Putung-nya  Media Massa Cetak Berbahasa Daerah : Sebuah Tinjauan Sederhana</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/10/84/01/10840141/NW007118.jpg"&gt; &lt;br /&gt;&lt;i&gt;Berbeda kondisi dengan eforia kebebasan pers yang berimplikasi pada bermunculannya sejumlah media massa yang bak jamur di musim hujan, ada majalah yang harus berjuang keras bertahan agar tetap hidup. Itulah nasib sedih majalah berbahasa daerah. Contoh nyatanya, majalah berbahasa Jawa.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian saya kuitp dari awal sebuah paragraf dalam sebuah tulisan yang mengulas tentang Majalah berbahasa daerah dalam hal ini tentunya bahasa Jawa. Media massa cetak berbahasa daerah adalah media seperti yang kita kenal saat ini yaitu koran dan majalah serta sejenisnya. Biasanya terbit dalam suatu daerah yang menggunakan bahasa daerah yang dimaksud. Namun untuk beberapa judul misalnya Damar Jati terbit di Jakarta yang mana penduduknya heterogen dan bahasa yang dominan adalah Bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media massa cetak berbahasa daerah memiliki ciri yang boleh dibilang istimewa. Misalnya, kebanyakan media massa cetak berbahasa daerah yang terbit di Pulau Jawa memiliki usia lebih lama dari umumnya media massa di Indonesia bahkan usia kemerdekaan Indonesia. Panjebar Semangat contohnya, majalah yang lahir dari tangan seorang tokoh perjuangan Arek Suroboyo dan terkenal dengan  “rawe-rawe lantas malang-malang putung“-nya terbit pertama kali pada tahun 1933 itu berarti 12 tahun lebih tua dari proklamasi Indonesia. Sedangkan Jaya Baya majalah yang juga terbit di Jawa Timur se-usia dengan kemerdekaan kita. Selain Jaya Baya dan Panjebar Semangat masyarakat Jawa juga mengenal Djaka Lodang sebagai salah satu majalah berbahasa Jawa yang juga masih terbit sampai sekarang pertama kali muncul pada tahun 1971.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang selain berbahasa daerah di Indoensia dikenal beberapa terbitan media cetak yang menggunakan huruf non latin misalnya majalah Halo Indonesia yang menggunakan bahasa Arab, Shang Bao serta Harian Indonesia yang menggunakan aksara dan bahasa Mandarin serta yang paling unik adalah Cahaya Nusantara yang baru saja terbit tahun lalu menggunakan aksara Jawi. Namun menurut hemat saya koran dan majalah tersebut tidak termasuk dalam kelompok media massa berbahasa daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berbahasa Jawa di Pulau Jawa ini juga mengenal beberapa terbitan media massa yang menggunakan bahasa Sunda. Beberapa yang saya catat masih aktif terbit adalah majalah Mangle, Cupumanik serta Galura, hanya saja untuk yang terakhir itu berbentuk koran. Masih banyak lainnya misalnya Turus, sebuah buletin berbahasa Sunda yang diterbitkan oleh FBSUPI (Himpunan Mahasiswa Pendidikan  Basa Jeung Sastra Sunda). Ditinjaiu dari segi usia untuk media cetak berbahasa Sunda tidak banyak yang memiliki sejarah seperti saudaranya yang berbahasa Jawa. Paling lama majalah Mangle yang masih terbit sampai sekaang telah berusia 50 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada kutipan dalam paragraf awal tadi, walau memang tampaknya sekarang (masih) saatnya media massa Indonesia lepas dari belenggu SIUPP dan membanjirnya judul-judl baru serta muncul-nya segmen-segmen pembaca media massa yang sepertinya dulu tidak begitu bergairah. Tampaknya media massa cetak berbahasa daerah tidak ikut merasakan hal yang sama.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak begitu banyaknya judul-judul media massa cetak baru adalah kenapa alasan saya menyebutkan seperti paragraf sebelumnya. Misalnya pada tahun 2001 oplah majalah berbahasa Jawa itu cuma sekitar 40.000 (dijumlah dari Panjebar Semangat, Jaya Baya, Djala Lodang dan, tahun itu, Mekar Sari). Bandingkan dengan oplah koran kompas misalnya yang disebut-sebut memiliki oplah terbesar di Indonesia di tahun 1999 saja telah memiliki oplah sekitar 600.000-an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau begitu patut dicatat kenapa beberapa media massa berbahasa daerah malah memiliki usia yang cukup lama. Adalah pembaca setia sebabnya, ambil Panjebar Semangat saja bila diurut telah melewati dua generasi namun masih cukup mumpuni untuk tetap terbit. Begitu juga Mangle, Djaka Lodang, Jaya Baya dan lainnya walau tidak setua Panjebar namun juga memiliki pembaca setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? cukup unik memang, mungkin beberapa orang akan menebak karena pembacanya tidak rela bila media massa cetak yang menggunakan bahasa ibu mereka hilang dari muka bumi. Cukup mengejutkan (atau tidak cukup mengejutkan) berdasarkan penelitian yang dilakukan dalam sebuah Thesis karya Rahani Itsia Kurniangingrum berjudul  “MOTIF MEMBACA MAJALAH BERBAHASA JAWA: Studi deskriptif mengenai motif pembaca pelanggan majalah Panjebar Semangat di Surabaya” adalah : &lt;i&gt;Jadi dalam membaca majalah Panjebar Semangat, rata-rata responden didasari oleh motif untuk mendapatkan hiburan, menghilangkan kebosanan dan melepaskan diri dari tekanan rutinitas sehari-hari&lt;/i&gt;. Paling tidak itu cukup mewakili walau hanya Panjebar Semangat yang menjadi objek penelitiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang anehkan? Bukankah kebanyakan orang membaca majalah adalah ingin seperti yang diutarakan di atas. Namun memang menurut saya ke-loyal-an pembacanya adalah sebab utama pembaca media massa cetak berbahasa daerah masalah bahasa yang digunakan adalah satu sebab kenapanya. Mungkin dengan membaca majalah berbahasa daearah akan membuat pembacanya yang berbahasa ibu sama merasa lebih dekat (akrab) dan nyaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau begitu perkembangan oplah yang kecil memang cukup mengkhwatirkan dan menjadi pertanyaan besar apakah media massa cetak berbahasa daerah akan dapat bertahan dalam masa-masa yang akan datang? Akankah suatu saat nanti seperti apa yang terjadi pada aksara Jawi yang pernah berjaya di Nusantara ini media massa cetak berbahasa daerah hanya berupa catatan sejarah? Anda saja yang bisa menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;- AYAM KURUS ITU BERNAMA MAJALAH JAWA / W. Tjiptowardono, Intisari Januari 2001&lt;br /&gt;- DILEMA MEDIA BERBAHASA SUNDA : Antara media hiburan dan &lt;i&gt;News&lt;/i&gt; / Hamid Marta, Pikiran Rayat 25 Juli 2004&lt;br /&gt;- Foto dari &lt;a href=”http://pro.corbis.com”&gt;Corbis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-3251355304589123796?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/3251355304589123796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=3251355304589123796&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/3251355304589123796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/3251355304589123796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/06/rawe-rawe-lantas-malang-malang-putung.html' title='Rawe-Rawe Lantas Malang-Malang Putung-nya &lt;br&gt; Media Massa Cetak Berbahasa Daerah : Sebuah Tinjauan Sederhana'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-2666880562348972313</id><published>2007-06-15T14:44:00.000+07:00</published><updated>2007-06-15T23:19:36.480+07:00</updated><title type='text'>Rindu</title><content type='html'>&lt;DIV align=justify&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG height=170 src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/17/14/52/17145248/42-17145248.jpg" px&gt; &lt;IMG src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/16/86/04/16860403/42-16860403.jpg"&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Disini saya berdiri setelah seabad rasanya tidak pernah menjenguk sudut jalan yang membelah kota kecil kami. Jalan yang tidak ada istimewanya bagi kebanyakan orang namun untuk sebagian lain meninggalkan lubang-lubang kenangan dalam hati dan benak mereka bahkan setelah bertahun-tahun meninggalkan jauh tempat ini. Tidak begitu panjang memang, karena apalah jalan panjang dalam kota kami yang kecil. Kecil dan tidak populer, terletak beberapa puluh kilometer dari Jalan Propinsi, membuat para pengunjung harus menyambung beberapa kali kendaraan umum sampai akhirnya tiba&amp;nbsp;pada depan gerbang kota.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Begitulah, jalan ini menyambut siapa saja yang baru tiba, baik &lt;I&gt;anak-anak&lt;/I&gt; mereka yang telah berpuluh tahun pergi,&amp;nbsp;entah angin apa yang membawanya kembali ke sini, atau mereka orang asing yang mungkin saja secara kebetulan karena tersesat. Siapapun mereka jalan ini tidak akan pernah mengeluh, semua disambut dengan tulus, setulus penulis yang menorehkan tinta&amp;nbsp;pada kertas-kertas putih polos.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dan, di sinilah saya berdiri tepat&amp;nbsp;pada ujung jalan&amp;nbsp;tempat semua lintasan sejarah saya terukir dahulu. Bersender pada gapura kota yang sudah mulai pudar warnanya disana-sini. Dahulu, setiap tahun tepatnya awal bulan Agustus selalu saja gapura ini dipoles dengan nuansa merah dan putih, tapi sekarang semuanya tampak tak bersemangat bahkan beberapa rumah yang dulu begitu besar dan megah sepanjang jalan ini tampak mulai tak terurus. Walau begitu tak banyak perubahan yang terjadi di sini, tidak seperti Jakarta, tanpa sadar dengan dinginnya meninggalkan siapa saja yang tidak mampu mengikuti rotasi roda-roda bajanya, kota kami dengan jalan yang membelahnya selalu menunggu. Yah...menunggu siapa saja yang ingin ditunggu bahkan Mbah Kung yang telah melewati tiga masapun tidak akan lupa detil setiap sudut anatomi kota ini. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Jalan ini adalah tentang kenangan,&amp;nbsp;sekaligus tentang hari ini dan tentang besok. Setiap pohon yang tumbuh di kiri-kanannya sama dengan pohon yang aku lihat dahulu,&amp;nbsp;rindangnya&amp;nbsp;berbagi teduh untuk para pemakai jalan. Pohon yang mungkin masih akan sama berdiri&amp;nbsp;lima sampai sepuluh tahun nanti. Bila melihat jalan ini, entah karena pengaruh kota besar, saya seperti mendengar alunan saxopone mendayu dari antara rerantingan pohon-pohon besar sepanjang jalan. Padahal di kota saya seruling adalah satu-satunya alat tradisional tiupnya,&amp;nbsp;itu bila tidak memasukkan daun dan serpihan kayu yang&amp;nbsp;dulu kami jadikan sebagai mainan dengan bunyinya yang kadang membuat orang dewasa kesal. Ya, pertama-tama saya seperti mendengar alunan saxophone untuk beberapa saat lalu disusul petikan bas dan akhirnya sebuah band lengkap mengiringi langkah-langkah kecil ini. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Hari masih pagi belum lagi jam 6 Ketika saya tiba, cahaya matahari masih malu-malu mengintip dari ujung sana. Aroma tanah yang saya rindu selama ini begitu kental terhirup membawa saya pada seratus persen yakin bahwa saya sudah di rumah. Jalan ini memberikan semua yang saya rindukan....benar-benar rindukan. Saya ikuti jalan yang sedikit berkelok, kata Bapak&amp;nbsp;dulu ketika akan merantau "Bila kamu lupa jalan menuju rumahmu ikuti saja jalan ini. Kamu pasti tidak akan tersesat karena Bapak akan selalu ada di sini menunggu , tepat di depan rumahmu".&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Lalu, saya memang mengikuti jalan ini terus saja melewati seribu satu tawa, tangis serta sapaan kerabat, sahabat dan bekas sahabat yang tampaknya setelah bertahun-tahun berpisah menjadikan waktu sebagai perekat ajaib. Membuat sahabat yang telah jauh, bahkan saya telah lupa kenapa dulu dia menjauhi saya, rebutan pacar mungkin. Ah, sudah lupakan saja, mendekap erat kembali tubuh saya bahkan lebih hangat dari sebelumnya. &lt;/DIV&gt;&lt;br /&gt;&lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;&lt;br /&gt;&lt;DIV align=justify&gt;Dari balik kelokan ini saya meihat sebuah rumah yang melekat dalam benak selama bertahun-tahun belakangan ini. Belum banyak berubah tidak berubah sama sekali bahkan, masih ada beberapa tanaman buah tempat dulu saya seharian bermain. Bangku kesayangan bapak juga masih terletak di sana, dulu Bapak bisa semalaman duduk di sana ngobrol bersama paman dan teman-temanya yang tinggal tak jauh dari sini. Tapi bapak tidak pernah merokok berbeda dengan teman-temannya yang seperti tidak ada habisnya mengebulkan asap seakan berebutan dengan kata-kata keluar dari mulut mereka.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sampai sudah saya di sini depan rumah, seperti sangkar burung yang merindukan sang merpati kembali setelah berkelana dari kejauhan sana menghantarkan surat, rumah kami bila hari belum malam pintunya akan selalu dibiarkan terbuka lebar,&amp;nbsp;membuat penghuninya tidak kesulitan memasuki rumah. &lt;/DIV&gt;&lt;br /&gt;&lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;&lt;br /&gt;&lt;DIV align=justify&gt;Tapi di mana bapak? janjinya dulu dia akan selalu di sini di depan rumah ini menunggu saya. Apakah bapak lupa? ataukah bapak sedang sare karena lelah menunggu kedatangan anakanya yang tidak pernah mengirim kabar ini? Saya lontarkan pandangan ke dalam rumah pada setiap sudut yang terlihat mencari sosok bapak berharap mungkin saja bapak sedang bersembunyi pada sebuah suduh rumah ini untuk mengejutkan saya. Nihil! tidak sesosok bayangpun tertangkap mata saya. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Assalamu'alaikum, Bapak?" panggil saya&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;sunyi&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Pak?"&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;masih sunyi&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Lalu saya duduk di kursi kesayangan bapak menghadap kebun depan rumah tempat beberapa tanaman buah tumbuh. Menyenderkan punggung yang&amp;nbsp;telah lelah karena perjalanan jauh. Saya perhatikan setiap pohon dan tanaman yang tumbuh seperti tidak begitu terurus membuat saya heran karena Bapak tidak akan pernah membiarkan satu dahanpun melenceng dari jalurnya.&lt;/DIV&gt;&lt;br /&gt;&lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;&lt;br /&gt;&lt;DIV align=justify&gt;Sampai mata saya tertuju pada sebongkah batu. Ah, itu bukan batu tapi nisan...buat apa ada nisan disitu? benak saya terheran-heran sampai beberapa baris kalimat tertulis di atasnya mulai terbaca jelas :&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;I&gt;Bila kamu lupa jalan menuju rumahmu &lt;BR&gt;ikuti saja jalan ini. &lt;BR&gt;Kamu pasti tidak akan tersesat karena Bapak akan selalu ada di sini menunggu, &lt;BR&gt;tepat di depan rumahmu &lt;/I&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;(Bapak, 1950-2003)&lt;BR&gt;-----------------------------------------------------------------&lt;BR&gt;Hari ini saya rindu sekali pada bapak&lt;BR&gt;Foto dari &lt;A href="http://pro.corbis.com/"&gt;Corbis&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-2666880562348972313?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/2666880562348972313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=2666880562348972313&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/2666880562348972313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/2666880562348972313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/06/rindu.html' title='Rindu'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-2954520222751223512</id><published>2007-05-24T22:40:00.000+07:00</published><updated>2007-05-24T22:49:08.588+07:00</updated><title type='text'> Mungkin anda tidak perduli : sedikit tentang ISBN dan ISSN </title><content type='html'>&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br/&gt;&lt;img src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/17/69/69/17696923/42-17696923.jpg" /&gt;&lt;img src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/17/69/69/17696922/42-17696922.jpg" /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Raih buku yang paling dekat dengan anda saat ini. Lalu perhatikan dibagian sampul belakangnya dan halaman judul. Ambil juga majalah yang terdekat dengan anda, lalu lihatlah di sampul depannya atau di halaman yang memuat keterangan redaksi.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Apakah anda melihat deratan angka-angka yang mirip begini; &lt;b&gt;ISBN : 979-3210-30-3&lt;/b&gt; Kira-kira anda bisa menebak nggak itu angka kenapa ada disitu dan kenapa sih di depan deretan angka itu ada tulisan ISSN atau ISBN? Memang pasti anda bisa nebak bahwa itu adalah singkatan. Mungkin singkatan yang menerangkan apa sebenarnya arti nomor-nomor tersebut. Namun saya yakin walau anda sudah tahu kepanjangannya masih tidak mengetahui latar belakang nomor-nomor itu nemplok di sana. Walaupun di Indonesia ini beberapa buku dan majalah tidak memuat angka-angka yang saya singgung di atas. Namun hampir sebagian besar telah memilikinya. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sebenarnya ide ISSN dan ISBN dalam buku dan majalah ini tidak berbeda jauh dengan DNA. Yah and apasti bukan bahwa setiap mahluk hidup memiliki DNA yang unik dan berbeda. Bahkan untuk setiap manusia memiliki ciri-ciri DNA yang tidak mungkin sama persis. Manusia yang satu dengan yang lain tidak mungkin memiliki DNA yang sama persis, walupun kembar sekalipun. Makanya denger-denger DNA ini memiliki potensi besar menggantikan sidik jari dalam dunia kepolisian. Bahkan dengan DNA ini anda juga dapat menelusuri silsilah nenek moyang berasal, atau bisa juga mencari saudara yang hilang.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Begitu juga ISBN dan ISSN, setiap judul buku dan majalah memiliki nomor-nomor yang unik. Bedanya dengan DNA adalah ISSN tetap sama pada setiap judul walau akan dikopi lebih dari satu. Misalnya buku “Konrad si Anak Instan” yang dicetak seribu kali akan memiliki satu nomor ISSN saja. Dengan catatan dengan bentuk dan media yang sama persis. Berubah sedikit saja, baik itu menjadi hard cover atau ada edisi revisinya maka ISBN-nya juga akan berubah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Bagaimana mengurus ISBN, bila anda bekerja dalam bidang penerbitan tentunya sudah hafal. Namun buat informasi bagi anda yang ingin tahu ngurus satu hal itu gampang saja tinggal datang atau kotak saja ke PERNAS (www.pnri.go.id) maka anda akan langsung diarahkan ke pintu yang benar.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Walaupun pada teorinya tidak semudah itu, berikut saya kutip tentang sulitnya ngurus ISBN di Perpustakaan Nasional : &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;i&gt;“Pengurusan nomor International Standard Book Number atau sering disebut Katalog Dalam Terbitan belakangan ini kembali dipersoalkan oleh penerbit. Umumnya, keluhan yang dilontarkan oleh penerbit, terutama para penerbit kecil, menyangkut lamanya waktu yang dibutuhkan dan biaya yang dikenakan untuk mendapatkan nomor tersebut.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Harian ini beberapa waktu lalu memuat surat pembaca yang berisi keluhan dari seorang yang mengatasnamakan sebuah penerbit kecil dalam mengurus International Standard Book Number (ISBN) (”Redaksi Yth”, Kompas, 3 Januari 2006 ”ISBN Ladang Pungli”). Dalam suratnya, penulis merasa dipermainkan oleh oknum Perpustakaan Nasional, tempat pengurusan ISBN, karena kendati sudah melengkapi semua syarat, termasuk mentransfer sejumlah uang ke rekening salah satu pegawai di Perpustakaan Nasional, nomor ISBN yang diminta tak kunjung didapat. Problem demikian sangat merugikan pihak penerbit karena dengan tertundanya nomor ISBN otomatis tertunda pula penerbitan sebuah buku.”&lt;/i&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Walaupun ada juga yang memuji kemudahan dan murahnya biaya ngurus ISBN seperti (kembali) yang saya kutip dari ahmadzeni dalam sebuah forum, katanya :&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;“&lt;i&gt;Ngurus ISBN di perpus nasional ternyata gampang bgt . &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;5rb buat registrasi pertama &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Caranya tinggal ngambil formulir di bagian ISBN di perpus nasional, trus ngisi form-nya dan diserahkan kembali sama copy cover , halaman copyright, sama beberapa contoh halaman dalam. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Minimal masuk 5 judul buku. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;ISBN ada dua jenis yang nomor kode biasa harganya cuma 25rb, yang barcode 60rb &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sebaiknya berbentuk studio buat legalitas, karna biasanya suruh nyantumin cap institusi penerbitan. Legalitas cukup cap ditunjukin stempel saja.&lt;/i&gt;”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Berbeda dengan ISBN, ISSN tidak diurus oleh perpustakaan nasional namun oleh PDII LIPI yang terletak di Jl. Gatot Subroto Jakarta. Bukan hanya itu, dalam hal biaya juga berbeda untuk ngurus ISSN bagi penerbit majalah harus merogoh kocek lebih dalam lagi karena minimal Rp. 200.000 saja harus dikeluarkan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Bila anda masuk ke dalam situs PDII-LIPI maka akan anda temukan sedikit keterangan tentang ISSN ini, karena sedikit maka saya kopas kan saja ya :&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;PDII-LIPI sebagai pusat nasional untuk Indonesia mempunyai tugas memantau terbitan berkala yang dipublikasikan di Indonesia dengan memberikan ISSN. ISSN (International Standard of Serial Number) merupakan nomor pengenal yang diberikan kepada terbitan berkala. Termasuk dalam terbitan berkala adalah majalah, surat kabar, newsletter (warta), buku tahunan, laporan tahunan, maupun prosiding. ISSN diberikan oleh ISDS (International Serial Data System) yang berkedudukan di Paris, Perancis. ISDS mendelegasikan pemberian ISSN baik secara regional maupun nasional. Pusat regional untuk Asia berkedudukan di Thai National Library, Bangkok-Thailand. Untuk Indonesia, yang ditugaskan mamantau terbitan berkala yang dipublikasikan dan memberikan ISSN adalah PDII-LIPI Jakarta.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Terbitan bekala yang akan mendapatkan ISSN harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;li&gt;Membuat surat permohonan&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;li&gt;Mengirim (dua) eksemplar terbitan terakhir apabila sudah diterbitkan dan (tiga) lembar fotokopi halaman muka (sampul depan) majalah yang akan terbit lengkap dengan penulisan volume, nomor, dan tahun terbit dalam angka Arab&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;li&gt;Satu lembar fotokopi daftar isi yang akan terbit &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;li&gt;Satu lembar fotokopi daftar dewan redaksi &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;li&gt;Mengisi formulir bibliografi majalah dan formulir evaluasi yang disediakan PDII, kemudian dikirim kembali melalui email&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;li&gt;Membayar biaya administrasi sebesar Rp. 200.000,- (Dua ratus ribu rupiah) ke rekening PDII-LIPI&lt;br/&gt;No Account: 070-0000089198 &lt;br/&gt;Bank Mandiri Cabang Graha Citra Caraka &lt;br/&gt;Kantor Telkom Pusat &lt;br/&gt;Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Begitulah sekelumit tentang deretang angka yang anda temukan tercetak dalam halaman judul sebuah buku ataupun majalah. Bukan sembarang nomor memang karena bahkan sampai bersumber ke Paris bila anda ingin menelusurnya. Jadi,...semoga berguna ya :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sumber :&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/”http://64.203.71.11/kompas-cetak/0601/21/pustaka/2383963.htm”"&gt; Pengurusan ISBN Kembali Menuai Persoalan, Kompas, Sabtu, 21 Januari 2006 &lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/”http://fs.jho-tan.com/viewtopic.php?t=326&amp;start=60&amp;sid=d55cc546e1b3f1de637002b5cbebb7b1%E2%80%9D"&gt; Forum Freakschool &lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Gambar dr pro.corbis (http://pro.corbis.com)&lt;br/&gt;&lt;li&gt;&lt;br/&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/”http://www.pdii.lipi.go.id/index.php/issn/”"&gt; ISSN-PDII &lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;/li&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-2954520222751223512?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/2954520222751223512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=2954520222751223512&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/2954520222751223512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/2954520222751223512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/05/mungkin-anda-tidak-perduli-sedikit.html' title='&lt;b&gt; Mungkin anda tidak perduli : sedikit tentang ISBN dan ISSN &lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-8490854614652463459</id><published>2007-05-14T10:44:00.000+07:00</published><updated>2007-05-14T11:18:47.817+07:00</updated><title type='text'>Setiap 2 Menit 2 detik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/14/38/36/14383616/91344-36.jpg" border="0"&gt;&lt;br /&gt;Tadi malam hujan masih saja turun walau tinggal sedikit-sedikit menyisakan gerimis sejak maghrib tadi. Sudah seminggu ini hujan tiba-tiba mengamuk datang bersama temannya yang bernama angin dan petir. Padahal bulan Mei hampir saja tiba, namun tanda tanda kemarau masih belum saja kelihatan, tidak saja kemarau bahkan pancarobapun masinh enggan menunjukkan sedikit saja sinyal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami, saya dan isteri, baru saja sampai di rumah setelah satu jam nekad menembus hujan yang tampaknya enggan berhenti antara kebayoran-kalimalang. berharap nanti setelah sampai di timur Jakarta akan lebih kering. Namun kami salah bahkan sampai di depan rumah harus rela badan terasa basah tertembus gerimis yang kadang kencang kadang pelan membuat saya enggan memacu motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan masih saja terdengar, mengetuk-ngetuk seng atap bekas warung rumah tetangga meramaikan irama yang biasa ditimbulkan olehnya. Isteri saya masih di kamar mandi membershikan badannya yang masih saja setengah basah walau sudah memakai mantel sepanjang jalan. Saya merapatkan diri di bangku kecil depan rak buku mencuba mengambil bacaan. Ah, tapi kok badan rasanya tidak bisa diajak kompromi sementara irama rerintikkan hujan dan panggilan tempat tidur membuat kepala ini semakin berat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah dengar, di Jakarta rawan itu sama dengan aman? Sepertinya kalau dibaca-baca, dengar-dengar dan dilihat-lihat maksud saya baca baca di koran denger di radio dan lihat di televisi yang namanya berita kriminal seperti ga ada habis-habisnya. Tidak usah dibahas jenis kejahatan atau kekerasan yang pernah ditayangkan dalam media, hampir semua ada bahkan untuk yang orang tua kita belum pernah dengar atau bayangkan. Membuat saya bersyukur pada Allah SWt setiap kali tiba di depan pintu rumah dalam keadaan masih utuh setlah seharian berada di luar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sepatutnya memang kita bersyukur apabila klita dan anggota keluarga tiba di rumah dalam keadaan aman, Alhamdulilah begitu semestinya apa yang pertama kali diucapkan setalah tentunya mengucap salam. Mengingat di rumah adalah tempat yang paling aman buat sebagian besar orang walau tidak dipungkiri yang namanya kejahatan bisa saja terjadi di lingkungan paling pribadi kita ya rumah kita itu. Berapa banyak perampok menyatroni rumah-rumah penduduk dan mengambil hak-hak pemiliknya,....bahkan nyawanya. Namun paling tidak, ketika kita sampai di rumah alhamdulillah kita terhindar dari kejahatan yang kerap kali lebih sering terjadi di luar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa harus bersyukur? karena dalam 24 jam tahukan anda berapa kali jiwa kita terancam....lebih dari 480 kali!! Tidak percaya? data tersebut saya ambil dari BPS (www.bps.go.id) yang mengatakan bahwa pada tahun 2005 selang waktu kejahatan yang terjadi di Indonesia rata-rata adalah per 2 menit 2 detik. Padahal itu dua tahun yang lalu bagaimana dengan sekarang? tentunya lebih meningkat lagi karena kecendrungan selang waktu kejahatan dari tahun ketahun semakin rapat saja. Namun untuk kita yang tinggal di Jakarta boleh sedikit lega karena selangw aktu di Jakarta masih lebih lama dibanding rata-rata kejahatan di Indonesia pada umumnya, yakni sekitar per 9 menit 05 detik artinya dalam 24 jam resiko anda terkena tindak kejahatan hanya 160-an kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat-saat seperti itu membuat saya berfikir bahwa begitu rentannya diri ini, bahkan walaupun selama ini saya merasa aman-aman saja ketika keluar rumah untuk bekerja.  Begitu banyak musibah yang menunggu di sana bahkan untuk sebuah kejadian yang mungkin tidak pernah terfikirkan sebelumnya. Membuat saya (kembali) mencoba untuk berserah diri karena kerap kali membaca bismillah saja lupa ketika keluar rumah. Coba simak doa keluar rumah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سْمِ اللهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahi tawakaltu ‘alallahi laa haula walaa quwwata illa billah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan selain dari Allah.” (H.R. Abu Daud, tirmidzy dan Nasai )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang begitu seharusnya, menyerahkan diri seluruhnya pada sang pencipta karena seorang manusia tidak ada kuasa pada se-besar apa-pun harta yang dia miliki bahkan nyawa yang ada dalam tubuhnya. Tidak aneh memang bila sebelum berusaha doa dan berserah diri adalah sebuah awal. Namun bila setelah berusaha dan berdoa telah dilakukan musibah tetap terjadi maka saat itu saatnya untuk berkata &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inna lillahi wa inna ilahi raji’un"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------------&lt;br /&gt;- Saya (yang akhir-akhir ini sedang merasa "jauh") berusaha menasehati diri sendiri&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.bps.go.id/sector/hansos/table2.shtml" target="_blank"&gt;Data statistik ren/waktu kriminal &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-8490854614652463459?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/8490854614652463459/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=8490854614652463459&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/8490854614652463459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/8490854614652463459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/05/setiap-2-menit-2-detik.html' title='&lt;b&gt;Setiap 2 Menit 2 detik&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-6855549508564306900</id><published>2007-05-07T07:11:00.000+07:00</published><updated>2007-05-07T07:24:40.280+07:00</updated><title type='text'>Pada Sebuah Bayang : 6 Tahun Ngeblog</title><content type='html'>&lt;DIV align="center"&gt;&lt;IMG src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/2/photos/33/500x500/1/padasebuahbayang.jpg?et=%2B78JdahekGuCtkhqnjPFUw"/&gt;&lt;BR/&gt;&lt;BR/&gt;&lt;DIV align="justify"&gt;Mencintai angin harus menjadi siup&lt;BR/&gt;Mencintai air harus menjadi ricik&lt;BR/&gt;Mencintai gunung harus menjadi terjal&lt;BR/&gt;Mencintai api harus menjadi jilat&lt;BR/&gt;Mencintai cakrawala harus menebas jarak&lt;BR/&gt;&lt;BR/&gt;Mencintaimu harus menjelma aku&lt;BR/&gt;(Sapardi Djoko Damono)&lt;BR/&gt;&lt;BR/&gt;Juni ini tidak dirasa sudah sekitar enam tahun sudah saya eksis dalam dunia blogging. Paling tidak, seingat saya, sejak 2001 ketika artikel tentang blog dibahas dalam majalah Info Komputer awal mula saya aktif menulis di blogspot. &lt;BR/&gt;&lt;BR/&gt;Terlepas di mana saya menyalurkan kegemaran menulis blog, baik blogspot maupun multiply, toh dua benda itu hanya “alat” yang pentingkan isinya. Hanya saja pertanyaannya yang menghantui saya ketika menulis adalah apakah yang membaca tulisan-tulisan saya dapat menikmati isinya?&lt;BR/&gt;&lt;BR/&gt;Memang, pernah saya mengatakan pada seorang teman bahwa saya menulis karena suka saja, tulis apa yang saya rasakan dan paling enggan menulis dengan outline apalagi menulis berdasarkan pesanan orang lain. Lebih memilih tulisan mengalir begitu saja, dan ini menjelaskan kenapa begitu banyak tulisan-tulisan yang tidak (akan) pernah usai dalam hardisk, kadang sayapun kaget juga pada akhir atau &lt;I&gt;ending&lt;/I&gt; tulisan saya. &lt;BR/&gt;&lt;BR/&gt;Jadi untuk apa saya menulis? Itu pertanyaannya teman. Ya, untuk kepuasan pribadi saya itu jawabannya. Namun tak urung saya terjebak juga pada perkataan dia bahwa menulis bukan saja untuk diri sendiri namun juga untuk yang membaca, pernyataan yang akhirnya menjebak saya pada sebuah pertanyaan....apakah anda yang sedang membaca tulisan-tulisan saya menikmati isinya?&lt;BR/&gt;&lt;BR/&gt;Saya bukan penulis profesional, hanya kelas teri di dunia perbloggan, bahkan blog sayapun tidak sehebat blog buatan Enda Nasution atau Atta Negeri Senja yang keduanya sangat inspiratif bagi yang membaca. Tapi di tahun ke-enam ini...tentunya saya berhak bertanya seperti apa yang saya tulis dalam paragraf sebelumnya, bukan begitu bukan? &lt;BR/&gt;&lt;BR/&gt;Jadi, seperti yang saya ambil dari sebuah bekas web milik “guru disain template” saya adalah :&lt;BR/&gt;&lt;BR/&gt;"Mungkin ada dariku nan menggugah bagimu&lt;br /&gt;barangkali ada darimu nan menyinari diriku&lt;br /&gt;ataukah kita sudah, lagi-lagi, membuang waktu?"&lt;BR/&gt;&lt;BR/&gt;BTW : Buruan sebelum kehabisan, bagi yang sempat silahkan mampir ke MP Book Point Kemang sedang ada bazar buku dengan diskon sampai dengan 50%...buku2nya yang dijual lumayan menarik. &lt;BR/&gt;&lt;BR/&gt;&lt;BR/&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-6855549508564306900?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/6855549508564306900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=6855549508564306900&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/6855549508564306900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/6855549508564306900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/05/pada-sebuah-bayang-6-tahun-ngeblog.html' title='&lt;b&gt;Pada Sebuah Bayang : 6 Tahun Ngeblog&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-1133558331028575982</id><published>2007-04-18T11:03:00.000+07:00</published><updated>2007-04-18T11:08:00.771+07:00</updated><title type='text'>Keplesetologi : Elegi Sepotong Sisir </title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/14/36/06/14360615/100173-39.jpg" border="1"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu sempet saya membaca sebuah lelucon yang kira-kira begini isinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya memasukkan gajah ke dalam kulkas?&lt;br /&gt;Caranya, buka pintu kulkasnya lalu masukkan gajah ke dalamnya, lalu tutup pintunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk akal kan? namun masalah gajahnya cukup atau ndak ke dalam kulkas adalah masalah lain lagi. Kecuali kulkasnya sebesar kontainer memang sulit dibayangkan gajah akan muat dalam kulkas-kulkas pada umumnya. Sebuah logika yang dipaksakan, begitulah apa yang beberapa hari ini terjadi dalam hidup saya. Tak habis2nya kejadian menggelikan (kalau boleh di bilang menggelikan) mewarbai headline koran-koran dari DPR yang bersaing dengan Tukul dalam soal laptop, polisi yang menembaki atasannya sampai tewas dan kasus penembakan ini bukan hanya satu dua polisi saja yang melakukan walau bukan atasannya saja yg jadi sasaran sampai salah seorang menteri yang melenggangkan kangkungkan rekening seorang anak mantan presiden negeri ini dengan cara-cara yang non prosedural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal tingkah polah pemimpin dan aparatur negara saya jadi teringat Jaya Suprana dengan teori Kelirumonologinya : Sebagai seorang pemikir dan penulis, Jaya mengobok-obok berbagai literatur dan media untuk mempelajari kekeliruan dan kesalahkaprahan yang telah dilakukan orang dalam kehidupan sehari-hari. Hingga akhirnya, ia memelopori istilah kelirumologi dan melahirkan buku berjudul Kaleidoskopi Kelirumologi (&lt;a href="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/j/jaya-suprana/index.shtml" target="_blank"&gt;www.tokohindonesia.com&lt;/a&gt;) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wiki  'kelirumologi' berasal dari kata 'keliru' yang artinya 'salah', dan 'logi (logos)' yang artinya 'ilmu'. Dua kata tersebut jika hendak digabungkan, maka seharusnya berbunyi kelirulogi, bukan 'kelirumologi'. Akan tetapi Jaya Suprana sengaja menggunakan kata yang 'salah' tersebut untuk sekadar menjelaskan, bahwa istilah baru yang diciptakannya memang untuk mengajak kita semua menjadi peka terhadap kesalahkaprahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Kang Jaya menyebutnya dengan kelirumonologi, maka dalam rumah saya apa yang terjadi adalah keplesetologi. Boleh diterjemahkan secara harfiah atau maknawiyah. Karena kamar mandi saya tidak di disain secara baik, maklum saja bukan kontaktior besar yang menanganinya dulu. Maka setiap kali saya atau isteri mandi dapat dipastikan ada saja air yang keluar dari bawah pintu. Membuat siapa saja yang akan ke dapur rawan kepleset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bisa juga keplesetologi yang saya maksud sesuai dengan yang kerap kali terjadi dalam kehidupan rumah tangga saya. Seperti tadi pagi, baru saja saya mendaratkan punggung saya pada sandaran bangku yang nyaman setelah hampir satu jam gabung dengan "pembalap-pembalap jalanan berkemeja" antara Kalimalang-Blok M tiba-tiba HP saya berdering. Pikir saya, ini pasti berita penting, mengingat hari ini memang petugas Telkom berjanji memasang sambungan baru di rumah saya. Tapi, saya salah isteri saya tiba-tiba dengan suara sedikit bete bertanya "Mas, sisirnya di mana??!" sebenarnya bukan sebuah pertanyaan namun lebih ke penuduhan saya menghilangkan sisir yang tinggal satu-satunya di rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sisir? ya mana aku tahu, Dek" jawabku dengan refleks dengan masih mennebak-nebak apa hubungannya sisir dengan sambungan Telkom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tadi kan Mas Iman yang pake, terus ditaruh di mana sekarang, kenapa ga ada?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ooooooh....sisir" baru saya ngeh ternyata maksudnya sisir beneran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya!" jawab isteriku dengan nada yang masih mengandung prejudice terhadap suaminya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan tadi pagi berlanjut dengan kekesalan isteri saya yang menurutnya banyak barang-barang remeh tapi penting "sengaja" dihilangkan oleh saya. Tentunya sebagai seorang pria, sedikit tidak menerima juga walau memang tadi yang pakai terakhir saya namun bukan berarti saya juga yang menghilangkannya.....bukan begitu bukan? sepertinya LSM Kontras harus turun tangan juga nih ;))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya, mengusulkan agar masing-masing memiliki sisir pegangannya, artinya buat isteri dan suami bahkan anak dan pembantu bila mau. Namun saya fikir percuma juga. Tahukan bulpen? benda yang nasibnya sama kayak sisir, ga di rumah dan di kantor cepat sekali hilangnya kadang-kadang tapi juga cepet ketemu kembali (walau tidak penting siapa pemiliknya, ngaku deh). Oh iya , jadi ketika itu demi memecahkan masalah kelangkaan bulpen di rumah saya (baca = sebenarnya ada tapi kalo butuh ga ada), maka saya putuskan untuk beli se"dus" berisi 20 buah bulpen. Berhasilkah?.....nyatanya tidak, sampai sekarang bulpen masih menjadi kelompok benda-benda "ghoib" selain sisir, gunting kuku dan laiinya di rumah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah....pertanyaanya sekarang, benarkan saya (mewakili suami seluruh dunia) adalah fihak yang selalu (terlalu sering) menghilangkan benda-benda remeh tapi penting di rumah? mengingat menurut teman saya tadi juga di rumahnya sering terjadi sisir atau benda-benda lainnya menghilang namun 2-3 jam kemudian sudah nangkring manisnya di atas TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa harus di rukyah tuh sisir dan bulpen?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WIkipedia &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelirumologi" target="_blank"&gt;Kelirumonologi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi dari &lt;a href="http://pro.corbis.com" target="_blank"&gt;Pro Corbis&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-1133558331028575982?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/1133558331028575982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=1133558331028575982&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/1133558331028575982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/1133558331028575982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/04/beberapa-waktu-lalu-sempet-saya-membaca.html' title='&lt;b&gt;Keplesetologi : Elegi Sepotong Sisir &lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-117367234782801643</id><published>2007-03-12T12:05:00.000+07:00</published><updated>2007-03-12T12:05:47.833+07:00</updated><title type='text'>Gempa Padang  versus Garuda Yogyakarta : survey iseng-isengan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.planecrashinfo.com/images/T070307.jpg" width="150" border="1"&gt; &lt;img src="http://www.kompas.co.id/utama/news/0504/14/201811.jpg" width="150" border="1"&gt;&lt;br /&gt;Baru saja minggu lalu ketika dua musibah terjadi di Indonesia, pertama adalah musibah alam gempa di Sumatera Barat yang sampai tulisan ini saya buat telah memakan korban meninggal. menurut Kementerian Koordinator Bidang Ksejahteraan Rakyat mencapai 35 orang dan ribuan lainnya lagi luka-luka Sedangkan menurut Tempo yang sumbernya diambil dari para Bupati dan Camat korban tewas Gempa Padang paling tidak mencapai 66 orang . Belum lagi yang sifatnya material milyaran rupiah dipastikan telah melayang bersama banguan dan fasiltas yang runtuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padang Post, koran terbitan Sumatera Barat menyinggung bahwa paling tidak Nilai kerusakan fisik bangunan pemerintah dan warga di Kota Padangpanjang akibat gempa 6,2 SR Selasa (6/3) lalu mencapai Rp 146,1 miliar. Untuk merenovasi butuh biaya Rp 166,7 miliar, kurang sedikit dari APBD 2007 kota itu sekitar Rp220 M. Sungguh kerugian yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari setalah gempa di Padang, Pesawat Garuda bernomor GA-200 jatuh di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta. Peristiwa tersebut memakan korban 22 orang baik WNI maupun warga asing (Australia) . Termasuk yang menjadi korban adalah mantan rekor UGM dan beberapa staff keduataan Australia. Sedangkan Pak Din Ketuan PP Muhammadiyah ikut menjadi korban namun luput dari maut. Berapa kerugian material yang ditanggung Garuda masih masdih kurang jelas namun untuk gambaran saja harga sebuah pesawat Boeing seri 737-400 barunya adalah sekitar 44 juta dolar Amerika atau sekitar Rp. 396 miliar. Namun tidak diketahui Garuda membeli pesawat tersebut dalam kondisi baru atau &lt;i&gt;seken&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua berita musibah di atas membuat saya sedikit tergelitik bagaimana sorotan masyarakat virtual kita menyorotinya. Yang di maksud dengan masyakarat virtual bukan saja perorangsan atau komunitas tertentyu, namun pokoknya yang memuat beberapa kaya kunci yang saya gunakan dalam google dalam mencari dua topik di atas. Yah, namanya juga iseng-iseng jadi alat pencarian saya batasi di &lt;i&gt;Om Gugel&lt;/i&gt; saja, selain Om satu itu udeh cukup terkenal dengan banyaknya data tersimpan di dalamnya juga saya cukup familiar dengannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata kunci yang saya gunakan adalah : Gempa padang; Garuda Yogjakarta; Korban Gempa Padang; Korban Garuda Yogjakarta; garuda yogyakarta 2007 dan terakhir gempa padang 2007. Pencarian dilakukan di web yang berasal dari Indonesia dan web yang juga berasal; dari luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari iseng-iseng tersebut maka hasil yang saya dapatkan adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 156,000 hasil penelusuran untuk gempa padang. &lt;br /&gt;Sekitar 539,000 hasil penelusuran untuk garuda Yogjakarta. &lt;br /&gt;Sekitar 80,700 hasil penelusuran untuk korban gempa padang. &lt;br /&gt;Sekitar 82,300 hasil penelusuran untuk korban garuda yogyakarta.&lt;br /&gt;Sekitar 403,000 hasil penelusuran untuk garuda yogyakarta 2007&lt;br /&gt;Sekitar 110,000 hasil penelusuran untuk gempa padang 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;LAMAN WEB DARI INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 87,200 hasil penelusuran untuk gempa padang&lt;br /&gt;Sekitar 188,000 hasil penelusuran untuk garuda Yogjakarta&lt;br /&gt;Sekitar 47,900 hasil penelusuran untuk korban gempa padang&lt;br /&gt;Sekitar 67,900 hasil penelusuran untuk korban garuda yogyakarta.&lt;br /&gt;Sekitar 109,000 hasil penelusuran untuk garuda yogyakarta 2007&lt;br /&gt;Sekitar 54,900 hasil penelusuran untuk gempa padang 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penelusuran tampaknya Gempa di Jogja lebih sedikit di sorot oleh masyarakat virtual dibandingkan gempa di Padang. Padahal walaupun dari segi material masih lebih "sial" Garuda dibanding warga Padang, korban jiwa baik luka-luka maupun kehilangan nyawa lebih &lt;i&gt;masive &lt;/i&gt; Padang di banding Garuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? itu dia yang penting. Kenapa oh kenapa.... bukan saya menuduh masyarakat virtual khususnya media massa tidak adil dalam meliput dua bencana yang terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan tersebut. Namun tentunya perhatian media baik internet maupun cetak atau non internet lainnya membuat masyarakat luar akan semakin terbuka pada kejadian yang menimpa saudaranya. Tentunya itu ada hubungan langsung dengan bantuan-bantuan yang harusnya mengalir pada lokasi yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa saya adalah dramatisnya kejadian jatuhnya Garuda membuat media maupun masyakarat virtual teralihkan. Memang, baik gempa Padang maupun Garuda memiliki rekaman video (yang di putar di metro misalnya). Dua rekaman yang bersaing tersebut adalah kepanikan korban gempa pada sebuah RS di Padang, dan sesaat setelah pesawat jatuh yang direkam oleh Wayan, reporter Australia. Dari sisi nilai visual, tentuinya lebih dramatis kejadian Garuda di mana melibatkan api, ledakan dan bahkan beberapa korban yang sempat terekam dengan kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Dibandingkan dengan video RS Padang yang hanya  berisi orang-orang panik berlarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi, bobot berita di mana dalam pesawat Garuda menewaskan tokoh terkenal seperti mantan rektopr UGM dan juga Pak Din Syamsuddin (yang alhamdulillah selamat) di tambah meninggalnya mertua Pak Din yang secara tidak langsung akibat musibah yang di alami Pak Din di Yogja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi lokasi kejadian musibah yang mana satunya berada di Pulau Sumatra sedangkan satunya lagi di Pulau Jawa. Memang sekarang kejadian di mana saja dapat di siarkan segera berkat kemajuan lokasi. Namun jelas bahwa lokasi jatuhnya Garuda yang lebih dekat dengan pusat kekuasaan bahkan pusat segalanya di Indonesia lebih mencuri perhatian baik media maupun masyarakat virtual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan kedua adalah, apakah pencarkan iseng-iseng saya di &lt;i&gt;Om Gugel&lt;/i&gt; yang mana mencerminkan ketimpangan adalah sebuah masalah? saya menunggu komentar anda untuk menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUMBER&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;MENKOKESRA rincian &lt;a href="http://www.menkokesra.go.id/content/view/3164/1/" target="_blank"&gt;korban&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Korban Gempa Padang menurut &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/sumatera/2007/03/10/brk,20070310-95195,id.html" target="_blank"&gt;Tempo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kerugian materil &lt;a href="http://www.padangekspres.co.id/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;artid=15631" target="_blank"&gt;Padang Post&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harga &lt;a href="http://www.boeing.com/commercial/747family/news/1997/news.release.970430.html" target="_blank"&gt;Boeing 747-400&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar dari &lt;a href="http://www.kompas.co.id/utama/news/0504/14/201811.jpg" target="_blank"&gt;Kompas&lt;/a&gt; dan&lt;a href="http://www.planecrashinfo.com/" target="_blank"&gt; planecrash.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-117367234782801643?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/117367234782801643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=117367234782801643&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/117367234782801643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/117367234782801643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/03/gempa-padang-versus-garuda-yogyakarta.html' title='&lt;b&gt;Gempa Padang  versus Garuda Yogyakarta : survey iseng-isengan&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-117307386879784734</id><published>2007-03-05T12:51:00.000+07:00</published><updated>2007-03-05T15:24:26.510+07:00</updated><title type='text'>Peter Sander, Motret Mengikuti Keinginan Hati</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.ummah.net/sanders/images/img0009.jpg" border="1" width="100 px"&gt; &lt;img src="http://www.ummah.net/sanders/images/img0016.jpg" width="100 px" border="1"&gt; &lt;img src="http://www.ummah.net/sanders/images/img0023.jpg" width="100 px" border="1"&gt;&lt;br /&gt;"Fotografi adalah mengikuti keinginan hati" begitu kata Peter Sander seorang fotografer Mu'alaf ketika diwawancara oleh Majalah Gatra (Edisi 16 Tahun 2007) Lebih lengkapnya juga masih dalam wawancara tersebut Peter Sander menjelaskan bahwa fotografi adalah proses indah, berkah dari Tuhan, seperti mengejar momen, menangkap burung saat terbang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir pada tahun 1946 di London Mulai berkarir dalam dunia fotografi pada pertengan tahun 60-an. Saat itu fotografi yang sedang ngetrend adalah mengabadikan bintang-bintang musik terkenal. Begitu juga dengan Peter Sander yang sempat mengabadikan antara lain Bob Dylan, Jimi Hendrix, The Doors dan Rolling Stones. Kejenuhan akan objek yang itu-itu saja dan persepsinya akan fotografi akhirnya membawa dia pada sebuah perjalann "spritual" ke India. Perjalanan tersebutlah yang pada akhirnya mengenalkan Peter Sanders pada dunia Islam. dunia yang mempesonanya dan setelah kembalinya dari perjalanan tersebut dia mempertaruhkan semua yang telah dibangunnya selama ini dan menjadi seorang muslim dan diberi nama Abd al-Adheem (Abdul Adzim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Having photographed almost every famous person in the music industry I got bored and started getting in to spritual things. I just wanted something else, and so I decided to go to India. I packed everything up and went, looking for a teacher. Eventually I found one, who was basically a Hindu but had a lot of what we consider 'Muslim Qualities'. I studied with him for about six months and when I cam back to England, some of my friends had become Muslim. Then there were other friends who had gotten heavy into drugs and alchohol. It was as if God was saying to me, 'which direction do you want to go?'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu usianya masih 24 tahun dan tidak mengetahui banyak tentang Islam, tetapi beberapa kejadian dalam mimpinya membuat dia semakin yakin untuk memeluk agama Islam. Tiga bulan setelah menjadi muslim walaupun tidak memiliki uang Peter Sanders memutuskan untuk berhaji, karena gurunya yang dituakan saat itu juga akan pergi haji. Rejeki Allah SWT memang tidak akan lari ke mana, bagi yang telah dipanggil untuk berhaji. Seseorang  memberikan Peter tiket ke Mekah, dan saat itu juga dia langsung melakukan perjalanan yang tidak semua muslim sanggup melakukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1971 saat itu mengambil gambar di Mekah dan Ka'Bah pada khususnya dan lokasi lain di Arab Saudi sangat sulit, namun Peter Sander mendapatkan izin untuk merekam berbagai momen dan "sudut" Ka'bah. Saat itu mengambil gambar di Ka'bah dan seputarnya saja sudah sulit apalagi untuk seorang kulit putih seperti Peter Sander, yang dengan keuletannya dia mendapatkan izin dari orang yang tepat dan dipandang di Arab Saudi saat itu. Gambar-gambar yang diambilnya di muat di Sunday Times Magazine, The Observer,  dan banyak majalah terkenal lainnya yang menghargai foto-foto karya Peter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulau detik ketika menjadi Muslim.  Peter Sander banyak mengabadikan objek dan momen yang berbau Islam salah satu karyanya yang saat ini terpajang di Aula Universitas Paramadina berjudul "&lt;i&gt;A Mass for Peace&lt;/i&gt;". Momen yang saat itu dia dapatkan ketilka mengikuti pentas musik di Katedral Salisbury, Inggris. Seperti yang dijelaskan dalam Majalah Gatra 'Kor menyanyikan lagu "&lt;i&gt;The Armed Man : A Mass for Peace, requiem&lt;/i&gt;" karya komposer "Karl Jenkins. Saat jeda hening, seorang berwajah Arab bangkit melangkah, Ia berdiri di antara bangku katedral yang dipenuhi jemaat. Kedua tangannya menutupi telinga. Kepalanya mendongak, sejurus kemudian, pria itu, Imran Golding, direktur sebuah lembaga pendidikan Islam, melantunkan azan. "Klik" pada momen itu Peter Sanders memotret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peters Sanders yang sampai saat ini masih suka mendengarkan Bob Dylan, berencana melalang ke Cina merekam peninggalan komunitas Muslim di sana. Katanya : "When the Arabs first travelled to China nearly 1,400 years ago, they were not introducing an alien culture to an already long- established civilisation. In fact they called their Islam 'The Way of the Pure', a name and an ideal that did not conflict with the Confucian beliefs which were prevalent in China at the time. In fact their early mosques looked like Chinese temples and pagodas and the same style is still in use today." At a time when Islam is perceived as a threat to Western culture -- its values widely regarded as fundamentally contrary to Western values -- it is well to find someone, a Westerners, aware enough to point out that, "The Muslims of China were masters of integration and diplomacy."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses ya Pak Peter Sanders, yang saat ini sedang berada di Indonesia. Semoga dalam fotografi anda telah menemukan apa yang menjadi pencarian anda sebelumnya. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB : Sayang saya tidak mendapatkan foto "A Mass for Peace" dari internet. Bagi anda yang penasaran bisa melihatnya di Majalah Gatra ed 16 tahun 2007 halama 63 atau datang saja langsung ke Aula Univ Paramadina, Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB2 : NB : Alhamdulillah atas kebaikan Pak Aryo, sohib saya pustakawan Gatra akhirnya saya mendapatkan foto "A Mass for Peace"&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/abhicom200i/PeterSanders_71553.txt" width="250" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://weekly.ahram.org.eg/2006/784/profile.htm" target="_blank"&gt;Al Ahram artikel tentang Peter Sander&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.salaam.co.uk/themeofthemonth/june02_index.php?l=18" target="_blank"&gt;Salam artikel tentang Peter Sander&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.petersanders.co.uk/" target="_blank"&gt;Site Pak Peters Sanders&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar dari &lt;a href="http://www.ummah.net/sanders/gallery.htm" target="_blank"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-117307386879784734?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/117307386879784734/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=117307386879784734&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/117307386879784734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/117307386879784734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/03/peter-sander-mengikuti-keinginan-hati.html' title='&lt;b&gt;Peter Sander, Motret Mengikuti Keinginan Hati&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-117263252074845524</id><published>2007-02-28T10:15:00.000+07:00</published><updated>2007-02-28T10:15:20.806+07:00</updated><title type='text'>Wajib Militer, Momok Menakutkan?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/15/23/81/15238142/42-15238142.jpg" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kurang 20 negara di Dunia mewajibkan warga sipilnya buntuk mengikuti pelatihan militer, termasuk tetangga kita yang luasnya ga lebih besar dari Propinsi Jawa Barat, yakni Singapur. Bahkan Swiss yang dikenal sering kali menjadi negara netral kala terjadi konflik dan tercatat tidak memiliki Angkatan Laut (karena memang tidak memiliki laut)  juga membuat kewajiban yang sama bagi warganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah ramainya berita musibah di Indonesia saat ini hampir-hampir berita RUU mengenai kewajiban yang satu ini, wajib militer bagi warga sipil tenggelam. RUU Komponen Cadangan diusulkan oleh DEPHAN yang isinya antara lain mewajibkan WNI berusia antara 18-35 tahun (18-45 tahun menurut detik.com) untuk mengikuti wajib militer. Wajib militer yang diusulkan oleh DEPHAN mecakup dua periode bagi tiap warga negara, yang setiap periode berjangka waktu satu tahun. Tahun pertama adalah saat di mana warga dilatih dasar-dasar kemiliteran, entah bentuknya seperti apa mungkin untuk yang pernah ikut outbond tdak jauh beda plus latihan menembak mungkin. Dan tahun keduanya wajib mengikuti pelatihan penyegaran. Masing-masing periode memakan waktu 30 hari alias 1 bulan penuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program wajib militer tentunya juga membutuhkan dana, RUU Komponen Cadangan mengusulkan dana diambil dari APBN yang mana untuk tiap-tiap peserta membutuhkan Rp. 60 Juta rupiah, Rp 30 juta untuk 30 hari pertama dan tahun keduanya juga Rp. 30 juta untuk 30 hari. Untuk apa saja biaya tersbut? tentunya selain untuk biaya akomodasi juga diperuntukkan antara lain : empat pasang sepatu, baju dan celana, senjata dan amunisi, tenaga medis, asuransi kesehatan, obat-obatan dan honor pelatih dari TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada pengecualian program ini hanya diwajibkan bagi warga negara yang sudah bekerja , jadi bagi anda yang walaupun sudah berusia di atas 18 tahun namun masih nganggur atau masih dalam pendidikan sebaiknya lupakan saja. Dan tentunya bagi anda yang telah bekerja, program ini adalah kesempatan untuk cuti selama sebulan....walau setelah program ini usai dijamin badan anda akan pegal-pegal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Laksamana Fadjar Sampurno, Sekertaris Dirjen Potensi Pertahanan DepHan Pasukan alumni program wajib militer ini yang akan disebut sebagai pasukan cadangan di bagi dalam beberapa alokasi, untuk darat dibutuhkan warga negara yang berusia 18-35 tahun, sedangkan untuk pilot berusia antara 25-40 tahun dan untuk nahkoda kapal mereka yang berusia 40-45 tahun, selain itu juga ada untuk tenaga ahli berusia atara 30-60 tahun. Namun pendidikan untuk pilot dan nahkoda kapal tidak semata-mata diambil dari sembarang orang namun hanya bagi mereka yang memang sehari-harinya berkarir dalam dunia yang sama. Hanya saja saat program wajib milite mereka dilatih untuk menghadapi situasi yang berbau-bau peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajib militer sendiri di Indonesia pernah ada, hal tersebut bahkan diatur dalam  UU 66/1958. Saat itu mereka yang terkena wajib militer harus berusia antara 18-40 tahun. Bagi mereka yang terkena namun menolaknya saat itu akan di hukum dengan atara lain dipenjara yang lamanya lebih dari 1 tahun. Khusus untuk wanita ada perlakuan berbeda di mana menurut UU tersebut kaum wanita dalam dinas wajib-militer harus disesuaikan dengan kodrat serta sifat kewanitannya dan dengan taraf emansipasi wanita Indonesia atas dasar sukarela yang diatur dalam Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana Dephan untuk wajib militer ini tentunya tak lepas dari pro dan kontra. Untuk yang pro tentunya merasa perlu akan pembekalan milier bagi tiap warga negara Indonesia selain untuk meningkatkan nasionalisme yang semakin hari semakin tipis dan secara tidak langsung mendidik masyarakat Indonesia secara tidak langsung untuk lebih disiplin, anda sudah tahu bukan, pendidikan ala militer dikenal menuntut kedisiplinan yang tinggi. Belum lagi ancamana internal dan eksternal yang tidak pernah bisa diprediksi kapan datangnya. Saat-saat seperti itu tentunya warga negara yang tidak pernah dibekali dasar-dasar militer hanya menjadi beban saja padahal saat itu mereka akan sangat dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Almarhum Letjen (Purn.) Dr. (HC) H. Mashudi, mantan Gubernur Jawa Barat ( 1960-1970 ), adalah salah satu yang menyetujui wajib militer untuk WNI. Dalam pandangan Mashudi, lewat wajib militer ini masyarakat sipil diharapkan mempunyai kemampuan militer. "Untuk mencapai supremasi sipil, dasar-dasar kemiliteran juga harus dimiliki. Tapi, tentu saja bukan militerisasi sebagaimana terjadi pada satgas-satgas partai politik atau kecenderungan mempersenjatai rakyat sipil untuk bertindak sepeti lembaga militer. Itu memang tindakan yang salah. Dengan konsep wajib militer, rakyat akan terlatih. Di sisi lain TNI juga harus merakyat sehingga posisi mereka akan bisa kembali diterima," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagi yang kontra mereka mengkhawatirkan semakin maraknya premanisme di kalangan umum yang dipicu oleh pendidikan militer yang telah mereka lalui. Mengingat sekarang saja banyak tentara yang main "kasar" ketika terjadi perselisihan baik dengan sesama TNI/POLRI atau masyakarat umum. Belum lagi kekhawatiran bahwa wajib militer dijadikan alsan untuk Indonesia mempeluas wilayahnya dengan menyerang negara tetangga, walau menurut saya absurd juga alasan ini karena sekarang saja dengan wilayah yang ada TNI kewalahan mengaturnya akibat kekurangan sumber daya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas pro dan kontra di atas, walau Wajib Militer adalah sebuah keharusan, saya hanya berharap bahwa ini bukan hanya menjadi proyek TNI semata. Apalagi alumnus wajib militer hanya dijadikan semacam perpanjangan tangan-tangan golongan tertentu untuk mencapai tujuannya. Bagaimana menurut anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/09/tgl/15/time/004450/idnews/675754/idkanal/10"&gt;Detik news&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=167250" target="_blank"&gt;Suara Karya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gatra.com/artikel.php?id=28642" target="_blank"&gt;Majalah Gatra&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/15/23/81/15238142/42-15238142.jpg" target="_blank"&gt;Gambar dari Corbis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-117263252074845524?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/117263252074845524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=117263252074845524&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/117263252074845524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/117263252074845524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/02/wajib-militer-momok-menakutkan.html' title='&lt;b&gt;Wajib Militer, Momok Menakutkan?&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-116951202823305737</id><published>2007-01-23T07:27:00.000+07:00</published><updated>2007-01-23T07:47:00.340+07:00</updated><title type='text'>Wartawan Perang, Siapa Mau?*</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;img src="http://www.angkasa-online.com/13/09/fokus/FOKUS10.jpg" border="1"&gt; &lt;img src="http://www.greatwar.nl/hurley/forward.jpg" width="220" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak tahu dengan profesi wartawan? Juga dikenal dengan istilah kuli tinta ini telah ada sejak sejarah media massa muncul di atas muka bumi. Karena apalah artinya surat kabar atau televisi dan radio bahkan situs berita di  web tanpa ada orang yang bertanggung jawab untuk mencari berita dan menyajikannya ke depan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai jenis wartawan ada saat ini (tanpa harus menyebutkan medianya) termasuk di Indonesia tentunya. Dari wartawan spesialis gosip sampai dengan wartawan spesialis ekonomi yang faham betul bagaimana perkembangan dari kancing baju yang akan nge-&lt;i&gt;trend&lt;/i&gt;  tahun ini sampai perkembangan ekonomi makro kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari banyak macam wartawan yang ada, di Indonesia ada satu jenis wartawan yang kurang diminati, ataupun bila memang ada yang berkecimpung di dalamnya saat ini tidak memiliki "nama" sebesar yang akan saya sebukan di bawah nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan perang, profesi yang walaupun tidak memanggul senjata namun memiliki resiko yang tak kalah seramnya dibandingkan tentara yang bertugas di garis depan medan perang. Jelas dari namanya saja bisa ditebak kenapa tidak banyak yang menggelutinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa yang pernah di utarakan pada sebuah kesempatan oleh Ryamizard Kudu "Risiko. Wartawan perang di tempat perang, risikonya kena pelor. Siapa yang mau menjadi wartawan perang, ya... risikonya kena pelor itu".  "Tidak hanya terkena peluru," lanjut KSAD, "wartawan yang bertugas di tempat perang juga berisiko disambar ledakan granat, bom, dan lain-lain. Kalau tidak mau ambil risiko seperti itu, ya jangan dong bertugas di lokasi pertempuran," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah De Javanese Prins atau Pangeran dari Tanah Jawa atau Sos yang ganteng (De Mooie Sos). Memiliki nama asli Raden Mas Panji Sosrokartono menjadi wartawan perang asal Indonesia pertama yang meliput Perang Dunia Pertama di seputar Eropa. Setelah menjadi satu-satunya calon yang lulus tes menjadi koresponden pada harian The New York Herald**. Sejak itu beliau berkeliling Belgia, Jerman, Prancis, Swiss, dan Austria selama kurun waktu empat tahun dari 1914 sampai dengan 1918. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu artikelnya yang cukup terkenal adalah ketika berhasil meliput proses penyerahan Jerman kepada Prancis. Perundingan antara Stresman yang mewakili Jerman dan Foch yang mewakili Prancis itu berlangsung secara rahasia dalam sebuah gerbong kereta api di hutan Campienne, Prancis, dan dijaga sangat ketat. Nama penulis berita itu tak disebutkan, selain kode tiga bintang, kode samaran Kartono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit informasi, pada saat Perang Dunia kedua saat Prancis jatuh ke tangan Jerman, Hitler menggunakan kesempatan itu untuk "berbalas dendam". Di mana penandatangan perjanjian tanpa syarat penyerahan diri Prancis dilakukan juga di dalam gerbong kereta. Tidak diketahui apakah itu gerbong yang sama dengan kejadian pada Perang Dunia Pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Perang Dunia Pertama berlangsung Mas Panji Sosrokartono sempat dianugerahkan dengan pangkat Mayor dan diberikan senjata oleh sekutu namun menurutnya saat itu "Saya tidak akan menyerang orang, karena itu saya pun tak akan diserang. Jadi apa perlunya membawa senjata?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita meloncat beberapa kurun waktu melewati momen-momen sejarah sampai akhirnya berita bukan lagi disajikan pada secarik kertas koran atau suara radio. Ya, televisilah yang melahirkan tokoh kita berikut. Sejak bergabung di TVRI tahun 1962 sampai akhirnya pensiun pada 1983 dia menjadi wartawan perang televisi yang melegenda&amp;#8230;sampai detik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendro Subroto namanya, melalang buana dari Benua Afrika sampai Asia, dari Perang Vietnam sampai Perang Teluk pertama dia ada di sana memanggul kameranya. Namun dari sekian banyak medan perang yang pernah diliputnya perang Kamboja dan Timor-Timur menempati ruang khusus dalam hatinya. Lebih karena di saat Perang Kamboja Hendro adalah salah satu wartawan yang selamat dari ribuan wartawan perang yang kurang beruntung. Bukan karena menjadi korban pada garis depan namun karena penyerangan di jalan-jalan dan penculikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana berkesannya Hendro pada konflik di Timor-Timur? Baca saja buku karyanya yang terinspirasikan dari pengalamannya di sana berjudul "Saksi Mata Perjuangan Integrasi Timor Timur". Juga di Timor-Timur Tanggal 22 November 1975, di Fatularan, Timtim, Hendro tertembak. Ketika mengikuti pasukan marinis Fretilin menyerang dari 100-an marinir yang dia ikuti, 22 orang di antaranya gugur. Dada kanan Hendro tertembus peluru, pipinya terserempet, dan ibu jari tangan kanannya remuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Hendro tercemplung ke dalam dunia yang bagi sebagian orang lebih baik menjauh saja adalah berkat katebelece seorang temannya Hendro diterima oleh TVRI. Karena bercita-cita menjadi penerbang sebelum menjadi wartawan yang membuatnya terdorong untuk meliput berita yang berbau militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu liputannya yang &lt;I&gt;berbekas&lt;/I&gt; sampai sekarang adalah beberapa bulan sebelum G30S/PKI meletus tepatnya pada Januari 1965 Hendro berhasil meliput penembakan Kahar Muzakar. Hasil liputannya yang ditayangkan oleh TVRI membuat Bung Karno percaya akan kebenaran berita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi wartawan perang memang tidak seindah mencari berita infotainment (bahkan untuk beberapa orang infotainment bukan bagian dari jurnalistik). Resikonya adalah mati! Ingat bagaimana Ersa wartawan RCTI yang sempat di sandera oleh GAM tewas terkena peluru TNI ketika terjadi kontak senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi masalah keberpihakan, ketika meliput berita wartawan perang harus siap akan segala efek yang mungkin akan ditimbulkan oleh beritanya. Bahkan hanya ketika mengemukakan pendapat pribadinya yang tentunya pendapat tersebut dikeluarkan bukan pendapat biasa saja alias berdasarkan pengalaman dan profesionalisme&amp;#8230;.hanya saja mungkin cukup sensitif saat konflik berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dialami oleh Peter Arnett pada tahun 2003, peraih Pulitzer dan veteran wartawan perang Vietnam dipecat dari National Geographic. Arnett memang telah menerima permintaan TV Irak untuk melakukan wawancara bagi TV milik pemerintahan Saddam Hussein. "Tindakan Arnett menerima permintaan wawancara tak tepat waktunya pada saat perang berlangsung. Dan juga sangat keliru bagi Arnett mengemukakan pendapat dan pandangan pribadinya mengenai perang dan strategi pasukan gabungan," kata pihak NBC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedemikian pentingnya keberadaan wartawan saat sebuah negara terlibat konflik sempat terlontar oleh Mantan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS Jenderal Hugh Shelton, menurutnya "Anda tidak akan memenangkan pertempuran bila CNN tidak menyatakan Anda menang." Sementara Presiden Lyndon B Johnson dengan miris mengatakan, "Jika saya telah kehilangan Walter Cronkite, saya kehilangan Vietnam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walter Cronkite adalah wartawan televisi CBS yang bertugas di Vietnam, berbalik menentang perang setelah menyaksikan kian banyak tentara AS pulang dalam kantong-kantong mayat dan makin brutalnya pertempuran di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman dan persiapan yang matang sangat dibutuhkan sebelum terjun ke kancah peperangan. Bahkan kadang fihak militer ikut serta melatih wartawan-wartawan tersebut walau tidak dengan memegang senjata namun cukup berbau militer. Sehingga wartawan tidak menjadi gagap ketika menghadapi situasi tertentu, sebut saja kontak senjata, dalam dalam medan perang yang jelas berbeda dibandingkan berburu berita gosip artis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tentunya juga kelihaian bercincai-cincai ria, karena menurut Hendro, yang juga hobi fotografi ini, lebih sulit dibandingkan meliput keadaan peperangan adalah mengurus izin agar wartawan dapat menembus berbagai birokrasi hingga akhirnya sampai pada lokasi liputan. Kelihaiannya Hendro Subroto akhirnya pada 1991 membawa dia dan kameramen TVRI terangkut (resmi terangkut) bersama 100 wartawan lainnya dalam Perang Teluk yang mana dari 100 wartawan tersebut ke 98-nya adalah Orang Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;So&lt;/I&gt;&amp;#8230;siapa mau jadi wartawan perang?&lt;br /&gt;=============================================&lt;br /&gt;* Dari berbagai sumber &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** The New York Herald adalah koran yang diterbitkan di New York dan bertahan hidup dari 1835 sampai 1924. Pada Perang Dunia I, koran ini juga terbit dalam edisi Eropa. Surat kabar ini kemudian melakukan merger dengan The New York Tribune, menjadi The New York Herald Tribune yang terbit sampai hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Foto Hendro Subroto dari &lt;a href="http://www.angkasa-online.com/13/09/fokus/FOKUS10.jpg" target="_blank"&gt;Angkasa Online&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;-Foto siluet tentara berbaris karya Frank Hurley. Tentang Fotografer spesialis perang Frank Hurley bisa ditemukan dalam situs &lt;a href="http://www.greatwar.nl/frames/default-hurley.html" target="_blank"&gt;http://www.greatwar.nl&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-116951202823305737?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/116951202823305737/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=116951202823305737&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/116951202823305737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/116951202823305737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/01/wartawan-perang-siapa-mau.html' title='&lt;b&gt;Wartawan Perang, Siapa Mau?*&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-116908521016436648</id><published>2007-01-18T08:53:00.000+07:00</published><updated>2007-01-18T08:53:30.816+07:00</updated><title type='text'>They are working, aren't they?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.rcti.tv/sinetron/banner/sinetron_ob_02.jpg" width="350" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang selalu mendambakan perkejaan yang ideal. Berbagai kategori menjadi  takaran pekerjaan ideal dari gaji yang menggiurkan, perkembangan karir yang menjanjikan, cap perusahaan bonafid sampai ligkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang semua orang menginginkan itu, kalau bisa semua kondisi di atas ada dalam pekerjaannya. Yah, kalau memang tidak bisa semuanya salah dua atau salah satunya juga tidak apa apa, terutama (mungkin) gaji yang besar yang bikin tetangga sebelah ngiler bila mendengar nominalnya, soal lingkungan pekerjaan yang tidak nyaman kan masih bisa di atasi....begitu kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, sampailah kita pada sebuah perusahaan yang bernama OKTV. Buat anda yang senang menonton televisi tentunya tidak asing lagi pada perusahaan satu ini. Sebuah serial situasi komedi berjudul OB (&lt;i&gt;Office Boy&lt;/i&gt;) yang disiarkan oleh RCTI  saban jam 5 sore tepat ketika saya sampai di rumah. (dengan tayang ulangnya di beberapa waktu berbeda, bahkan tengah malam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyoroti OB divisi HRD sebuah perusahaan televisi sebagai tema sentralnya. Walau dalam serial tersebut tidak pernah disebutkan alamat dan nomor telepon OKTV jadi keberadaannya dientah berantahkan. Namun beberapa (semacam snapshot) pembuka scene mengambil beberapa angle gedung-gedung yang berada di RCTI Kebun Jeruk Jakarta. Bahkan untuk tema pembukanya dimana tokoh utamanya bermain air dalam kolam air mancurpun itupun sebenarnya juga kolam air mancur milik RCTI. Jangan-Jangan OKTV diambil dari yel-yel resmi mereka "RCTI...OK!!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi beberapa orang OKTV mungkin adalah gambaran kantor yang selama ini diidamkan-idamkannya, termasuk anda mungkin. Bagaimana tidak? Hanya di OKTV di mana pekerjaan staffnya patut dipertanyakan....kerja ga sih sebenarnya mereka??? Ini tidak termasuk Sachsa yah, yang mana sebagai sekertaris manager seharusnya memiliki pekerjaan yang bejibun, dia pengecualian...karena menjadi &lt;i&gt;gebetan&lt;/i&gt; Pak Taka...Si Manager HRD alias &lt;i&gt;Big Boss&lt;/i&gt; dalam serial OB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya di OKTV pekerjaan terberat yang pernah dilakukan OB-nya adalah ngangkutin galon air dan &lt;i&gt;Cleaning Service&lt;/i&gt;-nya, Susi yang cinta mati pada Sayuti, hanya satu orang saja itupun pekerjaannya hanya ngepel lobi Tapi kita juga tidak pernah lihat Susi ngepel seluruh lantai lobi kan? Paling-paling hanya beberapa daerah depan meja resepsionis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya di OKTV bagian HRD-nya membolehkan pememakaian macintosh untuk pekerjaan sehari-harinya, perhatikan bila lokasi sedang diruang HRD peran pembantu paling belakang sebelah kiri kita PC-nya laih sendiri berwarna hijau....itu kan macintosh!! Secara, macintosh biasanya hanya digunakan untuk &lt;i&gt;disain&lt;/i&gt; bukan untuk perkejaan kantoran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi yang membuat OKTV menjadi perusahaan idaman adalah...di mana lagi anda bisa menemukan lift super cepat di dunia. Normalnya dalam dunia nyata kita harus menunggu beberapa menit setelah memencet tombolnya. Tapi itu tidak berlaku di OKTV karena begitu anda memencetnya...."TING!!" pintu lift akan langsung terbuka untuk anda.....superb kan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;OKTV memang perusahaan ajaib bahkan pegawai yang menjadi raja kecil semacam Odah dapat terus melangsukan tiraninya pada teman-teman OB lainnya tanpa harus takut dipecat. Meminjam uang (ga pernah dibalikin?) secara paksa, berkelit dari pekerjaannya dengan melempar tanggung jawab, tidur di sofa selama jam kerja, berjualan barang dengan memaksa dan intimidasi...umumnya tindakan-tindakan seperti itu di kantor kita tentunya cara cepat dan pintas untuk mendapatkan SP (Surat Peringatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OKTV memang hanya sebuah serial situasi komedi, jadi jangan harap anda melihat dunia pekerjaan yang nyata di dalamnya. Hampir setiap episode bertaburan bintang tamu dari penyanyi sampai pemain film terkenal. Entah sebagai salah satu pegawai maupun sebagai orang luar. Kehebohan demi kehebohan mewarnai tiap episodenya, terutama tentunya berkaitan dengan peran yang dimainkan si bintang tamu. Namun catat ya...tetap saja jarang sekali kehebohan itu berkaitan dengan pekerjaan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menimbulkan pertanyaan...kapankah mereka benar-benar bekerja???...maksud saya bukan hanya "bekerja"...tapi bekerja seperti kita dalam kantor pada umumnya :D mungkin bila mereka benar-benar bekerja maka serial OB tidak akan menjadi terkenal seperti sekarang , karena akan sangat sangat sangat membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Beberapa fakta tentang serial OB&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tiga macam hukuman fisik Pak Taka bila ada staffnya yang bandel adalah, pertama &lt;i&gt;push up&lt;/i&gt;, kedua &lt;i&gt;scot jump&lt;/i&gt;  dan ketiga yang paling berat, lari lewat tangga dari lantai lima ke lobi bolak-balik&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kelucuan dalam serial OB kebanyakan bermuara pada kesalah-pahaman dan &lt;i&gt;miskomunikasi&lt;/i&gt; yang mana seharusnya tidak boleh terjadi apalagi dalam  divisi HRD.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;OB versus Bajaj Bajuri : Ma'il mirip tokoh Ucup, Sacsha mirip dengan Oneng dan Odah mirip ibunya Oneng. Yang mana tipe ketiga tokoh tersebut menjadi "wajib" (harus ada) pada serial situasi komedi di Indonesia saat ini. Syukur alhamdulillah satu tipe "wajib" belum pernah muncul dalam OB yaitu, para banci.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tulisan lain mengenai OB ada di sini -&gt; &lt;a href="http://layarperak.com/news/tv/2006/index.php?id=1164312649" target="_blank"&gt;Office Boy, Stereotipe Terhadap Perempuan, dan Kekerasan Fisik&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-116908521016436648?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/116908521016436648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=116908521016436648&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/116908521016436648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/116908521016436648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/01/they-are-working-arent-they.html' title='&lt;b&gt;They are working, aren&apos;t they?&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-116797750646707450</id><published>2007-01-05T13:11:00.000+07:00</published><updated>2007-01-05T13:11:46.473+07:00</updated><title type='text'>Tak ada cerita untukmu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seperti judul di atas memang tidak ada cerita untukmu, karena si pemilik blog ini sedang benar-benar kekeringan ide untuk menulis. Selain serangan virus worm, sibuknya kerjaan di akhir dan awal tahun, liburan kantor selama 12 hari yang semiinggu sebelumnya dimulai dengan jalan-jalan ke Bali selama 3 hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa??? Jalan-Jalan ke Bali??? ....eh iya, alhamdulillah di kasi rejeki untuk berkunjung ke sana. Tentunya anda menuduh saya memiliki segudang cerita di sana untuk di tulis di sini kan?...nyatanya ndak. Jadi untuk mengobati hanya punya beberapa foto yang saya upload juga di MP untuk anda nikmati. Seperti kata teman saya yang hobi banget lihat foto, menurutnya sebuah foto bercerita lebih banyak daripada sehalaman kalimat. Jadi sekaligus untuk membuktikan omongannya maka saya kasi link galeri hasil huntingan (sederhana) foto-foto saya selama di Bali yah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan klik pada gambar untuk melihat galeri lengkapnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/album/18"" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/7/photos/18/1200x120/5/LangitNusa2.jpg?et=sqoJ33%2BTQ30W0OV9M48YLg" border="1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Barijima wo natsukashii : miryousuru Nusa Dua&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/album/19" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/11/photos/19/1200x120/1/diaSIAPA.jpg?et=C5LaTYNVpTCVG0%2CnhIkb7g" border="1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Barijima wo natsukashii : miryousuru GWK&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/album/20" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/10/photos/20/1200x120/1/jimbaran.jpg?et=eye1G17hjXrgJ6RflU2Rhw" border="1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Barijima wo natsukashii : miryousuru kaigan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/album/21" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/6/photos/21/1200x120/1/patungpenjaga.jpg?et=ZRqTypF3HG%2CIudk%2BRA9BpQ" border="1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Barijima wo natsukashii : Nokotta shashin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-116797750646707450?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/116797750646707450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=116797750646707450&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/116797750646707450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/116797750646707450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/01/tak-ada-cerita-untukmu.html' title='&lt;b&gt;Tak ada cerita untukmu&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-116493233408936177</id><published>2006-12-01T07:18:00.000+07:00</published><updated>2006-12-01T07:55:11.676+07:00</updated><title type='text'>Dek, Apakah Langit Kalimalang Selalu Berpelangi?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/15/58/46/15584612/42-15584612.jpg" border="0"&gt; &lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/14/40/82/14408262/70032-121.jpg" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari ini isterinya lebih sering memasang mendung daripada senyuman menghiasi mukanya. Setiap pertanyaan tidak jarang dijawabnya dengan pendek-pendek saja. Bahkan kemarin malam ketika dirinya minta tolong untuk dibuatkan susu hangat untuk mengurangi dinginnya badan akibat kehujanan, sampai beberapa jam setalah itu istrinyapun belum juga beranjak dari depan majalah wanita bacaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau memang kadang dia tidak bisa menahan kesabarannya dan sedikit menegur hanya sebentar saja sikap isterinya berubah baik, lalu untuk beberapa lama kemudian akan kembali mengundang mendung di tengah-tengah derasnya musim hujan ini. Puncak mendung yang menggantung di atas isterinya adalah ketika tidur tidak jarang isterinya memunggunginya dan pura-pura tidak tahu kalau suaminya berada di sebelahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya tidak tahu si suami pasal isterinya bersikap seperti itu, bukannya tidak pula ingin mencari tahu apalagi selidik punya selidik. Tetapi memang sebenarnya dia sudah tahu dari awal kenapa isterinya beberapa hari belakangan ini bersikap seperti itu, Yah, hanya saja dia masih bingung dan berat hati untuk meloloskan permintaan isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya dimulai dua tahun lalu ketika dia, pria yang menjadi suaminya itu, membawa buah tangan sepulangnya shalat subuh di masjid. Seokor kucing betina, hitam putih warnanya  mungkin berumur tidak lebih dari beberapa minggu. Sejak malamnya meoangan si kucing sudah terdengar di depan rumah mereka, mungkin bila meongnya di bahasakan Indonesia akan seperti ini ...."Ibuuuuu....ibuuuuuuu, engkau di mana ibuuuuu???"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaminya memang dari kecil suka sekali pada mahluk yang disebut sebagai kucing itu, karenanya dia tidak tahan dan merasa iba juga mendengar ngeongan kucing hitam putih yang besarnya tidak lebih dari dua telapak tangannya bila dilebarkan. Maka sepulangnya subuh Si Suami berkesempatan mencari anak kucing itu lalu membawanya pulang. Dan, itulah kucing piaraan pertama mereka sejak menikah. Sejak itu Si Cimot, demikian mereka memberinya nama kucing itu, menjadi bagian dari keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun telah lewat, kucing yang dulunya seperti malaikat kecil yang diturunkan dari surga berubah menjadi biang kerok. Setiap hari mengganggu Si isteri dengan suara ngeongnya yang kecil melengking tinggi. Ketika sedang buka lemari makan, pintu kulkas, dentingan piring-piring yang baru saja dicuci, memasak, nonton TV, baca majalah, baca buku...sebut saja semua kegiatannya maka kucing itu ada di sana.. Yah, tidak selalu memang ..tapi hampir selalu lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itu lah kenapa beberapa hari ini Isterinya selalu saja mengketuskan suaminya. Buat isterinya tidak ada jalan lain kecuali membuang kucing itu untuk selamanya. Di sisi lain suaminya masih merasa tidak berkeberatan dengan rewelan kucing hitam putihnya,....tapi dia kan hampir dari lebih setengah hari ada di luar rumah.&lt;br /&gt;Semakin hari semakin jadi saja isterinya memaksa untuk membuang kucing hitam putih itu, dan dengan aksi ketusnya itu lama kelamaan membuat suaminya luluh juga. Walau agak terpaksa suaminya mulai berfikir mungkin besok pagi sambil berangkat kerja akan aku buang di pasar saja...namun dari kehari masih belum juga dia melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh tapi, tapi eh.... siapa pernah nyangka kucing punya perasaan seakan mengerti pemilikinya sudah bosan dia diam saja duduk anteng. Pasang gaya duduk imut sambil matanya merem melek kalau ada yang lewat di depan peradauannya, seakan bilang "ayo, belailah bulu tubuhku yang lembut ini". Bahkan seperti tahu diri saja, kalau keadaan sedikit memanas antara pasangan suami isteri itu, maka kucing hitam putih itu akan menghilang untuk beberapa saat dari pandangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan senyum Isterinya yang beberapa hari ini jarang terlihat sore-sore itu mulai mengembang. Tidak ada lagi jawaban-jawaban pendek untuk pertanyaan suaminya, bahkan ketika baru saja duduk di depan TV menyaksikan Sitkom OB (Office Boy) tiba-tiba seporsi siomay tersedia dihadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kucingnya dibuang, Dek?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kucing? kucing apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepotong bayang Kucing hitam putih tertangkap di ujung mata suaminya sedang meringkuk, tidur dengan damainya di sisi isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"meong"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____________________________________________________&lt;br /&gt;Pict dari &lt;a href="http://pro.corbis.com" target="_blank"&gt;corbis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-116493233408936177?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/116493233408936177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=116493233408936177&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/116493233408936177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/116493233408936177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/12/dek-apakah-langit-di-atas-kalimalang.html' title='&lt;b&gt;Dek, Apakah Langit Kalimalang Selalu Berpelangi?&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-116478834880137177</id><published>2006-11-29T15:19:00.000+07:00</published><updated>2006-11-29T15:30:29.036+07:00</updated><title type='text'>Antara awakutu dan pengawakutu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/14/38/66/14386613/90985-75.jpg" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut senarai istilah dari bahasa inggris dan padanannya dalam bahasa Indonesia. Bukan untuk diolok-olok namum untuk menambah wawasan perbendaharaan kosa kota Bahasa Indonesia Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bahasa Inggris = Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;cyber = siber&lt;br /&gt;cybermedia = sibermedia&lt;br /&gt;cyberspace&amp;nbsp; = ruang Siber&lt;br /&gt;cybersqualling = siber Liar&lt;br /&gt;data entry = entri data&lt;br /&gt;data flow diagram = diagram alir data&lt;br /&gt;data item = butir data&lt;br /&gt;data purification = pemurnian data&lt;br /&gt;data source = sumber data&lt;br /&gt;debug = awakutu&lt;br /&gt;debugger = pengawakutu&lt;br /&gt;debugging = pengawakutuan&lt;br /&gt;digital = digital&lt;br /&gt;digital computer = komputer digital&lt;br /&gt;digital scanner = pemindai digital&lt;br /&gt;digital signal = sinyal digital&lt;br /&gt;digitizer = pendigit&lt;br /&gt;digitizing = pendigitian&lt;br /&gt;graphic = grafik&lt;br /&gt;graphic controller = pengendali grafik&lt;br /&gt;graphic digitizer = pendigit grafik&lt;br /&gt;graphic display unit = unit penampil grafik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;- Lembar Komunikasi NO 1/XVIII/2004 ed. Jan-Feb 2004 terbitan Pusat Bahasa Depdiknas&lt;br /&gt;- Foto &lt;a href="http://pro.corbis.com" target="_blank"&gt;Corbis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-116478834880137177?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/116478834880137177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=116478834880137177&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/116478834880137177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/116478834880137177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/11/antara-awakutu-dan-pengawakutu.html' title='&lt;b&gt;Antara awakutu dan pengawakutu&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-116347674058059136</id><published>2006-11-14T10:59:00.000+07:00</published><updated>2006-11-14T11:02:59.666+07:00</updated><title type='text'>Apa beda "muslim" dengan "moslem"?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Konon, pemerintah AS ingin mencuba pendekatan berbeda dibanding yang sudah-sudah dalam menghadapi "musuh" mereka selama ini. Dunia muslim yang setelah kejadian 11/9 menjadi bagian lebih nyata apa yang sering kali disebut sebut sebagai ancaman bagi pemerintah AS dan dunia barat pada umumnya sering kali memberikan ketidaknyamanan penduduk muslim di seluruh dunia. Dan semakin keras tekanan dunia barat (khususnya AS) semakin gencar pula perlawanan yang di hadapi mereka. Namun padahal sering kali apa yang terjadi sekarang timbul dari ketidak fahaman mereka akan Dunia Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kembali ke kalimat pertama paragraf atas, AS menjajaki sebuah metode baru dalam mengerti dunia muslim yaitu dengan mencari tahu "apa yang membuat "Orang Islam" tertawa. Yah, paling tidak hal itu terjadi dalam sebuah film berjudul "Looking for Comedy in the Muslim World", seorang komedian atau dalam bahasa kita dikenal dengan pelawak diutus oleh pemerintahnya untuk bertandang selama sebulan ke India dan Pakistan dalam mencari tahu...apa sih yang membuat Orang Islam tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya juga film, membuat pertanyaan kenapa bukan seorang profesor yang mumpuni dalam bidangnya di kirim ke sana? dijawab dengan mudah "siapa yang lebih mengerti tentang komedi daripada komedian itu sendiri, tidak peduli bahwa Si Komedian tidak memiliki &lt;i&gt;background&lt;/i&gt; pendidikan dan pengalaman yang mungkin saja akan membantu dalam penelitiannya di India dan Pakistan". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti seorang komedian lakukan, bagaimana caranya mencari tahu apa yang dapat membuat Orang Islam tertawa...ya comot aza satu dua orag di jalan dan tanyakan "apa yang membuat anda tertawa?". Tanpa kuisener, tape rekorder atau apa saja yang dapat merekam jawaban hanya sebuah notes dan seorang asisten dengan suksesnya dalam 2 hari mengumpulkan data sebanyak 1,5 halaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apa sebenarnya yang membuat Orang Islam tertawa? maka untuk melengkapi tuntutan 498 setengah halaman lagi dalam laporannya kepada pemerintah AS si komedian mengadakan konser lawak di India yang hasilnya....gatot. Tak ada seorang pun dari 400-an penonton yang tertawa pada materi lawakannya. Tentunya perbedaan budaya menjadi penyebabnya banyak sekali cerita-cerita lucu yang di negara asalnya di anggap sukses mengocok perut namun ketika dihidangkan pada masyakarakat dengan budaya yang berbeda 180 derajat tidak akan berhasil. ... yah namanya juga pelawak bukan seorang ilmuwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam film, dalam rangka mencari jawabannya, si komedian mengunjungi beberapa tempat yaitu...pinggir jalan, pusat keramain, pasar, tempat latihan yoga dan pelataran masjid. Tanpa pernah bertanya "apakah Anda muslim? sebelumnya si Brooks mencomot dan mencatat secara acak, padahal seperti judul film ini objek penelitiannya adalah Orang Muslim, bukan Orang Hindu, Orang Sikh atau mungkin saja Orang Kristen yang mana dari 1.080.264.388 (sensus 2005) penduduk di India, Orang Islam hanya sekitar 10 persennya atau 150 juta saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang menggelitik, bagaimana banyak Orang Amerika tidak faham tentang kita (orang Islam) bahkan ada yang menyangka "muslim" adalah sebuah nama pabrik. Keingintahuan akan siapa dan apa sih sebenarnya Orang Islam menjadi semangat yang mewarnai film ini walau pada akhirnya tidak begitu jelas Orang Islam yang mana yang menjadi objek penelitiannya. Semangat film ini bahkan terasa sekali ketika saya membaca judul nya di mana kata "muslim" dipakai bukannya "moslem" seperti pada umumnya digunakan oleh Orang Barat/AS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi perbedaan muslim dengan "moslem" adalah.... *timur dan barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"timur dan barat kerap kali digunakan untuk menggambarkan dua dunia antara negara2 berkembang, mayoritas penduduknya non kristen (dalam hal ini Islam).&lt;br /&gt;dan negara2 maju di AS dan benua Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;i&gt;Fact&lt;/i&gt; tentang India di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/India" target="_blank"&gt;wikipedia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://wip.warnerbros.com/lookingforcomedy/LFC_content.html" target="_blank"&gt;Situs resmi filmnya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://images.apple.com/moviesxml/s/warner_independent_pictures/posters/lookingforcomedyinthemuslimworld_l200609121125.jpg" height="200" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-116347674058059136?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/116347674058059136/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=116347674058059136&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/116347674058059136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/116347674058059136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/11/apa-beda-muslim-dengan-moslem.html' title='&lt;b&gt;Apa beda &quot;muslim&quot; dengan &quot;moslem&quot;?&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-116252916511482885</id><published>2006-11-03T11:46:00.000+07:00</published><updated>2006-11-03T12:57:47.253+07:00</updated><title type='text'>...what a food!!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/14/04/94/14049449/CB066100.jpg" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengenalnya dengan blendrang, &lt;br /&gt;Orang Sunda menyebutnya dengan dongdo &lt;br /&gt;Sedangkan Orang Blora mengenalnya dengan Oblok-Oblok.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blendrang sebenarnya adalah sayuran yang di &lt;i&gt;liwet&lt;/i&gt; (diangetin) terus menerus, di daerah asal ibu saya, Blitar, blendrang identik dengan sayur nangka yang di Jogja dikenal dengan Gudeg. Hanya saja sayur nangka Blitar minus kecap walhasil warnanya putih atau ke abu-abuan dan rasanya gurih. Ibu saya kerap kali memasak jenis sayur nangka itu. Kuncinya hanya satu, jangan dihidangkan segera, karena blendrang adalah blendrang ketika telah melewati beberapa kali "liwetan", artinya tidak cukup sekali masak saja untuk menjadi siap, tp butuh beberapa kali lagi sampai akhirnya siap di santap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata Blendrang  bukan saja sayur (bahasa Jawannya &lt;i&gt;JANGAN&lt;/i&gt;) nangka begitu lama kelamaan saya mengetahuinya dari teman-teman. Pokoknya yang namanya sayur dan di angeti berkali-kali selama beberapa lama maka sah-sah saja dinamakan "Jangan Blendrang". Bahkan ternyata tidak satu jenis saja namun gabungan dari beberapa jenis sayur biasanya di ambil dari sisa-sisa makanan yang dibuang sayang, tapi bila didiamkan akan basi, juga di sebut &lt;i&gt;Jangan&lt;/i&gt; Blendrang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman yang asli dan berdomisili di Surabaya serta bekerja di perusahaan telekomunikasi mengaku bahwa blendrang adalah makanan favoritnya bahkan makanan paling enak sedunia katanya. Menurut dia lagi kalo baru dimasak namanya &lt;i&gt;jangan&lt;/i&gt; lodeh tapi bila sudah dipanaskan berkali-kali kuahnya kan tinggal sedikit (nyemek-nyemek) namanya berubah menjadi blendrang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebaran-lebaran begini, ternyata sejenis blendrang juga menjadi menu favorit beberapa keluarga, biasanya sehabis lebaran banyak tersisa lauk pauk semacam rendang dan opor. Kalau di Jawa di kenal dengan lebarang kupat maka selayaknya di Jakarta mungkin lebaran blendrang menjadi trend. Seminggu setelah lebaran memang saat sisa sisa makanan mewarnai dapur rumah, ya seperti yang disebut di atas utk dibuang sayang, sedangkan bila di diamkan akan basi, belum lagi porsinya yang tiap lauk mungkin sudah jauh berkurang. Solusnya ya menyatukan semuanya ke dalam satu tempat dan setelag itu...hap hap..nyam nyam!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuatnya istimewa? apa mungkin rasanya? atau ada yang lain? selain memang rasanya yang berbeda, munculnya blendrang pada saat saat setelah hari besar menjadi peran tersendiri kenapa menjadi istimewa. Ya, karena memang kapan lagi ada sisa makanan banyak kecuali pada hari raya atau setelah pernikahan atau hajatan lainnya. Aura suasana yang terbawa oleh blendrang inilah menurut saya yang akhirnya menjadikan kesan tersendiri pada penggemarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya blendrang tidak begitu sehat untuk dikomsumsi, mengingat makanan tersebut sudah mengalami pemanasan yang cukup lama maka kandungan gizinya juga sudah ikut menguap hingga yang tersisa untuk tubuh yang memaannya akan sangat minim. Ahli gizi menyarankan lebih baik untuk  mengolah makanan lebih baik di kukus saja. Mengenai keuntungan memasak dengan dikukus dapat dilihat dalam situs &lt;a href="http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1019704624,22896," target="_blank"&gt;www.gizi.net&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Eniwe&lt;/i&gt;, sekali-kali tidak apa apa lah, lagian kebanyakan dari orang Indonesia pasti tidak perduli makanan yang di santap mengandung gizi atau tidak, kecuali ada masalah kesehatan. Biasanya yang menjadi pertimbangan adalah enak dan tidaknya, dan dalam blendrang adalah aura serta kenangan masa lalu menjadikan kenikmatannya berlipat-lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, setelah minggu lalu saya sibuk meminta maaf dan mengucapksn Selamat Hari Raya, maka hari ini saya ucapkan "Selamat Lebaran Blendrang" bagi anda yang merayakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;foto dari &lt;a href="http://pro.corbis.com" target="_blank"&gt;corbis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-116252916511482885?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/116252916511482885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=116252916511482885&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/116252916511482885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/116252916511482885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/11/what-food.html' title='&lt;b&gt;...what a food!!&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-116234866606265376</id><published>2006-11-01T09:37:00.000+07:00</published><updated>2006-11-01T09:42:14.506+07:00</updated><title type='text'>Mendadak Rindu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba mata ini rindu memicing lewat view finder&lt;br /&gt;Dan jari ini terasa kaku ingin menekan shutter speed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku lari ke masjid&lt;br /&gt;pencet sana pencet sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bidik sana&lt;br /&gt;bindik sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cegat di tikungan&lt;br /&gt;Tunggu di perempatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak anak peserta pawai obor berseliweran&lt;br /&gt;Sebar ekspresi dan canda tawa membuat aku smkin semangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DUH...!!!&lt;br /&gt;dasar pelupa... aku lupa setel ASA&lt;br /&gt;Gelap lah semua&lt;br /&gt;dasar ASA pembawa "asa" !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/photo/11/1" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/5/photos/11/500x500/1/pelitaharapan.jpg?et=T6p1OMsmfuyFukLuNSq9TA"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto dr &lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/photo/11/1" target="_blank"&gt;mulitplyku&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-116234866606265376?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/116234866606265376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=116234866606265376&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/116234866606265376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/116234866606265376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/11/mendadak-rindu.html' title='&lt;b&gt;Mendadak Rindu&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-116122078842658035</id><published>2006-10-19T08:19:00.000+07:00</published><updated>2006-10-19T08:31:02.666+07:00</updated><title type='text'>Anak hilang itu, kembali!!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/17/21/50/17215075/42-17215075.jpg" border="1"&gt; &lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/15/82/24/15822435/42-15822435.jpg" border="1"&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba aroma yang sudah lama tidak pernah mampir kembali menerjang syaraf-syaraf indera pengaraoma ini. Sudah lama sepertinya, padahal hanya beberapa bulan saja, namun rasanya seperti matahari semakin hari semakin berusaha meyakinkan janjinya untuk beranjak sejengkal saja dari ubun-ubun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarau panjang yang, kabarnya, sudah sampai pada ujungnya ini hampir-hampir saja membuat saya lupa bahwa ada sesuatu yang dirindukan. Musim panas memang panas, semua orang tahu itu, namun berulang kali hampir-hampir semua orang mengutuknya, seakan keringat yang dikeluarkan seharga sebongkah emas, padahal itupun belum lagi nyamuk-nyamuk yang berkeliaran sepanjang malam-malam kemarau, mungkin segudang mutiara menjadi padanannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, dan rindu itu adalah bau tanah yang tersiram air, beberapa cara dilakukan untuk memperoleh aroma tersebut namun pada intinya adalah dengan membasahi halaman (bila ada) atau jalan-jalan depan rumah. Sumbernya bisa datang dari mana saja baik dengan air yang diambil dari sumur ataupun air kotor got, sah-sah saja karena aroma yang ditimbulkan oleh pertemuan debu/tanah kering dengan air tersebut toh tidak berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pagi ini, anak hilang itu telah kembali walau hanya beberapa detik, cukup deras juga, dan Allah SWT berbaik hati dengan membangunkan saya, yang mana sedang rindu berat, ini tepat beberapa saat sebelum mereka datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa, kesadaran otak yang biasanya ketika baru bangun agak sedikit &lt;i&gt;telmi&lt;/i&gt; tadi pagi tidak begitu. Hujan! Begitu kata kepala saya dan memang benar yang tadinya hanya seperti bunyi seng kendor pakunya dan goyah terkena angin, lama kelamaan iramanya semakin sering dan keras. Seperti dilempari ratusan kerikil bunyi seng warung depan rumah semakin menyatu dan tiba-tiba saja paduan suara ribuan malaikat sedang bersenandung diiringi Twilight Orchestra-nya Mas Adie MS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat setelah tersadar, dalam beberapa detik hujan tadi pagi saya angkat tangan lalu hampir-hampir saja dengan keras saya berteriak..."Ya, Allah berikanlah kami keturunan yang soleh dan soleha, serta keluarga yang sakinah mawaddah warohmah...dan barokah!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Amin!!"...isteri saya yang padahal berapa diluar kamar hendak menyiapkan hidangan sahur mengamini do'a saya, baru saya sadar bahwa tadi itu kayaknya keras juga ya berdo'anya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat saya masih terkagum-kagum mendengarkan irama serasi antara seng dan tetesan hujan di atas tempat tidur tiba-tiba isteri saya memanggil dari dapur &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya?" sahutku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tolong baskom-baskomnya dong" isteriku yang sedang memasukkan beras di &lt;i&gt;reskuker&lt;/i&gt; menimpali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indahnya irama tetes hujan dikepala saya tiba-tiba buyar dan teringat bahwa genteng di atas dapur belum sempat dibenahi. Yah....bocor lagi, bocor  lagi deh. Alhamdulillah walau cukup deras hujan sahur tadi tidak berlangsung lama dan hari ini walau baskom-baskom sudah (akhirnya) siap di tempatnya, belum sempat air mengalir dari atas genteng.&lt;br /&gt;___________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang anak yang hilang, semoga dengan datangnya kamu akan menghapus asap dan ribuan saudaraku di Sumatra, Kalimantan bahkan beberapa negara tetangga akan bahagia dan SBYpun tersenyum. Semoga juga dengan datangnya kamu, membuat pekerjaan bapak-bapak Pemadam kebakaran menjadi ringan dan penduduk Jakarta akan bernafas lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya hujan, mumpung masih dalam suasana ramadhan menjelang syawal saya dan isteri mengucapkan "Taqoballahuminna wa minkum"....tentunya begitu juga untuk anda, pembaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto : &lt;a href="http://pro.corbis.com" target="_blank"&gt;CORBIS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-116122078842658035?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/116122078842658035/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=116122078842658035&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/116122078842658035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/116122078842658035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/10/anak-hilang-itu-kembali.html' title='&lt;b&gt;Anak hilang itu, kembali!!&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-115741669422436010</id><published>2006-09-05T07:38:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T13:05:06.866+07:00</updated><title type='text'>Jujur saja, cinta tidak harus (selalu) transparan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/15/19/52/15195280/42-15195280.jpg"&gt; &lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/15/06/91/15069140/AAMK001167.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kau bosan sebelum aku menjemukan&lt;br /&gt;Tolonglah ucapkan dan tolong engkau ceritakan&lt;br /&gt;Semua yang indah, semua yang cantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjanjilah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciptakanlah lagu yang kau anggap merdu...Dik&lt;br /&gt;Nyanyikan untukku, sungguh aku perlu itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kau tak suka, bilang saja suka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjanjilah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Iwan Fals, "sebelum kau bosan")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Masakan kamu nikmaaaaaaaaaaat deh, dik".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Waaaw subhanallah...kok tumben hari ini kamu sangat mempesona, kerasukan purnama yang mana nih?".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda boleh saja mengaku menjadi wanita yang tidak suka dibohongi (baca=digombali suami) atau anda adalah pria yang tidak suka berbasa-basi. Tetapi setelah beberapa tahun belakangan ini saya menjalani kehidupan pernikahan, terkadang yang namanya transparansi hanya menjadi bumerang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya saya tidak jujur atau hobi berbohong namun ada saatnya namanya ketidaktransparasian (bukan ketidakjujuran) menjadi sebuah perekat yang indah sekali buat saya dan isteri. Yah, contohnya dua kalimat di atas itu tadi, isteri saya sudah faham kalau yang saya katakan "berbau-bau &lt;i&gt;jurus mau&lt;/i&gt;t" dia biasanya menjawa dengan (kurang lebih) "aaah...gombal" sambil sedikit tersipu-sipu. (ah tapi suka kan ;) *tuink tuink.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gombal, dalam bahasa Jawa, ibu saya dulu sering menyebut kain (biasanya dr baju dan calana) yang sudah rusak dan bolong-bolong alias rombeng namun masih digunakan sebagi lap untuk membersihkan kotoran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga menurut faham saya kata kata gombal tidak harus bermakna tersurat seperti juga kain gombal yang  berasal dari baju atau celana namun bukan lagi berfungsi sebagai mana semestinya. Namun efek yang dihasilkan &lt;i&gt;dahsyat meeen&lt;/i&gt; menghibur hati-hati yang sedang gelo, galau, kesal, jutek dan bahkan cemburu buta (Ya Allah, isteriku...suamimu udeh jelek kaya gini kok ya masih dicemburuin juga sieeeh). Saat ini saya faham yang namanya bumbu pernikahan bukan hanya perdebatan atau pertengkaran kecil-kecilan, namun gombalisme juga dpt dikategorikan sebagai salah satunya. (garaaaam kaleeeee)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu dalam sebuah topik dikusi pada Radio Delta FM Sahnaz dan Gilang membahas tentang apa apa saja rahasia atau sesuatu yang tidak ingin diketahui oleh pasangan pendengarnya. Berbagai macam cerita mengalir saat itu, dari masa lalu yang tidak ingin diketahui oleh pasangannya sampai simpanan atau selingkuhan baik mantan maupun masih berlangsung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gombal memang perlu bahkan harus, tetapi bila sudah disalahgunakan untuk menutup-nutupi selingkuhan, apalagi pasangan selingkuh tanpa ikatan pernikahan (kalao isteri kedua gimana?...ah itu mah laen soal ;) ), membuat saya jengah juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi suka juga saat isteri memuji bagaimana cocoknya saya dalam sebuah setelan pakaian, yang mana intinya tampak lebih langsing, padahal &lt;i&gt;deep down inside&lt;/i&gt; sapa sih yang ga tahu bahwa saya berbadan supeeerb. Tetapi bila misalnya isteri saya menjadikannya itu sebagai tameng untuk menutup-nutupi ketidaksetiannya....mungkin saya akan bersenandung.....Bang, sms siapa ini Bang? Kok pesannya pake sayang-sayang?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transparansi itu memang tidak selalu penting bung, tetapi kejujuran harus penting! Saat bekerja di kantor lama seorang teman memiliki prinsip pernikahan sama seperti makan yang mana tidak mungkin tiap hari makan sayur bayam melulu...bosen dong (katanya) sekali-kali bolehlah cubain sayur sop atau bahkan opor ayam...naudzubillah. Tidak tahu dimana salahnya karena sepanjang saya kenal tidak pernah sedikitpun teman saya itu mengeluhkan keadaan isterinya. Terakhir saya bertemu, isterinya masih belum tahu tentang sepak terjang suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami model begini mah tidak usah disuruh lagi untuk bergombal-gombal di depan isterinya karena jurus pergombalannya pasti sudah kelewat batas hingga kebablasan. Ah saya jadi menarik nafas dalam-dalam teringat plesetan kepanjangan 'selingkuh' yaitu "selingan nikmat keluarga tetap utuh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya bisa berdoa.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pict from &lt;a href="http://abhicom2001.fotopic.net/p19143821.html" target="_blank"&gt;http://abhicom2001.fotopic.net&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-115741669422436010?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/115741669422436010/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=115741669422436010&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/115741669422436010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/115741669422436010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/09/jujur-saja-cinta-tidak-harus-selalu.html' title='&lt;b&gt;Jujur saja, cinta tidak harus (selalu) transparan&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-115638006902721639</id><published>2006-08-24T07:41:00.000+07:00</published><updated>2006-08-24T07:41:09.153+07:00</updated><title type='text'>Permainan Belaka</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/2/photos/7/1200x120/13/siku.jpg?et=uxNKmWYVbgz5LrNuwWmfKQ" border="1"&gt; &lt;img src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/2/photos/7/1200x120/7/kecipak.jpg?et=ID0e2NUZViDfN7sTF%2CkaaQ" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuhbelasan belum lagi seminggu lewat aura merah putih masih terasa di mana-mana. Para tetangga bahkan masih enggan menurunkan bendera yang terpampang manis di depan rumah masing-masing, tidak perduli walau hanya tertambat pada sebatang bambu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih terasa teriknya matahari siang bolong pada kemarau panjang ini di atas Kalimalang. Ya, saya bersama isteri pada saat 17 Agustus kemarin menyaksikan apa yang telah dua tahun ini digaungkan sebagai "Festival kalimalang". Walau baru saja "secara resmi" menjadi agenda tahunan pariwisata Pemda Jakarta, namun sebenarnya perayaan 17-an di atas Kalimalang dengan perlombaan khasnya yakni panjat pinang sebelumnya telah berlangsung selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal lomba, tidak berbeda dengan tahun-tahun lalu perayaan 17-an biasanya diramaikan dengan lomba panjat pinang, tarik tambang dan makan kerupuk atau yang mirip yaitu menyomot uang logam yang di tancapkan pada buah pepaya yang sudah dilumuri arang atau jelaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak pernah ada yang tahu kapan dan siapa sebenarnya pencetus pertama lomba-lomba tersebut. Tentunya yang pasti lomba yang biasa diadakan saat 17-an tersebut tidak pernah ada sebelum kemerdekaan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah makna dari lomba dan perayaan dengan jenis yang saya sebut di atas ? Apakah hanya ajang senang-senang belaka atau ada sesuatu yang harus diambil hikmahnya? Sebenarnya tidak tepat juga bila dituduh panjat pinang, tarik tambang dan makan kerupuk atau jenis lomba lainnya hanya sebagai sarana pelampiasan kegembiraan belaka. Tahukah anda, paling tidak menurut saya, bahwa ada 17-an adalah sarana pendidikan yang (mungkin saja) ditanamkan oleh pemerintah Indonesia (pura-puranya bermain teori konspirasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya dengan perlombaan semacam tarik tambang, panjat pinang dan makan kerupuk kita di ajari untuk menerima bahwa hidup di Indonesia semakin sulit dan penuh dengan persaingan. Lapangan pekerjaan yang semakin sempit sementara jumlah usia manusia yang harusnya bekerja di Indonesia semakin bertambah saja. Karena itu jumlah kesempatan pekerjaan yang sedikit itu akan semakin ketat diperebutkan hanya yang paling kuat yang akan menang (tarik tambang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bekerja tidak bisa tidak anda harus bekerjasama dari kerjasama ala malaikat atau sekotor yang dilakukan iblis dan setan-setan alas sekalipun sering kali kita lihat dalam urusan mencari rejeki. Kadang kerjasama bukan berarti adil, tidak perlu semua mendapatkan bagian sesuai dengan kerja keras dan usaha yang dilakukan. Dalam meraih tujuan bukan hanya me"masang" badan bahkan sering kali kepala sendiri harus rela diinjak-injak demi memberi kesempatan yang lain untuk naek ke atas dan meraih apa yang dicita-citakan bersama. Setelah tujuan di dapat...eeeh hasilnya dibagi rata, padahal logikanya yang paling bawah yang menahan beban paling lama dan paling berat dibanding Si pemetik "kado" (panjat pinang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun begitu ada saja orang-orang yang memilih untuk soliter, mencoba untuk berjalan sendirian saja. Tapi tidak ada yang jamin bahwa cara ini lebih mudah dibanding ketika bekerjasama dalam sebuah tim. Bayangkan, banyak hal-hal yang seharusnya bisa dilimpahkan ke orang lain namun harus anda kerjakan sendiri, seperti kehilangan anggota tubuh lainnya. Tangan terikat, kaki tidak sanggup mengganti fungsi tangan..praktis hanya mulut saja yang berfungsi sebagai pengunyah, pencekram sekaligus sebagai tangan anda. Belum lagi anda haru berpacu dengan pesaing-pesaing lainnya pada saat yang bersamaan.  (lomba makan kerupuk)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri ada di posisi yang mana? ahhh...saya cukup menjadi pengamat saja merekam dengan kamera kesayangan setiap momen dan membekukannya dalam selembar objek dua dimensi. Kali aja pada waktu ke depan ada orang lain yang akan menjadikannya sebuah pelajaran (pustakawan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi teringat seorang teman yang pernah berkata, "setiap permainan adalah pembelajaran, bahkan untuk anak TK yang bermain perosotan". Lagipula....bukankah hidup ini hanya permainan belaka, "kehidupan" sebenarnya justru dimulai ketika telah meninggalkan dunia fana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-115638006902721639?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/115638006902721639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=115638006902721639&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/115638006902721639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/115638006902721639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/08/permainan-belaka.html' title='&lt;b&gt;Permainan Belaka&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-115510333398218899</id><published>2006-08-09T13:02:00.000+07:00</published><updated>2006-08-09T13:30:28.006+07:00</updated><title type='text'>Universal Soldiers</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Judul di atas diambil dari sebuah film yang sampai sekarang masih sering di putar pada pelbagai stasiun televisi swasta kita. Sosok prajurit yang di program untuk menjadi mesin pembunuh mirip robot. seru memang bagaimana mereka (tokoh dalam film tersebut) dilengkapi dengan beragam peralatan canggih untuk mendukung aksinya, dari persenjataan manual seperti pisau sampai yang berbau teknologi abad-21 dan berhubungan langsung pada program komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata apa yang kita lihat dalam film itu, tidak sulit untuk dibayangkan saat ini. Berbagai macam perkembangan teknologi perang yang dikembangkan oleh manusia (baca=bangsa-bangsa barat) menjadi sebuah kemajuan teknologi yang mana sulit dibayangkan beberapa dekade lalu. Kombinasi antara IT, keamanan dan ketepatan menjadi satu, perlbagai alat dan kombinasi yang pada beberapa tahun lalu musti membawa satu buah mobil dalam memuatnya kini dapat di muatkan dalam tubuh satu orang tengtara saja, bahkan hampir-hampir tidak terlihat karena menjadi satu pada seragamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.army-technology.com/projects/fist/" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;FIST&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh FIST - Future Infantry Soldier Technology, yang dikembangkan oleh Kerajaan Inggris. Tengtara tidak lagi hanya membawa senjata dan perlengkapan bertahan hidup sederhana (pernah merasakan biskuit buatan ABRI?). Tapi juga dilengkai oleh GPS (Global Positioning System) yang mana tentunya selain berguna mengontrol posisi seorang tengtara dalam peperangan juga memudahkan apabila diperlukan misi penyelamatan. Selain GPS juga pada seragamnya di lengkapi bluetooth yang berfungsi dalam menghubungkannya dengan peralatan laen yang dibawa oleh sang tengtara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi terobosoan baru yakni helm yang tidak lagi hanya sebagai pelindung kepala dari serempetan-serempetan peluru. Tetapi juga dapat mendisplay kondisi peperangan serta target ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"An integrated helmet will provide ballistic protection and an interface to other elements of the battlefield network. The helmet-mounted display can show the battlefield situation, with wearer's position, positions of friendly and hostile troops and equipment and prioritised targets, as well as the downloaded imagery from his weapon sight."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah tuh terjemahin sendiri dah...Btw, FIST ini akan menjadi perlengkapan standar tengtara Inggris dari 2006 sampai dengan 2036.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.army-technology.com/projects/fist/images/1-fist.jpg" align="absmiddle" alt="FIST" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.army-technology.com/projects/idz/" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;IDZ (INFANTERIST DER ZUKUNFT)&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi perlengkapan tengtara yang dikembangkan oleh negara Eropah, yakni Jerman. Favorit saya di antara buatan Inggris dan nanti yang akan kita bahas sedikit yaitu Amerika. Kenapa? karena selaian juga dilengkapi dengan GPS tengtara jerman ini juga di bekali sebuah pelindung dada anti peluru, anti senjata kimia/biologi  dan yang paling mantab adalah juga memiliki perlindungan dari radiasi nuklir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat film predator yang di bintangi oleh Arnold Skehewes ewes yang mana di sana dia duel melawan satu mahluk asing  bertenaga nuklir. Mahluk asing tersebut juga memiliki kekeran panas tubuh, yaitu dapat mendeteksi adanya objek hidup hanya dengan mencari radiasi panas tubuh musuhnya. Tetapi lucunya, duel yang berlokasi di tengah hutan tersebut si mahluk asing tidak kebingungan mendeteksi panas tubuh buruannya, karena walaupun di hutan itu ada beribu ribu spesies binatang berkeliaran (yg nota bene pasti dong mengeluarkan radiasi panas) Si mahluk asing tersebuh masih bisa focus mencari si Arnold Skehewes ewes itu tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eniwe, balik ke soal seragam standar tengtara jerman. Walaupun masih dalam tahap pengembangan namun dua protaip dari sistem IDZ pernah di ujicoba pada tahun 2002 di Prizren, Kosovo. Diperkirakan pada sekitar tahun 2005 dan 2007 versi pertama dari IDZ sebanyak 1600 buah akan dipergunakan pertama kalinya secara masal oleh tengtara Jerman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain beberapa kelebihan sistem IDZ di atas, pasukan tengtara Jerman juga dilengkapi dengan Senjata tambahan yaitu Dynamit Nobel Panzerfaust 3 peluncur roket anti-tank dengan Dynarange computing sight (please seseoarang memberikan penjelasannya), Heckler &amp; Koch rifle mounted AG36 40mm peluncur granat, Heckler &amp; Koch 5.56mm MG4 senapan mesin ringan dan Heckler &amp; Koch MP7 senjata personal defence. Termasuk alat pembantu penglihatan (kekeran bahasa kerennya) the Victronix Vector IV target acquisition dan laser range finding binoculars, Zeiss handheld thermal sights, and the Zeiss AN/PAS-13(V) lightweight thermal camera weapon sight.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;phuiiiih...ingat kita bukan sedang main game dengan prajurit perang-perangan loh....tp ini prajurit perang beneran.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.army-technology.com/projects/idz/images/1-infantryman.jpg" align="absmiddle" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.army-technology.com/projects/land_warrior/" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;LAND WARRIOR - INTEGRATED MODULAR FIGHTING SYSTEM&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada intinya samalah dengan dua negera diatas yaitu Amerika mencuba menghadirkan tengtara yang lebih canggih dan tangguh dalam berperang. Juga mengkombinasikan kemajuan TI dalam peperangan.Yang cukup unik adalah sistem ini menggunakan juga komputer dengan Windows 2000 bertanaga 500MHz Intel Strong Arm processor. The battlefield software diinstal dalam komputer. Data sensor juga di download ke dalam komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya tentang Land Warrior yang rencanya akan mulai digunakan pada tahun 2007 ini bisalah anda mengklik SUMBER di bawah postingan saya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.army-technology.com/projects/land_warrior/images/LandWarrior_2.jpg" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kita&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kita? tidak ada maksud apa apa saya memposting tentang kehebatan pasukan/tengtara negara-negara barat. Namun saya teringat akan sebuah ayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)." (Al-Anfaal: 60)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca kalimat "kamu menggentarkan musuh Allah", artinya kita diharuskan bersiap sungguh-sungguh termasuk dalam halnya teknologi2 yang mungkin kita kembangakan sendiri tanpa harus bergantung pada dunia lain. Saat saya berkunjung ke situs &lt;a href="http://www.pindad.com" target="_blank"&gt;Pindad&lt;/a&gt; ada rasa bangga juga walau sedikit di mana ternyata kita telah mampu mengembangkan senjata-senjata yang walaupun masih jauh dibandingkan negara-negara maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu ada satu senjata yang bahkan 1000 nuklir tidak akan mampu mengalahkannya, yakni...keimanan. Jadi, sudah siapkah kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.pindad.com" target="_blank"&gt;PINDAD&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.army-technology.com/projects/land_warrior/" target="_blank"&gt;LandWarrior&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.army-technology.com/projects/fist/" target="_blank"&gt;FIST&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.army-technology.com/projects/idz/" target="_blank"&gt;IDZ&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-115510333398218899?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/115510333398218899/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=115510333398218899&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/115510333398218899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/115510333398218899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/08/universal-soldiers.html' title='&lt;b&gt;Universal Soldiers&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-115378914494917615</id><published>2006-07-25T07:59:00.000+07:00</published><updated>2006-07-27T08:18:41.953+07:00</updated><title type='text'>Hom pim pah...!!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hom pim pah alaium ...gambreng!!&lt;/i&gt; (pada kondisi tertentu, beberapa orang akan menyambung kalimat itu dengan..."Unyil kucing!!")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lalu tangan-tangan akan menentukan tujuan mereka&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, begitu yang biasa dilakukan anak-anak kecil bila ingin mengundi dalam permainan mereka. Siapa yang berbeda sisi tangannya , tergantung perjanjian awalnya, maka si pemilik tangan tersebut entah sebagai pemenang atau yang kalah. Tidak hanya gambreng, beberapa cara menetukan sebuah keputusan dalam permainan juga dapat dilakukan dengan suit baik ala metal (jempol, kelingking dan jari telunjuk) atau juga suit ala cina (batu, kertas dan gunting). Selain dua itu ada juga gambreng ala "cang kacang panjang yang panjang jaga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi ala gambreng (anggap aja dalam tulisan gambreng mewakili apa yang anak-anak lakukan di atas ya), sederhana namun efektif. Tidak ada yang protes akan hasil dari gambreng tersebut, paling curang-curang dikit beberpa kali terjadi, namun jarang menjadi sebuah persolaan besar...namanya juga anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya gambreng ala mereka tidak akan bertahan lama semakin bertambah umur maka gambreng menjadi sebuah hal perihal yang rumit bahkan melibatkan banyak pihak sampai dengan presiden kadang juga turun tangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dari gambreng bersama ratusan anak lainnya dalam memilih sekolah-sekolah favorit, gambreng dengan ribuan orang untuk rebutan lapangan pekerjaan yang sangat terbatas sampai pada akhirnya gambreng dengan ratusan juta penduduk Indonesia untuk menetukan arah perpolitikan bangsa ini. Berbagai kepelikan dari administrasi yang melibatkan uang sampai dengan jutaan rupiah hanya untuk "membeli" bangku sekolahan sampai dengan terancamnya jiwa akibat berpihak pada golongan yang "berbeda".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat-saat seperti itu tentunya semua orang yang terlibat akan rindu pada ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hom..pim...pah...unyil kucing!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan...memang saya merindukannya juga. Kadang tanpa melupakan bahwa semua kerepotan dalam menjalani semua itu adalah konsekwensi sebagai bagian dari  masyarakat ingin juga ketika menghadapai pilihan-pilihan yang rumit cukup dengan hom pim pah saja dalam penyelesainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, itulah perjuangan menjalani setiap proses gambreng bahkan sampai ketika nanti sanak-saudara, anak, isteri atau suami menentukan lubang kubur yang mana yang akan ditempati oleh tubuh ini adalah proses yang wajar dan sunnatullah. Termasuk, walaupun  tidak diharapkan, adanya tangan-tangan yang mencuri kesempatan dalam kesempitan menggunakan pelbagai akal bulus demi memuluskan tujuan yang ingin dicapai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang....saat saat begini (kembali) membuat saya rindu pada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hom..pim...pah...unyil kucing!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga hal besar yang perlu menjadi renungan. Satu, bisa jadi saya kurang kuat berusaha, kurang tekun menjalani, kurang sabar melewati tantangan, mudah capek, mudah ngambek, mudah patah arang. Padahal mungkin saja usaha saya belum ada apa-apanya dibanding mereka yang berhasil meraih impiannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bisa jadi impian saya terlalu tinggi sementara modal dan pemahaman terhadap impian sangat pas-pasan, tidak sesuai dengan kapasitas. Bermodal semangat saja tidaklah cukup untuk meraih mimpi. Alih-alih dapat merealisasikan impian, semangat yang terlalu besar menjadikan kita ambisius karena terobsesi kemudian stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, takdir. Apa yang saya impikan adalah apa yang saya ketahui baik untuk saya pada waktu itu, menurut batas pengetahuan dan paradigma saya. Namun, semestinya saya menyadari, Allah lebih mengetahui apa yang baik untuk saya dan apa yang tidak.  Allah telah menetapkan sesuatu bagi hamba-Nya sesuai ukuran dan kapasitas. Kita hanya diperintahkan berusaha semaksimal mungkin. Usaha itu tidak sia-sia , karena ia akan dinilai sebagai amal meskipun kita tidak memperoleh hasil dari usaha itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat membaca tulisan tentang mimpi, impian dan usaha di atas yang dituangkan Azimah Rahayu dalam bukunya &lt;i&gt;Pagi Ini Aku Cantik Sekal&lt;/i&gt;. Lagi, saya menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya bersama beban yang terasa lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, Allah telah mengingatkan saya untuk berdamai dengan takdir dan menerima apa yang telah diterapkan oleh-Nya. Saya mungkin tidak tahu, atau memang sudah tahu namun tidak pernah menyadarinya. Saat ini adalah saat telah habis semua usaha lalu kewajiban untuk bertawakal segera ditunai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kalau sudah begini, maka yang harus dipertanyakan,,, mengapa tidak menggantungkan semua harap kepada-Nya?....karena bahagia, cinta, serta duka-lara...hanyalah bagian dari terminal hidup yang harus kita lalui&lt;/i&gt;.(&lt;b&gt;Anis Matta, "Sayap yang Tak Pernah Patah" Tarbawi ed. 91&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caption!&lt;br /&gt;Anak-anak Taman Kodok&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.meunikitu.com/abhicom2002/image/Hompimpah4.jpg" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haura dengan lidahnya&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.meunikitu.com/abhicom2002/image/Hompimpah5.jpg" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syamil dan Basmah&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.meunikitu.com/abhicom2002/image/Hompimpah6.jpg" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-115378914494917615?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/115378914494917615/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=115378914494917615&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/115378914494917615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/115378914494917615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/07/hom-pim-pah.html' title='&lt;b&gt;Hom pim pah...!!&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-115286170801934849</id><published>2006-07-14T14:21:00.000+07:00</published><updated>2006-07-20T10:21:48.603+07:00</updated><title type='text'>Beli Es Goreng di PRJ...maunya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pekan Raya Jakarta atau lebih dikenal dengan PRJ saat ini tengah berlangsung di Kemayoran Jakarta sampai dengan pertengahan Juli 2006. Seperti tahun tahun sebelumnya PRJ diadakan selama sebulan penuh dari Juni sampai dengan Juli. Bertepatan dengan hari libur anak sekolah, PRJ memang menjadi ajang tepat bagi warga Jakarta bahkan luar Jakarta untuk dijadikan salah satu tempat yang akan dikunjungi selain tempat wisata lainnya....itu bila isi kantung anda mencukupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga tiket masuk PRJ tahun ini Rp 11.000 untung hari-hari biasa dan Rp. 16.000 untuk hari Sabtu dan Minggu. Lebih mahal seribu rupiah dari tahun 2005 yang hanya Rp. 10.000 untuk memasuki PRJ. Sampai dengan tahun lalu bahkan manula dan anak anak di bawah tiga tahun masih di gratiskan memasuki PRJ, namun tadi malam ketika saya berkunjung ke sana, hanya anak di bawah 3 tahun saja yang tidak ditarik bayaran, sisanya....tentu harus merogoh kocek tidak perduli apabila si pengunjung sudah memakai tongkat atau kursi roda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Bang Ali Sadikin, yang kala itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, menggagas ide Pekan Raya Jakarta. Idenya sendiri datang dari keinginan untuk menyatukan berbagai "pasar malam". Ketika itu namanya pasar malam masih menyebar di sejumlah wilayah Jakarta. Tahukah anda, saat pertama kali PRJ diadakan yang dibuka oleh Presiden kedua Indonesia pada tahun 1968 bukan 7 hari atau 30 hari seperti sekarang ini, namun total jenderal selama 71 hari berturut-turut! artinya 2 bulan lebih satu hari masyarakat Jakarta dihibur. Termasuk di dalamnya salah satu acara yang cukup kontroversial (bahkan sampai sekarang) yakni Pemilihan Ratu Waria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRJ, banyak yang bilang sejak dipindahkan ke Kemayoran menempati bekas bandara nasional kehilangan ruhnya. Tidak sama rasanya berkunjung PRJ saat masih di Monas dengan PRJ saat ini. Saya pribadi mengamini pernyataan tersebut, apa yang saya lihat kemarin malam hanyalah sebuah bazar yang sangat besar di mana esensi dari PRJ sekarang adalah...anda datang, anda beli tiket, anda pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya rasanya atmosfir konsumerisme terasa sekali di sana, bila tidak ada uang bisa juga sih datang dan lihat-lihat....seru juga kok, tapi ya gitu deh. Tahun 80-an ketika saya masih memakai seragam puith merah, momen PRJ menjadi sebuah saat yang dinanti-nanti tidak perduli dapat rangking atau tidak pokoknya mengunjungi PRJ adalah sebuah keharusan. Begitu juga dengan orang tua dan tetangga sekitar kami, semuanya begitu antusias menyambutnya bahkan rela untuk meminjam mobil kantor untuk berangkat ramai-ramai dari tempat tinggal kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu belanja banyak karena ke PRJ yang dicari adalah hiburan, dan melihat benda-benda unik. Salah satunya adalah es krim goreng, yang sempat beberapa kali muncul di stand PRJ saat itu. Namun karena uang jajan berada di kekuasaan ibu, sampai detik ini saya belum pernah sama sekali merasakan...gimanaaaa sih &lt;i&gt;eksotikitas&lt;/i&gt; (kosa kata ngawur...mana ada kata eksotikitas) sebuah es yang nota bene terbentuk di dalam suhu dingin ini malah di goreng (panas kan?) untuk membuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang hilang dari PRJ Kemayoran adalah badut-badut, termasuk orang-orang dengan keterbatasan fisiknya yang lebih pendek dari orang dewasa pada umumnya bahkan lebih pendek dari anak-anak usia SMP. Mereka biasanya (kalo ga salah) menari-nari dan menghibur pengunjung PRJ dari atas sebuah panggung produk baterai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRJ begitu mempesona saya, mungkin saat itu yang namanya pusat hiburan jarang sekali, kalaupun ada jauh dari rumah saya yang berada nyaris di perbatasan Bekasi. Dan bila ditanya, apa lagi yang membuat anda merindukan PRJ di Monas....adalah Kerak telur. Ya sama dengan ratusan bahkan ribuan warga Jakarta kerak telur adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan PRJ. Tanpa Kerak telur seperti lebaran tanpa ketupat dan kembang goyang, seperti malam takbiran tanpa pawai obor....tidak mudah untuk dipisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun semalam saya benar-benar merasa sudah sampai pada puncaknya....tidak ada satupun tukang kerak telur berada dekat arena PRJ. Tahun-tahun lalu masih saya maafkan karena mereka masih mangkal di arela parkir mobil namu semalam.....saya merasa PRJ semakin menjadi ajang konsumerisme masyarakat Jakarta yang semakin menggila tanpa memperdulilkan nilai-nilai tradisional PRJ itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalikan PRJ ku yang dulu Bang Yos!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.meunikitu.com/abhicom2002/image/Nur.jpg" border="1"&gt;&lt;br /&gt;Nur isteri saya di depan gerbang pintu masuk PRJ Kemayoran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.meunikitu.com/abhicom2002/image/copen.jpg" border="1"&gt;&lt;br /&gt;Di Stand Daihatsu,  depan mobil Copen  yang imut banget....gedean mana ya saya dengan mobil ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kapanlagi.com/h/0000068482.html" target="_blank"&gt;Harga Tiket PRJ tahun 2005&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.jakartafair.biz" target="_blank"&gt;Jakarta Fair&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-115286170801934849?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/115286170801934849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=115286170801934849&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/115286170801934849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/115286170801934849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/07/beli-es-goreng-di-prjmaunya.html' title='&lt;b&gt;Beli Es Goreng di PRJ...maunya&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-115207314809927161</id><published>2006-07-05T11:19:00.000+07:00</published><updated>2006-07-05T11:19:08.156+07:00</updated><title type='text'>...untuk butir-butir pasir yang kau bawa....</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepotong catatan kecil 3-4 tahun lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Anakku.....,&lt;br /&gt;Bapakmu bingung nih, mau apa ya? jam 5 nih, tapi mau pulang rasanya masih males banget. Udeh dua minggu ini pagi-pagi badan mulai di gerakkan selang-seling antara silat dan ngepel....Capek juga lumayanlah keringet keluar...kalo dulu waktu SMA mah kayaknya kegiatan kayak gini ga susah-susah amat bahkan dulu pernah bisa keliling lapangan sampa dua puluh kali puteran....&lt;b&gt;dua puluh kali&lt;/b&gt;!!! Nak dan bukan sekedar lapangan or else.....namun &lt;b&gt;lapangaaan bolaaa&lt;/b&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tau kenapa bisa begitu?&lt;br /&gt;Begini....khan bapak emang dari dulu nggak mau masuk ke AKABRI,...pas bilang ke nenek dan kakek kamu juga kayaknya mereka OK OK aja, maklum kakek kamukan ABRI juga so sebagai anak yang tidak mau masuk ke lingkungan AKABRI ya musti bilang dong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, tiba2 suatu pagi di laci lemari kamar bapak ada selembaran iklan pembukaan &lt;b&gt;CATAR AKABRI&lt;/b&gt;..waks :o setelah di usut-usut ternyata Ibu (nenekmu) yang narok di situ,.....:). ibuuu ibu bisa aja deh, bilang aja kalo kepingin anaknya masuk AKABRI khan sebelumnya bisa ada persiapan. So demi menghargai keinginan nenekmu, mulai deh program lari pagi keliling lapangan digalakkan. Sampai puncaknya ya itu tadi dua puluh kali puteran....ck ck ck sekarang aja sekali dah mau pingsan rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tetep aja bapak gagal, Nak.... :)..."kebesaran!!! kata panitia" he he he. Taun depannya dah ga minat lagi soalnya ga ada yang maksa-maksa dan emang dah kuliah di salah sartu PTN di Depok Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya tadi di atas lagi bicarain masalah rutinitas baru bapak ya?...jadi begini nak.....bapakmu nih, udeh dua minggu ini mulai olahraga lagi. Salah satu  penyebabnya adalah sejak ikutan silat dimarahin terus ama ustadznya...karena bapakmu ini jarang banget latian di rumah so tiap kali latian rutin gerakkannya masih kakuuuu aja, ya udeh kena deh di sindir2....di suruh ngulang2 jurus ampe mau pingsan....."kalo di rumah ga pernah latian, di sini harus sepuluh kali puteran jurus" begitu kira2 kata Ustadznye.....halaaah Naaak nak...satu jurus aja terdiri sekian gerakkan.....bapak ya capek khan :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alahmdulillah mulai minggu kemarin ustadz dah ga marahin bapak lagi.....he he he&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAk...bapak kasih tau ya kalo kamu dah terbiasa olahraga jangan sekali-kali deh ninggalin karena nanti ketika akan mulai olahraga lagi rasanya muaaaaleeeees bangheeeeet.....butuh perjuangan lebih berat lagi...hiiiii serem deh pokoknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak...bapakmu nih ga akan maksa kamu nanti mau jadi ABRI atau dokter....tapi yang bapak mau dari kamu &lt;b&gt;adalah&lt;/b&gt;: kamu bisa berguna buat agama (ISLAM tentunya)......apapun peran kamu di situ. Bahkan Bajajpun (bapak ga tau di jamanmu nanti masih ada nggak yang namanya bajaj?...dah diganti kancil mungkini!) ga bisa jalan kalo nggak ada pentil atau bautnya.....kecil tapi vital!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bajaj tuh nak....beroda tiga..modifikasi dari kendaraan roda dua buatan India. Kamu mungkin mendengar kata modifikasi pasti dah kebayang kendaraan yang "super macho" dan "super cepat"....&lt;b&gt;kamu SALAH&lt;/b&gt;!!! emang sih modifikasi, tapi modifnya udeh 20 tahun yang lalu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri khasnya Bajaj Nak...supirnya itu sambil nyetir bisa naekkin satu kaki kayak org lagi makan di warteg (ngomong2 kamu tau khan warteg?...kalo lom, kamu cari aja deh di ensiklopedia, jelasin bajaj aja dah capek :) )...kalo mau belok ga peduli ada di sisi yang salah (dari sisi paling kanan belok kiri, mendadak lagi!)....kadang2 malah ga pake sen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OKEH segitu dulu ya Nak...besok bapak sambung lagi InsyaAllah. Doakan bapak dapet rejeki yang halal untuk melamar ibumu (*masih diumpetin Allah SWT*), dan ngopeni kamu dengan uang yang berkah kalo kamu dah muncul di dunia ini...amieeen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum Warohmatullah hi Wabarokatuh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak, Sekarang saat ini sudah banyak sekali perubahan sejak bapak menuliskan catatan kecil untuk kamu beberapa tahun lalu. Bapak sudah menemukan ibumu, siapa sangka dulu ketika itu akhirnya bapak menemukan wanita soleha Nak. Tapi Allah SWT memang punya kehendak yang kita tidak akan tahu sampai akhirnya kehendakNya terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak, aku tahu kamu sudah tidak sabar ingin segera bertemu Bapak dan Ibumu, tapi bila belum saatnya maka memang belum saatnya! Jangan kau paksa ibumu untuk mengandungmu. Tahukan bagaimana terakhir kejadiannya ketika kamu memaksa ingin segera bersilaturahmi. Bapak dan Ibumu ini cukup kerepotan karena terkaget-kaget akan kedatanganmu yang tanpa kabar dan tanda-tanda. Akhirnya, kamupun mengurungkan niatnya kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laen kali Nak, beritahu ibumu....kasih ibumu tersayang tanda-tanda kecil seperti layaknya ketika teman-teman kamu akan bersiltaruhami dengan orang tua mereka, hingga bapak dan ibumu tidak gegabah. Bapak janji bila nanti kamu datang lagi nanti bapak tidak akan mengajak ibumu untuk jatuh dari motor hingga berguling-guling. Tidak akan membiarkan ibumu di urut dari ujung kaki sampai ujung kepala, tidak akan mengajak ibumu jalan-jalan naek motor jauh sekali. Pokoknya Nak, bila nanti kamu datang.....InsyaAllah bapak akan siap begitu juga ibumu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak,...kamu mau dikasihkan nama seperti apa?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-115207314809927161?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/115207314809927161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=115207314809927161&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/115207314809927161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/115207314809927161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/07/untuk-butir-butir-pasir-yang-kau-bawa.html' title='&lt;b&gt;...untuk butir-butir pasir yang kau bawa....&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-115067730931827366</id><published>2006-06-19T07:35:00.000+07:00</published><updated>2006-06-19T07:55:15.823+07:00</updated><title type='text'>4 tahun bersama : pustakawan juga manusia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sudah 4 taun niyeee, bosen juga ga ada peningkatan dibanding temen2 yang udeh pd jago memerindah template blognya saya kok masih begini begini saja :D. Yah minimal banernya aza deh di rubah dikit biar ada sedikit udara segar di blog ini. Kalo diingat ingat sepertinya saya udeh beberapa kali merubah baner atas yah paling tidak 5-6 kali lah. Mungkin untuk memperingati empat tahun munculnya blog ini harus diadakan semamcam pameran baner kali ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal baner saya di atas, tuduh saja diri ini narsis yang ga tau malu karena berwajah jelek aza kok brani-braninya pasang kolase potret diri di publik space lagi. Sebenarnya sayapun malu juga, cuman yang ingin saya pamerkan di atas bukanlah wajah dalam potret itu namun si fotografernya, yakni Isteri saya. Tak dinyana ternyata dia pandai juga ambil sisi/angle yang bagus dalam memoto. Padalah si suami (dalam hal ini tentunya saya kan) tidak banyak memberikan tips tips berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya paling tidak suka di foto, karena kebanyakan hail foto diri saya tidak sesuai apa yang ada di kepala saya. Namun ketika melihat hasil foto ini di atas....terus terang saya bangga dengan Isteri saya. Sepertinya slogan yang selalu saya dengungkan ketika memoto berhasil merasuki isteri saya. Mau tau apa slogannya...yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalo moto prg gemuk usahakn hasilnya jgn terlihat kegemukannya, kalo moto org kurus juga jgn sampe terlihat kekurusannya di dalam poto"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah isteriku, doakan suamimu ini dapat banyak rejeki (yang halal) biar aku bisa kadoin kamu hadiah studio lengkap dengan lightingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-115067730931827366?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/115067730931827366/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=115067730931827366&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/115067730931827366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/115067730931827366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/06/4-tahun-bersama-pustakawan-juga.html' title='&lt;b&gt;4 tahun bersama : pustakawan juga manusia&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-114955413317822535</id><published>2006-06-06T07:35:00.000+07:00</published><updated>2006-06-06T09:30:35.026+07:00</updated><title type='text'>Physically, nothing is wrong...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Waktu kecil dahulu ibu saya suka sekali menjeptikan jari telunjuk dan tengahnya di hidung saya, lantas menarik-nariknya ke depan berulang kali, dengan harapan hidung yang notabene sudah pesek dari sananya akan tumbuh menjadi mancung ketika saya dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbukti memang sekarang hidung saya .....tetap pesek, bahkan cenderung lebih besar dari umumnya hidung-hidung yang di miliki ras Melayu. Pun begitu tak kurang rasa sukur saya, karena toh saya tidak bisa membayangkan karena seringnya ditarik-tarik ibu saya dahulu mengakibatkan hidung saya copot.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara fisik saya memang tidak banyak berbeda dengan manusia Melayu pada umumnya. Kulit sawo matang, rambut ikal, hidung bergaya &lt;i&gt;you know how'&lt;/i&gt; dan tentunya mata berbola hitam. Ketika beranjak dewasa persamaan genetik bawaan bangsa Melayu ini membuat saya berontak. Apalagi bila melihat bintang-bintang di televisi dan layar tancap semakin ingin meniru gaya-gaya mereka walau dengan modal terbatas....ingat gaya jambulnya Lupus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah dulu saya getol melihara buntut rambut di kepala akibat mode yang berkembang di antara kebanyakan remaja yang tumbuh di era 80-an, semakin panjang buntut yang dipelihara semakin keren saja rasanya. Namun tidak semuanya senang, guru-guru dibuat panik oleh gaya ramnbut satu itu, mungkin dianggap bagian budaya hedonisme maka hampir tiap minggu diadakan razia buntut, begitu ketahuan maka lansung gunting Pak/Bu guru beraksi...crek crek!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan memperkeren diri, bahkan sampai titik dimana menyakiti diri sendiri menjadi hal yang wajar, masih ketika saya SMP seorang teman sekelas tega menyileti dagunya sampai luka katanya agar dagunya membelah, duren kaleee. Lucu memang bagaimana seseorang rela tersiksa hanya untuk memperoleh hasil yang belum tentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Body piercing&lt;/i&gt; adalah satu hal yang membuat saya terheran-heran, menamkan benda asing di dalam tubuh dan merubah bentuk alami tubuh seseorang dengan tujuan non-medis buat saya cukup aneh memang. Dahulu pria men-tato kulitnya, bila bukan dituduh sebagai preman, ya mantan preman. Pria dengan tubuh bertato dianggap berkubang dalam dunia hitam, sampai sekarang pun sebenarnya masih begitu. Namun di sisi lain beberapa jajanan bocah, anehnya, menjadikan tato non permanen sebagai bonusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke soal &lt;i&gt;body piercing&lt;/i&gt; dalam serial &lt;i&gt;Believe it or not&lt;/i&gt; beberapa kali menghadirkan liputan mengenai subjek satu ini, sebuah tindakan yang sangat ekstrim di mana belum pernah orang lain membayangkannya. Pernah, suatu saat saya melihat bagaimana seorang warga negara Amerika rela ditanam semacam baut di bawah kulit kepala namun masih di atas tengkorak kepalanya, hingga kapan saja pria tersebut mau dapat memasang semacam paku-paku di atasnya, mirip rambut ala anak Punk, namun yang ini terbuat dari besi-besi lancip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali waktu saya menyaksikan bagaimana, juga seorang pria, mentransformasi dirinya mirip binatang kesayangannya. Dalam beberapa kali operasi kulitnya dirubah menjadi memiliki semacam sisik, kukunya lancip bak pisau dan yang paling parah....lidahnya di bentuk mirip reptil alias bercabang...iiiih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa ekstrem seseorang memperkeren dirinya mungkin dua paragraf di atas bisa sedikit menjawab pertanyaan itu. Bahwa beberapa manusia rela menjalani sebuah proses yang menyakitkan dan tidak wajar untuk menjadi seperti apa yang ada dalam bayangan mereka sebagai kewejantahan &lt;b&gt;keren&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak berharap banyak budaya &lt;i&gt;body piercing&lt;/i&gt; berkembang luas di sekitar kita, saya tidak menyebutkan pelaku-pelaku metode tersebut sebagai orang yang sesat apalagi mengharamkan. Walaupun dalam perspektif Agama Islam-pun menyakiti diri sendiri sudah jatuh sebagai tindakan yang mendhoilimi...artinya bila tidak boleh dibilang dosa, ya hal tersebut tidak disukai Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya khawatirkan hanya satu, bila di antara alis mata dan hidung seseorang disambungkan seuntai rantai yang terbuat dari titanium, gimana ya rasanya ketika turun dari Metro Mini, tiba-tiba rantai itu tersangkut pintu metro sementara kaki orang tersebut keduanya sudah di luar dan metro sontak jalan sesuai komando kenek?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Teruuuuuuus!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sreeeet..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ouch!!....mamah :("&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw....diet teh 'body piercing' juga bukan ya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-114955413317822535?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/114955413317822535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=114955413317822535&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/114955413317822535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/114955413317822535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/06/fisically-nothing-is-wrong.html' title='&lt;b&gt;Physically, nothing is wrong...&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-114914934776061032</id><published>2006-06-01T15:09:00.000+07:00</published><updated>2006-06-01T15:09:07.826+07:00</updated><title type='text'>MENCARI SEBUAH MASJID</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Taufiq Ismail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diberitahu tentang sebuah masjid,yang tiang-tiangnya dari pepohon di hutan, fondasinya batu karang dan pualam pilihan atapnya menjulang tempat bersangkutnya awan dan kubahnya tembus pandang, berkilauan digosok topan kutub utara dan selatan Aku rindu dan mengembara mencarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diberitahu tentang sepenuh dindingnya yang transparan, dihiasi dengan ukiran kaligrafi Qur'an dengan warna platina dan keemasan bentuk daun-daunan sangat teratur serta sarang lebah demikian geometriknya ranting dan tunas berjalin bergaris-garis gambar putaran angin Aku rindu dan mengembara mencarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diberitahu tentang sebuah masjid yang menara-menaranya menyentuh lapisan ozon dan menyeru azan tak habis- habisnya membuat lingkaran mengikat pinggang dunia kemudian nadanya yang lepas-lepas disulam malaikat jadi renda benang emas yang memperindah ratusan juta sajadah di setiap rumah tempatnya singgahAku rindu dan mengembara mencarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diberitahu tentang sebuah masjid yang letaknya dimana bila waktu azan lohor engkau masuk kedalamnya engkau berjalan sampai waktu ashar, tak kan capai saf pertama sehingga bila engkau tak mau kehilangan waktu, bershalatlah di mana saja di lantai masjid ini yang besar luar biasa Aku rindu dan mengembara mencarinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diberitahu tentang ruangan disisi mihrabnya yaitu sebuah perpustakaan tak terkata besarnya dan orang-orang dengan tenang membaca di dalamnya, di bawah gantungan lampu-lampu kristal terbuat dari berlian yang menyimpan cahaya matahari, kau lihat bermilyar huruf dan kata masuk beraturan ke susunan syaraf pusat manusia dan jadi ilmu berguna di sebuah pustaka yang bukunya berjuta-juta terletak disebelah menyebelah masjid kita Aku rindu dan mengembara mencarinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diberitahu tentang sebuah masjid yang beranda dan ruang dalamnya tempat orang-orang bersila bersama dan bermusyawarah tentang dunia dengan hati terbuka dan pendapat bisa berlainan namun tanpa pertikaian dan kalaupun ada pertikaian bisalah diuraikan dalam simpul persaudaraan sejati dalam hangat sajadah yang itu juga terbentang di sebuah masjid yang sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumpas aku dalam rindu. Mengembara mencarinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanakah dia gerangan letaknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari aku mengikuti matahari ketika dipuncak tergelincir sempat lewat seperempat kwadran turun ke barat dan terdengar merdunya azan di pegunungan, dan akupun melayangkan pandangan mencari masjid itu kekiri dan kekanan, ketika seorang tak kukenal membawa sebuah gulungan, dia berkata "Inilah dia masjid yang dalam pencarian tuan" dia menunjuk tanah ladang itu dan di atas lahan pertanian dia bentangkan secarik tikar pandan kemudian dituntunnya aku ke sebuah pancuran airnya bening dan dingin mengalir teraturan, tanpa kata dia berwudlu duluan. Akupun di bawah air itu menampungkan tangan, ketika kuusap mukaku, kali ketiga secara perlahan, hangat air yang terasa bukan dingin Kiranya demikianlah air pancuran bercampur dengan air mataku yang bercucuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-114914934776061032?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/114914934776061032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=114914934776061032&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/114914934776061032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/114914934776061032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/06/mencari-sebuah-masjid.html' title='&lt;b&gt;MENCARI SEBUAH MASJID&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-114776041021325713</id><published>2006-05-16T13:20:00.000+07:00</published><updated>2006-05-16T14:59:52.956+07:00</updated><title type='text'>Balada Si Tukang Cukur</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/14/15/18/14151806/O-101-0129.jpg" border="1"&gt;&lt;br /&gt;Apa alasan anda pergi ke tukang cukur? untuk kerapihan kah? kesehatan alias higienis kah? untuk gaya kah? atau sebaai tanda bahwa anda sudah menjadi haji (seperti yang biasa dilakukan para Pak Haji). Berapa sering anda pergi ke tukang cukur baik ber merk DPR (Di bawah Pohon Rindang) atau Salon terkenal lengkap dengan sofa empuknya dan ruangan ber AC ber merk yang aneh-aneh (Lutuye contohnya). Semuanya sangat tergantung kebutuhan, ada yang mengurusi rambutnya berkala sebulan sekali atau dua minggu sekali walaupun rambutnya belum panjang, ada juga yang sampe menunggu ujung rambut depannya jatuh di antara dua matanya (padahal rambutnya kriting) baru ribut-ribut motong rambut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambut memang seperti mahkota, tidak lagi hanya perempuan yang memiliki perhatian khusus pada rambutnya namun saat ini priapun (banyak) juga yang memiliki perhatian yang sama pada rambut milik mereka. Jenis atau style potongan rambut untuk priapun semakin beragam dari gaya cepak plontos ABRI guna menakuti-nakuti polisi bila di razia sampe gaya rambuh Beckham Si pemain bola yang ngetop itu jadi panutan. Pria tidak malu-malu lagi datang ke salon kecantikan untuk hal satu itu dan cerewet dengan gaya rambut yang cocok untuknya. Tidak hanya rambut bahkan kabarnya pria-pria metroseksual juga merawat kuku2nya secara rutin di salon-salon kecantikan langganan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri masih agak canggung untuk datang ke salon salon kecantikan untuk urusan satu itu. Buat saya tempat paling bagus yang pernah dikunjungi untuk meamputasi bagian tubuh saya itu adalah semacam barber shop khusus pria memang walau tidak dideklarasikan begitu namun kenyataannya pengunjung tempat model begini memang hampir semuanya pria. Kenyamanan yang diperoleh bila motong rambut di sana paling-paling hanya ruangan ber AC tanpa dekorasi ruangan bergaya kosmopolitan. Selebihnya saya lebih suka melakukannya di tukang potong rambut keliling langganan saya. Kang Edi asli Ciamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Edi ini langganan sejak TK, pengalaman pertama saya dicukur ya oleh beliau. Begitu banyak anak-anak di komplek saya besar juga menjadi langganan Kang Edi, dari tarif Rp. 75,- rupiah sekali cukur sampai sekarang hampir menyentuh Rp. 10.000, Asli Jawa Barat, di Jakarta hanya menjari transit mencari nafkah saban sebulan sekali mesti balik ke kampungnya. Gayanya biasa-biasa saja bila sedang keliling, stelan celana panjang berwarna gelap dan kemeja putih (nyaris tidak berubah sejak saya TK) dengan tutup kepala mirip topi rimba, sebuah tas tempat "senjata" cukur melintang dipundaknya dan tempat duduk lipat. Tanpa harus ba bi bu menyebutkan saya mau model apa Kang Edi sudah faham benar harus dibagaimanakan rambut saya. Kebiasaan itu sering terbawa bila saya datang ke tempat cukur rambut lainnya, agak bingung juga bila ditanya "Mau di apakan pak?". "Ah yang penting rapih lah" jawab saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sudah berapa lamakah profesi tukang cukur ada di muka bumi ini? Pastinya suda lama ya karena rambut manusia juga sudah tumbuh dari pertama kali Nabi Adam turun di bumi dan akan terus tumbuh sepanjang manusia masih hidup. Tentunya bila didiamkan akan menutupi seluruh tubuh. Mirip dengan Thomson dan Thompson yang salah minum obat di salah satu serial cergam Tintin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Mesir kuno profesi (kalo boleh di bilang sebagai profesi) tukang cukur memiliki tempat yang istimewa, mereka hidup dengan makmur dan dihormati. Setiap orang dewasa Mesir kuno mencukur rambut dan jenggotnya, bahkan pendeta mereka mencukur setiap rambut yang tumbuh di tubuh secara berkala. Ketika Kekaisaraan Yunani masih berjaya tempat tukang cukur menjadi ajang berkumpulnya para intelektual dan aklhirnya berkembang sebagai salah satu tempat pemikir-pemikir sezamannya untuk saling bertukar fikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam agama kita sendiri, yakni Islam mencukur rambutpun sudah diatur dalam hadist. Namun agaknya urusan model potongan rambut tidaklah menjadi bagian yang secara spesifik kita diwajibkan untuk mencontoh beliau (Rasulullah) sebagai bagian dari hukum Islam. Sehingga bisa saja umat manusia di dunia ini memiliki model ptongan rambut yang berbeda-beda. Sesuai dengan kebiasaan atau `urf yang positif yang berlaku di peradaban masing-masing.Namun ada jenis model potongan rambut yang secara tegas diharamkan, misalnya mencukur habis rambut dan menyisakannya sedikit di bagian tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Rasulullah SAW melarang melakukan qaza` (menggunduli kepala dan menyisakannya sebagian di bagian ubun-ubun)". (&lt;b&gt;Muttafaq `alaihi&lt;/b&gt;) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model pelawak srimulat gitu kali ya yang suka nyisain sedikit jambul di atas kepalanya sementara sisanya botak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Image tukang cukurpun sebenarnya tidak jelek-jelek amat dalam beberapa film digambarkan mereka cukup bijaksana dan menjadi tempat berbagi cerita bagi pelanggannya. Mereka juga dikenal dengan pelanggan-pelanggan setianya bahkan menularkan sampai anak cucu si pelanggan, bila memang umur dan tenaga si pencukur masih ada. Ada kalanya beberapa kisah-kisah  penuh bijak dikaitkan dengan profesi satu itu, walau si tukang cukur tidak selalu menjadi tokoh protagonis, yah tukang cukur kan juga manusia. Cuba tengok anekdot (fiksi) di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang memasuki sebuah barber shop (warung pangkas). &lt;br /&gt;Setelah selesai potong rambut, ia bertanya harus bayar berapa. &lt;br /&gt;Tukang cukur bilang, "Tak usah, saya niatkan shadaqah saya untuk pendakwah..."&lt;br /&gt;Keesokan harinya dia memperoleh 12 buku do'a dan secarik kertas pesan terima kasih. Tukang cukur itu tersenyum senang...&lt;br /&gt;Esok hari, seorang anggota Polri datang untuk potong rambut dan bertanya ongkosnya.&lt;br /&gt;Tukang cukur: "Tak usah, saya niatkan untuk pelayanan kepada masyarakat..."&lt;br /&gt;Keesokan harinya dia memperoleh 12 potong donat dan secarik kertas pesan terima kasih dari polisi untuknya. Ia pun tersenyum senang...&lt;br /&gt;Esoknya lagi, datang seorang anggota TNI mencukur dan bertanya ongkosnya.&lt;br /&gt;Tukang cukur: "Tak usah, saya niatkan untuk menjaga keamanan masyarakat&amp;#8230;"&lt;br /&gt;Tak lama, datang kiriman 12 pisau cukur baru, dan ia pun bahagia.&lt;br /&gt;Tapi besoknya, datang seorang Pejabat Sipil Birokrasi untuk potong rambut dan bertanya ongkosnya.&lt;br /&gt;Tukang cukur : "Tak usah, saya niatkan untuk pelayanan kepada negara..."&lt;br /&gt;Keesokan harinya datang 12 pejabat sipil lainnya, dan minta potong rambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu, kata cukur sering kali menjadi sesuatu yang menakutkan bagi kebanyakan pegawai kantoran. Karena bila sudah datang musimnya cukur anggran maka artinya bisa jadi pegawainya yang akan menjadi korban, entah dengan pemuutusan hubungan kerja atau yang paling ringan pengurangan gaji. Tukang cukurpun pernah di sebut sebut oleh seorang mantan pejabat tinggi militer, Ryamizard, di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta. Rupanya, ia punya ganjalan karena pemberitaan yang dinilainya mengait-ngaitkan dirinya dengan ketidakberesan pembelian Fokker 50 di Markas Besar AD "Saya tak mau menerapkan manajemen tukang cukur. Semua dilakukan sendiri, mulai mencukur hingga menerima pembayaran. Saya sebagai pemimpin cuma menentukan kebijaksanaan. Masalah uangnya, proses pembayarannya, saya tidak mau tahu. Sudah ada yang ngatur." &lt;a href="http://www.gatra.com/artikel.php?id=93931"&gt;[Nasional, Gatra Edisi 24 Beredar Senin, 24 April 2006]&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waaah melantur pisan nih ;))... wes lah ta sudahi saja tulisan ga jelas tentang tukang cukur ini pan-kapan dikembangin lagi deh ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin mau baca baca tentang tukang cukur klik aza url berikut -&gt; &lt;a href="http://barbershop.com/barberhistory.htm"&gt; http://barbershop.com/barberhistory.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan in &lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/9959"&gt;Ikhwan Berambut Panjang &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;foto dari &lt;a href="http://pro.corbis.com"&gt;http://pro.corbis.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-114776041021325713?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/114776041021325713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=114776041021325713&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/114776041021325713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/114776041021325713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/05/balada-si-tukang-cukur.html' title='&lt;b&gt;Balada Si Tukang Cukur&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-114722377335390506</id><published>2006-05-10T08:16:00.000+07:00</published><updated>2006-05-15T08:34:14.393+07:00</updated><title type='text'>One Dollar One Man = One Man Three Real</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sejak kemenangan HAMAS dalam pemilu di Palestina, boikot dari banyak negara membuat kehidupan masyarakat di Palestina semakin terpuruk. Dalam rangka membantu meringankan penderitaan tersebut maka PKS mengadakan aksi massa pada 7 MEI 2006 start dari Bunderan HI, Jakarta. Saat acara tersebut&lt;a href="http://pk-sejahtera.org/2006/main.php?op=isi&amp;id=1495"&gt; terkumpul dana Rp. 700 Juta rupiah&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini masih banyak kekurangan untuk membantu saudara-audara kita di Palestina, segera rogoh kantung anda, keluarkan uang di dalamnya dan jangan masukkan kembali....hanya one dollar (kurang lebih Rp. 10 rebu) one man kok :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/3/photos/1/1200x120/5/PKS.jpg?et=eRg41OyX3GJwDkMLe4uHTw" border="1"&gt; &lt;img src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/3/photos/1/1200x120/1/3real.jpg?et=tDvn4LLH7X6guDi1MIf2Gg" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/3/photos/2/1200x120/1/50rrebu.jpg?et=3%2C1IwN2PDN12mUlgFToBig" border="1"&gt; &lt;img src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/5/photos/2/1200x120/7/ingintau.jpg?et=9PPeeJpqfhO8UXWGVO8tZA" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/3/photos/2/1200x120/29/tajam1.jpg?et=1kaCrXa1uO4DVlGsRsDlZw" border="1"&gt; &lt;img src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/3/photos/2/1200x120/3/akhwat1.jpg?et=4ASJ2r4kK312ucQGwj4UyA" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/3/photos/2/1200x120/15/kepanduan1.jpg?et=lxep3XhnBG1thnqMnervDA" border="1"&gt; &lt;img src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/3/photos/2/1200x120/25/propesional.jpg?et=PPXTyx%2BRNf1MI2FH2cQLUg" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infak anda dapat disalurkan ke....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KOMITE INDONESIA UNTUK SOLIDARITAS PALESTINA (KODE LEMBAGA: KISPA)&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Bank Muammalat Indonesia (BMI) no rek 311.01856.22 an Nurdin (REKOMENDASI) &lt;br /&gt;Bank Syariah Mandiri (BSM) 009.019.0288 an KISPA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;YAYASAN PORTALINFAQ (KODE LEMBAGA: PORTAL)&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Warung Buncit No.Rek.0030035790 an Yayasan Portalinfaq &lt;br /&gt;Bank Central Asia (BCA) Cab. Arteri Pondok Indah No.Rek.291-300-5244 an Yayasan Portalinfaq &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;AKSI CEPAT TANGGAP (KODE LEMBAGA: ACT)&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Bank Mandiri (BM) No. Rek. 1280004555808 an Aksi Cepat Tanggap &lt;br /&gt;Bank Muamalat Indonesia (BMI) No. Rek. 3040022915 an Aksi Cepat Tanggap &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DOMPET DHUAFA REPUBLIKA (KODE LEMBAGA: DDR)&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Bank Nasional Indonesia Syariah (BNIS) No. Rek. 009.153.9002 an Dompet Dhuafa Republika &lt;br /&gt;Bank Mandiri (BM) No. Rek. 101.00.81050.633 an Dompet Dhuafa Republika &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;LEMBAGA KEMANUSIAAN NASIONAL PKPU (KODE LEMBAGA: PKPU)&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Bank Negara Indonesia (BNI) Tebet No. Rek. 117.85.951 (Rekening Dollar - SWIFT CODE = BNI NI DJA TEB) an Yayasan PKPU &lt;br /&gt;Bank Central Asia (BCA) Soepomo No. Rek. 600.034.7777 an Yayasan PKPU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang sudah transfer, mohon dengan sangat untuk mengirimkan konfirmasi via sms ke Kosi di 08128510372, dengan mengetik : "PALESTINE, Kode, Nama Bank, Jumlah Bantuan". Bisa juga melalui YM : anak_ngw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOTO-FOTO LIPUTAN AKSI ONE MAN ONE DOLLAR DPT DI LIHAT LEBIH LENGKAP DI&lt;br /&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos"&gt;htpp://abhicom2001.multipl.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.fotopic.net/c950695.html"&gt;http://abhicom2001.fotopic.net&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-114722377335390506?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/114722377335390506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=114722377335390506&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/114722377335390506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/114722377335390506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/05/one-dollar-one-man-one-man-three-real.html' title='&lt;b&gt;One Dollar One Man = One Man Three Real&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-114679055167763287</id><published>2006-05-05T07:55:00.000+07:00</published><updated>2006-05-05T08:02:40.746+07:00</updated><title type='text'>Saya ingin menulis, tiba-tiba saja.....</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya ingin menulis, tiba-tiba saja,  bahkan rasa ini muncul dari kemarin. Tapi saya tidak tahu apa yang ingin dituliskan. Berkali-kali menengok folder arsip kumpulan riset kecil-kecilan, dari tentang kapal selam, PM Toh sampai tentang minat baca ada di sana tapi tidak ada satupun yang menarik untuk dibahas (kembali). Tapi rasa ini tidak juga enggan pergi...saya masih ingin saja menulis namun tidak tahu ingin menulis apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya hidupkan PC, barangkali saja ada sesuatu yang dapat diangkat menjadi bahan, tapi tidak....bahkan hanya mengarahkan tangan ini mengarahkan pasukan-pasukan kecil di monitor untuk berperang dengan musuh-musuhnya dalam AOE. Sampai larut ketika mata mulai mengejan berontak agar segera di istirahtakan untuk beberapa jam ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas matras yang terhampar di atas lantai depan TV, saya masih ingin menulis mata ini memang berat namun pikiran tidak bisa kompromi untuk meredam syaraf-syaraf ini sejenak...biar masuk ke alam mimpi. Ahh....ada apa gerangan? kenapa saya ingin menulis padahal kemarin kemarin sebulan pun belum tentu sebuah tulisan dapat diselesaikan, kenapa sekarang begitu semangat????....ya menulis! tapi tidak tahu ingin menulis apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidupkan PC kembali berharap kali ini mampu menemukan pembahasan.... tapi tangan ini malah membuka Photoshop. Ah, kepalang tanggung gumamku sambil akhirnya melihat-lihat database stock photo. Lalu saya menemukan kamu di sana, Sang Bidadari tersenyum manis di balik pohon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tersentak bahwa bukan menulis yang saya inginkan.....bodohnya!&lt;br /&gt;saya hanya kangen.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ILU INU IMU...Nur Salamah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/abhicom200i/nov05/lone1.txt" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-114679055167763287?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/114679055167763287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=114679055167763287&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/114679055167763287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/114679055167763287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/05/saya-ingin-menulis-tiba-tiba-saja.html' title='&lt;b&gt;Saya ingin menulis, tiba-tiba saja.....&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-114652854960248935</id><published>2006-05-02T06:47:00.002+07:00</published><updated>2006-05-02T08:04:22.843+07:00</updated><title type='text'>Neng Stasiun Balapan Rasane Kaya Wong Kelangan...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://images.google.co.id/images?q=tbn:T6mcYUrpk9IJ8M:binadesa.com/store/catalog/images/vcm003.jpg"&gt; &lt;img src="http://www.kapanlagi.com/selebriti/Didi_Kempot/thumb/005.jpg"&gt; &lt;br /&gt;Saya tidak pernah tahu bagaimana sebenarnya tentang detilnya jenis musik satu ini. Bila ada yang bertanya mungkin saya akan jawab sekenanya bahwa musik tersebut campuran dangdut, gamelan dan keroncong, betul? Bagaimana musik jenis ini merasuki masyarakat Jawa modern hingga bila kita datang pada pesta pernikahan di Daerah Jawa Tengah dan Timur maka campur sari banyak diputar. Kadang dalam kota-kota besar semacam Jakarta-pun yang mana penduduknya heterogen, para "To" (bukankah kebanyakan Pria Jawa berakhiran "To" di belakang namanya?) ketika ada hajatan sering juga memutar atau nanggap grup-grup campur sari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali saya mendengar tentang campur sari adalah ketika Didi Kempot mempopulerkannya di televisi-televisi nasional, bahkan kabarnya juga terkenal sampai dengan Suriname, dengan lagunya yang berjudul "Stasiun Balapan". Lalu kebersamaan saya dengan campur sari walau tidak bisa dibilangs ebagai penggemar beratnya berlanjut ketika justru kenalan saya Seorang dosen IPB yang sedang mengambil gelar doktor di Jepang kerap kali mengirimkan saya lagu-lagu campur sari salah satu di antaranya adalah lantunan Manthou's, Nyidam Sari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat saya tertarik dengan campur sari? Saya rasa adalah gayanya yang lebih santai bahkan cenderung melangkonis yang terakhir itu mah biasa pada lagu-lagu Indonesia bukan? Namun kenapa tidak? Beberapa lagu campur sari yang terkenal pasti berdasarkan kisah-kisah asmara, namun yang membedakannya adalah, lucunya, justru di sini pihak yang menderita adalah sang pria. Berbeda bukan dengan lagu-lagu yang dulu pernah dilarang pas zaman Suharto karena dianggap terlalu cengeng, karya-karya semacam Pance Ponda'ah atau Rinto Harahap. Lihat saja semisal Stasiun Balapan dan yang paling saya suka, Minggat (Sri). Kedua-duanya menggambarkan pria yang ditinggal pasangannya....ahhh kasian deh lu, ditinggal jadi TKI mungkin.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syair-syair lagu campur sari juga tidak perlu serumit bait-bait puisi cinta yang penuh dengan pesan filsafat di dalamnya. Dalam lagu Minggat(Sri) Si Suami, walau dalam lagu itu tidak ada kata yang tersirat bahwa mereka suami isteri namun saya berasumsi bahwa kisah mereka adalah sebagai sepasang suami isteri. Oh ya, Si Suami ditinggal isterinya yang sampai lagu itu selesai tidak tahu rimbanya di mana, padahal sebelumnya Si Isteri hanya minta izin untuk membeli terasi di pasar tapi kok tidak balik-balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiknya bagaimana mendengar lagu-lagu campur sari? Seoarang teman yang Asli Jawa Tengah pernah menuduh saya sedang leyeh-leyeh ketika terdengar salah satu lagu campur sari dari PC saya. Padahal jelas-jelas saat itu sedang jam kerja, dan saya memang sedang bekerja. Jadi, apakah campur sari identik dengan leyeh leyeh? Duduk sante sambil nyeruput kopi dan memperhatikan burung perkutut ? Saya rasa sama seperti lagu-lagu lain ada saatnya bisa dinikmati dalam waktu-waktui khusus, dalam hal ini tentunya leyeh-leyeh. Namun tidak ada salahnya bila memang saya mendengarkan sambil bekerja, toh kalau ada yang ingin mendengarkan stasiun balapan sambil baca buku di perpustakaan juga bukan masalah buat saya :). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahh... saya lantas teringat isteri yang sedang berada beberapa ratus kilometer jauhnya dari Kalimalang* saat lamat-lamat dari speaker PC terdengar campur sari....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sri, kapan kowe bali&lt;br /&gt;Kowe lungo ora pamit aku&lt;br /&gt;Jarene ning pasar, pamit tuku trasi&lt;br /&gt;Nganti saiki kowe durung bali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri, opo kowe lali&lt;br /&gt;Janjine sehidup semati&lt;br /&gt;Aku ora nyono kowe arep lungo&lt;br /&gt;Loro atiku, atiku loro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndang balio Sri&lt;br /&gt;Ndang balio...&lt;br /&gt;Aku loro mikir kowe ono ning endi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndang balio Sri&lt;br /&gt;Ndang balio...&lt;br /&gt;Tego temen kowe minggat ninggalne aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yen pancene Sri&lt;br /&gt;Kowe eling aku&lt;br /&gt;Ndang balio&lt;br /&gt;Aku kangen setengah mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri, kapan kowe bali&lt;br /&gt;Kowe lungo ora pamit aku&lt;br /&gt;Jarene ning pasar, pamit tuku trasi&lt;br /&gt;Nganti saiki kowe durung bali&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*bukan....isteri saya tidak minggat, hanya proyek kok&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-114652854960248935?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/114652854960248935/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=114652854960248935&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/114652854960248935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/114652854960248935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/05/neng-stasiun-balapan-rasan_114652854960248935.html' title='&lt;i&gt;Neng Stasiun Balapan Rasane Kaya Wong Kelangan...&lt;/i&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-114342159276325047</id><published>2006-03-27T07:51:00.000+07:00</published><updated>2006-03-27T12:27:29.006+07:00</updated><title type='text'>Pede Segede Gunung</title><content type='html'>&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/14/39/45/14394557/90741-47.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;...........&lt;br /&gt;kini semua orang mendadak jadi merasa paling pintar&lt;br /&gt;dalam urusan menentukan arah perjalanan kita&lt;br /&gt;mereka membuka mata membuka mulut membuka diri&lt;br /&gt;tanpa diam sejenak&lt;br /&gt;tanpa perduli kepada hadangan ranjau apalagi cuma kerikil&lt;br /&gt;........... &lt;br /&gt;Potongan puisi bertajuk "Jalan (4a)" &lt;br /&gt;Ikranagara dalam Puisinya di buku Grafiti Gratitude : sebuah antologi puisi cyber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang kapten kapal tangguh meninggal dunia di atas kapal perangnya yang sedang berlayar di tengah lautan di mana jarak daratan terdekat sejauh beberapa minggu perjalanan. Setelah melakukan upacara pemakaman, para anak buahnya saling berebutan menuju kamar kaptennya untuk membuka sebuah rahasia yang selama ini tersimpan dalam kotak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama masa kepemimpinannya yang sangat dikagumi oleh berbagai pelaut di segala penjuru samudaera Sang Kapten memiliki kebiasaan yang sangat unik di mana setiap pagi sebelum memulai ritual hariannya memimpin kapal Sang Kapten akan membuka kotak tersebut lalu membaca secarik kertas dan mengembalikannya kembali ke dalam kotak dan menguncinya rapat-rapat. Sampai detik sebelum Sang Kapten menghembuskan nafas terakhirnya tidak ada yang tahu apa yang tertulis di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anak buahnya yang sangat mengagumi cara Si Kapten memimpin kapal selama ini tentunya apa yang ada di dalam kotak itu menjadi sebuah mitos akan keberhasilan kepemimpinannya selama ini. Jadi, begitu upacara pemakanan selesai mereka berebutan menuju kamar kapten dan membuka dengan paksa kotak “ajaib” itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang mereka temukan? Tentunya secarik kertas yang selama ini tiap pagi selalu dibaca Sang Kapten, namun yang lebih mengejutkan adalah apa yang tertulis di atasnya...yakni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“LAMBUNG KIRI ADA DI SEBELAH KIRI KAPAL, LAMBUNG KANAN ADA DISEBELAH KANAN KAPAL”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh saya tambahkan dalam kisah di atas ternyata sebelum akhirnya Sang Kapten menjadi pelaut yang sangat handal dia hanya seorang pelaut biasa dengan jabatan yang biasa-biasa saja. Sampai suatu saat dia disadarkan dengan potensi yang dimilikinya dan cara mengeluarkan potensi tersebut semaksimal mungkin dengan membuat catatan itu, ....hanya untuk meyakinkan dirinya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya diri, itu adalah intinya kadang seorang yang memiliki kompetensi luar biasa terlewatkan begitu saja ketika kompetensi yang dia miliki seharusnya dapat berguna dalam menghadapi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berjalan lebih jauh, ketika akad nikah dulu saya diwanti-wanti seorang teman bahwa perlu membuat sebuah catatan kecil yang di atasnya tertulis kalimat ijab kabul “Saya terima nikahnya (nama calon isteri saya waktu itu) dengan mas kawin (beberapa gram emas berbentuk cincin yang sampai sekrang masih dipakai isteri saya)”. Hanya untuk yakin saja dan tidak memalukan ketika melaksanakan akad nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila difikir-fikir apa sih artinya kalimat sederhana tersebut, sama dengan Sang Kapten kapal saya disadarkan bahwa di balik kalimat itu terbentang sebuah tanggung jawab yang “luar biasa”. Tanggung jawab yang tidak bisa dilakukan dengan main-main. Dan secarik kertas itu membuat saya dan kapten sedikit lebih percaya diri melangkah ke dalam tanggung jawab dan atau amanah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun begitu untuk beberapa hal saya sering kali kehilangan apa yang kita sebut tadi di atas sebagai percaya diri. Uniknya justru ketika saat komptensi yang saya miliki sangat dibutuhkan. Contohnya ketika saya dipercayakan untuk merekam beberapa momen penting dalam sebuah acara dengan kamera. Lebih dari satu kali apa yang saya dapatkan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Ketika momen yang dinanti-nanti tiba biasanya kaki saya terikat seutas rantai dengan bola besi diujungnya seberat seribu ton. Dan di kepala saya ada seonggok beton kontruksi jalan layang menempel, saya menjadi patung....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali untuk menghadapi situasi seperti itu saya harus membawa secarik kertas dengan tulisan yang dapat membawa saya lebih percaya diri. Mungkin dengan kalimat “tidak ada yang lebih pintar di ruangan ini kecuali yang bawa kamera”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal percaya diri, saya teringat sebuah artikel yang pernah dimuat pada majalah Tarbawi tentang megolamania, tulisan Ust. Anis Mata. Bila membuka wikipedia (www.wikipedia.org) maka anda akan diarahkan ke narsisme bila mengetik kata megalomania dalam sistem pencariannya. Narsisisme sendiri adalah sebuah panyakit jiwa yang diambil dari mitologi Yunani, di mana seorang pemuda terpukau dengan bayangan dirinya sendiri di atas air. Pada akhirnya, pemuda tersebut berakhir menjadi bunga akibat termakan oleh rasa ketidakpuasannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamus The Random House Dictionary of the Enlish Language Megalomania sendiri adalah juga sebuah penyakit jiwa dimana penderitanya berhalusinasi akan sebuah kedigdayaan, kemakmuran dan kesuksesan yang luar biasa. Juga tentunya dengan melakukan sesuatu atau aksi yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ust. Anis Matta menyebutkan Napoleon Bonaparte sebagai penderita megalomonia, bila anda lupa saya ingatkan sedikit, Napoleon mengangkat dirinya menjadi kaisar Prancis dan melebarkan kekuasaannya ke penjuru Eropa dengan mencaplok kerajaan-kerajaan tetangganya. Namun akhirnya menuai kekalahan ketika mencoba menyerang Rusia. Bukan oleh kekuataan tentara kerajaan Rusia namun oleh iklim yang sangat dingin (&lt;i&gt;which by the way&lt;/i&gt;, Hitler juga terbentur hal yang sama ketika mencoba mencaplok Rusia pada PDII, &lt;i&gt;people just dont learn&lt;/i&gt;). Napoleon akhirnya ditangkap dan diasingkan di sebuah pulau kecil bernama Elba dan menghembuskan nafas terakhirnya di sana. Ngomong-ngomong, issuenya dalam pengasingan di pulau Elba menjadi seorang muslim...tapi itu lain cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sifat narsis menjadi berhubungan erat dengan megalomania, dan bagaimana pula kepercayaan diri terbawa-bawa di sini. Saya bukan ahli psikologi, namun ada kalanya saya memperhatikan orang-orang disekeliling dengan Percaya Diri yang segede gunung, sering mengagumi kemampuan yang dimilikinya sedikit berlebih, dan orang lain menjadi begitu rendah di matanya. Dia merasa apa yang di utarakan olehnya adalah sebuah pemikiran yang revolosioner dan mengira dapat membawa kebaikan bagi orang-orang disekelilingnya, padahal pada kenyataannya hanya menjadikan masalah baru saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih gawat lagi yang terjadi adalah orang-orang ini begitu silau dengan ilmunya, menjadikan apa yang dimiliki di dalam kepalanya seperti dewa dan menutup semua pintu kemungkinan pemikiran orang lain bisa lebih baik darinya. Saya khawatir bila terus begitu dia akan menjadi seperti apa terjadi pada pemuda dalam legenda narsis tadi, “hangus terbakar” oleh ke-&lt;i&gt;ego&lt;/i&gt;-annya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila apa yang ada di dua paragraf di atas dilakukan secara kolektif oleh suatu negara atau bangsa, maka yang akan kita hadapi adalah sebuah ancaman global di mana bagi negara tersebut bangsa lain tidak lain hanyalah sebuah objek yang dapat di tendang ke sana ke mari seperti bola untuk mencapai tujuan mereka. Bangsa yang haus darah!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, dalam sejarahnya orang dan atau bangsa model begini tidak akan tahan lama. Mungkin setahun, sedekade atau seabad, namun pada akhirnya mereka akan terhancurkan terutama disebabkan rasa ketidakpuasan mereka sendiri. Begitulah Napoleon dengan Kekaisarannya, begitu juga Hitler dan Mussolini dan saat ini kita sedang menyaksikan sebuah drama bangsa-bangsa ber-megalomania sedang berparade-ria melanggengkan apa yang mereka anggap sebagai sebuah kebenaran, namun pada akhirnya hanya melahirkan masalah bagi bangsa lain di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah dan pelajari dengan seksama, sejarah pasti akan berulang kembali !&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-114342159276325047?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/114342159276325047/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=114342159276325047&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/114342159276325047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/114342159276325047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/03/pede-segede-gunung.html' title='&lt;b&gt;Pede Segede Gunung&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-114247470687209703</id><published>2006-03-16T09:05:00.000+07:00</published><updated>2006-03-16T10:04:37.033+07:00</updated><title type='text'>...I love you Just The Way You Are</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/aku_kesal_sekali/nurBLOG.txt" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin isteri saya SMS. Berkenaan dengan pengumuman hasil ujian CPNS katanya dia tidak siap bila harus tidak diterima lagi. Isteri saya memang cukup luar biasa keinginannya untuk menjadi PNS. Bukan apa apa, habis tetangga saya yang juga ibu rumah tangga dan bekerja di sebuah instansi pemerintah jam sembilan baru berangkat dari rumah dan jam empat sore sudah di rumah...nyante gitu lo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya,  lalu saya balas SMS isteri dengan "Terima atau tidak keterima, kamu kan masih punya aku...I love you just the way you are"  twink...twink tuduh saya gombalisme...somehow, saya suka banget ama kalimat itu...dan lalu...SEND!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorenya tak lupa mampir ke Tip Top Pondok Bambu untuk sekedar membelikan Isteri saya 2 liter es krim kesukaannya, walaupun nyatanya saya yang makan paling banyak tadi malam. Akhirnya hanya bisa berharap perasaan isteri saya lebih "ikhlas" untuk mendapatkan hasil ujian CPNS di Depkes yang  sampai pagi ini (09.00WIB) masih belum ada pengumumannya di website resmi &lt;a href="http://www.depkes.go.id"&gt;Depkes&lt;/a&gt;.....birokrasi GOMBAL! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/aku_kesal_sekali/iwanfikriblog.txt" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pindah topik, lihat dua anak di atas dengan senyumnya yang menawan? ...anda harusnya maen ke rumah saat pulang kantor di saat anda membutuhkan istirahat sejenak sebelum maghrib tiba sambil tidur-tiduran memejamkan mata. Dan dua anak di atas bersama konco-konconya bermaen bola dengan ributnya di samping rumah. Anda fikir, lalu apa selanjutnya yang saya lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ambil saja gambarnya!!...lumayan buat koleksi stock foto saya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-114247470687209703?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/114247470687209703/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=114247470687209703&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/114247470687209703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/114247470687209703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/03/i-love-ypu-just-way-you-are.html' title='&lt;b&gt;...I love you Just The Way You Are&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-114238489411101874</id><published>2006-03-15T07:36:00.000+07:00</published><updated>2006-03-15T08:08:14.160+07:00</updated><title type='text'>SPONTANIAT</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kadang....suatu perbuatan baik yang spontan, lupa dibumbui dengan niat. MAKA, kayaknya saya harus membiasakan diri untuk melakukan &lt;b&gt;SPONTANIAT&lt;/b&gt;....berbuat baik, tanpa lupa dengan niat, karena Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah proses pembelajaran yang cukup sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i51.photobucket.com/albums/f372/abhicom2001/perangBLOG.jpg" border="1"&gt;&lt;br /&gt;Catatan Minggu Lalu, foto di atas yang saya ambil ketika diadakan aksi tolak pornografi dan pornografi di Al Azhar Minggu (12 Maret 2006). Seorang pria sambil memagang pamflet yang isinya "menantang" para penolak RUU pornografi dan pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, perlukah ajakan berperang? memang terdengar sedikit anarkis dan berbau kekerasan namun saya dapat memahami bagaimana pria itu "geram". Saya faham, bahwa batasan pornografi adalah syariat, bukan seniman atau logika para artis. Batas-batas yang sudah jelas diatur dalam sebuah hukum yang digariskan Sang Pemilik, lalu dibawa ke area abu-abu oleh segelintir orang....pasti pria di atas tidak rela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK sekarang saatlahnya kalian para penolak RUU APP menerima perbedaan dan Hak ASASI setiap manusia yang selama ini kalian usung. Ketika disaat yang lalu kami selalu di tekankan untuk menerima perbedaan bahkan pada saat perbedaan tersebut menyakiti hati kami. SEKARANG kami minta anda menerima sikap kami yang berseberangan dengan ANDA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa luas dada anda untuk menerima perbedaan?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-114238489411101874?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/114238489411101874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=114238489411101874&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/114238489411101874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/114238489411101874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/03/spontaniat.html' title='&lt;b&gt;SPONTANIAT&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-114172133197924481</id><published>2006-03-07T15:38:00.000+07:00</published><updated>2006-03-07T15:48:51.993+07:00</updated><title type='text'>Lucu ya....</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tulisan saya beberapa tahun lalu kembali menarik perhatian, begini isinya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5/15/2002&lt;/b&gt;  &lt;br /&gt;Seperti apakah dia? apakah akan seperti Aisyah atau Fatimah? apakah dia akan secantik bidadarai yang disinggung singgung Al quran, ATAU SEBALIKNYA Seperti apakah dia ? aku benar benar tidak tahu, tapi sejujurnya aku sangat ingin tahu....bahkan bukan sangat lagi...mungkin lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terserah kalian apabila kalian menuduh aku "sudah ngebet" tapi sadarkah kalian bahwa dengan usia yang tengah kita jalani sekarang seharusnya sudah ada dua orang anak dan bahkan mungkin juga dua orang isteri :) (ini tidak berlaku apabila anda seorang wanita) mendampingi kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagigula apa salahnya dengan "sudah ngebet" malah saya akan bertanya pada kalian....apakah kalian tidak merasakan hal yang sama ? kalau memang jawabannya Tidak....saya rasa kalian harus kembali mempertanyakan ke "manusia"an kalian. Sepertinya kalian harus mengunjungi psikolog utk me"koreksi" hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke paragraf awal, aku memang sangat sangat sangat ingin tahu seperti apakah calon pendampingku. Rasa penasaran ini membuat ku ingin mengintip takdir dan melihat sedikit lembar hidupku, TIDAK MUNGKIN!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar itu semua....apakah aku mempunyai pilihan?...apakah aku (sekali lagi) mempunyai pilihan? Bisa aja aku berkenalan dengan Nurul Izzah (misalnya) tapi...kalao dia bukan jodoh ku maka tidak akan bisa dia menjadi pendampingku kelak.&lt;br /&gt;So, yang aku lakukan saat ini hanyalah berdoa dan berusaha.....mudah mudahan saja Alloh memudahkan jalan ku dan mempertemukan ku denghan seoarang yang terbaik untuk ku, (amin ya Alloh)...terlepas dia cantik atau tidak cantik, seperti bidadarai atau seperti manusia pada umumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apakah yang aku inginkan? pertanyaan itu tidak lebih penting buatku daripada, apakah dia suatu saat nanti akan kecewa dengan keadaanku? Bukanlah aku seorang Ustadz apalagi Kyai. Aku adalah aku. Aku yang penuh dengan berbagai kelemahan. Apakah dia nanti mampu menerima aku dengan segala kelemahanku?...seungguh pertanyaan yang egois.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin akan lebih baik bila pertanyaan itu dijadikan seperti ini : apakah aku sanggup menerima dia yang mungkin tidak seperti yang aku harapkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah nggak tau ah....just do it, see it and expect the unexpected!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Maret 2006...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lucu ya bagaimana Allah SWT mengatur hidup ini isteriku, melirik Nur Salamah ( ;) **tuink tuink )&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-114172133197924481?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/114172133197924481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=114172133197924481&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/114172133197924481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/114172133197924481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/03/lucu-ya.html' title='&lt;b&gt;Lucu ya....&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-114109410257655174</id><published>2006-02-28T09:35:00.000+07:00</published><updated>2006-03-06T08:43:13.183+07:00</updated><title type='text'>Pesona Ragunan (Bumi Perkemahan)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, seperti biasa saya mengantarkan isteri ke sebuah acara di Pasar Minggu Jakarta Selatan. Pagi yang biasa memang mirip dengan pagi-pagi pada hari lainnya, kecuali jalanan yang cukup lancar hingga menghemat waktu perjalanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun berbeda dengan minggu-minggu lalu rasa-rasanya hari minggu ini saya ingin sekali hunting foto di sekitar lokasi. Beberapa piihan menjadi pertimbangan, akhirnya Bumi Perkemahan Ragunan menjadi pilihan disamping memang karena waktunya yang cukup mepet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi Perkemahan Ragunan (BPR) tidak seluas yang ada di Cibubur Jakarta Timur, nyatanya memang jenis dan fasilitas yang disediakan juga tidak seragam di Cibubur. Namun cukuplah untuk mengobati jari telunjuk saya yang sudah gatel-gatel ingin mencet tombol shutter di kamera. Objek pertama saya adalah buah pepohonan palem yang sedikti basah akibat embun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://photobucket.com/albums/f372/abhicom2001/Pesoba%20Bumi%20Perkemagan%20Ragunan/th_pesonapalem2.jpg" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://photobucket.com/albums/f372/abhicom2001/Pesoba%20Bumi%20Perkemagan%20Ragunan/th_pesonapalem.jpg" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kesan yang didapat ketika memasuki BPR adalah hamparan rumput hijau yang cukup luas. Lokasi yang cukup pas bagi anda yang ingin berolahraga pagi atau beraktitifias fisik, dan memang begitu karena beberapa grup orang saya lihat berolahraga di sana, dari senam sampai silat dan outbond. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya adalah Kelompok Perguruan Silat Tifan ini. Ber ciaaat...ciaaat tanpa harus malu, apalagi kaku. Karena toh semua orang di sana bertujuan untuk menggerakkan badannya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://photobucket.com/albums/f372/abhicom2001/Pesoba%20Bumi%20Perkemagan%20Ragunan/th_ciaatgitulo.jpg" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuba lihat saja gaya Kang Mas ini...ups hati-hati ketendang :)...seru juga ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capek mengeksplore grup silat tifan tersebut saya melangkahkan kaki mencari objek menarik yang kira-kira bisa terekam oleh kamera saya. Sampai saya menemukan sebuah pohon yang cukup unik dengan bentuknya yang melengkung ke bawah seakan keberatan beban. Ah saya putar ke sana ke mari mencari angle yang pas agar gambar yang terekam sesuai dengan kenyataannya....jgn sampai kesan yang di dapat tidak sedramatis yang saya lihat di BPR ini,. Dan ...walaaaa ini lah hasilnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://photobucket.com/albums/f372/abhicom2001/Pesoba%20Bumi%20Perkemagan%20Ragunan/th_pohonmelengkung.jpg" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah2an anda dapat melihat uniknya pohon ini seperti yang saya lihat di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahhh...saya rasa cukup, sepertinya waktu sudah hampir habis dan sudah saatnya menjemput isteri. Eh, tapi tunggu dulu....itu apa? sepertinya saya menemukan POI (Point of intrest) yang cukup menarik.....seekor...eh beberapa ekor kupu-kupu berterbangan di sekitar saya. Menarik perhatian saya untuk kembali merekam beberapa aksi si kupu-kupu mencari madu. Langsung saja lensa di kamera saya tukar dengan lensa tele milik Akh Dudi....hmmmm sluuuuurp sedaaaap....beginilah kira kira beberapa hasil jepretan saya dalam beberaa menit menjadi "butterfly chaser"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://photobucket.com/albums/f372/abhicom2001/Pesoba%20Bumi%20Perkemagan%20Ragunan/th_pengembara.jpg" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://photobucket.com/albums/f372/abhicom2001/Pesoba%20Bumi%20Perkemagan%20Ragunan/th_untamedKupu2.jpg" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://photobucket.com/albums/f372/abhicom2001/Pesoba%20Bumi%20Perkemagan%20Ragunan/th_untamedKupu.jpg" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://photobucket.com/albums/f372/abhicom2001/Pesoba%20Bumi%20Perkemagan%20Ragunan/th_kupu.jpg" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, begitulah pagi Minggu menunggu isteri...semoga anda dapat melihat seperti saya melihat waktu itu....semoga :). Untuk melihat full sizenya dapat meng klik url &lt;a href="http://photobucket.com/albums/f372/abhicom2001/Pesoba%20Bumi%20Perkemagan%20Ragunan/"&gt;INI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O iya, BTW untuk foto kupu-kupu terakhir saya sudah upload di www.galerikeadilan.net dengan judul "&lt;b&gt;DIMADU&lt;/b&gt;". Cuba perhatiin dengan seksama foto itu anda pasti bisa membaca kenapa saya kasi judul agak nakal gitu hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih.....kayaknya postingan kali ini basa-basi banget ya?.....gapapa yah..Maklumin aza, lagi ngelemesin jari-jari nih yang udeh lama banget ga nulis-nulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-114109410257655174?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/114109410257655174/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=114109410257655174&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/114109410257655174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/114109410257655174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/02/pesona-ragunan-bumi-perkemahan.html' title='&lt;b&gt;Pesona Ragunan (Bumi Perkemahan)&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-114056952029887859</id><published>2006-02-22T07:52:00.000+07:00</published><updated>2006-02-22T07:52:00.333+07:00</updated><title type='text'>....30 something lah </title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/15/37/29/15372948/42-15372948.jpg" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu pernah saya tuliskan pesan pada seorang teman yang jauh lebih muda dan baru saja menduduki bangku kuliah, kata saya waktu itu "masalah ... masalah ... masalah semakin dewasa semakin kompleks saja masalah yang dihadapi, namun hanya satu tempat menyenderkan semuanya itu ... Allah SWT" begitu kurang lebih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, ternyata kalimat itu kembali kepada saya lagi, siapa sangka. Membuktikan bahwa saya sanggup menghadapi masalah dan menyerahkan segala sesuatunya pada Allah SWT alias legowo ternyata tidak semudah mengatakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah terbesar yang saya hadapi sekarang adalah waktu. Tik tok tik tok tik...waktu terus berjalan, tidak peduli sesiap apa saya menghadapinya sampai akhrinya pada suartu pagi saya terbangun dalam sebuah usia rangkaian puluhan kepala tiga....tiga puluh tepat minggu kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup lumayan memang, untuk pria usia berkepala tiga ini. Isteri sudah ada, kediaman....ada-lah walaupun masih ngontrak, kendaraan...juga ada walau hanya beroda dua, pekerjaan....alhamdulillah sudah menjadi pegawai tetap. Lalu kenapa menjadi masalah bila memang kenyataannya begitu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya adalah saat ini saya benar-benar merasakan apa artinya menjadi the last of Mohicans, seperti suku Indian terakhir yang ada di atas dunia ini. Asing, padahal berdiri di atas tanah yang dibangun oleh keringat dan darah nenek moyangnya... saya adalah lelaki terakhir dari garis ayah saya,.....dan menjadi pria berusia 30 tahun tanpa keturunan semakin membuat saya berfikir...ada sesuatu yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tahu, Bapak saya adalah lelaki satu-satunya dari dua bersaudara. Sejak zaman penjajahan Jepang Bapak telah menjadi yatim piatu dan harus hidup prihatin. Menjadi seperti apa yang ada dalam diri Bapak menurut saya adalah sebuah berkah yang luar biasa dari Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi tentara dan mengakhiri karirnya dengan pangkat yang lumayan. Beristerikan, yaitu ibu saya, seorang bidan dan akhirnya mendapatkan keturunan yang salah satunya adalah saya....pria satu-satunya. Beban sebagai penerus garis keturunan akhirnya bertumpu pada saya dan masih menunggu dalam gelisah dan resah, sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman seangkatan dibangku kuliah tertawa ketika mendengar kegelisahan saya. Menurutnya, saya baru tiga puluh, padahal suaminya saja sudah lima tahun di atas saya masih tenang-tenang saja. Lalu dia bertanya "menurut lu, kalo lu punya anak sekarang...anak lu bakal bahagia ga ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deg! Saya kaget juga mendengar pertanyaanya. Kira-kira, bakal bahagia ga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak pernah berfikir sampai sejauh itu. Saya fikir bila memiliki anak maka, bapak saya akan senang, mertua saya akan senang, kakak ipar dan kakak kandung saya juga akan senang, apalagi saya sendiri....juga akan senang tentunya dan yang paling utama adalah....pasti isteri saya akan sangat sangat senang. Tapi apakah anak saya akan senang bila dia lahir sekarang? saya benar-benar tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah saya menjadi pria egois yang (merasa) dikejar-kejar waktu hingga terlalu banyak menuntut...bahkan merasa benar dan berhak untuk mendapatkan keturuan saat ini juga??? Padahal Gusti Allah SWT faham sekali tentang saya sebenarnya...jangan-jangan saya belum siap hanya saya saja yang tidak tahu diri dan merasa lebih tahu dari Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah....maafkan. Terserah, Ya Allah....kapan saja Engkau melihat hamba sudah siap, hamba akan terima.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-114056952029887859?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/114056952029887859/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=114056952029887859&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/114056952029887859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/114056952029887859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/02/30-something-lah.html' title='&lt;b&gt;....30 something lah &lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-113702718612612258</id><published>2006-01-12T07:53:00.000+07:00</published><updated>2006-01-12T07:58:02.763+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Dewasa atau Mati</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/15/42/46/15424633/42-15424633.jpg"&gt; &lt;br /&gt;Seorang profesor menemukan sebuah komputer yang sangat canggih, super hebat bahkan segala informasi yang ada didunia dapat disimpan di dalamnya. Maka mulailah Si Professor memasukkan segala informasi yang ada, berbagai buku dari seluruh dunia di scan lalu di input juga tak lupa rekaman berita dirubah ke dalam file AVI dan Mpeg, saking detilnya informasi yang dimasukkan bahkan seorang anak kecil yang kentut di ujung Benua Afrika-pun di catat dan dimasukkan ke dalam komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertahun-tahun bekerja keras Sang professor merasa cukup telah memasukkan segala sesutu tentang apapun ke dalam komputer ciptaannya diapun mulai memasukkan sebuah pertanyaan yang menghantuinya selama ini yaitu "Apakah makna kehidupan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdebar-debar Sang Professor menunggu proses yang dilakukann komputernya sampai setelah beberapa saat keluarlah hasilnya...begini jawab Si Komputer super canggih "Makna kehidupan adalah......anda fikirkan saja sendiri!". Lalu komputer tersebutpun kolaps, hang dan akhirnya crash dengan kemungkinan sangat kecil dapat diperbaiki kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya manusia memiliki tiga macam jenis bahan memori menurut Umberto Eco, yang pertama terbuat dari darah dan daging yang mana pengaturannya dilakukan oleh otak. Kedua, memori yang berasal dari mineral atau bahan tambang, di mana zaman dahulu manusia menuliskan atau merekam kejadian sehari-hari atau yang di alaminya di atas bebatuan dan kita mengenalnya sebagai prasasti. Saat inipun juga dikenal memori yang terbuat dari bahan tambang yakni komputer di mana bahan dasarnya adalah termasuk di dalamnya silikon. Sedangkan ketiga adalah memori yang disimpan dari bahan dasar tumbuh-tumbuhan, seperti papirus daun lontar dan buku dengan kertas yang berasal dari kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dahulu teknologi belum begitu maju, memori yang didapat dari informasi sekitar manusia disimpan hanya di dalam otaknya, walaupun kabarnya otak merupakan bagian tubuh yang dapat mengalahkan komputer tercanggih buatan manusia saat ini namun pada kenyataannya manusia sering kali dikalahkan oleh hukum alam yang disebut "lupa". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu saat dalam perjalanan sejarah manusia seseorang menemukan ide untuk menuliskan memorinya ke atas sebuah media, dan batu menjadi pilihan pertama. Selain batu memang ada di mana mana, batu juga sangat kuat dibanding apapun pada saat itu.  Pada perkembangannya manusia terus mengembangkan sebuah media dengan bentuk yang simple namun dapat memuat memori dengan jumlah yang bila dituliskan di atas batu mungkin akan menghabiskan sebuah bukit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah perpustakaan memiliki sebuah peran penting, "Libraries, over the centuries, have been the most important way of keeping our collective wisdom. They were and still are a sort of universal brain where we can retrieve what we have forgotten and what we still do not know. If you will allow me to use such a metaphor, a library is the best possible imitation, by human beings, of a divine mind, where the whole universe is viewed and understood at the same time. A person able to store in his or her mind the information provided by a great library would emulate in some way the mind of God. In other words, we have invented libraries because we know that we do not have divine powers, but we try to do our best to imitate them" begitu kata Umberto Eco tentang perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya karena tidak ada sepotong media dalam bentuk apapun dapat menampung semua memori yang dimiliki manusia maka dibutuhkan sebuah media untuk mengumpulkan pelbagai memori yang tersebar itu dalam sebuah tempat, dan tempat itu adalah perpustakaan. Namun, bila semua sudah terkumpul lalu apa? Pernahkah anda merasakan berdiri ditengah-tengah ruangan yang dipenuhi banyak sekali buku-buku dengan berbagai macam informasi di dalamnya, sedangkan yang hanya anda butuhkan sebuah jawaban akan pertanyaan yang sepertinya mudah. Bila kejadiannya memang begitu, bahkan pustakawanpun hanya bisa sedikit membantu, lagian pustakawankan juga manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah, bahkan setiap hari ketika menghadapi internet, merasakan hal itu. Sebuah perpustakaan elektronik terbentang luas di depan saya. Tinggal mengetik apa yang ingin dicari di atas key board dan jawabannya akan muncul di monitor....dengan kesesuaian data sebesar 65780 hits!! Masih teringat di dalam kepala saya bahwa terlalu banyak informasi akan membunuhmu maka sebelum akhirnya informasi-informasi itu membunuh saya sebaiknya saya harus lebih selektif memilah-milah apa yang benar-benar saya butuhkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini di televisi sangat ramai dengan kasus formalin, belum selesai formalin dibahas muncul lagi soal bakso tikus. Ditambah lagi soal kueh-kueh yang katanya banyak dicampur dengan zat pewarna tekstil. Pertanyaannya, sejauh mana seharusnya saya menyikapi hal tersebut? Bagai buah simalakama memang, bila saya memilih untuk tidak perduli maka sama saja saya membunuh diri ala Indonesia dengan cara yang pelan namun sistematis. Bagaimana tidak sistematis bila kabarnya hampir semua jenis makanan yang mampu saya beli mengandung racun. Bahkan jajan bakso dan bakmi adalah sebuah kebiasaan rutin yang pada umumnya Orang Indonesia lakukan. Namun bila saya memilih untuk menjauhi makanan-makanan yang dicurigai racun, maka apa yang harus saya makan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal di atas menimbulkan berbagai jenis dalam menyikapi berita media seperti apa yang terjadi pada diskusi hangat dalam sebuah milis. Ada yang memilih untuk tidak memperdulikan sama sekali dengan yang ramai diberitakan, bahkan masih dengan lahap memakan bakmi dan bakso seperti biasa. Buat mereka media tidak objektif dan cenderung menjadikan informasi (yang pada akhirnya akan menjadi memori) sebagai komoditas pengejar rating dan peraup iklan. Namun di lain fihak banyak juga penyimak media yang langsung berubah 180 derajat terhadap makanan-makanan yang dicurigai, paling tidak sampai isunya mereda dan akhirnya terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada sebuah pendapat yang saya salut ketika dilontarkan oleh seorang teman, kebetulan teman saya itu bekerja di Litbang Depkes, katanya "bila media tidak objektif, maka kita justru yang harus lebih cerdas dan objektif dalam memilih informasi yang digulirkan media". Pada titik tertentu memang saringan itu ada dalam diri seseorang, dan bila berbicara masyarakat maka saringan berbagai informasi kembali kepada masyarakat itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah media dengan akan terus-terusan mengkomoditaskan beritanya?....Sebuah resiko peradaban yang tidak lagi menuliskan memori mereka di atas batu atau papirus dan daun lontar memang. Dimana bila tidak secara dewasa atau bila memakai kata teman saya lebih objektif, dalam menyikapi berita...maka pilihannya adalah mati.....kehancuran sebuah peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pict from &lt;a href="http://pro.corbis.com"&gt;corbis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-113702718612612258?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/113702718612612258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=113702718612612258&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/113702718612612258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/113702718612612258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2006/01/menjadi-dewasa-atau-mati.html' title='&lt;b&gt;Menjadi Dewasa atau Mati&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-113512312540193200</id><published>2005-12-21T06:58:00.000+07:00</published><updated>2006-01-05T13:47:48.966+07:00</updated><title type='text'>Yang tersisa, haruskah dibuang?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sering kali kalau saya maen ke rumah orang tua maka akan mengomentari perabotan rumah tangga yang usianya sudah cukup uzur. Dari lemari sampai meja makan dan bila melongok ke gudang maka akan melihat tumpukan barang-barang, termasuk boks bayi tempat saya tidur dulu, di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang-barang kuno yang bila mendapatkan sedikit rezeki tidak ada salahnya digantikan dengan yang lebih baru, selain tentunya menghemat tempat daripada ditumpuk begitu saja juga memperindah suasana rumah agar tampak lebih modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua saya namun tidak begitu sependapat. Beberapa barang di rumah sebisa mungkin dipertahankan walaupun sepertinya memenuh-menuhi tempat dan menambah kesan kuno rumah saya yang memang sudah tampak kuno dibanding para tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap benda memiliki sejarahnya sendiri di mata orang tua saya, contohnya boks bayi tadi. Memang saat ini sedang teronggok di gudang namun ayah saya terutama berharap bila nanti memiliki cucu juga dapat memanfaatkan boks tersebut. Selain itu boks bayi yang terbuat dari kayu jati asli pada tahun 80-an menjadi modal ibu saya yang memang berprofesi sebagai bidan dan buka praktek di rumah. Yang paling penting di mata orang tua saya, boks bayi itu adalah tempat di mana anak-anaknya dahulu bermimpi ketika baru lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada saja cerita-cerita di balik benda di rumah saya, bagaimana dulu kata ayah saya kursi yang sampai sekarang masih digunakan menjadi maenan becak-becakan tentunya kursi yg dirancang hanya untuk duduk menimbulkan bunyi yg melengking akibat gesekan kayu dan ubin. Meja tamu yang saat ini saya boyong ke rumah kontrakan juga menjadi saksi ketika beberapa malam dahulu sering dihabiskan kami sekeluarga di teras depan rumah sambil bercakap-cakap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak begitu perduli dan kurang bisa menghargai apa artinya sebuah benda di rumah orang tua. Buat saya kursi ya kursi fungsinya hanya untuk duduk, dan bila sudah rusak dibuang saja. Sampai akhirnya dua tahun belakangan ini saya menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa menjadi semakin mirip saja dengan orang tua saya dalam mengatur rumah. Bila anda berkunjung ke sini maka anda akan menemukan empat buah printer. Tiga deskjet dengan merk yang berbeda dan satu buah printer pita dari semuanya hanya satu yang masih berfungsi dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing printer memiliki kisahnya sendiri, sebuah printer dibeli dengan uang yang didapatkan ketika isteri saya, waktu itu mahasiswa di FKMUI, mendapatkan beasiswa berupa tunjangan seperangkat komputer lengkap dengan printernya. Sedangkan printer pita yang juga bawaan isteri saya adalah "pinjaman" dari kakak ipar. Satu lagi printer rusak yang tersisa adalah warisan dari kenang-kenangan saya ketika dahulu membuka usaha rental komputer di daerah Kober dan Margonda dengan nama Abhicom. Saat ini sehari-harinya saya menggunakan printer yang kami beli di Kota jadi, bagaimanapun, printer tersebut juga memiliki kisah sebagai printer pertama kami setelah menikah. Oh ya selain printer di atas lemari kamar saya juga teronggok satu monitor juga kenang-kenangan dari yang tersisa pada Abhicom, dan hanya Allah SWT saja yang tahu ada apa lagi di atas lemari kamar saya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat printer dengan satu PC, lucu ya? Tapi ya itulah, rasa-rasanya begitu berat bila membuang benda-benda itu, memang sudah tidak lagi berfungsi namun nilai dan kenang-kenangan di baliknya sangat sulit untuk dilupakan. Suata saat saya mungkin akan, tidak bisa tidak, harus memutuskan untuk membuangnya, namun semua orang disekitar saya pasti tahu betapa sulitnya untuk melakukan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan Si Merah AKA Si Semok AKA Si Bambang AKA Si Lemoh, Botoh atau Geboy, scooter merah merk Vespa yang saya beli lima tahun lalu. Tidak ada yang menarik memang bila di lihat-lihat, bodinya saja penyok di sana-sini, dan walaupun mesinnya tidak begitu rewel namun bila kejadian mogok di jalan maka akan setengah mati mendorongnya. Belum lagi bila tiba-tiba ban belakang kempes, rasa-rasanya ingin saya tinggal saja tuh dipinggir jalan Si Semok...eh maksudnya Si Merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Merah memang tidak seganteng Nicholas Saputra yang baru saja memenangkan aktor terbaik dalam film Gie. Namun buat saya ketika ada yang menawar untuk membayarnya kok rasa-rasanya berat juga ya. Memang sih, sejak ada Si Angin Jihad Si Lemoh jadi seperti menuh-menuhin teras depan kontrakan saya yang memang sudah sempit bilapun tanpa motor,...tapi ya itu tadi rasa-rasanya apa yang orang tua saya rasakan terhadap kursi-kursi tuanya di rumah mulai merasuki hati ketika saya melihat Si Lemoh itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dingat masa lalu Si Lemoh adalah kendaraan yang berjasa dalam proses perkenalan saya dan isteri yang hanya memakan kurang lebih 3-4 bulan saja sampai akhirnya ke pelaminan. Menemani saya dari ta'aruf sampai beranjang sana mengantarkan rancangan undangan pernikahan ke rumah (waktu itu masih calon) isteri. Saat ini Si Lemoh berubah fungsi menjadi alat pengangkut aqua galon, belanjaan bulanan dan apa saja yg Si Angin Jihad tidak dapat melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa yang saya katakan semalam pada isteri, Si Merah bukan lagi nominal yang menjadi takarannya namun nilai, manfaat dan historis bahkan sentimentil lah, dan itu berati harganya untuk saat ini masih sangat sangat mahal. Bayangkan, Vespa saat ini terutama sejak issue motor 2 tak tidak lagi boleh melewati Jalan Sudirman untuk 2,5 juta rupiah saja, Anda tentunya tidak akan menyangka saya melepaskan kenangan (dibungkus logam dengan merk Piagio) bukan? Tidak tahu bila nanti sedang kepepet dan butuh uang mungkin dilepas juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;....bagaimana bila ditawari tukar dengan Yamaha Fazer 250 cc?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-113512312540193200?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/113512312540193200/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=113512312540193200&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/113512312540193200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/113512312540193200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2005/12/yang-tersisa-haruskah-dibuang.html' title='&lt;b&gt;Yang tersisa, haruskah dibuang?&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-113382667382825186</id><published>2005-12-06T06:51:00.000+07:00</published><updated>2005-12-06T07:27:10.793+07:00</updated><title type='text'>Tentang Duka, Aku dan Ikan Asin</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/14/58/62/14586212/AX050649.jpg"&gt; &lt;br /&gt;Apakah arti kematian? Mungkin beberapa dokter dan ilmuwan masih meperdebatkan definisi dari mati. Kelompok pertama berisi kukuh bahwa kematian adalah berhentinya kerja jantung seseorang. Berhenti, dalam arti sebenarnya bukan berhenti sejenak ketika bersin, atau mungkin berhenti sesaat ketika melihat wanita cantik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhenti memompa darah dari dan ke luar jantung mungkin itu maksudnya. Yah semua orang tahu darah tidak mungkin mengalir apabila jantung yang mereka miliki sontak terhenti. Bila itu terjadi, maka matilah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok ilmuwan dan dokter satunya tidak setuju bahwa jantung berhenti maka seseorang siap dikubur. Menurut mereka mati adalah ketika otak sampeyan berhenti total. Berhenti, benar-benar berhenti, bukan serasa berhenti karena kejatuhan durian atau mangga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak yang tiada guna, berarti menghentikan pula kegunaan tubuh kediaman otak itu. Karena semua orang juga tahu otak bagian kanan mengatur motorik tubuh bagian kiri, dan otak bagian kiri mengatur bagian tubuh kiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi buat Ferkin kematian berarti duka, dia tidak perduli bagian tubuh mana dari isterinya apakah itu jantung atau otaknya. Yang dia tahu, saat ini dia melihat tubuh isterinya dalam balutan kain kafan di atas peraduan dalam ruang tamu rumah yang baru saja lunas. Tetangga-tetangganya berkumpul di sekeliling tubuh isterinya sambil membacakan Yasin, beberapa tampak sibuk mengurusi tenda serta bangku-bangku untuk para pelayat yang sebentar lagi akan tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian, siapa sangka isterinya lebih dahulu menemuinya.. Tidak pernah terfikirkan bahwa Ferkin akan mengurusi sebuah prosesi yang menyembelit kesadarannya. Bahkan berkali-kali dia fikir ini semua hanya mimpi buruk dan berharap, kapan saja karena dia sudah sangat siap, untuk dibangunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi? Ya mungkin bila boleh Ferkin akan memilih definisi kematian adalah mimpi. Hanya mimpi buruk, yang bila semakin buruk saja dia akan berteriak memanggil ibunya agar menemani sejenak hingga kembali terlelap. Tapi kali ini bahkan dua kelompok ilmuwan dan dokter yang berseteru tadi tidak akan pernah menyetujui Ferkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nak, ikhlaskan ya ibu turut berduka cita, semoga arwah istri Nak Ferkin diterima di sisi Allah SWT" hibur ibu penjual ikan di pasar yang juga kebetulan sering membantu membereskan rumah Ferkin sejak isterinya sudah mulai lemah dan merasa tidak sanggup lagi mengurusi rumah. Bangunan yang sudah beberapa tahun ini dicicil Ferkin sampai akhirnya bulan lalu lunas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya Bu, terimakasih sudah datang" Kata Ferkin datar. Apa yang harus dia lakukan? Apakah harus dia meraung-raung meratap di samping tubuh isterinya? Atau apakah dia harus menangis sesenggukan agar semua orang tahu dia sangat berduka, Ferkin sendiri bingung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bahkan anak tetangga sebelahnya yang baru berumur sepuluh tahun kalau Ferkin berduka. Karena mereka tahu bagaiman kisah-kisah yang terjadi antara Ferkin dan isterinya dahulu sebelum mereka menikah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berbisik-bisik bahwa mereka dulu seperti kisah-kisah percintaan dalam pewayangan. Seperti ketika Rama merebut Shinta kembali dari tangan musuhnya, atau  ketika Arjuna menebar pesona. Ada juga yang berkata-kata di pasar bahwa Ferkin dan isterinya sekarang yang terbujur kaku di ruang tamu itu rupanya seperti kisah-kisah superhero. Mirip Superman dan Louis tepatnya. Tapi Ferkin tidak pernah merasa ada yang luar biasa dengan dia dan isterinya, benar-benar biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin Ferkin berdiri dan keluar dari ruangan ini entah ke mana pokoknya pergi dari sini, tapi dia merasa keharusan untuknya berada di sisi jasad isterinya layaknya lebaran ketika dia dan isterinya menunggu tetamu. Tetangga-tetangganya terus saja berdatangan untuk melihat sekali lagi wajah isteri Ferkin yang saat ini terbaring di atas dipan dengan sebongkah es batu dibawahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya saat ini Ferkin sedang melambaikan tangannya pada isterinya yang baru saja berpamitan unttuk kepasar, sambil tersenyum dia berkata "jangan lupa belikan aku gethuk ya Dik". Lalu biasanya isterinya akan tersenyum dan menjawab dengan "Jajan  melulu yang kamu fikirkan". Hanya saja malam ini isterinya tidak tersenyum atau mengatakan kalimat kebiasaannya....bahkan ketika pelan-pelan takut menarik perhatian tetamu Ferkin melambaikan tangannya pada isterinya yang terbujur di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu akan bawa oleh-oleh apa kali ini isteriku? Gumam Ferkin mengajak isterinya untuk bercakap-cakap dalam hatinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh aku tahu, pasti saat ini kamu sedang mencari gethuk kesukaanku kan? Masih dalam hati sambil memandangi wajah isterinya dan sekali-kali tersenyum pada pelayat yang datang dan menyalaminya sebagai tanda turut berduka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih sunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangku, kayaknya aku lagi ga ingin gethuk deh...kamu kan tahu aku ini susah sekali menahan untuk tidak jajan cemilan. Makanya aku mau berhenti saja deh, biar kamu tidak mencibiriku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara jangkrik dan lamat-lamat suara orang bercakap-cakap di depan rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tahu, sebenarnya aku tidak begitu suka cemilan apalagi jajanan pasar. Aku selalu meminta kamu membawa buah tangan karena aku suka sekali melihat kamu mencibir dengan gaya kamu. Ya ya aku memang suka, bahkan saat sekarang ini ketika kamu mencibiri aku yang masih di sini sedangkan kamu lebih dahulu mengetuk pintu kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah Aku terlalu sangat tahu kamu, pasti kamu akan meledek aku yang masih di sini sementara kamu di sana lebih dahulu lengkap dengan kafan dan sebuah lubang rumah jasadmu nanti...iya kan isteriku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tahu? Aku ada ide, kamu tunggu di sana ya...mungkin aku akan menyusul kamu. Bukan...bukan mungkin tapi pasti, namun aku tidak tahu kapan. Bila memang nanti saatnya tiba dan kita dapat bertemu lagi, aku ingin kita bertukar fikiran seperti yang selama ini kita lakukan...aku ingin kita bertukar fikiran tentang duka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu pasti akan bilang duka itu seperti ikan asin yang dimakan dengan dengan sambal terasi dan ditemani nasi hangat. Lalu akan akan bertanya, kenapa begitu? Lalu kamu akan menjawab dengan, ya karena duka itu seperti barang kampungan namun nikmat. Nikmat buat siapa? Tanyaku lagi. Kamu pasti menjawabnya dengan cekikikan.... lalu aku akan bilang.... asal saja kamu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isteriku, aku fikir memang kedukaan ini mirip dengan ikan asin sambel terasi dan nasi hangat, ya. Aku ingin mengakui namun aku yakin mereka yang disekelilingku sekarang ini tidak akan percaya bila aku ceritakan tentang teori ikan asinmu....jadi aku rasa, aku....menangis saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesunggukan tangis samar-samar mewarnai bacaan Surat Yasin para tetangga. Malampun menjelangi pagi pada hari di mana tidurpun seperti berjalan lambat membabati mimpi-mimpi Ferkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 4 Desember 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pict from &lt;a href="http://pro.corbis.com"&gt;Corbis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-113382667382825186?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/113382667382825186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=113382667382825186&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/113382667382825186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/113382667382825186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2005/12/tentang-duka-aku-dan-ikan-asin.html' title='&lt;b&gt;Tentang Duka, Aku dan Ikan Asin&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-113341886297000014</id><published>2005-12-01T13:34:00.000+07:00</published><updated>2005-12-01T14:09:37.593+07:00</updated><title type='text'>The OPL is in the house</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/abhicom200i/nov05/wewith.txt" width="100" alt="wiwit INFID"&gt; &lt;img src="http://www.geocities.com/abhicom200i/nov05/nova.txt" width="100" alt="Nova The Rolling Stones"&gt;&lt;br /&gt;Saya mahfum bahwa pengunjung blog saya adalah kebanyakan orang-orang yang kurang faham akan dunia perpustakaan, termasuk anda juga mungkin. Banyak dari teman-teman (sebaiknya saya sebut anda teman ya) yang mengetahui bahwa pustakawan adalah orang yang bekerja di perpustakaan, namun sedikit yang tahu bahwa tidak semua orang yang bekerja pada perpustakaan disebut pustakawan. Untuk menjadi pustakawan diperlukan pendidikan tertentu di Indonesia saja program keilmuwan perpustakaan sudah mencapai tingkat master, artinya anda dapat menjadi pustakawan dengan menyandang gelar master.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada hubunganyya dengan pustakawan saya juga bisa menebak bahwa kebanyakan dari pengunjung blog saya menyangka bahwa bekerja pustakawan selalu bekerja ramai-ramai masing-masing dengan tugasnya sendiri dalam gedung yang cukup besar dan koleksi buku yang cukup banyak. Namun nyatanya, tidak semua pustakawan selalu bekerja ramai-ramai ada juga pustakawan pustakawan yang bekerja single dengan koleksi yang terbatas namun dengan spesialisasi yang dituntut lebih dalam daripada pustakawan pada umumnya....mereka lebih dikenal dengan OPL atau &lt;i&gt;One Person Libratran&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OPL dituntut memiliki keahilan yang dalam tentang dunia perpustakaan dengan tambahan ilmu lainnya yang menunjang pekerjaannya, biasanya mereka bekerja pada perusahaan swasta. Sebut saja LSM, &lt;i&gt;Lawfirm&lt;/i&gt; bahkan perpustakaan penerbitan majalah. Mereka selain mengelola perpustakaan dengan modal ilmu selama duduk di bangku kuliah juga harus lihai mencari data-data misalnya draft peraturan pajak terbaru yang  belum di publish ke publik, biodata selebritis atau penyanyi tertentu bahkan kadang menjadi penterjemah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya Wiwit Siswarini adalah salahsatunya dia bekerja pada sebuah LSM di bilangan Mampang Jakarta Selatan menanganai sebuah perpustakaan yang dari bentuk fisiknya tidak bisa memuat lebih dari dua meja baca ukuran sedang. Namun jangan kira Wiwit kekurangan pekerjaan karena tanggung jawab yang dibebaninya melebihi pustakawan pada perpustakaan konvensional. Terakhir saya ke sana saja dia sedang disibukkan mencari ide untuk logo LSMnya yang akan digunakan dalam sebuah konvrensi. termasuk juga di dalamnya mengatur profile LSM tempat dia bekerja untuk di masukkan dalam sebuah CDROM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apakah Wiwit melupakan tugas utamanya sebagai pustakawati? ternyata tidak karena setelah mengejakan ini dan itu wiwit harus mengejar target menyusun koleksi perpustakaannya serta mengatur budget pembelian utnuk menambah khasanah judul-judul yang dimiliki LSM tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi OPL memang cukup berat karena dituntut melebihi teman seprofesi pada umumnya, namun kadang bekerja dengan tanggung jawab seperti OPL dicemburui oleh kebanyakan pustakawan, kenapa? karena selain tanggung jawab yang lebih variatif dan artinya ini bisa meminilisasi kebosanan/kejenuhan juga sering kali bekerja dalam sektor OPL mendapatkan reward yang juga lebih dari cukup...biasanya ini loh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya Nova Andria, dengan tinggi tubuh nyaris 200 cm, bekerja pada sebuah majalah life style juga di Jakarta. Telah menjadi OPL hampir lebih dari satu tahun sekarang, dan sedang menyelesaikan masternya dalam bidang komunikasi di UI Salemba. sering kali dituntut untuk "jago" menterjemahkan pelbagai artikel dalam bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia untuk membantu tugas redaksional majalah tersebut. Berbeda dengan Wiwit yang sudah memiliki satu anak, Nova sampai detik ini masih lajang walau menurutnya sudah menemukan Nona Sempurna untuk mendampinginya....yaaah buruan deh Nop :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor Nova membuat saya ngiri, terutama desain ruangan kantornya yang luar biasa nyaman. bayangkan sebelum masuk ke dalam perpustakaan anda disajikan hamparan rumput yang hijau dan sambil menunggu sang mpu perpustakaan keluar saya menunggunya di bawah gazebo. Begitu masukpun pemandangan yang dihadrikan tidak kalah serunya,  di bawah jendela perpustakaan terdapat kolam renang dengan rerumputan hijau di sekelilingnya dan beberapa pohon pinus...persis disain sebuah villa.....siapa yang sangka bahwa kantornya terletak di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/abhicom200i/nov05/pinus.txt" width="70"&gt;  &lt;img src="http://www.geocities.com/abhicom200i/nov05/kolem.txt" width="70"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu Nova disibukkan dengan manajemen database foto, yang sepertinya ketika saya maen ke sana hal itu sudah beres. Saat ini sepertinya dia harus bekerja keras untuk melengkapi buku dan majalah untuk mengisi rak-rak perpustakaannya yang sepertinya sedikit melompong. Ditambah lagi Nova harus menjaga koleksi perpustakaannya agar tidak "nyelip" di meja staff lainnya, maklum aza karena sangat dekatnya hubungan antar staff maka koleksi perpustakaan sering kali dianggap punya sendiri. "Yah, memang kadang untuk menyadarkan staff dalam ber etiket meminjam buku saja sulit, bahkan untuk menuliskan di buku peminjaman" begitu aku Nova.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OPL atau bukan OPL memang sarat dengan masalahnya baik juga sisi positip dan negatifnya. Tentunya bukan hanya pustakawan bahkan berbagai profesi lainpun pasti juga dihadapi dengan masalah-masalahnya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-113341886297000014?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/113341886297000014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=113341886297000014&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/113341886297000014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/113341886297000014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2005/12/opl-is-in-house.html' title='&lt;b&gt;The OPL is in the house&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-113212021309783186</id><published>2005-11-16T12:50:00.000+07:00</published><updated>2005-11-18T08:29:38.680+07:00</updated><title type='text'>Mengakali Sang Maut</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/15/53/35/15533575/42-15533575.jpg" alt="lele mati"&gt; &lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/15/53/35/15533568/42-15533568.jpg" alt="lele gantung diri"&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Seorang sahabat saya , sebelum 2 jam meninggal sempat mengirimkan e-mail kepada kawannya. Isi e-mail tersebut : "Saya ingin meninggal secara khusnul khotimah." Demikian ia menuliskannya. Tak berapa lama kemudian-setelah menunaikan shalat Dzuhur&amp;#8212;ia merasa nyeri dada. Ia tidak mengaduh, dan tidak juga sedikitpun mengeluh. Ia justru memperbaharui wudhu, lalu Ia shalat sunnah 2 rakaat, lalu berzikir. Iapun ambruk. Namun, bibirnya tak pernah berhenti berzikir hingga malaikat datang menjemput ruh-nya (&lt;b&gt;Zaim Uchrowi, Republika, Suplemen Dialog Jumat, 24 September 2004. Halaman 14&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang yang namanya kematian begitu indah, apalagi bila tidak sengaja membaca sepenggal paragraf di atas. Namun sering kali sebuah kata yang terdiri dari hanya 4 huruf untuk kata dasarnya (MATI) dan delapan huruf bila di sisipi imbuhan (KEMATIAN) banyak ditakuti oleh hampir mayoritas manusia yang hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan akan kematian berakar akan dua hal, yaitu ketakuan yang ditimbulkan oleh kecintaanya pada dunia hingga akhirnya takut mati dan kematian karena di bayang-bayangi bahwasannya manusia tersebut masih sangat kurang amalnya untuk modal menghindari siksa dan azab Allah kelak. Dua hal yang pada akhirnya menghasilkan reaksi yang berbeda bagi tiap orang untuk menghadapi kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sih sebenarnya dua reaksi pertama dari orang-orang yang cenderung sangat mencintai dunia ketika menyikapi kematian. Bolehlah saya ambil sedikit dari sebuah puisi dari karya Chairil Anwar, begini katanya "Aku binatang jalang, dari kumpulannya terbuang dan aku ingin hidup 1000 tahun lagi". Paling tidak begitulah pada umumnya, kalau bisa bagi mereka yang menyukai hal-hal keduniaan pasti ingin sekali tidak bertemu dengan malaikat maut dengan cara apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, seperti yang diingatkan Allah SWT yang namanya mahluk berjiwa pasti mati karena tidak ada yang abadi, termasuk manusia dan hewan :  &amp;#8220;Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu akan dikembalikan (QS 21: 35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka penggemar berats duniawai kematian hanyalah sebuah proses alami yang sering dialami pada umumnya manusia, seperti sakit pilek atau luka bila tesandung batu tajam. Dan karena hanya merupakan proses alami maka kematian dapat dengan sangat mungkin untuk dihindari atau diobati. Berbagai cara dilakukan manusia-manusia model begitu untuik mengakali kematian dengan ilmu, sains dan teknologi yang mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah, apakah manusia dapat hidup selamanya dan tetap fit? Sepanjang yang saya tahu selama ini masih belum ada orang yang dapat hidup melebihi usia 150 tahun, bilapun ada maka sangat sedikit dan dengan kondisi fisik yang sangat lemah...namanya juga udeh tua. Berbeda dengan kaum nabii-nabi sebelum Rasulullah, banyak yang kaummnya melebih angka 500 tahun, Nabi Nuh saja berdakwah untuk kaummnya sekitar 950 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini bagi orang-orang kaya (kebanyakan org kaya yang tinggal di LN) berani membayar mahal untuk menjalani proses "mengakali kematian". Jadi tubuh mereka setelah mati diletakkan dalam tabung dengan subu di bawah nol derajat hingga proses pembusukan tidak terjadi. Mereka berharap bahwa beberapa abad mendatang apabila ditemukan teknologi untuk menghindari kematian tubuh mereka dapat di hidupkan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya menyentuh dunia ilmu pengetahuan, keinginan manusia untuk menghindari kematian juga terdapat dalam karya-karya fiksi. Masih ingat dengan novel fiksi ilmiah "The Time Machine" karya Herbert George Wells atau dikenal dengan HG Wells saja, dimana tokoh utamanya menciptakan sebuah mesin waktu yang memungkinkan dia kembali ke masa lalu hanya untuk mencegah kejadian yang memicu kematian isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, balik lagi ke masalah perkembangan ilmu pengetahuan untuk mencegah kematian seseorang, beberapa teknologi saat ini diharapkan  dapat menjadi tumpuan bagi mereka yang ingin hidup lebih lama dari kebanyakan manusia. Sebut saja bioteknologi dengan cabang-cabangnya yang antara lain "&lt;i&gt;Artificial &amp; Replacement Organs &amp; Tissues&lt;/i&gt;" saat ini jantung buatan dan transplatasi kulit telah menjadi pembicaraan umum. Diantara yang paling menghebohkan pada akhir abad dua puluh kemarin adalah teknologi &lt;i&gt;"Therapeutic Cloning"&lt;/i&gt; dengan eksperimen kloning paling terkenal seekor domba yang diberi nama Dolly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya saya tidak setuju dengan perkembangan teknologi yang demikian banyak sekali hal-hal sangat bermanfaat dipetik dari kemajuan itu, namun saya merasa salah kaprah bila banyak orang menyangka pada akhirnya nanti manusia dapat hidup selamanya. Sama dengan pendapat bahwa kiamat mungkin saja nanti dapat dihindari karena mungkin teknologi yang dikuasai manusia saat kejadian itu sudah sangat maju, dan dapat mencegah kiamat....naudzubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bagaimana anda menyikapi kematian? Sepertinya tinggal bagaimana anda menyiapkan diri anda saja. karena bila saat itu tiba bukan lagi fisik ini yang menjadi objek, namun dimensi non duniawi yang dikenal dengan jiwa ini lah yang akan terus 'hidup'.....tentunya dengan membawa konsekuensi selama di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOTO dr &lt;a href="http://pro.corbis.com"&gt;CORBIS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-113212021309783186?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/113212021309783186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=113212021309783186&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/113212021309783186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/113212021309783186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2005/11/mengakali-sang-maut.html' title='&lt;b&gt;Mengakali Sang Maut&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-112831622598632114</id><published>2005-10-03T12:10:00.000+07:00</published><updated>2005-10-03T12:10:29.166+07:00</updated><title type='text'>Nyete</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa jauh anda mengenal tradisi keluarga, atau paling tidak kebiasaan-kebiasaan yang menjadi ciri khas asal keluarga anda? Pertanyaan tersebut muncul ketika minggu lalu saya pulang kampung ke Daerah asal ibu saya, yakni Blitar. Saya kira saya tahu kebanyakan tentang banyak kebiasaan saudara-saudara saya di sana, paling tidak memang itu yang saya rasa sampai kemarin saya menemukan kebiasaan yang kalau boleh di bilang unik di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak yang berubah memang, makanan favorit saya yaitu rawon, tidak sulit ditemukan, berhubung masih dalam suasana hajatan pernikahan sepupu saya yang paling langsing menikah (mengingat kebanyakan famili saya berbadan besar, hingga menjadi langsing adalah hal yang tidak biasa). Bahkan, tiga hari berturut-turut saya merasakan nikmatnya rawon asli Blitar, sampai "mabok" dan rindu bubur ayam. Begitu juga dengan nasi pecel yang semudah menemukan nasi uduk di Jakarta, dan tentunya tak lupa es dawet campur pleret di samping alun-alun kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang mungkin agak berubah, karena semakin menjadi, adalah kebiasaan merokok sepupu-sepupu saya yang bukannya berkurang. Masing-masing memiliki favorit rokok yang tidak sama ada yang fanatik dengan samsoenya, saat ini sebungkus samsoe seharga Rp. 7000, ada juga yang menyukai gudang garam filter, sebungkus kira-kira Rp. 4000-an, dan tak lupa Sekotak Djarum tipe terbaru (Compact Size) selalu ada di sana. Asap yang mengebul dari masing-masing mulut sepupu saya sontak membuat atmosfir disekitar mengalahkan debu-debu dari Pasir Gunung Kelud sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, beberapa hari berkumpul bersama para sepupu dan famili yang menggilai rokok membuat saya memperhatikan beberapa kebiasaan yang di Jakarta tidak pernah ditemui. Nyete namanya, yaitu membaluri batang rokok yang akan dihisap dengan ampas kopi, mengolesinya (sepertinya) harus menggunakan pentul korek api yang belum terpakai. Jadi, ampas kopi di letakkan di atas cangkir, lalu dengan korek api yang masih baru ampas tersebut di totol-totol dan dioleskan pada batang rokok yang akan dihisap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sang pelaku, katanya merokok dengan cara begitu terasa lebih nikmat, ...rasa kopi kali. Saya rasa dari sinilah ide sebuah produsen rokok yang dalam iklannya, akhir-akhir ini sering muncul, mengusung slogan "cappucino in stick".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cukup sampai di situ, bahkan salah satu sepupu saya, tetap dengan sebatang korek api yang belum terpakai. Mentotoli balsem yang ada dekatnya (tidak tergantung pada merek balsem tertentu, pokoknya balsem lah) lalu melakukan proses yang sama pada kopi di atas sebelum menghisapnya, katanya..."hmmm, rasa menthol".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda fikir dua kebiasaan di atas aneh ya? Berarti anda belum tahu banyak soal kebiasaan merokok saudara-saudara saya. Dari semua kebiasaan merokok dengan pelbagai aksesorisnya ada satu hal yang paling unik dan menurut saya agak sedikit nyerempet-nyerempet bahaya. Apaan tuh? Yakni kebiasaan beberapa penikmat rokok di sana memolesi rokoknya dari getah batang pohon opium. Tidak jelas apakah yang dimaksud benar-benar opium seperti yang kita kenal, atau hanya sebatas istilah saja karena memang memberikan efek yang lebih nikmat bila menggunakannya.&lt;br /&gt;Namun, dari beberapa pembicaraan sepupu saya sepertinya memang getah-getah tersebut diambil dari akar pohon opium yang katanya zaman Belanda dahulu di tanam dengan sengaja. Ada dua jenis kemasan getah opium tersebut atau orang Blitar biasa menyebutnya dengan candu, pertama dalam bentuk batangan, yang ini tidak begitu disukai karena katanya sudah dicampur dengan "hanya Tuhan yang tahu". Sedangkan yang kedua dan paling banyak digemari biasanya berbentuk cairan karena murni getah dari pohon opium. Sayang saya gagal mendapatkan merek-merek candu tersebut yang katanya dijual bebas di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, memolesi dengan kopi, balsem atau bahkan candu buat saya yang memang tidak terbiasa merokok, asapnya terasa sangat mengganggu apalagi bila terlanjur nyelip di mata. Akan membuat mata ini berair dan perih untuk beberapa saat, jadi teringat saya pada lagu "smoke gets in your eyes".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Eropa pertama yang merasakan rokok adalah Columbus dan kru-nya dalam misinya mencari jalur singkat ke India, namun malah menemukan Amerika. Ketika itu mereka bertemu dengan suku asli Karibia dan sekitarnya yang memang telah mengembangkan tembakau sebagai bahan utama rokok. Merokok tentunya, bagi kebanyakan orang, tidak cukup nikmat bila tanpa ditemani secangkir kopi. Begitu juga di Blitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang Blitar membuat sendiri kopinya, tidak seperti kita yang fanatik dengan kopi dalam kemasan. Kopi-kopi buatan Orang Blitar memiliki berbagai macam rasa, tergantung dari kebiasaan dan cita rasa sang pemilik rumah. Saya pribadi bolehlah mengatakan kopi dengan lambang sebuah "perahu besar" yang paling nikmat namun ketika hal itu saya utarakan, malah menjadi bahan tertawaan. Menurut mereka kopi tersebut memiliki banyak campuran dan kebanyakan jagung...entah lah benar tidaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat orang Blitar yang terbiasa meracik sendiri kopinya dari awal memudahkan mereka merdeka memilih rasanya. Untuk beberapa kopi bahkan terlihat kasar di mana banyak sekali pecahan biji-biji kopi diatas air bila diseduh. Namun ternyata pecahan-pecahan biji kopi tersebut memang disengaja agar dapat digigit-gigit selain memang menikmati seduhannya. Ini, menjelaskan kenapa dulu semasa hidup ibu saya, yang lahir dan besar di Blitar, suka sekali mengunyah kopi tanpa menyeduhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang perlu dicatat bila anda mampir ke Blitar adalah jangan sekali-sekali memesan makanan pedas bila memang lambung anda tidak kuat. Orang Blitar memang bukan Orang Padang, namun rasa pedas dalam masakan mereka tidak kalah rruaaar biasanya. Bahkan bila memesan sepiring nasi pecel yang tidak pedaspun siap-siap peluh bercucuran dari tubuh anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahhh.... rasa pedas dilidah, secangkir kopi hangat dan sebatang rokok yang telah diolesi ampas kopi mungkin bisa menjelaskan kenapa orang sana bila berbicara kebanyakan dengan logat keras. Untuk yang tidak terbiasa akan menyangka sedang marah-marah Orang Blitar yang sedang bicara. Padahal seperti layaknya kebanyakan Orang Indonesia, tidak ada yang benar-benar murni "Manusia Indonesia" masing-masing memiliki ciri khasnya sendiri, yang kita lakukan hanyalah mencoba untuk mengerti dan sedikit mengkoreksi bila memang dirasa perlu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-112831622598632114?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/112831622598632114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=112831622598632114&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/112831622598632114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/112831622598632114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2005/10/nyete.html' title='&lt;b&gt;Nyete&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-112780298542130157</id><published>2005-09-27T13:36:00.000+07:00</published><updated>2005-09-27T13:36:29.450+07:00</updated><title type='text'>...Tebet sama dengan Tebet</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tebet sama dengan Tebet, begitu juga Ketek...dan Tidak Pelit dalam Bahasa Indonesia adalah Pemurah&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kadang, sesuatu yang sepertinya remeh tenggelam dalam kegiatan kehidupan kita sehar-hari. Begitu banyak permasalahan yang lebih besar, seperti masuk kerja tepat waktu hingga rela berangkat dari rumah subuh atau memenuhi janji dengan rekan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remeh dan remah-remah adalah dua kata yang berbeda namun dua-duanya hampir memiliki arti yang tidak begitu jauh berbeda. Remeh dengan arti sesuatu yang tidak penting, biasanya dipandang sebelah mata dan dijadikan urutan nomor sekian dalam skala prioritas, begitu juga dengan remah yang artinya sisa-sia makanan (biasanya kueh dan roti). Sama dengan hal remeh, remah-remah biasanya juga dipandang sebelah mata, sebuah subyek yang dengan enteng hati dapat dibuang. Namun tidak begitu adanya bila anda seekor semut, remah menjadi sesuatu yang berarti, bahkan dapat memenuhi kehidupan selama beberapa hari ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tiba-tiba dua hari belakangan ini saya merasa seperti semut, tepatnya ketika sebuah pertanyaan dilontarkan oleh teman sekantor, jelasnya seperti ini "Man, dalam Bahasa Indonesia bila kikir itu pelit, maka tidak pelit apa persamaannya?" pertanyaan yang mudah, bahkan anak SD bisa menjawabnya. Saya juga berfikir begitu, saya merasa juga tahu jawaban dari pertanyaan itu, sampai tiba-tiba yang kelur dari mulut saya adalah begini "Tidak pelit yaaa...tidak pelit" saya sendiri heran mendengar jawaban yang terlontar barusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ramah menggambarkan orang yang tidak sombong, hemat adalah orang yang suka menabung dan sabar adalah sebutan untuk yang tidak suka marah-marah, lalu pasti tidak pelit juga memiliki sebuah kata yang menggambarkan sifat tersebut, ya seharusnya begitu dan tidak bisa tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari setelah itu saya masih penasaran, kenapa tidak bisa mengetahui persamaan tidak pelit. Memang sih beberapa kali saya tergoda untuk menengok KBBI yang teronggok di ruang sebelah, namun saya fikir kalimat begini mudahnya aza kok harus lihat kamus, lagian ini secara pribadi sebuah tes dari Tuhan untuk menegur bashwa saya sangat jarang berinfak hingga persamaan tidak pelit saja harus kelu di lidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodohnya saya, ternyata tidak pelit itu adalah pemurah,. Kenapa tidak bisa menjawab bahwa orang yang tidak pelit maka sifat yang dia miliki adalah pemurah. Bodoh sekali memang, karena saya mengetahui jawaban itu justru dari seorang teman yang ada di Singapura sana. Lucunya, ketika kuliah di ITB teman saya itu mendapatkan C untuk mata kuliah Bahasa Indonesia. Yah, karena berhasil melepaskan saya dari rasa penasaran maka dia saya anugerahkan nilai A Honora Causa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Tebet (sebuah daerah di Jakarta Selatan) bila dibaca dari belakang maka akan tetap terbaca Tebet, begitu juga dengan Katak dan Ketek (bagian tubuh manusia yang akhir-akhir ini ramai diiklankan sebuah produk kosmetik), Kayak (semacam perahu kano), dan... Kasur Rusak. Ah, jiwa semut ini ternyata masih belum mau pergi dari dalam diri saya, menjelaskan kenapa tiba-tiba Tebet muncul dalam kepala. Namun, ternyata apa yang saya fikirkan bukan sebatas semut rumahan semata, karena sebelum saya sudah ada orang iseng yang memikirkan hal tersebut lalu menamakannya sebagai sebuah fenomena yang disebut sebagai Palindrom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Palindrom sebenarnya adalah sebuah istilah yang sudah ada sejak zaman kekaisaran  Yunani masih berjaya dulu. Palindrom memiliki arti sebuah kata, kalimat atau huruf yang bila dibaca dari depan ataupun belakang tetap memiliki arti yang saya, misalnya sebauh nama daerah di Jakarta Selatan itu tadi. Kata Palindrom sendiri juga berasal dari bahasa Yunani, Palin dan Dromos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusunan Palindrom dalam kata, tidak musti te[pat sama persis, penyesuaian huruf diperbolehkan demi menemukan arti yang sama bila di baca dari belakang coba perhatikan kalimat ini lalu baca dari belakang "Was it a cat I saw?" atau "Ten animals I slam in a net".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana, apakah anda memiliki contoh kalimat Polindrom? Saya tunggu ya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-112780298542130157?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/112780298542130157/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=112780298542130157&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/112780298542130157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/112780298542130157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2005/09/tebet-sama-dengan-tebet.html' title='&lt;b&gt;...Tebet sama dengan Tebet&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-112588468143395350</id><published>2005-09-05T08:44:00.000+07:00</published><updated>2005-09-07T08:11:21.823+07:00</updated><title type='text'>Menjalani hidup mirip DVD bajakan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/14/62/48/14624840/AX079104.jpg"&gt; &lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/15/10/13/15101385/IS148-071.jpg"&gt;&lt;br /&gt;Kalimalang-Kebayoran Baru, Senin sampai Jum'at, pagi dan sore. &lt;br /&gt;Lihat M19, M26 kadang T54 dan M18&lt;br /&gt;Kadang salip kanan salip kiri&lt;br /&gt;Seringnya malah di salip Tiger, bahkan legenda dan smash ga mau kalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rem Dikit, kurangi gas biar saja jalan pelan&lt;br /&gt;Ambil jalur kiri beri jalan pada para pembalap jalanan&lt;br /&gt;Ujlag-ujlug merasakan kerasnya per&lt;br /&gt;Ingat pesan isteri lebaran nanti ganti motor&lt;br /&gt;Cek kantong, tidak lebih tebal dari bulan lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi pagi, sebelum subuh saya sudah siap-siap berangkat lengkap dengan pakaian kerja. Isteri yang bergabung dalam sebuah proyek kesehatan di Serang harus jalan pagi itu untuk mengejar waktu jam setengah enam sampai Fatmawati. Perjalanan pagi-pagi yang cukup dingin, pada entah musim kemarau atau hujan ini. Musim kemarau karena siang hari kemarin panasnya subhanallah, musim hujan karena menurut kalender harusnya skrg sudah turun hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimalang-Fatmawati lancar luar biasa paling-paling terhenti karena lampu merah, itupun sering tidak berlaku karena jalan masih kosong. Alamak mternyata perlu juga sekali-kali keluar rutinitas berangkat ke kantor via jalan-jalan yg biasa saya lalui pagi-pagi gini. Selama ini semuanya menjadi seperti kebiasaan yang men tradisi dalam hari-hari saya, Kena macet, cari jalan pintas lewat pinggir kalimalang, kadang-kadang nabrak atau ditabrak motor gara-gara rem mendadak, sampai kantor antara jam setengah tujuhan, lalu cek e-mail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini merefresh hidup saya, mendefinis ulang arti berangkat kerja, yang katanya berkaitan erat dengan tingkat stress bagi para pegawai kantor di Jakarta. Bayangkan setengah jam kurang untuk sampai di Fatmawati, lalu ditambah sepuluh menit untuk mencapai kantor saya dari sana, jam enam kurang lima belas menit saya sudah duduk-duduk di depan pagar kantor sambil menunggu dibukakan pintu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesi kerja saya hari-hari belakangan ini sepertinya mirip DVD bajakan yang biasa di jual di pinggir-pinggir jalan. Anda bisa memilih berbagai kualitas  DVD dari yang bagus sampai yang jelek (biasanya film-film baru masih jelek kualitas gambarnya) dengan harga yang tidak lebih dari Rp. 10.000 saja. Tapi dibolak-balik dari sisi manapun itu namanya kualitas gambar, yang namanya DVD bajakan tetap saja bajakan, dilihat oleh para kolektor tidak ada bedanya dengan Cd blank seharga tiga ribuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rutinitas sehari-hari tanpa adanya penyegaran membuat keseharian saya semakin mirip CD bajakan saja berisi namun tiada arti. Kebosanan demi kebosanan sangat melelahkan sampai akhirnya tadi pagi-pagi sekali saya menghantarkan isteri membuat hari ini sedikit berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai macam dilakukan orang untuk membuat dirinya refresh (bukan ref reseh loh). Ada yang hobinya tiap sebulan sekali jalan-jalan dengan keluarga, atau kadang makan bersama di suatu tempat. Tidak heran memang karena kejenuhan adalah sesuatu yang harus di lawan. Tetapi ada saja poin-poin yang sepertinya tidak dapat diubah ya, namun biarkanlah itu menjadi bagian dari masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refreshing dengan pelbagai cara, namun dari semua jenis refreshing ada sebuah cara yang sudah lama sekali saya tidak pernah lagi rasakan, apaan tuh? Yaitu menangis, terutama menangis dalam sujud atau bertafakur, memikirkan kebesaran Allah SWT momen-momen seperti itu sepertinya sangat mahal sekali akhir-akhir ini. Padahal, bukan sihir, setiap kali sehabis menangis hati saya seperti plong, lepas ...luaaaas sekali &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, sebelum akhirnya saya bisa menangis lagi, paling tidak hari ini bisa merasa lebih segar karena tidak terjebak kemacetan di Kalimalang sana, alhamdulillah :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pict from &lt;a href="http://pro.corbis.com"&gt;Corbis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-112588468143395350?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/112588468143395350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=112588468143395350&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/112588468143395350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/112588468143395350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2005/09/menjalani-hidup-mirip-dvd-bajakan.html' title='&lt;b&gt;Menjalani hidup mirip DVD bajakan&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-112432762469348395</id><published>2005-08-18T08:13:00.000+07:00</published><updated>2005-08-18T09:19:13.786+07:00</updated><title type='text'>Memerdekakan Buku</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/15/55/56/15555696/42-15555696.jpg"&gt;Halo, sedang apa anda sekarang? tidur-tidurankah atau sedang menyaksikan liukan tubuh penyanyi dangdut pada kotak kecil di rumah yang anda sebut televisi? ...ahh jangan-jangan anda sedang melamun saja entah sedang memikirkan apa? Pendidikan anakkah? Atau mungkin soal bensin yang katanya akan naik lagi paling lambat Januari 2006 nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya, mungkin, malam ini tidak akan berbeda dengan malam-malam lainnya yang berlalu begitu saja tanpa sebuah arti. Tahukan, besok Indonesia merayakan kemerdekaannya loh...ya itu loh, tanggal 17 setiap Bulan Agustus. Pastinya anda sudah tahu itu karena beberapa saat lagi anda bersama beberapa tetangga akan  mengikuti lomba memasak nasi goreng bapak-bapak di kampung. Dan anda ibu-ibu, pasti sedang sibuk menyiapkan tumpeng untuk sukuran Dirgahayu HUT RI ke-60. Tampaknya malam ini akan sedikit berbeda dari malam-malam lainnya karena malam ini malam kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan para separatis di ujung barat Indonesia sanapun berbahagia karena sejak kemarin perjanjian damai dengan pemerintah telah ditandatangani. Artinya, tidak ada lagi hari-hari dihabiskan dalam hutan yang penuh dengan nyamuk,  bahkan rasa was-was akan sewaktu-waktu diserang oleh TNI. Bagaimana tidak, bahkan anda mendapatkan tanah seluas dua hektar dan otonomi khusus yang banyak diprotes banyak pihak karena seakan anda mendirikan negara dalam negara. Tapi intinyakan anda telah bebas dari rasa takut dan masa depan InsyaAllah lebih baik, itu artinya anda telah merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/15/59/12/15591251/42-15591251.jpg"&gt;&lt;br /&gt;Namun, lihat lagi sekeliling lalu perhatikan apakah merdeka kita seluruhnya? Ya ya ya... banyak sekali yang akan bilang belum. Karena setelah 60 tahun toh kemiskinan masih merajalela, yang lemah masih tertindas dan yang terzolimi tidak bisa berbuat apa-apa selain untuk dizolimi lagi. Kalau itu, saya sudah tahu karena mengutip kata seorang teman dalam menyikapi kemerdekaan kita baru bisa merasa bahagia namun belum bisa bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan yang sekarang kita rasakan masih jadi sebuah fenomena untuk merayakan kegembiraan, yah itu tadi dengan lomba masak nasi goreng, tumpeng, panjat pinang, makan krupuk dan lainnya yang bersifat hura-hura atau semi hura-hura. Besok lusa tanggal 18 atau mungkin bisalah sampai tanggal 19, yang miskin masih miskin dan yang korupsi bolehlah melanjutkan kegiatannya...hanya batu yang peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan saja saya tahu mungkin ratusan juta Orang Indonesia juga sudah mahfum, kemerdekaan masih sebatas perayaan saja. Tetapi ada sebuah atau sesuatu tepatnya yang anda tidak tahu. Apa itu? ..buku jawabnya, dan tertawalah 180 juta orang kurang dua persen di depan saya. (dua persen adalah perkiraan orang yang dapat mengecap pendidikan "layak" di Indonesia, mungkin saja berkurang setelah biaya pendidikan yang akhir-akhir ini semakin mahal saja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda, seseorang pernah berkata apa yang lebih buruk daripada membakar buku? Tidak membaca buku jawabnya. Buku tadinya adalah lembaran-lembaran kertas kosong sebelum akhirnya sampai di depan anda. Dan lembaran-lembaran kosong itu asalnya dari ramuan yang diambil dari hutan-hutan di Kalimantan, Irian Jaya (Papua) serta Sumatra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sebelum menjadi kertas putih bersih untuk seseorang menuliskan ide-ide di atasnya benda satu itu sudah menjadi masalah nasional bahkan regional. Pembabatan dan pembakaran hutan yang asapnya sampai menyelimuti Kuala Lumpur sampai masalah pertikaian antara pemegang HPH (Hak Pengelolaan Hutan) dan para penduduk lokal yang merasa lebih berhak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk Malaysia khususnya Kuala Lumpur merasa jengkel bahkan menuduh pemerintah Indonesia tidak becus mengurusi soal kebakaran hutan di Sumatra yang mencapai ratusan titik bahkan mereka dengan sukarela mengirimkan pasukan Bomba untuk membantu memadamkan api di sana. Tapi, yang mereka tidak tahu bahwa sebagian biang keladi pembakaran hutan di sana adalah pemegang HPH yang berasal dari Malaysia, setidaknya &lt;a href="http://jkt.detiknews.com/indexfr.php?url=http://jkt.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/08/tgl/17/time/232526/idnews/423881/idkanal/10"&gt;detik.com&lt;/a&gt; mencatat delapan perusahaan asal Malaysia sebagai biang keladi pembakaran hutan di Sumatera tersebut. Sekarang sebenarnya siapa yang harus merasa jengkel, Siti Nurhaliza atau saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi bahan dasar kertas ternyata tidak sesederhana zaman dahulu yang bisa saja membuatnya dari daun lontar atau merang dan diolah di dapur sendiri. Kertas memiliki potensi yang sangat besar, ekonomi tentunya termasuk di dalamnya karena bila tidak tentunya tidak ada itu yang namanya pabrik kertas...ada karena memang berpotensi meraup untung dari kertas bukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda seorang pemimpin yang semena-mena dan tiba-tiba ratusan ribu massa berdiri di depan istana dengan ekspresi muka yang emosional dengan berbagai tanda dengan tulisan-tulisan yang menentang kebijakan dan bahkan memaksa anda turun jabatan maka anda boleh menuduh kertas sebagai kambing hitamnya. Bahkan bila anda masih berkesempatan berkuasa, dan ingin kekuasaan yang anda pegang langgeng maka laranglah yang namanya kertas untuk diproduksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kertaslah media pembaharu itu, demikian hebatnya bahkan jutaan orang memilih untuk tidak mempercayai tuhan, dan jutaan lainnya mempercayai ras mereka lebih unggul dari ras bangsa manapun di muka bumi ini. Lucunya, di atas kertas pula seorang negarawan bernama Machieveli kekuasaan dapat dipertahankan dengan cara apapun bahkan dengan membunuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/15/59/24/15592434/42-15592434.jpg"&gt; Kertas-kertas yang tadinya hanya berupa bagian pohon-pohon di hutan tidak perlu banyak usaha untuk menjadikan benda satu itu sebagai senjata, hanya kombinasi kepala dan tinta maka jadilah. Hanya kumpulan huruf-huruf hingga menjadi kalimat, kumpulan-kumpulan kalimat hingga menjadi sebuah paragraf dan kumpulannya menjadi ber bab-bab dan akhirnya terbentuklah sebuah buku. Buku-buku yang tidak jarang mencerahkan banyak orang dan menyadarkan mereka untuk bergerak demi kebenaran, walau kadang tidak selalu benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, bagaimana sebuah buku akhirnya sampai di depan anda sebenarnya adalah usaha seseorang untuk membeberkan ide-ide mereka kepada anda. Baik itu benar, jujur, idealis, menyuruh atas kebenaran atau bahkan mengajari anda untuk membuat bom. Intinya mereka ingin tahu apa yang ada di kepala mereka dan untuk anda pelajari dan nilai kembali, mereka bahkan memberikan argumentasi-argumentasi yang menguatkan pendapat dalam bukunya. Tentunya, bila anda melihat buku lainnya yang bertentangan maka anda juga akan menemukan argumentasi yang melawan fakta buku pertama. &lt;br /&gt;&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/15/59/24/15592437/42-15592437.jpg"&gt;&lt;br /&gt;Maka merdekakanlah buku-buku di rumah anda dengan membacanya, pelajari dan telaah serta debatlah bila memang tidak sesuai dengan idealisme atau prinsip yang anda pegang, bagus-bagus bila anda berhasil menuangkakan ide-ide baru dan menjadikannya buku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat hari kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jkt.detiknews.com/indexfr.php?url=http://jkt.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/08/tgl/17/time/232526/idnews/423881/idkanal/10"&gt;8 pemegang HPH asal Malaysia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;foto dari &lt;a href="http://pro.corbis.com"&gt;Corbis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-112432762469348395?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/112432762469348395/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=112432762469348395&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/112432762469348395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/112432762469348395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2005/08/memerdekakan-buku.html' title='&lt;b&gt;Memerdekakan Buku&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-112364144847590892</id><published>2005-08-10T09:37:00.000+07:00</published><updated>2005-08-10T09:37:28.523+07:00</updated><title type='text'>This Broken Wings</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/15/47/36/15473696/42-15473696.jpg"&gt; &lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/15/21/05/15210593/42-15210593.jpg"&gt; &lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/15/41/73/15417380/42-15417380.jpg"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu dalam sebuah milis pustakawan, yang isinya kebanyakan lulusan jurusan ilmu perpustakaan baik yang bekerja sebagai pustakawan atau lainnya terdapat sebuah topik yang cukup menarik terlontar dari seorang adik kelas. Dia bertanya-tanya ketika melihat seorang bapak dengan kursi roda yang hendak mengunjungi sebuah perpustakaan yang ternama di Jakarta terhalang fasilitas yang tidak membuatnya mungkin menuju lokasi perpustakaan yang terletak di lantai atas, apakah ada perpustakaan di Jakarta ini yang memiliki fasilitas untuk orang-orang cacat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan yang notabene tidak hanya ditujukan bagi manusia yang memiliki anggota tubuh yang berfungsi normal tentunya juga menyertakan sarana bagi penyandang cacat untuk mengaksesnya, itu idealnya. Namun nyatanya sampai detik ini masih sangat jarang saya yang bekerja di bidang perpustakaan mendengar ada sebuah gedung perpustakaan yang memiliki, misalnya, trotoar khusus pemakai kursi roda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru fasilitas gedung belum lagi bila kita menengok lebih dalam lagi di mana sangat jarang, bahkan mungkin tidak ada koleksi perpustakaan yang menggunakan huruf braile untuk orang buta membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bila anda lantas menyalahkan perpustakaan sebagai sebuah lembaga yang tidak perhatian dan pilih kasih saya tidak setuju juga. Mengapa begitu? Karena apa yang terjadi pada kasus di atas juga terjadi pada kebanyakan gedung-gedung di seluruh Indonesia bahkan untuk fasilitas umum sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dihitung gedung-gedung pencakar langit di Jakarta yang menyediakan parkir atau lift khusus untuk penyandang cacat. Bisa juga di kira-kira mana trotar jalan juga di Jakarta yang memiliki area aman bagi mereka yang menggunakan tongkat sebagai penunjuk jalan, misalnya. Tidak usah untuk orang cacat, yang namanya trotar bahkan untuk orang normalpun sering kali tidak nyaman untuk digunakan, kalah dengan motor atau pedagang kaki lima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke masalah perpustakaan, sebelum membangun sebuah gedung perpustakaan adalah saat yang tepat bila ingin menyediakan sarana yang sifatnya memfasilitasi para penyandang cacat. Blue print sebuah gedung perpustakaan yang baik tentunya bila para konsultan perpustakaan juga diikut sertakan untuk membahasnya. Namun bila tidak ada konsultan saya rasa tentunya para arsitektur sudah memahami bahwa perpustakaan tidak hanya diperlukan oleh orang-orang yang normal saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu anda akan berkata pada saya, bahwa tergantung peruntukannya Man. Kalau memang perpustakaan itu misalnya berada di sekolah yang muridnya memang kebanyakan cacat seperti Sekolah Luar Biasa maka harus memang yang namanya lift, trotoar, pintu masuk bahkan meja dan kursi bacanya dirancang khusus untuk mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, anda benar sekali namun yang saya bicarakan di sini adalah perpustakaan secara umum. Sebenarnya tidak usah perpustakaan umum perpustakaan perguruan tinggipun pasti memiliki mahasiswanya yang cacat. Mereka juga membayar uang kuliah persemester sama dengan mahasiswa normal lainnya, atau bila bicara tentang perpustakaan umum maka masyarakat sekitar perpustakaan itu berada juga membayar pajak sama dengan anggota masyarakat yang normal. Jadi apa yang membuat mereka harus dibedakan dalam memakai fasilitas perpustakaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang rumit memang bila mengingat tidak hanya sebuah gedung perpustakaan, namun bahkan untuk kelas sekaliber kota Jakarta yang katanya metropolitanpun perencanaan tata kota tidak seindah teorinya. Anda tentu pernah mengalami kemacetan yang luar biasa akibat PLN sedang menggali lubang di pinggir jalan, lalu beberapa bukan kemudian mengalami hal yang namun kali ini bukan PLN tapi giliran Telkom yang menggali di sisi jalan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata kota yang amburadul, gedung perpustakaan tanpa perencanaan yang matang sebenarnya cerminan apa sedang terjadi pada birokrasi kita. Begitu semrawutnya, bahkan mengurai benang wolpun mungkin kalah ribetnya. Padahal keruwetan yang demikian kata orang makin membuka peluang bagi para koruptor untuk beraksi...yah itulah, sepertinya kita sulit untuk belajar terlalu banyak kepentingan di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar negeri pelayanan untuk orang cacat dan manula menjadi perhatian khusus pemda setempat berikut yang saya kutip dari sebuah situs pemerintahan daerah di Australia sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kotapraja City of Melbourne menyediakan sejumlah Pelayanan bagi Orang yang Tua dan Orang Cacat yang menjadi penduduk Kotapraja City of Melbourne&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;City of Melbourne menyediakan bantuan perawatan di rumah dan di luar, kesempatan-kesempatan rekreasi, dan pendidikan di Perpustakaan-perpustakaan, Rumah-rumah Pertemuan atau Community Centres dan rumah-rumah pertemuan warga berusia lanjut atau Senior Citizens Centres&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda berhak menggunakan pelayanan ini jika anda sakit-sakitan atau berusia lanjut; cacat sedang atau cacat berat; jika anda orang muda yang cacat, atau menderita cacat atau penyakit yang sudah lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui apakah anda berhak memperoleh pelayanan bagi Orang yang Tua dan Orang Cacat, suatu penilaian akan dilakukan oleh seorang anggota tim City of Melbourne. Lebih Lebih lengkapnya bisa klik di &lt;a href="http://www.melbourne.vic.gov.au/rsrc/LanguageLink/18542Indonesian.pdf"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal belajar memang hobinya orang Indonesia sepertinya belajar dengan cara yang keras. Untuk mewajibkan bus-bus umum menyediakan pintu darurat misalnya harus beberapa orang meninggal karena terkurung dalam bis yang terbakar namun tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak tersedia pintu darurat. Untuk ribut-ribut soal pintu kereta api yang tidak memadai cukup beberapa bus, dan mobil dengan lima atau enam orang bahkan lebih yang ikut menjadi korban tabrakan maut kereta api akibat tak ada pintu pengaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi gampangnya mungkin, ini hanya mungkin loh ya, ada gitu beberapa penyangdang cacat yang dapat dengan sukarela mengorbankan dirinya karena fasilitas untuk mereka yang tidak memadai. Paling tidak setelah anda melakukan tindakan seperti itu pihak yang memang berwenang akan lebih perhatian dan menyediakan apa yang selama ini anda impi-impikan. Bukan hanya di perpustakaan mungkin juga nantinya trotoar akan lebih nyaman, dan buat anda orang cacat yang dapat mengendarai mobil bisa memarkirkan kendaraan anda di tempat yang lebih pantas. Tidak mengada-ada bukan cara itu? Mengingat sulitnya mendapatkan perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pict from&lt;a href="http://pro.corbis.com"&gt; Corbis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-112364144847590892?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/112364144847590892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=112364144847590892&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/112364144847590892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/112364144847590892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2005/08/this-broken-wings.html' title='&lt;b&gt;This Broken Wings&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-112346229867450299</id><published>2005-08-08T07:51:00.000+07:00</published><updated>2005-08-08T08:00:02.466+07:00</updated><title type='text'>Sesuatu yang terhenti</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Inilah sebuah dunia "yang melampui realitas" yang ada sebuah hiperealitas (hypereality), sebuah realitas yang virtual (virtual reality). Dunia realitas yang melampui dan bersifat artifisial ini menjajah hampir setiap realitas yang ada, yang pada suatu ketika akan mengambil alih secara total realitas-realitas tersebut. Kenyataan tersebut akan menimbulkan pertanyaan, apakah dunia artifisial dapat menghasilkan kesenangan, kegairahan, kepuasan yang lebih kaya, yang lebih beragam, yang lebih tinggi, apakah kita masih memerlukan realitas itu sendiri? Apabila kita tidak lagi membutuhkan lagi realitas, apakah ia harus kita tinggalkan, kita hancurkan, kita serang, kita "bunuh", untuk kemudian digantikan sepenuhnya oleh realitas-realitas artifisial" (&lt;b&gt;Kata Pengantar oleh Yasraf Amir Piliang, Sebuah Jagat Raya Maya : Imperialisme Fantasi dan Matinya Realitas dalam buku Ruang Yang Hilang : Pandangan Humanis Tentang Budaya Hyperspace yang Merugikan&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang sudah terhenti lama pasti akan sulit untuk memulainya kembali. Begitu juga dengan besi-besi yang berkarat, harus diberikan sedikit pelumas dan dipoles beberapa potong amplas agar dapat kembali lancar bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang teradi dengan saya beberapa minggu belakangan ini tidak jauh berbeda, setalah ditimpa beberapa amanah yang sangat menyita waktu hingga melupakan target yang telah saya canangkan beberapa waktu sebelumnya dalam dunia per-blog-an yaitu sebuah tulisan dalam seminggu, minimal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sebaiknya saya mulai sedikit cerita tentang hari-hari saya belakangan ini untuk memberikan sedikit "tendangan" pada otak yang sudah mulai beku dan jari jemari yang kaku ini,...yah agar sedikit lentur lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian besar yang menimpa saya pertama kali adalah dimulainya produksi microfilm di kantor tempat saya bekerja. Sebuah program untuk memindai koran-koran terbitan Indonesia, utamanya terbitan nasional seperti Republika dan Kompas. Berbeda dengan pemindaian digital yang hanya memerlukan scanner dan PC dalam melakukannya, kantor saya memilih untuk memindai koran-koran tersebut dengan cara yang sedikit kuno namun telah teruji dapat bertahan sampai dengan 500 tahun setiap hasil pemindaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Microfilm namanya, memang micro bentuknya, dan film berukuran 35mm sebagai bahan utamanya. Film-film ini didatangkan langsung dari Belanda, karena memang di Indonesia sangat jarang toko-toko yang menjual jenis film dengan harga setelah dirupiahkan kurang lebih Rp. 400.000,-/rol. Setiap gulungan film dapat memuat 600 frame dan setiap frame mencakup dua halaman koran, jadi sebuah rol film 35mm dapat menyimpan 1200 halaman, kurang lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak memang, namun anda akan terkejut bila saya beritahu bahwa satu rol film paling banyak hanya sanggup mencakup koran selama dua bulan, biasanya Republika cukup 1,5 bulan/rol. Kompas adalah mimpi buruk kami, karena tiap harinya rata-rata terbit 60 halaman maka walhasil sebulan menghasilkan 1800 halaman, itu bila hanya sampai tanggal 30. Tidak jarang kami harus menyambung ke rol berikutnya untuk menyelesaikan satu bulan terbitan koran Kompas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan proses dijital yang akan dengan mudah mengulang sebuah proses pemindaian bila terjadi kesalahan, produsi microfilm harus diulang dari awal bila terjadi kesalahan. Sesuatu yang sangat tidak diinginkan oleh penanggung jawab produksi microfilm seperti saya adalah ketika tidak sengaja cahaya mengenai permukaan film yang belum di proses (biasanya kita mengenal dengan "cuci-cetak")...karena secercah sinar saja bocor maka film-film tersebut akan terbakar. O iya, setiap rol biasanya memakan waktu seharian jam kerja dalam mindainya, bayangkan bila harus mengulanginya lagi dari awal...sangat membuang-buang waktu bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah alasan pertama kenapa saya tidak pernah lagi menyentuh otak saya untuk berfikir dan mencari ide yang akan tertuang dalam blog. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ada pertama harusnya ada yang kedua bukan? Ya, nyatanya memang ada alasan berikutnya kenapa saya melupakan blog saya. Apaan tuh? Adalah Munas 1 PKS alias Musyawarah Nasional pertama Partai Keadilan Sejahtera adalah ke mana ujung jari telunjuk saya mengarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana seorang teman meminta saya untuk membantu dokumentasi foto selama Munas berlangsung. Seminggu yang luar biasa, bila boleh saya katakan seperti itu. Bertemu dan menyalamali orang-orang hebat yang selama ini hanya bisa saya lihat melalui televisi atau koran. Yah, tentunya yang paling utama saya mendapatkan gambar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.galerikeadilan.net/search.php?search_user=abhicom2001"&gt;&lt;img src="http://www.galerikeadilan.net/data/thumbnails/2/smile2.jpg"&gt; &lt;img src="http://www.galerikeadilan.net/data/thumbnails/20/mantanpresiden.jpg"&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://www.galerikeadilan.net/data/thumbnails/2/PMTOH1.jpg"&gt; &lt;img src="http://www.galerikeadilan.net/data/thumbnails/2/doa.jpg"&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temans, begitulah beberapa minggu terakhir yang menyita waktu-waktu saya hingga rasa-rasanya blog saya menjadi terbengkalai. Ingin sebenarnya saat dalam kesibukan lalu saya menyisakan waktu untuk kembali menulis dan menyapa teman-teman via blog. Namun seperti kata Josh Groban dalam lagunya "Remember When It Rain" saya hanya dapat mengingat teman-teman dalam hujan yang nyimik-nyimik turun pada bulan yang semestinya masih kemarau ini untuk melepas rindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu catatan khusus yang rasa-rasanya perlu saya bagi pada teman-teman adalah saat saya membaca sebuah kisah yang sangat menarik terjadi dalam dunia maya. Tepatnya melibatkan sebuah stasiun radio ternama di Jakarta, sebuah milis dan beberapa identitas ganda. Bagaimana seorang berkepribadian ganda menipu beberapa penyiar (yang semuanya wanita) radio tersebut, bahkan sempat berjanji menikahi salah satunya. Belakangan terbongkar bahwa pemiliki identitas tersebut ternyata seorang ibu berusia 60-tahunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal demikan juga terjadi, cerita teman saya, pada sebuah situs Islam terkenal di Indonesia di mana para pengunjung setianya kerap kali mengadakan pertemuan dalam dunia maya alias konfrence. Intensnya pertemuan dalam dunia maya membuat masing-masing pengunjung rutinnya merasa mengenal dan kadang tidak sungkan-sungkan berbagi rahasia, walau belum pernah bertemu secara fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa tahun berlangsung teman saya itu menemukan keganjalan pada beberapa identitas, tepatnya lima identitas yang katanya beberapa kali memberikan data-data yang mencurigakan. Keganjalan paling fatal adalah ketika salah satu dari "lima orang" itu memberikan foto dirinya yang ternyata adalah foto temannya yang kebetulan dipasang dalam website miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah  bagian paling serunya adalah 2 dari 5 identitas di atas saling menikah dan tinggal di luar negeri bahkan sempat menyebarkan berita bahwa sudah memiliki satu anak. Lucunya, lagi-lagi foto anak yang dipasang di websitenya adalah anak seorang mahasiswa yang juga sedang kuliah di Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata setelah menjalani proses panjang teman saya dan seorang sahabatnya yang memang ahli komputer menemukan kesimpulan bahwa dari lima identitas itu hanya satu yang benar atau memang palsu semua. Termasuk data-data yang mereka temukan adalah orang tersebut biasa memakai sebuah warnet di Bandung dalam menjalankan perannya dalam dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia maya memang kejam, membuat saya berfikir sejenak apakah ada di antara teman-teman dunia maya saya yang bukan sebenar-benar dirinya. Atau jangan-jangan tanpa saya sadari apa yang tampak dalam dunia maya tidak mempresentasikan diri saya sebenarnya dalam dunia nyata,....ah saya khawatir malah seperti itu jadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam cyberspace berbagai peristiwa dirangkai. Direkayasa dan kemudian disuguhkan untuk komsumsi umum -- inilah pseudo-event. Pseudo-event  adalah sebuah kejadian atau peristiwa yang tampaknya terjadi secara spontan, tetapi semuanya terjadi disebabkan seseorang merencanakan, merekayasa, atau memprovokasinya. Kejadian-kejadian palsu tersebut kini tumpang tindih dengan realitas sesungguhnya sehingga publik boleh jadi berspekulasi secara bebas tentang makna dan kebenarannya. (&lt;b&gt;Walter Truett Anderson, Reality Isn't What It used to Be, Harper Collins, 1990, h.9&lt;/b&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, anda boleh yakin akan satu hal...bahwa saya tidak langsing dan menyukai berbagai macam makanan :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-112346229867450299?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/112346229867450299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=112346229867450299&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/112346229867450299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/112346229867450299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2005/08/sesuatu-yang-terhenti.html' title='&lt;b&gt;Sesuatu yang terhenti&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-112045147373884756</id><published>2005-07-04T11:31:00.000+07:00</published><updated>2005-07-04T11:45:50.316+07:00</updated><title type='text'>Apakah hidup semakin mudah?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.oxcis.ac.uk/newbuild/Kuwait%20Library.jpg" widht="418" height="275"&gt;&lt;br /&gt;Apakah hidup semakin mudah bagi pecinta buku? ya itu pertanyaanya. Ketika dulu Avlin Tofler meramalkan buku berbahan kertas akan tergantikan oleh alat-alat elektronik. Banyak sekali tanggapan orang yang positif dengan ramalan dan arah perkembangan teknologi yang terjadi saat itu. Munculnya alternatif media baca yang didukung oleh perkembangan teknologi semakin membuat harapan buku-buku yang berbahan kertas akan segera bergeser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa media baca dan teknologi yang menyertainya sempat beberapa tahun lalu menjadi momok. Antara lain Buku Audible, yang didirikan pada tahun 1995 dengan "isi"-nya yang dapat didengarkan menggunakan piranti bernama MobilePlayer. Sebuah perangkat MobilePlayer dapat menyimpan data audio berdurasi dua jam di jual seharga 99 dolar AS saat itu, apabila anda ingin menyimpan lebih lama maka Audible.Inc menyediakan perangkat yang lebih canggih yang dapat menampung audio berdurasi delapan jam seharga 299 dolar. Kabarnya Microsoft juga ikut menamkan sahamnya pada perusahaan Audible Inc, bahkan juga saat itu menyertakan fasilitas untuk pengguna windows pada PDA agar dapat Buku Audible tanpa harus membeli perangkat MobilePlayer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu terdengar tentang E-book, mungkin buat anda yang kuliah pada dekade 90-an pernah mendengar gembar-gembor e-book ini. Apalagi bagi saya yang kuliah di sebuah jurusan yang memang berhubungan langsung dengan buku-buku merasa bahwa dengan adanya revolusi e-book ini maka buku-buku yang berbahan kertas akan tinggal menunggu waktu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E-book saat itu dikembangkan oleh Nuvo Media dengan Rocket e-booknya, Softbook press dengan Softbooknya dan Everybook. Dengan memanfaatkan teknologi terbaru maka mereka dapat menciptakan sebuah piranti yang lebih tahan lama dibanding generasi piranti sebelumnya. Bahkan perkembangan internetpun dimanfaatkan dengan menyediakan fasilitas download langsung dari piranti tersebut. Oh ya, masing-masing piranti saat itu tidak dapat membaca file yang diproduksi saingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piranti yang dikembangkan semakin dibikin semirip mungkin dengan kebiasaan seseorang ketika membaca buku dengan bahan kertas biasa. Karena ringannya piranti e-book maka diharapkan kebiasaan membaca sambil tidur-tiduran pun masih dapat dilakukan. Bahkan bila anda terbiasa melipat kertas dalam buku sebagai pembatas, e-bookpun menyediakan fasilitas yang mirip dimana bila anda menghidupkan piranti tersebut akan segera menuju halaman terakhir yang anda baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harap diingat bahwa dua perkembangan teknologi yang saya sebutkan di atas merupakan perkembangan yang terjadi pada dekade 90-an. Sekarang, di tahun 2005 ini apakah anda pernah menyentuh piranti yang saya sebutkan di atas? Kecuali mungkin PDA yang dikembangkan microsoft itupun mungkin dengan tujuang lain daripada memanfaatkan buku audio saya percaya sebagian besar pembaca menjawab belum pernah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai detik ini sebagi pustakawan saya melihat bahwa ternyata perkembangan teknologi media baca masih sama dengan seratus atau dua tahun lalu, sangat jauh dari yang diharapkan oleh para pengembangan e-book dan audiblebook. Bahkan perpustakaan tempat saya bekerja masih mengandalkan microfilm untuk mendokumentasikan koran-koran daripada dijitalisasi, dengan pertimbangan dijital lebih ringkih dibanding microfilm yang dapat tahan sampai 500 tahun dengan perawatan yang tidak begitu merepotkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi e-book dan audioble yang diharapkan menggantikan buku dari bahan kertas memang sampai detik ini (masih) tidak senyaman dengan buku biasa, akui saja. Bayangkan ambil contoh untuk sebuah PDA saja, saya ambil contoh PDA karena saya melihat piranti ini yang masih berkembangan sampai sekarang walau tidak berfungsi khusus untuk media baca saja. Walaupun PDA dapat menampung file-file pdf tidak sedikit (tergantung besar kecilnya media penyimpan PDA anda), namun untuk mendapatkan sebuah PDA saja anda harus merogoh kantung sangat dalam karena memang piranti tersebut tidak murah. Belum lagi, bila tiba-tiba terjadi kerusakan baik akibat virus atau penyebab lainnya, untuk membetulkannya saja lagi-lagi anda harus merogoh kantung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangnya penyedia file-file buku semacam pdf yang dapat di download di internet juga menjadi kendala yang sangat berarti. Bolehlah, memang benar cukup banyak file tersebut ada saja di internet tapi itu kalau memang anda rela membelinya. Namun se rela apa -untuk ukuran orang Indonesia- anda mau membeli buku dalam bentuk file yang di download via internet? Masih dibutuhkan penelitian lebih dalam lagi, tetapi saya sangat yakin bahwa rata-rata Orang Indonesia keberatan untuk mendownload file buku yang mereka butuhkan, kecuali gratis atau terpaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya UUD (Ujung-Ujungnya Dodol) memang masalah yang sedikit banyak sangat beperan sekali pada perkembangan piranti media baca elektronik semacam e-book dan audiblebook. Buat apa misalnya mendownload dari luar negeri buku karya JK Rowling dari Amazone atau portal lainnya, padahal untuk buku yang sama dan dicetak di Indonesia masih bisa lebih murah. Bahkan, bukannya saya mendukung bajakan, bila anda tidak tahu malu membeli buku bajakan dengan judul yang sama akan lebih (sangat) menghemat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi soal kebiasaan membaca, ok lah saya sangat takjub dengan ukuran PDA yang ringkes dan ringan. Hei... bila saya punya PDA saya akan menjaganya dengan sangat hati-hati mengingat PDA merupakan alat yang cukup ringkih dan mahal. Tidak akan misalnya saya akan membaca buku melalui PDA sambil tiduran-tiduran menjelang malam karena resikonya bila jatuh atau tertindih akan membuat saya nyengir miris. Saya juga tidak akan melempar sembarangan PDA setelah membaca, akui saja anda pasti suka melempar buku ke atas lantai atau meja setelah membacanya bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali faktor kenapa saya lebih memilih buku berbahan kertas dibanding media elektronik anda pasti sudah tahu kenapa bila membaca dengan seksama di atas. Ya bolehlah, perkembangan teknologi memang sangat membantu dunia buku, saya percaya itu memang terjadi. Lihat saja bagaimana dengan adanya teknologi yang canggih buku-buku dapat didisain dengan lebih menarik. Pemasaran juga menjangkau pangsa yang lebih luas berkat adanya teknologi terutama internet, bahkan saat ini anda dapat memesan buku langsung dari depan komputer tanpa harus datang ke toko buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya benar, teknologi memang sangat berguna. Namun bila saya harus memilih antara buku-buku berbahan kertas dengan buku-buku berupa file-file yang ada dalam PDA atau piranti elektronik lainnya, saya jujur saja akan lebih suka memilih buku dari bahan kertas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa-rasanya sangat nikmat setelah membaca saya bebas menjadikan buku pribadi saya sebagai bantal atau guling. Ada kenikmatan tersendiri ketika memandangi deretan-deretan buku di rak buku pada ruang tamu saya. Buku-buku yang mungkin selama ratusan tahun ke depan masih akan ada di sana dinikmati anak cucu saya tanpa harus khawatir memback up file ketika akan mengformat PDA atau terserang virus yang berkala menyerang komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apakah hidup semakin mudah bagi anda dan saya yang menggemari buku? Saya akan menjawab iya memang benar. Namun dari perspektif yang menurut saya mungkin berbeda dan tidak semaju pendiri e-book dan Audiblebook. Saya akan menempatkan diri saya lebih mundur sedikit sambil memeluk buku "Elegi Guttenberg : memposisikan buku di era cyberspace" karya Putut Widjanarko yang berbahan dasar kertas itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf teman-teman pecinta lingkungan....tampaknya gara-gara saya pohon-pohon di Hutan Kalimantan dan Irian Jaya sana masih akan ditebangi sedikit banyak gara-gara saya juga,...sekali lagi saya minta maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Saat ini Google sedang mengembangkan perpustakaan dijital bekerjasama dengan  beberapa perpustakaan terkenal di Amerika Serikat antara lain Harvard, Stanford dan Oxford. Bermodalkan 200 juta dolar AS beharap dalam sepuluh tahun proyek ini memudahkan orang mendapatkan buku-buku via google dengan lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tak ayal proyek google ini diprotes keras terutama oleh negara-negara Uni Eropa. Prancis termasuk yang paling keras menentang poyek Google yang dituduh sedang meng Amerikanisasi Dunia melalui dunia Maya, bahkan Prancis mengusulkan Eropa mengembangkan mesin cari yang dapat menyaingi ke piawai an Google.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Sebenarnya Dijitalisasi buku-buku telah dilakukan sejak tahun 1971 oleh Michael Hart. Bertujuan mendijitalkan buku-buku sastra, proek ini disebut Proyek Guttenberg. Sampai detik ini sudah berhasil mengumpulkan 16 ribu judul buku, dan tentunya siapa saja dapat mendownloadnya secara gratis &lt;a href="http://www.gutenberg.org/"&gt;http://www.gutenberg.org/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-112045147373884756?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/112045147373884756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=112045147373884756&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/112045147373884756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/112045147373884756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2005/07/apakah-hidup-semakin-mudah.html' title='&lt;b&gt;Apakah hidup semakin mudah?&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-112002431135155639</id><published>2005-06-29T12:51:00.000+07:00</published><updated>2005-06-29T12:51:51.393+07:00</updated><title type='text'>Menunggu Tarzan dari Tenabang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/thumb/15/22/02/15220299/42-15220299.jpg"&gt; &lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/thumb/15/22/03/15220313/42-15220313.jpg"&gt; &lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/thumb/15/22/03/15220355/42-15220355.jpg"&gt;&lt;br /&gt;Bila sebuah buku dibilang best seller di luar negeri misalnya Amerika dan Inggris maka kopi yang terjual biasanya lebih dari ratusan ribu, bahkan jutaan. Sebut saja karya JK Rowling dengan buku ke lima serial Harry Potter and the Order of the Phoenix pada hari pertama peluncuran buku tersebut langsung laku lima juta kopi. Sangat berbeda jauh dibanding Indonesia yang hanya cukup berhenti sampai ribuan kopi saja untuk disebut sebagai buku-buku best seller.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hernowo dalam kata pengantarnya dalam buku bertajuk Elegi Guttenberg (saya sangat suka sekali buku ini hingga tidak pernah bosan membacanya) Begitu seorang tertarik untuk membaca sebuah buku, secara otomatis dia telah berniat untuk memperluas wawasan dan memperkaya perspektif. Buku akan mengajaknya menjelajahi wilayah baru yang sebelumnya tidak pernah dikenalnya - atau pernah dikenalinya, namun kurang fokus. Buku akan memandunya melewati pelbagai macam "jalan" dalam upaya kerasnya menuju satu tujuan yang terarah dan jelas sekali. Begitulah buku, membuat seseorang lebih fokus, paling tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sih sebuah buku dapat begitu lakunya bak kacang goreng, padahal yang namanya buku itu tidak semurah yang kita kira. Bahkan untuk membaca bukan hanya bagi Orang Indonesia, bagi kebanyakan orang-orang di luar negeri juga merupakan pekerjaan yang membosankan. Buku Harry Potter di atas yang tebalnya 896 halaman dijual tidak kurang dari Rp. 225.000.00 jelas bukan sebuah bacaan yang ringan dan juga tentunya bukan juga harga yang murah, apalagi untuk kebanyakan anak-anak di Indonesia. Tetapi ya itu tadi, lima juta kopi di hari pertama launching, sungguh prestasi yang luar biasa bahkan untuk negara adidaya sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sihir kah? Ya memang buku karya JK Rowling isinya tentang dunia sihir dan hal-hal yang berkaitan dengannya paling tidak dunia sihir dalam khayalan sang pengarang. Namun bukan sihir yang menyebabkan bukunya sangat laris, banyak faktor di belakang layar menjadi penentu laku tidaknya sebuah buku di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor utama adalah penulis,...betul sekali! Penulis yang handal, penulis yang mampu menterjemahkan apa yang ada dalam kepala pembacanya (tentunya juga apa yang ada dalam kepala Si Penulis) ke dalam buku-bukunya. Penulis yang baik tentunya sudah mengetahui tagret pasar yang ingin ditujunya tepat ketika dia mulai menekan huruf pertama pada tuts keyboardnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa penulis tak akan ada namanya buku, atau karya tulis. Benar memang, namun saat ini ribuan orang menyebut dirinya sebagai penulis, raturan orang berebutan untuk menerbitkan buku-buku karyanya, namun hanya puluhan orang bahkan lebih sedikit lagi yang layak disebut sebagai penulis handal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana memilah penulis berpotensi dari ratusan naskah sampai akhirnya sampai ke tangan pembaca? Nah di sinilah datang fungsi penerbit. Penerbit dan penulis bagaikan dua ekor ikan di tengah lautan yang saling menguntungkan, paling tidak begitulah teorinya. Penerbit, bertugas membantu penulis untuk memproduksi secara massal apa yang telah dituangkan, dan penulis tentunya diharapkan tetap produktif menghasilkan tulisan-tulisan yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada kalanya perjuangan seorang penulis untuk menerbitkan bukunya tidak semudah yang kita bayangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat Benyamin S. pernah memerankan tarzan dalam film tarzan betawi? Dalam film itu Bang Ben ditemani Ida Royani remaja putri yang besar di kota. Dalam kisah aslinya tarzan juga memiliki seorang kekasih bernama Jane berasal dari dunia manusia yang beradab. Tarzan aslinya merupakan tokoh rekaan yang diciptakan oleh Edgar Rice (1875-1950) yang menarik disimak adalah bagaimana kisahnya hingga terkenal dengan karya tarzannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edgar mulai menulis pada usia 35 tahun setelah gagal menjalani berbagai profesi antara lain menjadi koboy di Idaho, penambang emas di Oregon, dan polisi jalan kereta api di Utah. Dia juga pernah bekerja sebagai akuntan, padahal buta akutansi yang membuatnya bertahan di sana adalah atasannya ternyata lebih buta akutansi dari pada Edgar. Pernah juga membuka bisnis sendiri namun gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menjadi agen penjual serutan pinsil dia mulai menulis, sambil menunggu anak buahnya. Minat menulisnya dimulai karena dia sering membaca roman picisan, menurutnya kalau seseorang dapat menghasilkan uang dengan cerita-cerita bualan macam ini maka dia juga bisa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya pertamanya bukan Tarzan, dia pernah menawarkan karyanya tersebut ke penerbit terkemuka di Amerika dan tiga belas penerbit di Inggris namun semuanya menolak. Karya Edgar sebelum tarzan antara lain Dejah Thoris,  Princess of Mars (1912) dijual seharha 400 dolar dan itu adalah 400 dolar pertamanya dari tulisan karyanya. Hasil penjualan yang menurut dia paling berkesan dalam hidupnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun tujuan seorang penulis dalam berkarya sebenarnya tidak lah menjadi sebuah alasan masyarakat menyukainya atau tidak. Justru apa yang dihasilkannya lah menjadi tolak ukur karya sang penulis. Boleh saja mislanya seperti pencipta tokoh Tarzan di atas menulis karena dempetan ekonomi, bila memakai istilah Edgar, dia terdorong menulis karena memiliki satu orang isteri dan dua orang anak. Atau misalnya anda menulis karena, dengan alasan lain, ingin memililiki peran yang berati dalam perkembangan sastra di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun alasannya memang benar-benar tidak begitu dipedulikan, paling tidak dari di penerbit. Penerbit hanya tahu, bila karya anda bagus dan sesuai minat pasar maka mereka bersedia menerbitkannya. Memang sih ada juga penulis yang idealis dengan tidak begitu mempedulikan arus pasar, buat mereka sastra ya sastra. Bahkan mereka rela menerbitkan karya-karya miliknya tanpa melalui penerbit yang sudah biasa, bak sebuah album lagu dengan indi label karya mereka beredar di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, jadi bagaimana awalnya anda mulai menulis dan dengan cara apa anda menerbitkan karya-karya anda baik itu melalui penerbit yang sudah mapan maupun dengan cara underground. Saya masih sangat berharap bahwa pada suatu saat nanti muncul penulis dengan karya-karya yang sangat dihargai oleh masyarakat. Siapa tahu muncul penulis yang dari Penjaga Kios Tenabang atau Guru daru Kampung Sawah atau bahkan pekerja tambang yang menulisk
